PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #37



Sementara di depan ruangan presdir Sekretaris Rey


belum beranjak, dia mendekat ke meja staf sekretaris.


Tiga orang sekretaris dihadapannya menunduk tidak


berani menatapnya


“Bawakan aku ponsel baru” katanya


“baik pak” salah satu dari mereka menjawab dan


bergegas keluar ruangan.


Sekretaris Rey kembali ke ruangannya. Menyandarkan


kepalanya di kursi.


“kenapa banyak sekali orang-orang bodoh berkerja


untuk Pak Kendra” Rey kesal sendiri, karena


membereskan setiap kekacauan yang ditimbulkan


oleh orang-orang itu adalah tanggungjawabnya.


..............................


Jam telah menunjukkan pukul 10.00


Dera dan Alula pergi ke kamar masing-masing untuk bersiap.


"Pakai baju yang simpel aja deh, biar gak ribet juga" Dera memilih baju yang sekiranya nyaman dipakai di bandingkan sebuah dress, karena memang hanya ke salon saja. Pikirnya.


Dera memencet tombol khusus untuk memanggil pelayan.


"Ya Nyonya muda, ada yang bisa saya bantu?"


"Oh ya Nurul, tolong panggilkan Lula ya, suruh ke kamar ku" pinta Dera yang masih sibuk dengan rambutnya yang bergelombang.


"Baik Nyonya Muda"


Nurul berjalan ke arah kamar Alula dan menyampaikan pesan dari Dera.


Tak butuh waktu lama, adik iparnya sudah berada di kamar Dera.


"Ya Kak Der, kenapa kak?"


"Gimana ya La, kakak masih ragu untuk meluruskan rambut.. takut kurang pantas"


"Pantas ka, percaya deh sama Lula. Karena sepengetahuan Lula, orang yang di luruskan rambutnya pasti jadi cantik, termasuk kalau laki-laki juga hehe" jawab Lula.


"Beneran ya La.. fiks , kakak luruskan rambut ini. Udah yuk turun, Fira sudah menunggu di bawah"


Dera dan Lula berjalan beriringan.


Fira yang melihat Nyonya Muda berjalan ke arahnya segera berdiri dan memberikan rasa hormat.


"Silahkan Nyonya Muda, Nona Lula" hormat Fira.


"Ya, baik Fir" jawab Dera.


Diperjalanan, Dera menghabiskan untuk melihat jalanan yang banyak lalu lalang kendaraan.


Nah itu rambutnya diluruskan jadi cantik, itu juga, itu ya juga. Nah, itu juga iya, malah jadi disayang sama kekasihnya. Siapa tau nanti hubunganku jadi manis. Batin Dera.


Hampir setengah jam, Dera yang sudah berada di salon bersama Fira dan Lula.


Mereka menghabiskan waktu bersama namun dia juga menuruti kemauan suaminya.


“Kak, Lula mau spa, manicure, pedicure sama creambath ya” pinta adik iparnya


“ya La. Silahkan saja. Fira kalau mau spa juga gak apa-apa” jawab Dera sembari meminta Fira untuk melakukan hal yang sama


“tidak Nyonya terima kasih, cukup saya menunggu saja”


“jangan Fira, kamu juga perlu merileks kan badanmu juga. sudah sana kamu treatment sama Lula”


Fira yang tak bisa menolak perintah Dera segera melakukan apa yang diminta Nyonya nya.


Dera yang sedang menatap dirinya dibalik cermin salon, dia melihat memang rambutnya bergelombang tapi dia menyukai yang natural.


“Mas Ken kenapa sih minta di rambutku untuk diluruskan segala. Kan alami lebih baik Mas” ucapnya seraya memegangi rambutnya.


“Kita persiapkan dulu ya kak” Ucap salah satu pelayan salon.


“ya kak, siap. Kira-kira bagus gak ya mbak? Takutnya nanti gak pas di wajahku”


“pasti cantik kak. Tenang saja. Kita ahlinya”


Akhirnya hampir 3 jam mereka habiskan untuk di salon. Lula yang sudah keluar dengan wajah berseri dan fresh begitu juga Fira dan Dera.


Dia yang sekarang memiliki rambut lurus membuat dirinya makin terlihat kecantikannya.


“wahh, pasti Kak Ken pangling nih. Cantik banget Kak Dera”


Dirinya di sanjung oleh adik iparnya seketika merasa malu dan membuat merah pipinya.


“Iya Nyonya Muda, Cantik”


Dera yang sekarang benar-benar cantik.


Alula yang memvideo kan rambut Dera dari belakang dan mengirimkannya ke sekretaris Rey.


“Pak Bos, ini ada video Nyonya yang dikirimkan melalui Non Alula” ucap Rey pada Kendra yang sedang sibuk menandatangani projectnya


Kendra yang mendengar nama Dera disebut, segera menghentikan aktifitas mengetik di komputernya.


“Wahh, cantik ya Rey”


Nah loh,, ketawa lagi, senyum-senyum lagi. Jangan-jangan bener nih, Pak Bos udah cinta sama Nyonya Dera.


Sekretaris Rey tak menjawab, hanya sebuah anggukan kecil yang diberikan sebagai responnya.


“Rey ayo segera pulang dan semua tugas untukku akan aku lembur besok”


Kendra yang melangkah keluar dari Petra Corp dan masuk ke dalam mobil hendak pulang.


Diperjalanan Kendra terus mengecek jam tangannya.


Sampailah mobil mewah itu di gerbang utama. Hari ini Sekretaris Rey sengaja tidak memberi kabar pada Dera mengenai kepulangan suaminya. Yang dia tahu bahwa Kendra pulang nanti malam.


Bi Tirna dan para pelayan menyambut kedatangan Sang Pak Bos.


“dimana Dera”


“Nyonya di kamar Pak”


Kendra menghentikan langkahnya dan menatap sekretarisnya.


“Rey sebaiknya kamu pulang saja. Besok segera kesini dan siapkan semua schedule nya”


“Baik Pak Bos”


Kendra melanjutkan melangkah ke kamarnya. Diperhatikan seorang Wanita cantik sedang menyisir rambutnya.


“rambut baru tuh! Mau pamer ke siapa!! ” ucap Kendra


Dera yang fokus menyisir seketika kaget.


“eh iya mas Kendra”


"Iya?? iya mau pamer ke siapa!" nada bicara Kendra meninggi.


"Enggak mas, bukan mau pamer ke siapa-siapa. Kan aku dirumah terus, gak pernah kemana-mana mas"


Ini juga kan kamu yang minta.


Cantik sekali dia, kenapa juga gak dari dulu kayak begini. Ah dirimu telah mengalihkan dunia ku , Kendra


Seketika Dera yang menyadari ada suaminya datang langsung melakukan tugasnya menyiapkan sandal rumah dan air untuknya mandi.


“sini mas, sepatunya aku lepaskan dulu”


Kendra yang sedari tadi melihat Dera merasa


terpesona dengan kecantikannya


“hemmm, harum sekali rambutnya” batinnya.


Kamu gak boleh kemana-mana selain keluar sama


aku, sekalipun sama Fira harus pergi seijinku


“iya mas” lah kemarin-kemarin juga gitu. Apa-apa juga


ijin deh, halu kali ya mas Ken.


Kendra yang sudah melangkah ke kamar mandi dan


Dera melangkah ke kamar ganti untuk menyiapkan


baju rumah.


Sembari menunggu Kendra selesai mandi, Dera


membantu pekerjaan Bi Tirna dan pelayan untuk


menyiapkan makan malam.


“ini sudah selesai semua Nyonya. Tinggal menyajikan


saja” ucap Bi tirrna


“lho Bi, maaf ya Dera telat datangnya. Malah gak jadi


bantu deh”


Dera akhirnya membantu menyiapkan segala makan


malam untuk Kendra. Dan tak lama kemudian Lula


datang.


“ciee, rambut baru nih. Makin cantik ya Bi ya” canda Lula


“hehe iya Non”


Mendengar pujian dari Lula dan Bi Tirna membuat pipi


Dera menjadi merah.


Akhirnya tak lama kemudian Kendra turun untuk


makan malam.


.


.


.


Bukan lagi sebuah paras indah nan cantik, tapi sebuah kebaikan hatimu yang mampu merobohkan segala egoku.. Ku harap kamu tetap usaha, hingga kau lelah dan aku akan menguatkanmu🖤


.


.


.


puji


.


.


jangan lupa di like, comment dan vote ya guys..