
Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.
Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.
______________
Di apartemen Mira ingin rasanya mencari keberadaan sang sahabat. Dia tidak bisa tenang begitu saja apalagi tidur dengan nyenyak sedangkan sahabatnya diluar sana sedang kedinginan bahkan kelaparan, pikirnya. Berkali-kali Mira mondar-mandir dari kamar menuju dapur, lantas menuju ruang tamu. Entahlah pikirannya saat itu begitu sangat kalut. Dia pun bingung harus melakukan apa agar bisa menemukan Dera, tapi waktu juga tidak memungkinkan untuk dirinya pergi dari rumah malam-malam begini apalagi pasti sangat minim cahaya.
Sekretaris Rey yang mengetahui hal tersebut lantas berdiri dan menghampiri Mira yang sedang membawa ponselnya. Sebuah air yang berada di gelas dipersiapkan untuk Mira agar lebih tenang. Memang Sekretaris Rey mengetahui bagaimana cara memperlakukan seorang wanita dengan sangat baik dan itulah yang membuat Mira luluh pada Sekretaris Rey.
“Sayang, sudah jangan terlalu kepikiran. Yakinlah Dera disana pasti bisa bertahan, anak itu adalah anak yang tangguh, dia akan tetap menjaga dirinya dan sang bayi yang dikandungnya. Besok pagi-pagi sekali aku akan segera mencari Dera. Kamu tidurlah dulu, ini sudah jam 1 malam” ucap Sekretaris Rey dengan memberikan segelas air putih yang telah dibawanya kepada sang calon istri.
“Tapi Rey, aku khawatir dia ga akan selamat. Itu hutan Rey, pasti ada binatang buas. Aku takut Dera ga se.. la..mat hiks hiks hiks” ucapnya dengan sesegukan dan menguatkan diri.
“Sayang, percayalah pada ku. Disana ada orang baik ko. Tadi sebelum kami memutuskan untuk pulang, kami bertemu dengan kakek tua yang mengatakan bahwa dirinya tinggal di hutan tersebut, kalaupun beliau menemukan Dera pastilah dia akan merawat Dera. Percayalah padaku. Kamu berdoa saja ya sayang. Semoga Dera tetap baik-baik saja” ucap Sekretaris Rey pada Mira.
Mendengar saran dari Sekretaris Rey, membuat Mira sedikit tenang dan berpikir seribu kali. Akhirnya setelah mengontrol keingiannya tersebut, dia pun segera pergi ke kamarnya dan bersiap untuk tidur.
Sekretaris Rey yang melihat Mira berjalan mengarah ke kamarnya, dia pun segera menghubungi seseorang untuk membantu proses pencarian Dera. Dia adalah Bram dan Niko. Sekretaris Rey percaya bahwa Bram dan Niko bisa membantunya. Kedua orang tersebut menjadi andalan Sekretaris Rey jika dia ditimpa keadaan yang tidak mungkin diselesaikan sendiri.
“Bram, tolong. Aku sedang memerlukan bantuanmu. Istri Kendra sedang kecelakaan, mobil yang ditumpanginya jatuh ke dalam jurang bersama sopir. Sementara dugaan karena rem blong. Untuk lebih jelasnya belum di lakukan oleh TKP karena bukti yang minim dan saksi yang belum jelas keterangannya” Sekretaris Rey Panjang lebar menjelaskan pada Bram sedangkan Bram sendiri pun baru mengangkat telponnya.
“Rey, kamu tenanglah dulu. Ada apa ini? Kenapa Dera? Ko ada kecelakaan, ada jurang, kenapa sih Rey?” tanya Bram yang tak tau menahu soal hal ini.
“Bram, Dera kecelakaan. Mobilnya jatuh ke jurang dan sampai saat ini pun belum ditemukan. Kendra juga tidak memperbolehkan menggunakan bantuan siapapun” ucap Sekretaris Rey memperjelas ucapannya.
“Astaga. Ko bisa. Oke-oke aku akan mengerahkan anak buah ku dan mengabari Niko tentang hal ini. Semoga secepatnya Dera segera ditemukan. Lantas Kendra gimana sekarang? Pasti sedang down banget anak itu” lanjut Bram.
“Kendra sedang menenangkan dirinya. Tadi dia pulang dengan Novan, keponakan Dera. Ya udah Bram, kabari aku kalau ada apa-apa ya” tutur Sekretaris Rey yang setelahnya mematikan ponselnya.
_______________
Di rumah Brian.
Di rumah mewah yang megah namun sepi itu hanya Nampak beberapa pelayan yang lalu lalang melakukan tugasnya. Hati Brian malam ini nampak begitu Bahagia karena tadi acaranya berjalan dengan lancar.
Memasuki rumah tersebut, Brian menuju ke kamarnya untuk membersihkan tubuh dan mengistirahatkannya. Sepatu yang dikenakan dilepas, pakaian atas dan celana.
Sebuah ponsel tergeletak diatas tempat tidur, diperhatikan ponsel tersebut dan dicarilah sebuah nama, diketikkan sesuatu dan tanpa disadari senyumnya tersungging indah diwajahnya, ya Brian sumringah.
Dia tak menunggu balasan dari Lula lantas melanjutkan langkahnya menuju ke kamar mandi. Dengan bernyanyi riang dan shower pun di nyalakan. Sebuah lagu pun dinyanyikan mengikuti isi hatinya kali ini. (Ed Sheeran- Perfect).
I found a love for me
Oh darling, just drive right in and follow my lead
Lirik demi lirik pun terlantun bergitu indah menuruti hati Brian. Sadar atau tidak selama dia menyanyikan lagu Perfect selalu ada senyum tergores diwajahnya.
Sebuah lagu yang dinyanyikan hingg dia pun tak sadar bahwa lagu tersebut sangatlah mengartikan tentang seorang pria yang menemukan wanita pujaannya.
Apakah ini artinya Brian sedang jatuh cinta dengan Alula?? hemm, hanya Brian yang tau.
“Eh ko gue nyanyi lagu ini sih, gue kan ga sedang jatuh cinta ngapain juga nyanyi-nyanyi dari tadi. Ah dasar gue. Ga mungkin lah gue suka sama si cewek bar-bar gitu, ga feminim pula. Ga tipe gue banget” ucap Brian yang masih fokus keramas untuk menghilangkan rasa lelahnya seharian ini. Akhirnya dia pun berhenti bernyanyi dan melanjutkan mandinya.
Setelah mandi Brian pun kembali ke kamar, dia mengambil pakaian yang akan digunakan. Sesekali dia memperhatikan layar ponselnya, ternyata tidak ada notifikasi satu pun yang tertera.
Ponsel kembali di letakkan dan dia lantas melakukan rutinitasnya yaitu memainkan game online. Sebuah PC yang berada di kamarnya di aktifkan dan dia larut dalam game tersebut.
Waktu berlalu, hampir 1 jam dia memainkan game online. Rasa di dada yang menurutnya mengganjal dan membuat pikirannya selalu kepikiran dengan Alula.
“Kenapa ya pesan dari ku gak di balas? Apa ada yang salah dengan perkataanku tadi? Ataukah pesan ku belum terkirim ya?” ucap Brian yang kemudian memperhatikan chat di aplikasi Whats@pp tersebut. Sebuah centang dua pun tertera disana namun masih tertanda abu-abu.
“Chat ku udah terkirim ko, tapi kenapa ga di balas ya. Masa gue telpon sih? Ah enggak mungkin. Udah lah tidur aja, ditunggu juga ga ada balasan” ucapnya lantas mengambil posisi untuk tidur.
Dan sekali lagi ponsenya ya perhatikan namun tak ada notif satu pun.
“Oke fiks, gue akan tidur dan ga akan peduli dengan lo Alula sialan” ucapnya.
..._________________...
...Cuma sama kamu aku berani ngeluh...
...Cuma sama kamu aku berani bilang capek...
...Dan Cuma sama kamu aku berani cerita semuanya...
...Intinya Cuma sama kamu...