
Ayu berjalan ke kamar Dera dengan membawa sarapan untuk menantunya itu dan juga tespek.
“Nak, ini tespeknya. Kamu ke kamar mandi dulu gih. Kalau sudah selesai nanti sarapan” Ayu menyerahkan 3 tespek yang dibawa nya.
Waduh, ada 3 tespek.. bagaimana jika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang Mama harapkan? semoga saja hasilnya tidak mengecewakan.. batin Der.
"Nak, ayo sana di cek dulu" ucap Ayu membuyarkan lamunan menantunya.
“E.. iya ma, makasih ya ma” rasanya Dera bersyukur banget dikelilingi orang yang sayang dengannya. Melihat mama mertuanya melangkah keluar, diapun segera ke kamar mandi.
Setelah mencelupkannya ke urin, dia nampak tertegun melihat tiga buah hasil tespek di tangannya. Dia sangat senang sekali, karena tak pernah menyangka akan hamil di usia 24 tahun ini. Dan ini akan menjadi surprise untuk suaminya ketika pulang nanti.
Rasa haru, Bahagia bercampur menjadi satu. Dera mengelus perutnya perlahan.
“Hallo kesayangan mama. Sehat-sehat ya nak” ucapnya pada jabang bayinya.
“Bagaimana hasilnya Kak?” Kepala Alula nampak menyembul dari pintu yang terbuka sebagian.
Dera masih dalam keterkejutannya. Tangannya terlulur memberikan tiga buah tespek ke tangan Alula.
Alula menerimanya, kedua bola matanya membulat sempurna melihat garis dua dari ketiga tespek. Padangannya beralih pada Dera yang sedang berkaca-kaca.
“Kakak…” Alula memasuki tubuhnya dengan sempurna di kamar mandi kemudian membawa Lula dalam pelukannya.
Tubuh Dera yang naik turun membuat Lula tahu jika Dera tengah menangis.
“Tenanglah kak.. ini akan jadi berita bagus buat mama papa dan kak kendra”
“Iya La..”
Akhirnya Alula menenangkan Dera di kamarnya. Setelahnya dia keluar, ke ruang tengah untuk memberikan informasi yang membahagiakan bagi mereka.
“Cie ada yang mau punya cucu nih”
Mendapat kode seperti itu membuat Alex dan Ayu saling bertatapan.
“Maksudnya??”
“Iya, kalian akan memiliki cucu, Kak Dera hamil ma, Pa”
“Syukurlah,, alhamdulillah” ucap syukur dari Papa.
"Wahhh Alhamdulillahhh, aku akan menjadi nenek, GrandMa Ayu" saking senangnya Ayu hingga melompat kegirangan.
Karena apa yang di harapkan sebentar lagi akan terwujud.
……………………..
“Mama, aku pulang.. istriku dimana ma?” ucap Kendra dengan membawa jas yang digantung di lengannya.
"Ada di kamar nya, lihat saja ke atas Ken" dijawab Papa nya yang sedang membaca koran.
“Istrimu sedang bersiap ke rumah sakit, sana gih susul” timpal Ayu yang mendengar suara anaknya yang menanyakan istrinya.
“Ha? sakit apa mas? Mama ko gak ngasi kabar Kendra? Berapa lama sakitnya?” kekhawatiran Kendra benar-benar nyata. Dia sangat menyayangi Dera.
“eeee anak mama, belum apa-apa sudah nyrocos aja"
Belum juga mamanya selesai bicara,
Kendra berjalan menuju kamarnya. Di dapati sebuah baju bayi, sepatu bayi dan topi bayi ada di atas ranjangnya.
Sengaja Dera memberi kode seperti itu atas masukan Alula, sang adik ipar.
Dia yakin ini akan berhasil 100% menurutnya.
Kendra masih tak sadar.
Tidak peka dengan beberapa barang diatas ranjang.
Kendra menghampiri Dera yang sedang bersolek.
"Sayang, ko jam segini sudah dandan. Memang mau kemana?" tanyanya dengan memeluk pinggang istrinya.
"Mau ke tempat yang istimewa. Mas Kendra mau ikut??"
"Kemana dulu" jawab Kendra.
"Coba lihat sana di atas ranjang ada apa?"
Kendra mengerutkan dahi, Aku yang bertanya kenapa dia yang memintaku untuk lihat ke atas ranjang? kenapa gak dijawab langsung?? dasar wanita.. Yang mudah di persulit.. Makhluk paling benar di muka bumi.
Kendra berjalan ke ranjang, dia berpikir keras mengenai perlengkapan bayi.
"Baju bayi, sepatu bayi dan topi bayi??" Kendra membuka suara.
"Iya mas, ada jabang bayi disini" jawab Dera dengan mata berkaca-kaca dan memegang perutnya yang masih rata.
Kendra masih menangis haru dengan apa yang baru dia dengar.
Aku akan menjaga anak ini, sampai nyawa ku taruhkan Dera, tak peduli seberapa banyak musuh diluar sana. Aku akan tetap menjaga kalian.
Kendra yang masih suasana haru langsung memeluk dan menciumi kening istrinya.
Betapa kangennya sudah dibendung beberapa hari ini. Dia bahkan gak bisa tidur jika berada jauh dari istrinya.
“Sayang, terima kasih ya.. kamu berikan aku anggota keluarga baru di keluarga ini” Kendra tak henti-hentinya menciumi istrinya.
“Sudah mas, aku mau make up dulu. Mas Kendra mandi sana gih, ayo mau ikut priksa gak?”
“Iya sayang, tunggu ya” Kecupan manis Kendra mendarat di bibir mungil Dera.
Sembari menunggu Kendra selesai bersiap, Dera berjalan ke dapur untuk mencari makanan yang bisa di cemilnya.
Entah mengapa kini dia sering sekali makan tapi tak kenyang-kenyang.
“Mbok, ada makanan apa ya. Dera lapar mbok”
“Ini non, ada roti, pizza, sama donat non. Mau? biar Mbok Inem panaskan"
"Boleh mbok, Pizza sama donat ya mbok" ujarnya.
Dengan lahapnya Dera memakan pizza dan donat itu, Kendra yang melihat tingkah istrinya hanya bisa tersenyum.
Sebentar lagi aku akan jadi papa dan kelak ada anak kecil yang akan selalu bersama kami. Terima kasih istriku, gak mudah kita lewati ini semua. Batin Kendra.
"Loh menantu Mama udah lapar aja nih hehe, makan apa sayang??"
"Makan ini mah, Mama mau?",Dera memberikan potongan pizza dan donat yang belum dia makan.
Ayu pun tau itu pasti bawaan jabang bayi.
"Gak ah Nak, Mama udah kenyang" ujar Ayu.
……………………………
Setibanya di rumah sakit, Kendra berjalan ke dokter kandungan. Dia berpapasan dengan Frans.
“Hallo Pak Bos Kendra Alexander, siapa yang hamil ko antri disini” tanyanya dengan tingkah yang jail.
“Mata lo taruh mana? Ya istri gue lah yang hamil. Masa gue!!" jawab Kendra dengan memegang perut istrinya.
“Owalah, selamat ya Nyonya Kendra, semoga anaknya tumbuh dengan baik, menjadi anak yang kalem, gak galak kayak papanya" jawab Frans.
“Huu giliran sama istri gue langsung halus kayak gitu. Ah dasar buaya rumah sakit. Sana gih kerja lagi"
“hahaha. Ya sudah sana masuk dulu. Udah masuk antrianmu”
Dokter Wanita yang kira-kira usianya 30 tahunan menyambut ramah kedatangannya. Dera dan Kendra mendaratkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan dokter setelah dipersilahkan untuk duduk.
“Selamat pagi, Bapak dan Ibu. Ada yang bisa kami bantu?” taanya Dokter Agnes yang sudah Dera ketahui Namanya dari nametag yang disematkan di jas kebesarannya.
“Selamat pagi dokter. Ini kemarin istri saya sudah melakukan tes kehamilan menggunakan tespek di rumah dan hasilnya positif.
Sekarang saya ingin memastikan kembali dari tes kehamilan yang istri saya lakukan”
Dokter Agnes tersenyum mendengar penjelasan suami dari pasiennya kini.
“Apa ada perubahan yang di alami bu? Seperti mual, muntah, mudah lelah, tidak berselera makan dan telat datang bulan” tanya Dokter Agnes.
"Iya dok, kalau pagi sering mual gitu. Cepat lelah, dan memang telat datang bulan dok" jawabnya.
“Dari gejala yang Ibu alami dan di dukung tes kehamilan, seperti Ibu Dera memang sedang hamil dan untuk memastikannya mari kita periksa terlebih dahulu” dokter Agnes beranjak dari kursinya kemudian Kendra menuntun Dera untuk naik ke atas ranjang.
Dokter Agnes bersama Kendra membantu Dera untuk berbaring di aatas ranjang. Perawat yang membantu Dokter Agnes menyingkap sebagian dress yang dikenakan Dera hingga memperlihatkan perut putih Dera yang masih datar.
.
.
.
Author: Hello bestie..
Weekend kemana aja nih,
Tim jalan-jalan atau tim rebahan hehe