PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
MALAM PERTEMPURAN



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.


______________


“Kamu pulang sendirian dek? Ga sama cowok yang waktu itu? siapa namanya??” tanya Kendra sembari memperhatikan dari arah belakang adiknya.


“Oh. Brian. Brian maksud kakak?”


“Nah, dia. Brian. Kamu ga bareng dia?”


“Ga lah kak. Dia kan bawa mobil sendiri”


“Kapan kamu akan ketemu dia lagi? Kakak pengen ngobrol penting sama dia”


“Ngobrol? Ngobrol apa kak? Emang sepenting itu ya kak?” Alula penasaran dengan apa yang akan dibahas Kakaknya nanti. Dia sudah was-was karena tidak biasanya Kendra meminta seorang temannya apalagi laki-laki yang ingin mengobrolkan hal penting.


Sayangnya sebelum terdengar jawaban Kendra, sang Mama sudah terlebih dahulu datang “Ya siapa tau kakakmu pengen bahas masalah bisnis. Ya kan Kendra? Mungkin saja Brian punya bibit jadi pembisnis handal. Bukan kegitu Kendra?” jawaban mamanya yang meminta persetujuan Kendra.


"Bukan Ma. Tapi...." Kendra berusaha menjelaskan namun lagi-lagi dipotong sang Mama.


"Ya tapi siapa tau nantinya kakakmu dan Brian bisa bekerjasama. Begitu nak" Ayu seketika membelai rambut sang anak perempuannya.


Ayu tau bahwa tidak mungkin sang anak dipaksakan untuk menikah karena Ayu dan Alexander pun belum mengetahui sisi keluarga dari Brian. Namun Ayu juga berusaha memahami apa kemauan anak laki-lakinya tapi dirasa bukan sekarang waktu yang tepat untuk membicarakan hal tersebut.


"Sudah nak, kamu pasti capek. Istirahat dulu gih. Nanti kalau sudah makan ya. Tinggal kamu aja yang belum" ucap Ayu yang setelahnya mengecup kening sang anak.


Kehangatan begitu terasa dikeluarga ini. Dera yang memperhatikan dari tadi hanya mampu tersenyum.


Dan setelah dirasa cukup, Alula pun naik ke kamarnya untuk mandi dan setelahnya makan malam.


Sedangkan Kendra akhirnya duduk bersama istrinya yang asik menonton televisi diruang tengah.


Tak lama kemudian, sebuah ponsel Kendra berdering dan diangkatnya. Ternyata Sekretaris Rey.


“Gimana Rey” ucapnya setelah beberapa langkah menjauhi istrinya karena dia tau bahwa telpon dari Rey pastilah sangat penting dan sebagian besar berurusan dengan pekerjaan.


Kendra mendengarkan apa yang dikatakan Sekretaris Rey dengan seksama. Nampak begitu kaget dengan apa yang telah disampaikan.


“Lantas bagaimana bisnis kita!” tanya Kendra.


“Oh syukurlah… terima kasih Rey sudah melakukan tugasmu sebagaimana mestinya” tutur Kendra pada Rey.


Secara tidak langsung memang Kendra merasa bahwa Sekretaris Rey memang segala jalan keluar dalam masalahnya. Buktinya saja kelanjutan dari collabs bisnisnya kemarin, Rey mampu memberi solusi dan menanganinya dengan baik. Dan kini Kendra merasa berhutang budi pada Sekretaris Rey dan Andreas (papa David).


"Kita harus mengucapkan terima kasih pada Andreas Rey. Tapi bagaimana caranya ya? kamu ada solusi?" tanyanya pada Rey.


"Oke. Ide yang bagus. Besok kita bahas lagi"


____________________


Dirumah Danu Hartono.


"Mas, kamu mau makan apa? biar nanti aku masakin" tanya Seva pada Danu yang tengah asik memainkan ponselnya.


"Kapan makan? ko udah kenyang. Apa mau delivery aja?" Seva.


"Terserah kamu" jawabnya singkat.


Seva yang merasa ada yang tak beres dengan suaminya pun berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi.


Apa ada yang salah denganku ya? tapi apa? kemarin juga masih baik- baik saja ko. Hem aneh. Pikirnya.


Melihat suaminya yang cuek seperti itu, akhirnya Seva memutuskan untuk delivery makanan. Dia benar-benar dibuat bingung dengan tingkah suaminya.


"Mas, aku udah delivery nih. Tinggal nunggu dateng aja. Mas Danu ga ngajak temennya main kesini? biar kita makan bareng" ucap Seva menawarkan.


Haduhh. Punya istri ga malah bahagia malah beribet begini. Kalau ga karna hartanya juga gue ogah nikahin lo. Batin Danu sembari sesekali melirik Seva.


"Teman yang mana sayang? aku udah ga punya temen. Apa Bagas dan Lidia itu? ah mereka sudah bukan temanku" jawab Danu yang berusaha mengondisikan wajah yang sudah mulai tak suka.


"Iya mas, mereka"


"Ah sudah lah, jangan bahas mereka lagi. Udah kamu siapin aja makanannya. Aku mau ke atas dulu" Danu meninggalkan istrinya yang tengah mempersiapkan untuk makanan nanti.


Udah tau badmood begini, masih ada tanya ini itu. Ga tau apa gue lagi males omongan.Tiap rencana yang gue susun pasti gagal. Tim kerja sama yang BURUK. gerutunya menuju kamar.


________________


Setelah dirasa cukup, akhirnya Kendra menuju kamarnya. Dan ternyata sang istri sudah sampai duluan di kamar dan berusaha untuk memejamkan mata.


“Sayang, ko ga langsung tidur?” tanya Kendra yang masih memperhatikan istrinya. Dia tau bahwa ini adalah malam pertamanya ketika setelah kecelakaan kemarin. Sebisa mungkin Kendra tidak akan mengingatkan istrinya pada kejadian tersebut karena dia takut jika nantinya berimbas pada kandungannya.


“Entah mas. Tumben ya ga bisa langsung merem” jawabnya.


“Emang apa yang kamu pikirkan sayang?” tanya Kendra dengan mengusap kening istrinya yang ada beberapa helai rambut.


“Punggungku rasanya sakit mas. Coba deh mas Kendra pijit. Sakit banget” pinta Dera.


“Apa boleh dipijit sayang? Aku takut jika nanti terjadi apa-apa. apa tidak sebaiknya kita ke dokter saja? Atau aku minta dokter Frans untuk kesini? Gimana?” tawar Kendra pada istrinya.


“Ga usah yang. Kamu usap-usap aja kalau kamu takut buat mijit. Punggungku benar-benar sakit”


Akhirnya mau tak mau, Kendra melakukan perintah dari Dera. Yang awalnya niatnya ingin mengusap diatas baju, namun dirasa kurang cukup ampuh. Dan perlahan pun tangannya masuk ke dalam baju istrinya dan mengusap punggungnya pelan.


“Nah, begitu mas. Biar sakitnya berkurang. Terima kasih ya sayangku” ucap Dera sembari mencium b!bir suaminya.


Tangan Kendra pun akhirnya menuju ke area depan menyentuh perut Dera yang semakin membuncit. Diusapnya dan tangannya berputar beberapa kali. Kendra yang menikmati malam itu, akhirnya mencari keberadaan sang bib!r istrinya. Dia merasa h@sratnya perlu dilampiaskan karena sudah berbulan-bulan rasanya dia tidak menuruti apa maunya si Kendra Junior.


Malam itu akhirnya mereka bertempur dan Kendra pun lupa dengan tujuannya meminta Brian datang ke rumahnya. Semuanya teralihkan pada kegiatan malam bersama istrinya. Beberapa pelepasan pun dan itu membuat hatinya senang.


Setelah dirasa cukupKendra membisikkan sebuah kata “I love you sayang. Tetap bersamaku. Apapun yang terjadi, kamu tetap milikku dan aku akan terus menjagamu” ucapnya ke telinga Dera. Dan Dera mengiyakan.


...__________________...


...Ingin rasanya aku berterima kasih pada Allah karena telah mengirimmu sebagai pria ku, sebagai imamku dan aku percaya. Kamu adalah takdirku. Aku tanpa mu adalah sebuah kekurangan, aku dan kamu adalah sebuah kesempurnaan....