
Hello guys apa kabar nih. Semoga selalu baik-baik saja ya. Eits tapi untuk masalah hati apa kabar? Semoga selalu baik-baik juga sama si doi hehe.
Jangan lupa like, comment dan follow ya. Baca juga novel HELLO DOSEN KUTUBKU. Terima kasih.
___________________
Detik demi detik berlalu hingga menit per menit. Semuanya tegang dan mengharapkan informasi yang salah. Apalagi tindakan yang senonoh yang dua sejoli itu lakukan. Mau di taruh dimana muka seorang Alexander dan Ayu nantinya? Keluarga sang pembisnis handal dicoret oleh sang anak secara tidak langsung.
Suara mobil yang terhenti di depan rumah pun membuat mereka bertiga beranjak dari duduknya. Dengan tatapan sinis dan raut wajah yang tak bisa terdefinsikan lagi.
Brian dan Alula masuk ke dalam rumah setelah sang pelayan membukakan pintu utama. Mereka disambut oleh Alexander, Ayu dan Kendra.
Dengan wajah santai dan biasa saja serta mereka sadar bahwa tidak ada yang mereka lakukan apalagi diluar norma.
“Coba jelaskan apa yang telah kalian lakukan!” Kendra dengan tatapan mengintimidasi pada Brian dan juga Alula.
“Ka, maaf. Ini bukan seperti apa yang Kak Kendra pikirkan” Brian berusaha memberi penjelasan pada Kendra namun tak berhenti sampai situ, tatapan sang Mama beralih pada pakaian yang dipakai Alula.
“Nak, mengapa bajumu berbeda? Tadi bukankah kamu berangkat tidak mengenakan baju ini?” pikiran yang buruk sudah memenuhi dirinya.
“Brian, Alula tolong jelaskan. Kalian duduk dulu” ucap Alexander yang masih bersikap dewasa dan tidak begitu langsung emosi menghadapi mereka.
“Om, Tante, Kak Brian tadi sebenarnya kami pergi ke danau…”
“APA DANAU???” jawab Kendra, Ayu dan Alexander secara bersamaan.
“Tunggu dulu biarkan saya perjelas semuanya sebelum terlambat om. Ternyata sewaktu di danau Alula tak sengaja tercebut dan akhirnya saya membawanya pulang…”
“APA PULANG!! LALU?" Ucap mereka bertiga.
“Kalian tidak ngapa-ngapain kan?” tanya Kendra.
“Tidak Ka. Setelah Alula di rumah saya dan dia mengenakan baju yang kini dipakainya. Kami tidak melakukan apapun. Bukan begitu Lula?” Brian yang meminta persetujuan Lula pun di jawab dengan anggukan oleh dirinya.
Berat rasanya dan hampir tak percaya entah jalan tengah apa yang dipikirkan Kendra. Apa dia harus membiarkan Brian begitu saja ataukah harus menikahkan Brian dengan adiknya?
“Begini saja, mau ga mau kalian harus tetap menikah. Karena kami pun ga tau kejadian apa yang sebenarnya terjadi. Entah kalian berbuat sesuai norma ataupun diluar norma. Untuk Brian bisa besok keluarga kami bertemu dengan keluargamu?” pinta Kendra yang hanya diperhatikan oleh Papanya.
“Ka, tapi kami ga ngapa-ngapain ka”
“Sudah lah Yan, bawa saja dulu. untuk lebih lanjutnya akan kami pertimbangkan besok setelah bertemu dengan keluargamu” ucap Alexander menengahi.
Astaga mengapa seperti ini? Bukankah tadi sewaktu berangkat masih baik-baik saja. Sial sekali diriku ngajak keluar niatnya cuma buat main aja dan memenangkan taruhan malah disuruh nikahin. Apalagi masih kuliah lagi, apa kata temen-temen coba. Pikir Brian yang merasa dirinya hari ini begitu sial.
Tanpa berpikir panjang, Brian pun undur diri daripada bertahan duduk juga tidak memperbaik suasana. Akhirnya berpamitan pada keluarga Alula.
Tepat saat ingin memasuki mobilnya, Alula mendekati Brian dan membisikkan sesuatu. Dijawab anggukan oleh Brian.
_____________________
Di kamar Dera.
Dia merasa ada yang ada disampingnya karena keberadaan Kendra tidak ada didekatnya. Tangannya meraba ke arah kanan dan kiri tapi nihil. Tepat jam 22.00 Dera membuka matanya.
“Ko ga ada sih, dimana Mas Kendra?” akhirnya pilihannya membawanya untuk membuka pintu kamar.
DEG.
Dera mengetahui perbincangan yang masih terdengar di lantai dua. Perbincangan yang membuatnya harus mengingat masa lalunya dulu. PERJODOHAN.
Tapi ini beda masalah, tapi intinya sama.
“Apa iya Alula benar melakukan hal tersebut, sepertinya tidak mungkin. Aku tau dia anak yang kalem, anak baik” pikirnya.
Dera pun mengetahui kejadian ketika Alula dan Brian sedang mengutarakan pembelaan.
__________________
Danau.
“Bagaimana kerjaanmu tadi? Berhasil apa gagal? Kalau gagal siap-siap anak dan istrimu akan jadi taruhannya” ucap sang pria bertopeng pada pria yang menimpali Alula sesuatu ketika di danau.
“Kerjaan beres Bos. Sekarang sesuai dengan janji anda, bisakan kembalikan istri dan anak saya? Saya telah melakukan tugas ini tanpa jejak” jawabnya.
“Oke, pinter. Cari dia di gudang belakang rumahku. Bilang ke penjaga kalau kau adalah suami wanita itu" titahnya.
Pinter sekali tugas pria itu, tepat sesuai sasaran dan semoga memang benar apa yang akan jadi rencanaku berjalan sukses. Tegasnya.
Pria tersebut adalah Axel. Seorang pengusaha kaya raya dan sangat sukses di bidang investasi, programmer dan pusat perbelanjaan. Dia adalah sahabat dari Papa Brian.
*DUA PULUH TIGA TAHUN YANG LALU *
Ada dua orang pria yang bersahabat dekat. Mereka selalu bersama dan merintis bisnis dengan susah payah. Axel Adi Pratama dan Barata Andri Santosa pria tersebut. Mereka adalah sahabat sedari merintis bisnis. Beberapa macam bisnis mereka lakukan dan hasilnya nihil. Hingga ada bisnis yang mereka tekuni yaitu investasi. Dari kantor yang satu ke kantor yang lain untuk mendapatkan investor hingga akhirnya dipercaya oleh beberapa orang hebat.
Lambat laun usaha yang mereka bangun telah berkembang pesat. Yang awalnya mereka menjalankan bisnis investasi hanya satu kantor telah berdiri satu cabang lagi walau masih kecil.
Ditengah sedang jaya-jayanya, Axel memutuskan untuk membagi dua bisnis tersebut. Bisnis pada kantor utama di pegang oleh Axel dan bisnis cabang dengan kantor kecil dipegang oleh Barata.
Dua tahun berlalu, sayangnya yang lebih berkembang adalah investasi cabang yang di kelola oleh Barata. Dan Axel tidak terima akan hal itu. Beberapa kali Axel selalu berusaha menghancurkan usaha Barata namun sayang usaha tersebut gagal. Karena Barata memiliki kekuatan yang gigih dalam bidang bisnisnya.
Sampai suatu hari, istri Barata sedang mengandung besar. Dan naasnya terjadi sebuah kecelakaan yang menimpa Nurmala, Mama Brian. Berita yang harus diterimanya adalah Barata dan Nurmala harus kehilangan anak pertamanya.
Tanpa mereka sadari itu adalah rencana dari Axel yang masih menaruh dendam pada keluarga Barata. Yang dia tau itu adalah murni sebuah kecelakaan biasa.
...___________________ ...
...Quotes...
...*Ada yang ngeluh di story, adayang ngeluh di Diary, ada yang ngeluh ke temannya dan sebagainya....
...Ga alay kok setiap orang kan punya caranya masing-masing untuk menjadi lemah....
...Adayang ga ngeluh, ga curhat, ga cerita sana sini tiba-tiba gantung diri*...