PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #65



Hingga Tiiittttttttttt….


"Ada apa ini? periksa ECG (denyut jantung) pasien"


"Respirasi oksigen"


"Saturasi darah"


"Tensi nya"


“Pantau terus monitor” ucap Dokter Frans.


Para perawat dengan cekatan memeriksa apa yang diperintahkan oleh Dokter Frans.


"Pasien kembali normal dok" ujar salah satu perawat.


Operasi berjalan lagi..hingga selesai.


Frans mengganti pakaian operasinya yang sudah berlumuran darah dengan jas putih kebersarannya.


Frans menemui Kendra dan keluarganya.


“Alhamdulillah Tante, Kendra, dan semuanya operasi berjalan dengan lancar”


“Alhamdulillah Dokter Frans terima kasih ya udah nyelametin nyawa Papa” jawab Lula.


“Iya Nak Frans. Terima kasih ya. Alhamdulillah sekali nak Frans. Lantas kapan Papa bisa dipindahkan ke ruang rawat” sahut Mama Kendra juga.


"Setelah ini bisa langsung diantar oleh para perawat tante"


"Oh ya Ken untuk lebih lanjutnya, silahkan ke ruanganku”


"Baiklah Dokter Frans"


Kendra mengikuti Langkah Dokter Frans..


“Begini Ken, walaupun operasi ring yang ada di jantung papa mu itu berhasil, tetap saja harus melalui rawat inap. Dan untuk pemulihan papa mu harus banyak minum air putih, jangan sampai kerja keras dulu. Biarkan istirahat beberapa waktu dulu ya, apalagi mengenai bisnisnya kini yang sepertinya berkembang pesat"


“Iya Frans. Memang papa sekarang sudah jarang untuk ke kantor, segala bisnis nya ku handel semua. Apa ada faktor lain Frans?"


"Ada. Pikiran yang terlalu tegang memikirkan sesuatu bisa menjadi faktor utamanya. Apa akhir-akhir ini Om Alex sedang banyak masalah?"


"Iya Frans.. tau sendiri kan Papa orangnya kalau ada masalah selalu saja di pikirkan"


Apa ini ada hubungannya dengan kemunculan Diki di tanah air?? apa Papa masih terlalu mikirkan masalah jaman dulu? dan ini berimbas pada penyakit papa?? Pikir Kendra.


"Nah itu Ken masalahnya"


"Ya sudah Frans, terima kasih ya"


Kendra keluar ruangan dengan segala harapan yang ada.


………………………..


Hampir 5 hari masa pemulihan di rumah sakit.


Kini papa Ken sudah diperbolehkan untuk pulang. Kendra menyelesaikan masalah administrasi. Sedangkan Alula, Mamanya dan Dera membereskan kamar inap yang di tempatinya hampir seminggu kini.


“Nak, kamu mau pulang ke rumah papa apa mau langsung ke rumahmu?” tanya Alex.


“Kita ke rumah papa dulu saja pah. Mungkin juga nanti malam menginap sana. Ya kan Sayang" jawab Kendra.


“Iya Pa”


"Ya nak, sudah ayo ke lobi, Rey dan Pak Yanto sudah menunggu" tutur Ayu.


Kendra mendorong Papanya yang berada di kursi roda. Dia benar-benar tidak tega melihat pahlawannya kini duduk lemah di kursi roda.


Aku akan lakukan yang terbaik untuk keluarga kita pa.


Mereka melangkah menuju lobi rumah sakit.


Mobil melaju ke rumah Alexander.


Hingga sesampainya di rumah, semua fokus pada Alex. Dan segala barang di bereskan oleh Pak Yanto dan Bi Yanti.


Malam harinya.


Suasana makan malam tak seperti biasanya, hanya hening menemani mereka. Hingga semuanya kembali ke kamar masing-masing.


Keesokan paginya, Dera bangun pagi untuk membantu memasak Bi Yanti dan Mama mertua nya.


Dera yang melihat Kendra sedang tidur di sampingnya dengan sangat nyenyak. Mungkin dia sangat capek.


Dera menatap wajah tampan Kendra lalu tersenyum.


“Terima kasih..” ucap Dera lalu mengecup kilas bibir Kendra. Setelah itu dia menguncir rambutnya dan keluar kamar menuju dapur.


"Nak, gak usah bantu-bantu. Biarkan Mama sama Bibi aja. Kamu kan tau kalau Mama paling suka kalau memasak" ucap Mama Kendra.


"Gak apa-apa Ma, Dera ingin membantu. Toh Mas Kendra juga belum bangun Ma"


Hampir satu jam dia memasak. Setelah selesai membantu di dapur, Dera masuk ke kamar untuk mandi.


Saat Dera melepas pakaiannya, dia melihat noda merah di ****** ********.


Haidnya telah datang, dia segera mandi dan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebelum Kendra bangun.


Dia mencari stok pembalutnya di tas nya. Biasanya dia selalu menyediakan satu pembalut kemanapun dia pergi. Namun sialnya, kini tak ada satu pun.


Tiba-tiba Kendra bangun dan melihat Dera hanya menggunakan handuk di tubuhnya.


Kendra tersenyum nakal. Pikiran mesumnya mulai aktif. Dera panik saat melihat Kendra mendekatinya dan memeluk pinggangnya.


“Mas, tolong aku”


“Apa?” tanya Kendra sambil mencium bahu Dera yang terbuka.


“Tolong mintakan pembalut pada Alula. Aku sedang datang bulan” ucap Dera pada Kendra.


“Ha? pembalut? Aku malu lah sayang” ucap Kendra manja.


“Plis mas, tolong”


“Ya udah deh, tunggu dulu”


Kendra berjalan ke kamar Lula.


Diketuknya pintu.


“Laa,, buka pintu Laa” teriak Kendra dari luar kamar.


“Apa sih ka? Berisik deh”


“Dera sedang datang bulan, kamu punya pembalut gak?”


Mendengar ucapan Kendra, rasanya Alula ingin mengerjai kakaknya. Dengan liciknya pikirannya menjadi.


“Aduh kak. Habis. Baru juga kemarin Lula pakai ka” jawab Lula dengan pintarnya membohongi kakaknya.


“Arghh.. terus aku cari kemana!! Gak mungkin kan ke swalayan Cuma beli ituan. Maluuu” ucap Kendra.


“Ya mau gimana lagi. Gak ada pilihan” Lula menaikkan bahu sebagai arti tidak taunya.


Ayu yang tak sengaja mendengar suara Kendra menghampirinya di kamar anak bungsunya.


“Ada apa sih anak-anak mama. Pagi-pagi ko sudah ribut”


“Ini mas. Kak Dera sedang datang bulan. Malah kak Ken gak mau beliin istrinya. Nah terus siapa dong yang mau beli? Kan istrinya kakak. Jangan sampai dibeliin sama laki-laki lain lho ya” ucap Lula dengan nada bercandanya.


“Owalah itu to. Ya sudah belikan saja Ken. Itu kan istri mu. Ayo sana”


“Ah mama. Aku malu ma”


“Eits, demi istri Nak”


“Ya deh ya.. Kendra mau ke atas dulu ma”


Akhir Kendra kembali ke kamarnya untuk bilang ke Dera. Antara mau dan tidak mau. Naik tangga satu persatu.


Mau, enggak, mau, enggak, mau, enggak. Sepanjang naik tangga itulah yang diucapkan. Akhirnya tiba di tangga terakhir “Mau?? Kenapa sih terakhirnya harus mau!!”


Dia membuka pintu dengan menggerutu. Dera yang melihat raut wajah suaminya merasa geli karena Kendra yang gentle jarang sekali menunjukkan wajahnya seperti ini.


“Sayang, punya alula sudah habis nih. Gimana dong?”


“Ya sudah mas Kendra belikan ya. Jangan minta tolong ke bodyguard ataupun Rey”


“Ngga mau. Itu memalukan” tolak Kendra sambil duduk di tepi ranjang.


“Ayo lah suamiku sayang” rayu Dera sambil duduk di pangkuan Kendra dan bergelut di lehernya. Kendra memikirkannya. Kalaupun Dera membeli sendiri itu tambah tidak mungkin.


“Baiklah. Aku mandi dulu” balas Kendra mengalah.


“Terima kasih sayang. Muachhh” ucap Dera lalu mencium pipi Kendra dengan semangat.


Setelah mandi Kendra ke swalayan terdekat menggunakan motornya, karena memang tidak jauh.


“Apa perlu saya antarkan Pak?” tanya Pak Yanto yang melihat Kendra bersiap dengan motornya.


“Gak usah Pak. Jangan awasi aku juga. Aku cuma di swalayan depan” ucap kendra pada bodyguarnya.


.


.


.


Author: hello guyss, Kendra lagi malu nih di suruh beli


pembalut buat istrinya😂 apa ada yang mau nemenin😉