PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #16



“Syukurlah, tidak salah pilih saya menerima perjodohan dengan keluarga Alex, dia benar laki-laki yang sangat baik dan penyayang. Semoga kamu akan Bahagia nak, jika hidup bersamanya” batin Ayah Dera berharap anaknya ditangan laki-laki yang tepat.


………………………………


BUTIK Q&Q


Sehari setelah Dera dan Kendra sampai Jakarta.


Semua persiapan pernikahan telah matang.


Tibalah hari ini mereka fitting baju pernikahan, konsep yang diusung adalah international wedding.


“Nak, hari ini mau fitting jam berapa? ini mama Ken mengirim pesan pada ibu” tanya Lestari yang melihat anaknya sedang dikamar menonton drama korea di laptopnya.


“Nanti bu, Dera menunggu Mas Kendra selesai meeting” jawabnya dengan lugas


Tak lama setelah itu ponsel Dera berbunyi


“Dek, kita ketemu di butik saja ya, nanti bodyguard ku yang jemput kamu. Ini Mas Kendra mau on the way kesana, meeting kebetulan sudah selesai” ucap Kendra sembari perjalanan menuju butik Q&Q.


“Iya mas, aku siap-siap dulu” jawabnya dan segera dia bersiap untuk ke butik


Setelah dia siap dan on the way. Rupanya sesampainya di butik ternyata Kendra belum datang. Mau tak mau Dera harus menunggunya.


“Loh, Dera” sapa perempuan itu


“Loh, Lidia kan ya? Sama siapa Li” jawab Dera


“Iya Der. Kamu kesini sama siapa? Terus juga mau cari apa nih?” tanya Lidia yang memperhatikan tingkah Dera yang memilih gaun wedding


“Ini Li, ini nanti calon suami ku datang, mungkin sebentar lagi.. aku juga lihat-lihat gaun aja nih cantik ya" Dera sembari menunjuk gaun pilihannya.


Sedari tadi bodyguard hanya memperhatikaan tingkah Lidia. Lantas salah satu dari mereka menelpon Sekretaris Rey.


“Halo, ini ada Wanita yang mencurigakan Pak. Cantik, tinggi. Non Dera memanggilnya dengan sebutan Lidia” bodyguard memperjelas dengan menyebutkanciri-ciri lidia


“Perhatikan terus jangan sampai lengah. Pak Bos sebentar lagi sampai butik” Sekretaris Rey mematikan telpon dan fokus ke perjalanan lagi


Tidak sampai setengah jam Kendra dan Sekretaris Rey datang. Sebelum turun Pak Bos sudah diberi tahu bahwa di dalam butik ada Lidia.


“Pak Bos, di dalam ada Nona Lidia. Mohon bersikap sewajarnya. Jangan sampai Nona Dera tau tentang hal ini” Sekretaris Rey mencoba mengingatkan Kendra


“Iya Rey. Kamu tenang aja. Aku akan bersikap seolah tak mengenal Lidia” jawab Kendra


Di dalam Butik, Lidia yang memperhatikan ada Kendra yang turun dari mobil menuju Butik, segera dia sambut dengan senyuman tanpa Dera tau.


“Sayang, ko kamu kesini gak bilang aku sih. Kamu feeting baju ya sama calon mu itu?” Lidia mencoba menggoda Kendra dengan bersandar di bahu dan mencoba memeluknya


Lidia yang sebenarnya juga ingin berada di posisi Dera merasa iri karena keluarga Kendra sudah mengetahui sisi buruk Lidia yang matre.


“Kamu apaan sih yang, ini ada Dera. Jangan sampai dia tahu” sahut Kendra dengan melangkahkan kaki menuju Dera.


"kamu ko cuek gitu sih yang. Jangan lupa nanti kabari aku ya kalau sudah selesai. Love u" cium Lidia di pipi Kendra


Lidia yang merasa tidak diperhatikan segera pergi dari butik, sempat dia berpapasan dengan Sekretaris Rey, hanya tatapan sinis yang di dapat.


Dera yang asik melihat baju di berbagai sisi, akhirnya Kendra mendekatinya.


“Ayo dek, fitting baju dulu” Kendra dengan menggandeng tangan Dera menuju ruangan khusus gaun-gaun yang sudah dipesan.


Mbak Salsa sebagai pemilik butik membawanya ke ruangan khusus dan memperlihatkan koleksi limited edition


“Silahkan Nona dan Tuan. Ini adalah gaun dan jas limited dari butik kami. Silahkan dipilih dulu nona, tuan” dengan lembutya Mbak Salsa melayani customernya


Dera yang memilih baju warna soft pink seperti barbie, sedangkan Kendra dengan warna senada. Ada juga gaun berwarna putih, anggun, seperti Dera.


“Mas, ini saja ya.. bagaimana menurut Mas Kendra?” Dera menujuk salah satu gaun yang dia suka.


Dera yang sibuk dengan memilih gaun dan mencoba satu persatu.


tibalah saat fitting


“Mas, ini bagus?” Dera yang keluar dari ruang ganti segera meminta pendapat Kendra


Kendra yang sedari tadi sibuk dengan ponsel seketika menganga melihat Dera sangat cantik


“Gak suka. Ganti” jawab Kendra yang tidak suka melihat caalon istrinya dengan baju yang terbuka.


Dera ganti baju lagi, namun Kendra juga tidak suka karena modelnya yang aneh menurutnya.


Namun di pilihan gaun terakhir,


“Mas, ini bagaimana? Dera sudah capek loh mas, ganti-ganti terus. Mas Kendra enak cuma komentar aja” Sekretaris Rey yang lihat Dera yang ngedumel pada Kendra, dia hanya cekikikan kecil dan di pelototi Kendra


“Ada apa sekretaaris Rey? Ada yang lucu??” tanya Kendra dengan nada kesal.


“itu bagus Dek, udah itu aja ya. Untuk jas nya disesuaikan saja, ukurannya masih seperti biasanya. coba tanya Mbak Salsa” Pinta Kendra pada Dera dan menunjuk Mbak Salsa untuk jas yang dikenakan Kendra


"Iya Tuan, kami masih mempunyai catatan jas Tuan. Untuk Nyonya muda, silahkan kami ukur dulu" pinta Mbak salsa sembari mencari meteran baju miliknya.


Tak lama setelah itu, mereka keluar dari butik.


Kendra mendapat pesan singkat


“jaga baik-baik perempuan mu itu, jangan sampai tanganku yang akan menyentuh kulit mulusnya itu” Ketik pesan singkat dari sang pemilik nomor.


Cepat dia berikan ponselnya pada Sekretaris Rey dan memintanya untuk melacak nomor tersebut.


Dera yang kelelahan, akhirnya tidur di Pundak Kendra, sehingga dia tidak mengetahui jika dirinya sedang berada dalam incaran orang asing.


Perjalanan menuju rumah Dera sebentar lagi sampai, segera Kendra membangunkan Dera yang tertidur pulas.


“Dek, bangun. Ini sudah mau sampai rumah” Kendra memukul kecil bahu Dera sembari memperhatikan wajah tak bersalah itu. Kendra takut jika Dera akan menjadi sasaran para pesaing bisnisnya.


Karena semenjak dia menjalin hubungan dengan Lidia, tak ada satupu pesan ancaman seperti ini. Dan kenapa Ketika dengan Dera, ada ancaman lagi dan selalu jika dilacak, pasti tidak ditemukan identitas pelaku.


Sekretaris Rey yang mencoba menebak orang peneror itu terus mencari informasi dan memastikan bahwa Mata Elang adalah orangnya.


…………………………….


Dirumah dera


Dera yang sudah bangun dan mobil telah sampai dirumahnya.


“Bu, Assalamualaikum…Dera pulanggg” dengan melangkahkan kaki ke ruang tamu, dia mengetahui ayah dan ibunya sedag berada di ruang tengah


“Owalah, calon manten udah dateng. Sama calon suaminya gak nih? Hehe” canda Feri


“Iya Ayah, Ibu, ini ada Mas Kendra sama Sekretaris Rey juga” Dera menunjuk ke arah dua laki-laki yang berada di belakangnya


Dera dan Ibu membuatkan minuman dan menyiapkan hidangan, sedangkan ketiga laki-laki asyik mengobrolkan tentang bola di ruang tamu.


Mereka yang terlalu asyik ngobrol tidak menyadari bahwa hari hampir malam. Segera Kendra berpamitan untuk pulang


.


.


.


"puji" ♥️