PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
DIMANA NURUL?



Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.


Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹


Happy reading.


🌹❤️


“Aku ada urusan dengan Mira” ucap Kendra singkat. Pikiran Dera melayang kemana-mana. Dia takut jika Mira akan menjadi sasaran berikutnya Kendra.


“Mau apa? jangan apa-apakan dia!!" Dera spontan mengeluarkan jawabannya dan dengan mata yang melotot tajam.


“Aku cuma mau berterima kasih sayang, karena sudah merawat dan memberikan tempat tinggal yang nyaman selama kamu pergi dari rumah.


Aku juga ada meeting penting dengan client besar sayang. Doakan ya” jawab Kendra. Dan dibalas oleh anggukan oleh Dera.


Kendra pun mencium kening istrinya dan berjalan meninggalkan Dera sendirian di dalam kamarnya.


Sebenarnya Kendra ingin menemani istrinya hari ini, tapi karena ada rapat penting yang harus dia hadiri bersama ayahnya, dan dia juga akan menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan Mira.


Pintu tertutup.


Dera terdiam di tempat tidurnya.


Mbak Nurul? Iya Mbak Nurul. Dera harus bertemu dengannya. Tapi, sekarang badannya sedang sangat sulit untuk bergerak. Mungkin faktor kehamilan yang membuatnya mudah merasa lelah.


Jadi selama setengah jam itu, Dera memilih diam, sibuk memikirkan tentang hal yang telah terjadi.


Kenapa secepat ini? Itulah yang dia pikirkan.


Sungguh tak terasa. Kebebasan yang baru dia hirup beberapa hari yang lalu, akhirnya berakhir juga. Dera kembali ke tempat ini lagi. Apa mungkin Dera tak bisa lari tempat ini?. Dera juga manusia paada umumnya, dirinya juga manusa biasa. Apa salah jika dirinyaal bersifat tidak sopan pada suaminya? Mendiamkan suamnya, mengabaikan suaminya kala itu.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka.


Disana ada Bi Tirna. Maid paruh baya yang umurnya meninjak 50 tahun.


Pandangannya menatap fokus dengan apa yang di lakukan oleh maid itu. Mulai dari mengambilkan pakaian untuk diirnya. Meletakkan makanannya dan merapikan kamarnya.


Dera yang tidak tahan dengan keheningan lantas memiliki membuka obrolan terlebih dahulu.


“Mbak Nurul kemana Bi?” tanya Bi Tirna sebagai ibu Mbak Nurul.


Bi Tirna menatap Dera tajam. Tadi sebelum Kendra pergi, dia telah berpesan padanya untuk tidak mengatakan sepatah kata apapun tentang Nurul.


Maaf Nyonya. Bukannya Bibi gak mau ngasih tau Nyoya, namun saya juga tak ada pilihan lain selain melakukan ini. Saya hanyalah pembantu yang hanya menuruti kata-kata Pak Bos Nyonya..


Ingin rasanya saya menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya. Hari dimana saya kehilangan anak semata wayang saya. Hari dimana semua itu terjadi di depan mata saya. Batin Bi Tirna dengan mata yang berkaca-kaca.


“Saya tidak tau Nyonya. Saya kemarin sempat cuti selama beberapa hari. Selama Nona Dera pergi” Bi Tirna mencari alasan yang masuk akal baginya.


Akhirnya BiTirna mempersilahkan Dera mandi karena air hangat tadi sempat di siapkan untuk Nyonya nya ini.


“Bi Tirna, Mbak Nurul kemana? Masa Bi Tirna gak tau dimana anaknya sendiri?” Dera mulai membaca ada keadaan yanng mengganjal di batinnya.


“Mbak Nurul kemana?” tanya Dera lagi. Berharap akan mendapatkan sebuah jawaban.


Akan tetapi, Bi Tirna hanya diam tanpa berniat menjawabnya. “Bi, tolong panggilkan Mbak Nurul ke kamarku, tolong ya Bi..” Mohon Dera tapi tak di gubris oleh Bi Tirna.


“Saya permisi Nyonya” ujar Bi Tirna sopan yang sebenarnya dia ingin menangis karena mengingat kejadian tersebut. Pedih, sedih, kecewa campur jadi satu.


Apa saya bisa menyebutnya bahwa anak saya meninggal karena Anda, Nyonya Dera??


Ada perasaan aneh yang menggelayar hati Dera. Ada perasaan tak nyaman ketika Dera melihat tatapan Bi Tirna padanya.


“Mbak Nurul kamu kemana?”


Selama hampir seharian Dera diam berada di tempat tidurnya. Tak ada kesibukan yang berarti.


Namun selama itu pula Dera tak melihat batang hidung Mbak Nurul sama sekali. Perasaan bersalah pun menerpa dirinya.


Mbak, kamu dimana? Begitu banyak hal yang ingin ku sampaikan dan ku tanyakan Mbak..


……………………..


POV SABRINA (Cewek yang menyukai Brian)


Kemarin memang gue gak berhasil deketin Brian, malahan gue di usir dan dibentak di depan mahasiswa yang lewat.


*Apa sebenci itu dia sama gue? Salah gue apa coba? Gue kan cuma memperjuangkan cinta gue sama dia, kurang apa coba gue ini? Cantik?


Kata nyokap bokap gue itu cewek paling cantik pinter? Lumayan lah otak gue ini haha.. banyak cowok yang mau jadi pacar gue, tapi Brian? Kenapa dia nolak gue muluk sih? Susah banget dapetin dia, kayak nangkap belut aja licin bener*.


Pulang dari kampus ini gue harus pulang bareng doi, mau dibilang tebal muka atau apa terserah. Gue mau perjuangin cinta gue sama Brian. Menyerah? Gak ada kata itu di kamus gue. Oke semangat Brinaaa!!


POV AUTHOR


Setelah 3 SKS dilalui, mereka segera bubar dari kelas masing-masing. Tapi tidak dengan Alula kini masih santainya memasukkan buku-bukunya ke dalam tasnya.


“Lama bener kayak putri solo aja La” ucap Adel yang sudah siap berdiri di sebelah meja Alula.


“hehe,, gue males banget beresin ini. Mau bantuin gak? Nanti gue traktir makan deh” dengan memasang wajah memelasnya dan berhasil membuat Adel luluh.


“Iya deh. Traktr beneran loh ya? Tapi aku yang milih tempatnya ya, hehe” tawar Adel.


“Siappp.. atur aja”


Setelah itu mereka pergi ke parkiran mobil. Disana sudah ada sopir pribadi Alula yang menunggunya pulang.


Dengan candaan yang dibuat Adel membuat Alula tertawa. Dia juga membahas café mana yang akan jadi tujuan mereka kali ini. Tapi sebelum Alula masuk ke dalam mobilnya, dia melihat Sabrina yang merengek minta antar pulang Brian.


“Yan, anterin gue pulang dong kali ini aja deh, janji” sambil menggelendoti lengan Brian.


“Ogah ah. Lo pulang sendiri aja, lagian kan lo biasanya di antar jemput” tegas Brian yang kini melirik Alula yang berada masuk ke dalam mobil tersebut.


“Sopir gue lagi sakit, jadi gak bisa jemput gue sekarang” tampang memelas mode on.


“Lah bukan urusan gue” Brian melihat Alula yang mulai masuk ke dalam mobilnya langsung mengikutinya.


“Briaannnn!!” teriak Sabrina yang melihat Brian menghampiri Alula di dekat mobilnya.


Tiba-tiba saja pintu di sebelah kemudi Alula terbuka dan masuklah Brian langsung saja duduk tanpa permisi. Itu membuat Alula kesal dan membuat Adel bengong melihatnya.


Mereka berdua tau Brian itu ganteng banyak yang naksir tapi sampai saat ini doi belum punya pacar walaupun banyak yang deketin.


Boro-boro punya pacar jalan bareng berdua saja sama cewek belum pernah. Dan baru kali ini Brian satu mobil sama cewek, itu membuatnya heboh yang berada di parkiran.


Termasuk para penggemar Brian dari yang seangkatan, kakak semesternya atau pun adek dibawah semesternya.


“Lo ngapain? woiii, turun gak lo!!" teriak Alula dan memukul bahu Brian.


🌟🌟


Kalau cinta itu ngomong


Jangan cuma diem


Waktu akan terus berjalan


Dan kamu ga ngasih kepastian 😆