
Sekretaris Rey yang tau ada Dera langsung membungkukkan badan sebagai tanda hormatnya pada sang Nyonya.
“Iya Der, ini tadi Rey ijin ke suami mu untuk mengantarkan ku wisuda. Kamu tau sendiri kan orang tuaku gak bisa hadir” Mira menjelaskan.
Sedangkan Dera masih kaget tak percaya bahwa sahabatnya kini telah menjalin hubungan dengan sang Sekretaris kutub.
“Sudah yuk masuk, nanti ku ceritakan tentang mereka” ucap Kendra dengan berbisik.
Bisa-bisa nya Mira sama Sekretaris Rey, kira-kira pakai jurus apa ya dia hahaha. Akan ku nantikan kebucinanmu pada sahabatku Rey haha. Dera membatin hingga tersenyum.
Kendra menggandeng tangan Dera, sedangkan Rey menggandeng tangan Mira.
Mereka berempat masuk ke dalam Gedung wisuda.
Mewahnya Gedung ini sangat membuat tamu terpesona melihatnya.
Banyak bunga dan aksesoris pendukung yang dipajang begitu rapi. Begitu juga dengan kursi para wisudawan dan tamu undangan.
Rentetan acara dilalui. Mulai dari doa, sambutan, tarian tradisional, paduan suara dan salam perpisahan dari perwakilan mahasiswa.
Kini sampai di acara puncak.
Sang rektor dan jajarannya telah berdiri untuk melaksanakan prosesi wisuda.
Satu per satu nama dipanggil dan rektor yang bertindak sebagai pihak utama yang bertugas memindahkan posisi pita toga dari kiri ke kanan.
Prosesi ini bermakna,
Setelah lulus para sarjana tidak hanya menggunakan otak kiri, tetapi harus lebih banyak menggunakan otak kanan. Dimana otak kanan ini berhubungan dengan daya imajinasi, kreativitas, dan inovasi seseorang. Hal ini berhubungan dengan jenis pekerjaan yang harus dipilih para lulusan.
Tibalah nama Mira yang dipanggil dahulu dibandingkan Dera karena sesuai dengan posisi nomor urut duduknya.
“Almira Putri Sarjana Ekonomi”
Mira pun meletakkan pouch yang dibawa ke kursi yang di duduki. Dia berjalan menuju rektor dan menundukkan kepala agar rektor mampu untuk memindahkan posisi tali.
Lalu bergeser untuk menerima hasil perkuliahan atau transkrip nilai. Setelahnya dia kembali lagi ke tempat duduk.
Selang lima mahasiswi sekarang giliran Dera yang dipanggil.
“Dera Ananda Sarjana Ekonomi”
“Sayang, namamu dipanggil. Sana gih” ucap Kendra. Dera yang deg deg an pun akhirnya bernapas kasar untuk mengurangi groginya.
Kendra yang mendengar nama itu di panggil spontan berdiri saking senangnya dan bertepuk tangan.
Dera pun berjalan ke arah Rektor.
Setelah pita di pindahkan posisinya dan dia menerima transkrip nilai, dia kembali duduk di samping Kendra.
“Selamat ya sayang.. akhirnya sudah wisuda dan tinggal beberapa bulan akan menjadi mama muda” bisik Kendra pada sang istri.
Kendra hari ini begitu manis dan membuat Dera begitu bahagia.
Setelah acara berlangsung hampir 4 jam, akhirnya selesai.
Sebelum Dera dan Mira pulang, mereka menyempatkan foto sebagai dokumentasi. Kendra yang diminta Dera untuk menjepret menggunakan ponselnya langsung melakukannya dengan baik.
“Ko fotonya hadap ke belakang sih yang, kan gak kelihatan jadinya wajah kalian”
“Gak apa-apa mas.. fotoin ya mas”ucap Dera.
Duh cewek, ada-ada aja deh, foto hadap ke belakang buat apa coba.
Sekretaris Rey yang melihat wanitanya kini begitu bahagia dengan sahabatnya.
Sebisa ku, aku akan menjaga mu Mira.. sampai ku temukan nanti sosok yang selalu membuntuti mu akhir-akhir ini.
Dera mendekat pada Sekretaris Rey.
“Sekretaris Rey, mau ikut keluar gak nanti malam.. biar double date gitu haha” ucap Dera dengan menggoda sekretaris Rey.
Akhirnya bisa melihat Sekretaris Rey kikuk seperti ini.
Ku kira dulu kau cocok dengan Fria bodyguarku, ternyata malah sama sahabatku sendiri. Dan bisa-bisanya aku gak tau apa-apa tentang mereka. Harus ku ulik-ulik perlahan nih. batin dera.
………………………….
Setelah acara selesai, mereka memutuskan untuk berpisah di parkiran.
Kendra dan Dera melanjutkan acara ke sebuah tempat yang telah Kendra siapkan.
Kini mereka sedang berada di hotel bintang lima. Mata Dera yang kini ditutup hanya bisa melangkah sesuai dengan perintah dari Kendra.
Sebuah lift sudah sampai di sebuah kamar presidential suite.
Kamar ini memiliki pintu masuk pribadi yang terkoneksi dengan ruangan pribadi dan bar di lantai pertama, museum di lantai dua, perpustakaan dan ruang makan di lantai tiga dan spa pribadi dan teras atap dengan Jacuzzi teratas. Furnitur dari emas dan perak serta chandelier mewas menghiasi interior suite. Selain itu pelayan pribadi serta lift untuk mengantar tamu ke semua empat lantai.
Tak kaget memang,karena ini salah satu dari bisnis milik Alexander, pemilik hotel The Mark Hotel.
Seperti itulah penampakan presidential suite Kendra.
Kendra mulai membuka perlahan kain yang menutupi mata sang istri.
Taraaaaa
Dera merasa terpana dengan ranjang yang bertuliskan I LOVE YOU DERA.
Dengan taburan bunga mawar merah di lantai. Lilin kecil yang menyala di meja. Juga boneka besar dan bucket bunga.
“Wahhhhh Mas Kendra.. “ Dera tak bisa berkata-kata lagi. Tempat yang mewah, banyak kejutan yang diberikannya kini benar-benar membuatnya terpana. Begitu mewah dan indah.
Kendra memberikan beribu kecupan manis di kening Dera. Dia benar-benar mencintai istri nya dan tak mau kehilangan untuk kedua kali.
Dera berjalan mengitari ruangan ini. Di lihatnya berbagai fasilitas disana.
“Mas, kita mau apa disini? Bukankah besok kita akan check up kandungan?”
“Iya sayang, kita habiskan waktu malam ini disini dulu ya. Besok baru kita pulang kerumah, bagaimana?”
Dera hanya mengangguk saja. Dia pun tak khawatir mengenai pakaian apa yang akan dipakainya untuk ganti karena Kendra telah menyiapkan di lemari. Benar-benar seperti rumah kedua.
Orang kaya mah bebas ya. Bisa-bisanya dia membelikan ku baju lagi. Di rumah ada, di sini ada. Semua ada. Buang-buang duit saja nih..
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00, Kendra dan Dera belum juga tidur. Kendra yang masih duduk di sandaran ranjang memperhatikan Dera yang sedang glimbungan mencari posisi untuk tidur.
“Sayang, ko gak tidur nunggu apa?” ucap Kendra.
“Gak tau nih mas, aku sudah berusaha untuk merem tapi tetap saja mataku tak mau di ajak kompromi” jawab Dera.
Kendra lantas mendekatkan tubuhnya pada Dera.
“Sayang…” panggil Kendra dengan nada yang merajuk lucu.
Dera yang mendengar dirinya di panggil langsung bangkit dari tidurnya “Kamu kenapa sayang?” tanya Dera dengan memposisikan tubuhnya di bahu Kendra.
Tangan Kendra mulai aktif ke tubuh mungil Dera yang terlihat malu-malu kucing.
“Kamu ingin sesuatu sayang?” tanya Dera yang mengerti dengan gelagat suaminya.
Kendra mengangguk mengiyakan perkataan istrinya itu. Lalu Dera membalas pelukan suaminya yang tak kalah erat. Dihirupnya aroma khas yang ada pada istrinya. Kendra benar-benar dibuat kecanduan dengan aroma baju, tubuh istrinya.
“Aku ingin mengunjungi Kendra junior sayang, apa boleh?” ucap Deraa.
Warna merah merona langsung menghiasi pipi chubby istrinya.
“Iya sayang, boleh” Dera mengangguk.
Ya Allah kenapa istriku begitu menggemaskan.