
Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.
Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini
Terima kasih sudah membaca ceritaku
Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹
Happy reading
🌹☺️
Menjelang tidur, Dera ingin meluapkan segala isi hatinya pada sebuah buku diary yang dibawanya.
Buku warna pink dengan aksen berbagai gambar pun selalu menjadi salah satu barang yang harus dibawa.
Karena ukurannya kecil, dia bisa membawanya kemanapun dan menuliskan isi hatinya apapun tanpa ada seorang pun tau.
Diambilnya di dalam tas beserta bolpoin. Pikirannya melayang pada kejadian kemarin. Kejadian singkat namun membekas terlalu dalam. Ada raga yang di miliki sepenuhnya tapi tidak dengan hati yang di miliki separuhnya.
Ya, isi hatinya tentang Kendra Alexander.
Diapun mengambil hedset nya di dalam tas.
Sebuah lagu pun di putar.
Lagu yang berjudul Harus memilih-Widi Nugroho (Ost.Berkah Cinta) menjadi pilihannya.
Volume yang di setel full, dengan malam yang syahdu, menambah tingkat kegalauannya.
Kamu tak pernah tau bahagianya aku.
Setelah kumenemukan dirimu.
Rasanya seperti bermimpi bisa mencintaimu.
Yang indah...
Reff:
Bila kuharus memilih
Antara hidup dan mati
Seperti aku memilih
Denganmu atau ku pergi
Haruskah aku terluka
Untuk kesekian kalinya
Tuhan cukup cukup sudah
Akupun ingin bahagia
Ohhh...
Dqn kamupun tak tahu hancurnya hatiku
Saat diriku harus melepasmu
Rasanya seprti terbangun dr mimpi mimpi ku
Yang indah...
Yang indah...
Bila kuharus memilih
Antara hidup dan mati
Seperti aku memilih
Denganmu atau ku pergi
Haruskah aku terluka
Untuk kesekian kalinya
Tuhan cukup cukup sudah
Akupun ingin bahagia
Ohhh...***
Tangannya pun menuliskan apapun yang di rasakan sesuai dengan isi hatinya.
To my favorite person :
Sampai sekarang you’re still my favorite. Terlepas gimana kamu ke aku,
Terlepas hatimu untuk siapa, aku ga peduli.
Semua hal tentang kamu masih jadi candu.
Sebuah dering ponsel ku atas namamu masih menjadi favoritku karena emang sebahagia itu.
Berkali-kali semesta menamparku untuk berhenti menyukaimu tapi aku belum bisa sepenuhnya berhenti.
💝
Ngomong-ngomong saya ikhlas.
Aku baru aja dapet kata-kata bagus dari seseorang.
Jadi dia bilang gini.
“Ada langkah yang harus terhenti, mundur, bahkan memutar arah meski yang telah di lalui sudah jauh sekali.
Ada harapan yang harus di bunuh paksa meski itu adalah doa-doa dari hati kecil sejak lama.
❤️
Jka kamu bertanya, kenapa aku sampai sekarang masih mencintaimu? Jawabannya cuma satu.
Aku mencintaimu pakai hati bukan pakai pikiran.
Jadi sekecewa apapun, aku tidak pernah berpikir untuk melupakanmu.
🌈
Jangan pernah menerima kembali orang yang menyakitimu.
Walau kamu masih mencintainya.
Karena kau hanya mendapat perilaku yang sama. Seperti sebelumnya bahkan lebih dari itu.
🧡
Setiidaknya aku bahagia pernah mengenalmu.
Walau pada akhirnya aku kalah dengan pilihan hatimu.
💔
Pernah merasa dekat, ternyata ada yang lebih dekat.
Pernah merasa di prioritaskan, ternyata ada yang lebih di prioritaskan.
Memang benar, beberapa kenyataan harusnya lebih baik untuk tidak dicari tahu.
🖤
Walau tenang, jika memang itu milikmu dia akan kembali pulang
😌
Kalau caraku mencintaimu kau anggap salah.
Putar arahlah.
Cari dia yang kau anggap baik.
Tapi aku pastikan.
Setelah kau pergi semua gak akan lagi sama.
🍃
Itulah yang Dera tuliskan di buku kecilnya. Satu persatu kata di untai menjadi kalimat yang indah dan penuh makna.
Malam yang syahdu, hati yang remuk tak lagi bersatu dan mulut yang kelu tak mampu mengutarakannya pada sang pemilik hati.
Dia diam, menikmati malam seorang diri di rumah tante Mira. Dia berusaha menenangkan diri dan menyambut pagi esok dengan happy.
Andai aku mengetahui ini dari awal, mungkin aku tak akan melanjutkannya. Apalagi sampai jatuh cinta padamu Mas.
Dera menghembuskan napas kasar.
Dera, udah yuk. Bisa.. ayo bangkit. Tidur yuk tidur. Udah malem. Ucapnya pada diri sendiri dengan bercermin di kaca.
…………………..
Pagi telah menjelang. Dera bangun dan segera untuk membereskan dan membersihkan rumah. Setelah semuanya selesai, Dera memasak Mi instan yang telah di siapkan Mira sebelumnya.
Dera merasa lega.
Akhirnya Dera bisa menenangkan diri disini. Dimakannya dengan lahap makanan miliknya. Setelah selesai makan, dicucinya bekas piring yang telah dipakai dan dia meminum vitamin yang di berikan Dokter Ikhsan untuk kehamilannya.
Kring...
Kring…
Ponselnya berbunyi. Tertera nama Mira disana.
“Iya Mir, ada apa?” tanyanya.
“Deraaaa, gawat Der.. gawat"
Dera menjauhkan ponsel dari telinganya karena suara Mira yang sangat tak ramah di pendengarannya.
"Kemarin tuh ya suamimu kesini sama Sekretaris Rey. Aku deg -degan banget. Takut kalau ketahuan kalau aku menyembunyikanmu di rumah tante.
Tapi aku berbohong, aku bilang saja aku ga tau dimana kamu berada” ucap Mira dengan hebohnya.
“Terus-terus” Dera antusias dengan apa yang disampaikan Mira.
Apa iya benar mas, kamu mencariku bahwa kamu menginginkan ku kembali?
“Terus tuh ya, dia kayanya percaya deh. Tapi juga feelingnya dia kuat. Masa dia bilang gini “Mungkin kamu tau dimana keberadaan Dera. Tapi tolong, jaga dia dan anakku. Sampai kapanpun aku akan terus mencarinya sampa dia kembali”. Dia bilang gitu tau” Mira mengucapkan sama seperti apa yang dikatakan Kendra.
“Tapi by the waay, kapan nih kamu balik kerumah?” tanya Mira lagi.
“Belum tau Mir, biarkan aku healing disini dulu ya” ucap Dera setelahnya telfon tersebut berakhir.
Tak terasa, sekarang telah pukul 11 siang. Dera bersiap untuk mandi dan membersihkan tubuhnya.
Kurang lebih 20 menit Dera menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi. Awalnya dera berniat keluar rumah, tapi keinginannya itu dienyahkan karena takut jika Kendra mencari keberadaannya.
^
Di depan rumah Mira.
“Bagaimana? Apa ada pergerakan dari rumah Mira” tanya Rey yang telah mendapat perintah pada Kendra untuk menanyakan keadaan istrinya pada sang bodyguard.
“Belum Tuan. Tadi hanya ada Nona Mira yang sepertinya akan berangkat kerja soalnya tadi mengenakan pakaian rapi” jawabnya.
"Tau darimana kalau Mira mau kerja? Kenapa kau tak coba mengikutinya..Ha!!" timpal Rey.
"Maaf Tuan, karena pikiran saya pasti akan bekerja. Soalnya tadi terlihat buru-buru dengan membawa beberapa berkas yang di tentengnya dan langsung menaiki sebuah taksi online" tutur bodyguard yang melaporkan apa yang telah di amatinya.
“Oke, Baiklah. Awasi terus rumah Mira. Nanti kalau dia pulang atau mau pergi kemanapun ikuti dia pergi dan berikan laporan setelahnya. Jangan sia-siakan waktu yang ada!! Kalau kalian lama dalam menangani kasus ini, maka Pak Bos Kendra tidak segan-segan akan memecat kalian. Paham!!" titah Rey.