
Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.
Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Maaf uploadnya lama karena waktu puasa membuat Author harus menyelesaikan segala pekerjaan. Mohon atas pengertiannya ya guys.
Tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan follow. Terima kasih. Enjoyyyy.
__________
“Tenanglah Kendra Alexander, aku gak akan memaksakan adikmu nanti. Pulanglah dan selamatkan karyawanmu. Cek 2M cukup bukan?” ucap Andreas dengan menyerahkan cek yang sudah disiapkan untuk Kendra.
“Mengenai perjodohan aku gak bisa janji Andreas. Karena dia adik perempuanku satu-satunya dan aku menginginkan yang terbaik untuknya” ucap Kendra yang berhasil membuka suara karena sedari tadi lidahnya seakan kelu akibat harus menahan amarah pada Andreas.
“Baiklah. Jangan khawatirkan omonganku. Semoga kamu bersedia menjodohkan adikmu untuk anakku. Kalau memang iya, aku janji akan memberikan kucuran dana pada perusahaanmu bahkan lebih dari ini. Tapi yang penting ini dulu aja” tutur Andreas lagi setelah nenyerahkan berkas pada Kendra
Kesepatanpun dimulai.
Akhirnya setelah disepakati, Sekretaris Rey maju dan menyerahkan lembar persetujuan tentang utang piutang pada Kendra dan Andreas serta sebuah surat pernyataan untuk pengembalian dana yang dipinjamnya.
Dan setelah merasa cukup akhirnya Kendra dan Sekretaris Rey undur diri. Kendra mengulurkan tangan dan disambut baik oleh Andreas.
Mereka lantas menuju mobil dimana sang sopir sudah menunggu sang Pak Bos datang.
______________
Tumben sekali sampai jam segini istriku belum ada kabar. Apa dia ga punya paket data? Tapi gak mungkin, soalnya udah ku isi kemarin. Dan apa ponselnya rusak? Gak mungkin juga kan itu ponsel keluaran terbaru. Batin Kendra.
Merasa tak tenang dengan perasaannya, kini dia pun meminta sopir untuk menuju ke arah rumahnya. Padahal perjalanan yang saat itu tinggal 5 menit lagi sampai di perusahaan PT PETRA CORP.
“Putar balik. Kembali ke rumahku” titahnya.
Mendengar ucapan Kendra, membuat Sekretaris Rey pun merasa aneh karena untuk apa kembali? Sedangkan belum jam pulang kantor dan jaraknya kini dengan kantor sudah sangat dekat.
“Maaf Pak Bos, apa ada yang ketinggalan dirumah?” tanya Sekretaris Rey yang mengerutkan keningnya sebagai tanda penasaran.
“Dera gak bisa dihubungi sejak kita sampai di perusahaan Andreas. Hatiku tak tenang Rey” ucap Kendra dengan sesekali melirik ponselnya.
Sekretaris Rey berusaha mengerti perasaan Pak Bosnya, mungkin kini sedang bucin-bucinya apalagi mereka baru saja baikan dalam hitungan minggu.
Mobil tetap melaju sesuai perintah. Dengan kecepatan tinggi agar bisa cepat sampai di tempat tujuan.
30 menit berlalu. Mobil telah memasuki gerbang utama rumah Kendra dan kini menju depan pintu utama.
“Sayang, sayang.. ko gak bisa di Wh@tsapp sih”
“Yang, ko centang satu sih”
“Sayang”
Teriak Kendra di beberapa sudut rumahnya mencari keberadaan Dera. Tak ditemukan siapapun. Akhirnya dia bertemu dengan Bi Tirna yang dari tadi berada di dapur.
“Bi, Dera mana?” tanya Kendra dengan tergesa-gesa.
“Loh bukannya tadi pagi sama Pak Bos?” jawab Bi Tirna dengan membaca pisau di tangannya karena sedang mengiris daging. Kendra yang merasa seram karena pisau yang besar dan tajam tersebut mengarah pada dirinya.
“Tadi setelah periksa keluar jam 10, lantas dia pulang,dan saya ke kantor, Bi” tutur Kendra gambling.
“Tapi dari tadi memang Nyonya Dera belum pulang Pak Bos” jawaban Bi Tirna sukses membuat Kendra merasa panik begitupun Sekretaris Rey yang kebingungan dimana istri dari Pak Bosnya tersebut.
Kendra menatap Rey tajam dan “Telpon kekasihmu, siapa tau Dera disana” titah Kendra.
Mendengar perintah dari Kendra, Sekretaris Rey melaksanakannya. Dia mundur beberapa langkah dan menelpon Mira namun jawaban yang ada Mira tak tau dimana karena dia tidak sedang bersama istri sahabatnya tersebut.
“Ayo ikut!!” ucapnya pada Sekretaris Rey.
Mobil melaju ke sebuah tempat. Niat ingin menambah kecepatan niatnya terhalang oleh sebuah kerumunan yang ada di pinggir jalan.
“Sialan, pakai ada acara macet lagi ah. Jalan dipenuhi, gak tau apa ini jalan umum bukan jalan pribadi” gerutunya pada diri sendiri.
“Ada apa sih Pak, ramai banget. Macet jauh nih” tanya Sekretaris Rey pada salah seorang pria yang berada di TKP.
“Ada kecelakaan pak. Mobil terperosok kedalam jurang sana” mendengar pernyataan dari pria tersebut, Kendra segera menengok “Mobil apa Pak?”
“Pajero hitam pak. Kata saksi mata sih tadi ngebut gitu gak bisa mengendalikan laju mobil” tuturnya.
“Oh, terima kasih. Mari pak” ucap Kendra.
____________________
“Mas Kendra, mas. Tolong kami mas. Aku butuh bantuan mas Kendra hiks hiks” ucap Dera yang jatuh di jurang dengan posisi badan berada di luar mobil.
Dia berusaha berdiri dan mengecek kandungannya. Sebuah Gerakan masih terasa jelas.
“Alhamdulillah, dedek semangat ya. Kita cari pertolongan sama-sama semoga ada yang menolong kita ya dek” ucap Dera.
Dia berusaha mencari ponselnya yang bisa digunakan untuk menghubungi Kendra karena itu adalah salah satu cara agar bisa menginformasikan keberadaan Dera agar suaminya tidak khawatir.
Mencari dan terus mencari, nihil.
Pak Yanto yang sudah sadarkan diri berusaha bangun dan membantu Dera. Semuanya sehat namun hanya luka lecet dan benturan karena mobil terus mengguling ke bawah jurang.
______________
Kampus.
“Hallo bro, kemarin kemana aja sih. Belanjaan gue malah lo titipin ke kasir. Untung aja masih, coba kalau enggak” tegur David pada Brian yang sedang memainkan game online nya.
“Maklukm bro. Kemarin kan ada Alula. Kesempatan emas harus dimanfaatkan dong. Kan biar gue menang dari taruhan ini haha. Siapkan mobilmu Le dan siap-siap jadi kacungku selama tiga bulan Vid haha” dengan bangganya Brian mengucapkan pada temannya.
“Lantas apa rencana lo selanjutnya?” tanya Leo yang kini ikut duduk disamping Brian dan memainkan ponselnya.
“Tunggu aja dulu haha” tutur Brian.
Mereka lantas mabar alias main bareng memainkan game onlinenya. Mereka memang bersepakat untuk menjadikan Alula bahan taruhannya. Seakan tidak takut dengan Kendra Alexander, mereka sangat menikmati taruhan ini.
“Jangan sakiti dia. Cukup lo buat baper terus tinggal. Jangan lebih Yan! Inget dia cewek dan anak dari Alexander” ucap David mengingatkan Brian.
“Ya ya ya. Tapi gue sih ngiranya dia yang bakal duluan baper sama gue,s ecara gue kan idaman semua cewek. So perfect bukan? Tapi dia kalau dilihat-liat memang cantik sih” tawa menggelegar mewarnai kelas perkuliahan siang ini.
“Awas. Jangan bilang lo malah yang baper?” Leo.
“Gak mungkinlah. Dia itu gampang di dapetin soalnya dia itu polos banget, beda dengan wanita diluar sana. Kalian tau itu kan?” ucap Brian pada Leo.
...________...
...Ga boleh ngemis, cari yang sama-sama butuh....
...Jangan mengejar jika sudah tidak dicari,...
...Bisa yok....