PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #8



“Aku sedang di kamar kak. Tadi aku sama keluarga ku kumpul di ruang keluarga bentar buat ngomongin masalah calon istrinya kakaku” jawab Lula


“owalah, ya dek. Sebentar lagi kamu bakal punya temen baru nih, jangan lupa sama kak Dera, Kak Mira loh ya hehe” Dera


Tak ada balasan dari Lula, sehingga Dera memutuskan untuk segera tidur.


……………………………


Rumah Dera


Hari minggu telah tiba, sesuai dengan janji yang telah di sepakai dengan Lula, mereka akan pergi pukul 09.00. Dera bangun tidur segera bersiap dengan menunggu kedatangan Lula


“Kak, sudah siap belum? Ini Lula mau OTW (on the way – perjalanan) ke situ ka” pesan singkat dari Lula terbaca langsung oleh Dera


“Oke deh, kakak sudah siap La, hati-hati di jalan♥️♥️" balasan dari Dera seakan membuat Lula merasa tersayangi sebagai kakak dan adik.


Hampir satu jam Dera menunggu akhirnya Lula datang berkat dari Shareloc yang dikirim Dera.


“Masuk dulu La, ada ayah dan ibu ku di dalam” Dera meminta Lula untuk pamit dulu, agar orang tuanya tidak khawatir dengan siapa anaknya pergi


Tak lama kemudian datang Ayah dan Ibu Dera untuk menghampiri Lula.


“sini masuk nak, ada roti, cemilan sama minuman jeruk, silahkan dimakan” ujar Ibu Dera


“Loh bu, ini ras rotinya tidak asing di lidah Lula Bu, seperti di roti Fallery Bakery” ucap Lula dengan makan sesuap roti buatan ibu


“Ko kamu tau nak, itu memang toko kue milik keluarga Ibu. Itu turun temurun dari nenek lalu diberikan ke Ibu. Ini saja Dera ibu suruh membantu sedikit demi sedikit agar tau proses pembuatannya” jawab ibu dengan menjelaskan ke Lula


“Ya Allah Bu, dunia sempit sekali ya bu. Hampir setiap minggu keluarga ku pasti singgah ke Fallery bakery bu, kue nya enak” jawab Lula yang memuji toko kue milik Ibu.


”Bu, kami pamit ya. Rencananya hari ini mau observasi tempat magang ku dan Mira. Kebetulan kami diantar Lula bu” pamit Dera menyudahi percakapan antara Ibu dan Lula


“iya nak, hati-hati ya”pesan ibu dan Ayah


Seketika pak sopir melajukan mobil ke arah rumah Mira. Sesampainya kami langsung berangkat karena di rumah Mira tak ada orang.


Mobil menuju kantor tempat ku magang yaitu PT Petra Corp. Dengan detail Lula menjelaskan seluk beluk perusahaan tersebut.


“La, kamu ko tahu banget tentang perusahaan ini, perasaan kita baru pertama kali kesini” tanya Mira dengan menyipitkan mata.


“Iya kak, soalnya aku tahu dari internet hehe” jawab Lula dengan berbohong karena dia tidak ingin mereka tau bahwa pemilik perusahaan ini adalah kakaknya.


Hampir satu jam mereka berada di depan di Lobby perusahaan tersebut, akhirnya mereka melanjutkan ke tempat dimana Mira magang.


Sesampainya disana, Mira hanya melihat-lihat kondisinya dan Lula tidak terlalu tau tentang perusahaan ini.


Setelah observasi dari tempat magang, mereka lantas menuju Mall tengah kota untuk menonton bioskop.


Kali ini ada film horor kesukaan mereka.


“Kak, kita nonton yuk, kali ini ada film horor, nanti kakak ku, Kendra juga akan nyusul kesini” Lula


“Oke deh, siap" jawab Mira


………………………………….


Di perjalanan


“kita mau kemana Pak Bos? Gak biasanya Pak Bos memakai pakaian santai begini”tanya Sekretaris Rey yang tak biasanya melihat Pak Bos nya menggunakan pakaian santai


“mau nonton nurutin bocil Rey. Nanti ketemu juga sama temen-temennya. Aku nanti ngomong apa aja ya Rey” tanya Kendra seketika membuat Rey terbelalak


“Pak Bos bicara seadanya saja, jangan terlalu membahas bisnis ya. Ini kan mereka masih anak kuliah Pak Bos” jawab Rey dengan solusinya


Kendra yang dari tadi mengangguk mendengarkan jawaban dari Rey.


Sampailah mereka di Mall yang dimaksud oleh Lula.


Kendra turun dan Sekretaris Rey tetap berada di dalam mobil. Sedangkan sang bodyguard mencari dimana sang Pak Bos berada.


………………………………..


Di dalam Mall


Dera ijin ke kamar mandi dan tak tahunya berpapasan dengan Kendra.


“loh kamu lagi, ngapain kesini?” tanya Dera dengan mata melihat di sekeliling Kendra


“ih biasa aja dong, gak usah nge gas” ujar Dera tak mau kalah.


Akhirnya Dera kembali gabung Bersama Mira dan Lula, disusul juga Kendra.


“nah, ini kakak ku. Ayo kenalin ka” ucap Lula pada Mira dan Dera


“kenalin, Mira” Mira memperkenalkan diri


“Dera” jawabnya dengan singkat


“hemm” jawab ketus Kendra


“Maaf ya kak Mira, Kak Dera ini memang kakak ku orang nya cuek banget, harus kuat-kuat di sampingnya, kalau gak mah udah kena mental. Tapi aslinya dia baik ko, ya kan Kak Ken” ujar Lula membela kakaknya yang sok cuek itu.


Akhirnya kami berempat menonton film horror. Sialnya Kendra dan Dera duduk bersebelahan. Ini memang ide Lula untuk menempatkan Dera di kursi yang bersebelahan karena Lula pengen setidaknya ada harapan Lula untuk mendekatkan Kak Ken dengan perempuan. “Ya siapa tahu kalau gak cocok sama perjodohan ini ka setidaknya bisa dengan kak Dera” pikir Lula


“ah kenapa coba harus deket dia” gerutu Dera


Film terus berjalan sesuai adegan demi adegan. Tiba lah di saat muncul hantu.


Dera berteriak dan menutup mata, tanpa disadari dia telah sembunyi dibalik punggung Kendra.


“nah ini anak ngapain coba, sok-sokan nonton horror padahal dia sendiri takut” ucap Ken dengan nada pelan


“apa sih, aku denger tau. Aku tu cuma kaget aja, ga kayak kamu yang sok-sokan berani, huuuu. Dalam hati palinga juga takut” jawab Dera lagi-lagi dengan keras kepalanya itu.


Lanjut mereka menonton film, sampai habis akhirnya mereka keluar. Satu persatu menuju pintu keluar. Dengan sengaja Lula mendorong Kakaknya itu agar terdorong ke depan, tepat di depannya Kendra ada Dera.


Gubrakkk…


"alhamdulillah berhasil" batin Lula


Rencana berjalan lancar, Kendra terdorong tepat di belakang Dera namun sayangnya kali ini Dera merasa risih.


“apaan sih kamu, sabar dong antri nih keluarnya” celetuk Dera


“Lah, aku aja di dorong tadi sama Lula. Kalem dong” balas Kendra


“sudah-sudah, tadi Lula ga sengaja nyenggol Kak Ken, e taunya malah terdorong ke depan, maaf ya Kek Dera, kak Ken” permintaan maaf dari Lula pun mencairkan suasana.


……………………………….


Di rumah Kendra


“Pah, anak-anak kita pada kemana ini? Sore-sore begini ko ga ada nongol sih. Ini kan hari minggu seharusnya mereka dirumah Pah, family time”ucap istrinya sambil mencari anak-anaknya.


“Mereka sudah besar mah, mungkin sedang jalan-jalan keluar. Tadi Lula malah keluar jam 9 pagi mah bilangnya mau bantu temannya observasi tempat magang gitu. Kalau Kendra gak tau juga. Tadi sama Sekretaris Rey.


Tak sabar anaknya belum pulang, akhirnya mamah Kendra menelfon Sekretaris Rey.


“Rey, sedang dimana?” tanya sang Nyonya


“Sedang ada di Mall tengah kota Nyonya” jawab Rey.


Telfon pun di akhiri, akhirnya sepasang suami istri itu tenang.


.


.


.


Mungkin pertengakaran demi pertengkaran merupakan awal pertemuan kita. Entah dengan ending yang Bahagia atau dengan ending yang sedih. Tangan Tuhan tak akan lepas dan akan terus memantau kita -Dera Ananda-


.


.


.-puji-


Hallo Readers♥️♥️


Mohon dukungannya ya, biar Author makin semangat melanjutkan novel ini.


Jangan lupa untuk like, comment, dan votenya juga☘️