PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #17



Hari H yang dinanti tiba.


Di hotel bintang 5, pelaksanaan pernikahan Dera dan Kendra dimulai.


Hanya tamu tertentu saja yang datang, karena memang ini pernikahan yang mereka rahasiakan. Alex tidak mau jika menantunya menjadi buronan para musuhnya dan menjadikannya sebagai titik lemahnya suatu saat nanti.


Dera yang berada di kamarnya sedang di Rias oleh MUA pilihan Mama Kendra. Dia yang tidak percaya harus melepas masa lajangnya begitu cepat akibat cinta yang tak direstui.


Dera berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, tapi sayangnya air mata mengalir tanpa bisa di cegah.


Mira yang sedari tadi berada di samping Dera menguatkan sahabatnya.


“Dera, yang sabar ya.. ini semua demi kebaikanmu. Mungkin saat ini kamu belum siap, tapi nanti ketika waktu sudah menumbuhkan rasa cinta di hatimu untuk Kendra, kamu akan bisa menerima pernikahan ini” ucap Mira dengan menyeka air mata sahabatnya.


MUA yang sedang merias Dera pun mulai touch up lagi karena sempat berhenti beberapa kali karena Dera terus menangis di tengah make up berlangsung.


“Dik, benar apa yang dibilang sama temen kamu. Kak Shay ini ya sudah beberapa kali ngadepin client kayak gini. Toh juga lama-lama kamu sayang sama suamimu. Sabar ya cantikk” jawab MUA yang sedikit melehoy (setengah cewek, setengah cowok) itu .


“Iya Kak, makasih ya kak” jawab Dera dengan terisak


Dera berusaha untuk menenangkan perasaaannya dan berusaha untuk lapang dada menerima pernikahan ini.


Dia berusaha untuk menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskannya lewat mulut dengan kasar.


Make up telah berlangsung lancar.


Tibalah Ibu Lestari dan Pak Feri di kamar Dera. Mereka menjemput anaknya untuk ke tempat wedding.


Pak penghulu sudah datang.


Dengan ruangan yang Sudah dipenuhi undangan dan calon mempelai wanita sudah ada, namun Kendra belum juga memunculkan hidungnya sedikitpun.


“Kemana Kendra! Suruh cepat kesini, kalau tidak katakana padanya jangan pernah menemuiku lagi!” seru Alex dengan nada tegas nya.


Sekretaris Rey berlari menemui Kendra di kamarnya.


Ditemuinya dia sedang asyik video call dengan Lidia.


“Astaga Pak Bos, Sudah di tunggu sama yang lain. Semuanya sudah datang. Big Bos sudah marah besar” rinci sekretaris Rey pada Kendra.


Sebenarnya hari ini adalah hari penantian sekretaris Rey karena jika Kendra menikah dengan Dera, maka tidak akan ada yang bisa Lidia memiliki dari Kendra.


Dia lantas jalan menuju kursi yang telah dipersiapkan. Kedatangannya menjadi pusat perhatian para tamu.


Pasalnya Kendra yang memilliki tubuh kekar dan tampan itu sangatlah mempesona.


“itu pak, mempelai pria sudah datang” celetuk Alex


Dera yang sedari tadi berpikir bahwa Kendra tidak akan mau jika dinikahkan dengannya, ternyata dia salah.


Mahar dan wali nikah sudah siap. Tibalah Kendra mengulurkan tangan kepada penghulu untuk mengucap janji suci sepenuhnya atas Dera


“Qobiltu nikahaha watajwijaha bil mahril madzkur” ucap Kendra dengan lantang.


Kata “sah” pun terdengar dari semua orang yang berada di ruangan. Dera hanya bisa menunduk dan memejamkan mata.


“Silahkan istri mencium tangan suami” ucap pak Penghulu


Seketika Dera dan Kendra berhadapan dan rasa gugup seketika dirasa.


Perlahan Dera mencium tangan Kendra. Dan pihak suami memegang kepala Dera. Tubuhnya merasa gemetar. Ada rasa yang tidak bisa dijelaskan.


Kedua keluarga yang bersatu pada hari itu berpelukan sebagai rasa bahagia karena pelaksanaan ijab qobul anaknya berjalan dengan lancar.


Tak lupa juga Lula dan Mira memberi selamat pada kedua mempelai.


“Halo kakakku, selamat yaa.. cepat beri aku keponakan yang cakep-cakep yaa” ucap Lula dengan jailnya.


“hust apa bocil, udah paham aja” Kendra menjawab dengan menyentil dahi adiknya itu


“Selamat Dera cantikk.. gak nyangka ya banyak lika-liku akhirnya sampai di titik ini. Titip Dera ya Ken. Awas ya jangan sampe sakitin dia dan buat dia nangis” ujar Mira memberi selamat juga meminta Kendra untuk selalu menjaga hati Dera


“lha emang aku tukang penitipan orang apa” jawab ketus Kendra


Sedangkan Sekretaris Rey hanya mengamati sepasang sejoli yang saling meninggikan gengsinya.


“Sebenarnya kalian itu bisa saja saling suka, Cuma tunggu waktu saja yang membawa kalian dengan rasa yang sama tanpa ego. Dan bisa juga ketika nanti Pak Bos sudah menyayangi Nona Muda, dia bisa memutuskan hubungan dengan Lidia sang Wanita licik itu dan membongkar semua tingkah wanita itu” ucap Sekretaris Rey


Hampir siang dan tamu pun sudah banyak yang pulang. Akhirnya Dera dan Kendra kembali ke kamar.


Namun sayangnya ketika mereka ingin pergi ke kamar masing-masing, Ayu dan Lestari memergoki dan meminta pengantin baru pindah ke kamar khusus pengantin yang telah di persiapkan tanpa sepengetahuan mereka.


“hayo, kalian mau kemana? Kamar untuk pengantin baru ada di lantai 9, ini card nya” Lestari memberikan kunci kamar hotel yang telah dipersiapkan.


Sepasang pengantin baru hanya mampu mengiyakan agar cepat kelar, mereka pun sudah capek ingin istirahat.


Saat tiba di kamar, tiba-tiba Sekretaris Rey menghampiri Kendra. Seketika dia meminta pada istrinya untuk menuju kamar dahulu, nanti dia menyusul.


“Pak Bos, in ikan sudah sah sama Nona muda. Sedangkan istri Pak Bos itu belum tau kalau Pak Bos memiliki kekasih. Jadi jaga baik-baik ini semua, tunggu waktu yang tepat agar Nona muda tidak kecewa atas pernikahan ini” ucap Sekretaris Rey berusaha mengingatkan Pak Bosnya


Kendra yang sedari tadi sebenarnya berpikir keras tentang hal ini, akhirnya mengiyakan dan akan mencari waktu yang tepat untuk jujur pada Dera tentang semuanya.


…………………………….


Di apartemen Lidia


Hari ini Lidia tahu bahwa Kendra akan melaksanakan pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya.


Pengen rasanya dia datang dan menghancurkan pernikahan tersebut, namun rasanya tidak mungkin karena pengamanan yang ketat dan pasti wajahnya itu sudah di hafal oleh bodyguard kelaurga Alex.


“Hari ini adalah hari pernikahan Kendra, bagaimana ya caraku megancurkan pernikahan mereka? Apa aku harus menyewa orang lagi untuk mengintai mereka? Mana bisa? Hotel mereka pasti ada pengamanan Ketat.. arghhh ayo lidiaa mikir ayooo” Lidia berusaha mencari ide untuk menghancurkan apapun caranya.


Berkali-kali dia mondar mandir mencari ide apa yang bisa dilakukan.


Akhirnya dia dapat ide, bahwa video call dengan Kendra adalah satu-satu jalan yang bisa dia lakukan dan meminta Kendra untuk menunda pernikahan ini.


“Sayaaaanggg, I miss u” ucap Lidia yang sangat menggoda sedangkan dia video call menggunakan baju yang minim


“Iya sayang. Kamu sedang apa? Sudah makan apa belum?” jawab Kendra yang tak ingin membuat pasangannya bersedih tentang hari pernikahan dengan Dera


“aku sedih yang, gak bisa terus bareng kamu. Pasti juga waktu kita ketemu juga makin susah. Sebentar lagi kamu menikah hik hiks” Lidia pura-pura menangis, agar Kendra berpikir bahwa Lidia tulus mencintainya


“Tidak sayang. Kan aku Cuma menikah saja. Hanya diatas kertass, tapi kan hatiku milikmu seorang Lidia” sahut Kendra.


“Tidak bisakah kamu tunda pernikahan ini? Ayo kita kawin lari saja, agar kita terus Bersama dna tidak ada yang ingin memisahkan kita” ulah Lidia mengeluarkan ide yang telah dirancang.


Lidia berharap Kendra akan mau menuruti keinginannya karena bagi Lidia apapun yang di ingin itu lah yang akan dituruti Kendra


“Maaf yang, kali ini aku tidak bisa. Aku harus melangsung kan pernikahan ini. Maaf ya, aku sudah ditunggu oleh mereka, aku akan segera akad (tit tit tit)” telpon Kendra terputus karena dia sudah dicari oleh Papa dan Sekretaris Rey sudah mengingatkannya.


.


.


.


“mungkin kelak aku akan menyayangimu, tapi biarkan saat ini aku hidup dengan segala masa laluku. Dan Ketika waktu akan menyantukan cinta kita. Aku akan sepenuhnya mencintaimu dan memilikimu seutuhnya-Kendra Alexander"


.


.


.


‘puji’


Jangan lpa vote ya teman-teman💜💜