PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
MENCARI



Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.


Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini


Terima kasih sudah membaca ceritaku


Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹


Happy reading


🌹☺️


“Dimana mereka? Sudah tiga jam lebih juga tak kunjung datang. Bisa-bisa Kendra marah. Dan aku tak mau itu terjadi. Hanya Dera yang bisa mengubah Kendra yang keji menjadi Kendra yang kalem dan penuh kasih" Alex mondar mandir di ruang tengahnya.


“Papa, yang tenang dong Pa. Mama jadi pusing lihat papa bolak balik terus” ucap Ayu yang sedang pusing memikirkan dimana menantunya berada.


Nak, kembali lah. Ada Papa dan Mama yang akan selalu ada untukmu Nak. Kami mohon kembalilah. Hanya kamu yang bisa mengendalikaan Kendra agar tidak bertindak keji lagi nak. Mama tau jika hatimu sakit mengetahui hal ini, tapi juga ini bisa di bicarakan dengan baik-baik kan nak. Kembali lah Dera. Batin Ayu.


Tiba-tiba…


Tok tok tok


Pintu terbuka. Disana ada beberapa security dan bodyguard yang tengah menunduk hormat pada Alex.


“Bagaimana, apa ada informasi yang kalian dapat?” tanya Alex dengan menelisik ke satu persatu mata sang bodyguardnya.


Dia berharap mereka akan membawa informasi baik dan melegakan hatinya.


Akhirnya salah satu dari mereka maju lebih depan untuk menyampaikan informasi yang di dapat dari pencariannya.


“Kami telah memeriksa seluruh CCTV di taman kota dan di sekitarnya Tuan. Dan kami menemukan Nona Dera menaiki sebuah taxi di ujung jalan. Setelah kami mencari nomor plat motor itu dan mendatanginya, dia mengatakan jika dia mengantarkan Nona Dera ke daerah Jakarta Pusat. Tepatnya di jalan Kamboja nomor 27 Tuan”


Alex menyeringai tipis, bersyukur jika dia telah mandapatkan informasi tentang keberadaan menantunya.


“Hubungi Kendra suruh dia mencarinya ke sana”


Segera salah satu mereka menekan nomor untuk menghubungi Kendra.


Tak lama kemudian dia kembali.


“Sudah Tuan. Saya sudah menghubungi Pak Bos Kendra. Katanya Pak Bos akan mencarinya sendiri”


Akhirnya para bodyguard dan security pergi setelah mendapat perintah dari Alex. Sedangkan Ayu hanya mendengarkan perkataan suaminya dan Alula berada di kamar untuk menyelesaikan tugas dari Pak Muh.


Setelah Kendra mendapat informasi dari salah satu bodyguard papanya, dia menyeringai tipis.


“Dera ada di Jakarta Pusat, di jalan Kamboja no. 27. Apa kamu tau itu dimana Rey?” tanya Kendra pada Sekretarisnya.


Deg


Rey seketika kaget karena alamat itu adalah alamat rumah Mira.


Kenapa alamatnya di rumah Mira. Jangan sampai Mira terlibat dalam kasus ini. Jangan sampai pula aku kehilangan Mira seperti yang bernasib sama seperti Nurul.


“Iya. Itu di rumah Mira Pak Bos. Apa kita akan menyusul Nona Dera sekarang juga?” tanya Rey.


“Kita pantau saja dulu disana. Setidaknya aku tau istriku baik-baik saja” ucap Kendra.


Akhirnya mobil melaju ke alamat yang telah di sebutkan.


Sesampainya disana Kendra dan Rey fokus pada rumah Mira. Mereka mengintai dari dalam mobil.


Dua jam pun berlalu. Rumah tersebut tampak sepi.


“Rey, mengapa sepi? Bukankah tadi disebutkan bahwa Dera ada di sini?”


“Iya Pak Bos. Apa perlu saya masuk ke rumah Mira untuk menanyakan perihal Nyonya Dera?”


“Ya Rey. Aku ikut sana” Kendra memakirkan mobil dan keluar dengan gagahnya.


…………………………


FLASHBACK ON


“Ayo Dera, aku anter kerumah tante dulu. Kamu tenangin diri disana dulu, nanti kalau kamu sudah tenang kamu boleh kembali ke rumahku atau ke rumah suamimu” Mira kini membantu Dera berkemas membawa sejumlah baju dari Mira.


Setelahnya mereka masuk ke dalam taksi yang telah di pesannya. Mira akan meminta Dera untuk menenangkan diri di rumah tantenya agar pikirannya lebih terbuka dan hatinya luluh.


Sebenarnya dia juga tidak ingin terlibat masalah ini. Namun dengan terpaksa dia harus melakukannya.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah tante Mira karena memang rumahnya dekat.


10 menit berlalu.


“Nah, itu rumah tante ku Der. Ayo turun dulu” ucap Mira dengan turun terlebih dahulu dan membantu Dera membawakan tas yang telah dibawa.


Mira berjalan lebih dahulu dan membuka pintu.


“Dera, kamu di sini sendirian berani gak?” tanya Mira.


“Iya Mir. Berani ko. Oh ya aku titip restoran ya selama aku ga ada. Entah lah, selama aku saling laporan keuangan gak ada yang mengecek sama sekali"


“Iya Dera. Ya udah sana gih istirahat dulu. Kalau ada apa-apa kabari saja aku ya” ucapnya sebelum pergi meninggalkan sahabatnya.


“Oke cantik. Ini sudah lebih dari cukup. Terima kasih ya sudah membantu ku”


FLASHBACK OFF


Tok


Tok


Tok


Rey beberapa kali mengetuk pintu tersebut, akhirnya ada jawaban dari Mira.


“Iya, tunggu sebentar” jawabnya. Di bukanya pintu dengan Mira yang sedang menguncir rambutnya.


Seketika pintu dibuka, Kendra langsung mengedarkan pandangannya di seluruh rumah Mira.


“Ada apa Rey, Kendra” dengan jantung berdebar, dia berusaha menghilangkan rasa takut yang menyelimutinya.


“Apa kau tau dimana keberadaan istriku? Tapi pikirku kamu pasti tau, kan kamu sahabatnya gak mungkin kamu gak tau masalah apa yang sedang menimpa rumah tanggaku” titah Kendra.


“Apa maksudnya? Aku ga tau apa-apa” Mira masih kekeh dengan prinsipnya. Dia tidak akan memberitau Kendra sebelum suasana Dera membaik.


“Aku tau, mungkin kamu sebenarnya tau dimana keberadaan Dera. Kalau pun kamu gak memberitahuku, tolong jaga dia dan anakku. Sampai kapanpun aku akan terus mencarinya sampa dia kembali” jawab Kendra.


“Aku permisi” Kendra ddan Rey undur diri. Mereka memutuskan untuk pulang dan akan mencari lagi besok.


Rey yang saat ini menyetir, dia justru kepikiran apa yang diucapkan Mira.


Semoga saja benar. Kamu tidak tau tentang Dera. Daripada harus berbohong pada Kendra itu malah akan menambah masalah Mira.


Akhirnya mobil yang kendarai pun sampai di rumah orang tua Kendra.


Dia sengaja kembali kesini karena jika dirumah pribadinya, itu akan membuatnya teringat akan istrinya.


“Perketat pengawasan di rumah Mira. Untuk alamat lengkapnya minta saja sama Rey. Usahakan sampai ketemu” perintahnya pada sang bodyguard.


“Baik tuan”


“Kau boleh pulang Rey” titah Kendra.


Rey menunduk hormat dan berjalan keluar dari rumah Alex.


Setelah kepergian Rey, Kendra memilih untuk menghampiri orang tuanya.


“Loh nak, mana Dera. Bukankah kalian sudah diberi alamat oleh security tadi?” tanya Ayu yang kaget melihat sang anak pulang seorang diri tanpa di damping istrinya.


“Ternyata tadi alamat yang diberikan itu adalah rumah Mira Ma. Tapi sesampaianya disana Dera ga ada disana. Kendra sudah meminta bodyguard untuk mengawasi rumah Mira. Siapa tau dia berbohong kan kita gak tau” jawab Kendra panjang lebar.


“Oh ya sudah, semoga Dera segera kembali ya Nak" ucap Ayu.


Sedangkan Alex diam saja mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh anaknya.


Tiba-tiba Alula yang tadinya sibuk mengerjakan tugas dari Pak Muh, seketika mendengar suara Kendra langsung berlari menghampiri Kakaknya.


Di kiranya Kendra pulang bersama Dera, tapi yang ada Kendra pulang sendirian.


“Lah, ko gak sama Kak Dera sih” ucap Alula.


“Dia gak ada di rumah Mira. Terus cari kemana lagi coba” jawab Kendra dengan nada menyerah.


“E jadi laki-laki itu harus gentle dong kak. Kalau sekali dua kali masih juga tak di respon maka harus ada percobaan yang ketiga kak. Kak Dera harusnya di rayu, kakak bersikap manis gitu lho kak” Lula memberikan sebuah solusi pada Kakaknya.


“Caranya? Menemuiku saja dia tak mau”


“Hello kakak ku, kenapa gak di telfon aja sih. Pikiranmu terlalu spaneng kak, jadi gak kepikiran kalau Kak Dera juga mempunyai ponsel dan bisa juga kakak cek dimana Dera kini berada”


“Ah, pinter sekali kau” ucap Kendra dengan menyentil kening adiknya.


Sialan, dikasih tau caranya malah aku yang di sentil. Ga kak Kendra, ga si b*bi gila itu sama aja. Sama-sama nyebelin dan ga bisa sweet sama sekali. Batin Alula yang kini pergi meninggalkan kakaknya berada.


Kendra berjalan ke kamarnya. Dibukalah kamar tersebut dan dia menemukan sejumlah uang dan black card yang diberikan pada Dera dahulu.


“Kau lucu sekali sayang. Seharusnya kau bawa semua uang yang ku berikan? Bukan malah membawanya sedikit. Dan ini black card, malah kau tinggalkan di rumah” Kendra tidak berhenti tertawa. Sungguh menggemaskan sekali istrinya.


“Harusnya kau bawa semua uangnya agar hidupmu di luar sana juga terjamin sayang” ucapnya dengan sebuah seringai tipis yang tersungging di bibirnya.