
Pada keesokan harinya, sesuai dengan janji Dera. Dia bangun pagi-pagi untuk menyiapkan segala keperluan suaminya. Mulai dari menyiapkan air hangat, pakaian hingga sepatu.
“huaaa, ngantuk sekali” ucapnya sambil menguap karena masih terasa ngantuk.
Kendra yang menyadari Ketika Dera beranjak pergi mencoba meraih pinggang Dera.
“kamu mau kemana?”
“aku mau nyiapin air hangat buat kamu mandi mas”
“memang Rey kemana? Itu kan tugasnya!”
“kemarin aku yang bilang sama Rey, semua keperluanmu biar aku saja yang urus”
“kamu yakin bisa?"
“bisa mas, sebentar tunggu disini dulu”
Dera melangkah menuju kamar mandi, dia mulai memutar shower mode hangat. Sembari menunggu bath up hampir penuh, dia bergerak menuju ruang ganti pakaian. Disana sudah tergantung rapi jas, segala dasi hingga sepatu.
“ini aja kali ya, bagus” di ambilnya setelan jas warna biru dongker dan dasi yang senada. Hingga semuanya sudah beres, dia kembali lagi menuju bath up dan mematikannya.
Kendra yang sedari tadi enggan membuka matanya.
“Mas, bangun. Airnya sudah siap” Dera mendekati kendra dan memintanya untuk mandi.
Kendra yang berjalan sempoyongan dan dera hanya memperhatikan “seperti bocah saja, disuruh mandi ko jalan sambil merem” ucap Dera pelan.
“kamu ngomong apa? aku dengar Dera”
“gak apa-apa mas, mandi dulu sana. Aku mau bantu Bi Tirna menyiapkan sarapan”
Kendra lantas melanjutkan jalannya menuju kamar mandi.
………………………..
Di dapur Bi Tirna sedang berkutat dengan sayur mayurnya.
“Bi, pagi ini mau masak apa?”
“masak sayur sop daging, perkedel dan tumis udang Nyonya”
“boleh saya bantu bi?”
“tidak usah, terima kasih Nyonya. Disini sudah ada Bi Asih dan Bi Jum yang membantu. Nyonya duduk saja di kursi makan ya”
“tapi Dera pengen bantu Bi, hari ini juga Dera gak diperbolehkan Mas Ken untuk magang di kantornya”
“Nyonya nurut saja apa yang dipinta sama Den Kendra. Semua demi kebaikan dan keselamatan Nyonya”
“keselamatan? Maksud Bibi?”
Kendra sudah selesai bersiap segera turun ke ruang makan. Tak sengaja dia mendengar percakapan istrinyadan Bi Tirna.
“Maksud Bibi, kamu disuruh dirumah untuk keselamatanmu, biar gak capek juga. Ya kan Bi” Kendra melirik Bi Tirna dan memberikan kode mengiyakan.
“ee iya Nyonya. Begitu maksud Bibi”
“owalah, ya sudah Bi, kalau begitu. Aku mau menyiapkan tas mas Kendra dulu ya. Mas Ken duduk dulu di kursi”
Dilihatnya Dera yang berjalan menjauh dari mereka dan Kendra memperingatkan Bi Tirna untuk tidak menyebutkan hal-hal yang membuat Dera terancam.
“Bi, bibi kan tau kalau Dera adalah sasaran bisnis ku dan Papa. Jadi tolong bibi jaga Dera dengan baik. Dan kalau ada apa-apa telfon saja saya bi”
“iya tuan, maaf. Tadi bibi keceplosan”
“iya bi, gak apa-apa”
Bi Tirna menyiapkan masakan dan Kendra duduk di ruang makan menunggu istrinya.
“ayo mas, makan dulu. Ini Bi Tirna sudah menyiapkan semuanya. Aku ambilkan ya” Dera mengambilkan sarapan untuk Kendra. Dan mereka sarapan Bersama.
Setelahnya..
“mas, beneran aku tidak boleh melanjutkan magang di kantor Mas Kendra?”
“iya. Kamu dirumah saja sama Bibi. Nanti juga akan ada teman baru biar kamu gak kesepian”
“teman? Siapa mas?”
“lihat saja nanti”
Mereka berjalan menuju mobil, Dera yang mengantar suaminya dengan membawa jas dan tasnya. Dia ingin menjadi yang baik dan memberi pelayanan penuh pada istrinya.
“itu dia” Kendra memberi kode pada Dera dengan perempuan yang dimaksud.
“maksudnya mas? Dia siapa? Bukan calon istri kedua mu kan”
dengan cepatnya Kendra menyentil dahi Dera
Pletakkk.
“ya gak lah. Ada-ada aja kamu ini. Emang mau aku madu?”
“lalu siapa?” ucapnya sambil memegang keningnya.
“dia adalah bodyguardmu. Silahkan Rey kenalkan dia siapa”
“baik Pak Bos. Ini adalah Fira. Dia yang akan bersama kemanapun Nyonya muda pergi. Dia salah satu lulusan terbaik di salah satu perguruan bela diri”
“maksudmu, dia bodyguard ku? Tapi mengapa tak laki-laki?
“perempuan saja udah. Jangan banyak tanya” jawab Kendra.
Sekretaris Rey memperkenalkan Fira pada Dera.
“Nona Fira, ini adalah Nyonya Muda Dera. Tugasmu menjaga kemanapun dia pergi dan harus menjaga keamanannya.
“baik Tuan”
Setelah mereka berkenalan, Kendra dan Rey berangkat kerja. Dera yang sudah berpamitan dengan suaminya segera masuk dan diikuti oleh Fira di belakangnya.
………………………
Saat di ruang tengah tiba-tiba…
Kringgg.. kringg. Kringg..
Suara ponsel Dera berbunyi, rupanya ada panggilan dari Lula.
“Hallo, iya Lula”
“halloo kak Dera. Bolehkah aku menginap di rumah kakak? Aku kesepian dirumah. Mama papa sedang ada bisnis di luar negeri” tanya Lula
“emmm untuk itu nanti tanya sama kakakmu saja dulu La. Kalaupun kalau kamu mau main kesini main saja. Ini banyak makanan juga loh hehe”
“uhhh mauuu,, aku kesitu ya kak”
“Iya La. Hati-hati”
Sembari Dera menunggu Lula datang, dia menyiapkan segala cemilan dan makanan untuk adik iparnya.
“maaf Nyonya, sini saya bantu”
“tidak usah Fir, biarkan aku saja. Aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini"
“tapi ini tugas saya Nyonya”
Mau tak mau Dera membiarkan semua pekerjaan di handel Fira.
“kalau diperhatikan dia wanita yang baik, dan sepertinya seumuran denganku” batin Dera memandangi Fira yang sedari tadi bola balik menyiapkan cemilan dan minuman.
“ini nanti mau ada adik iparku Fir, Namanya Lula. Dia adik Mas Ken satu-satunya”
“ya Nyonya. saya Fira" ucapnya.
Mereka menunggu kedatangan Alula dengan menonton TV, dilihatnya jam arloji berkali-kali namun juga Alula tak kunjung datang.
Hampir setengah jam, akhirnya…
“Kak Deraaa” Alula berlari menuju arah Dera dan mereka berpelukan.
Alula melepaskan pelukannya Ketika mengetahui ada wanita di belakang Dera.
“siapa itu kak? Teman baru?”
“bukan La, itu bodyguard untuk kakak. Mas Ken menyiapkannya untuk menjaga kakak. Padahal ya aku dirumah terus. Entahlah Mas mu itu” Dera menggandeng Lula menuju meja yang telah disiapkan oleh Fira.
“wahh,, banyak sekali cemilannya kaa. Dirumah sepi banget tau kak. Hampir 3 hari aku dirumah sendirian. Mama Papa sibuk terus”
“iya, coba deh tanya ke Mas Kendra, bujuk dia siapa tau kamu boleh menginap disini”
“iya deh ka, Lula coba ya”
Seketika Lula menekan nama Kendra di ponselnya dan memanggil.
“Kak Ken, bolehkah aku menginap dirumah kakak? Aku dirumah sendirian kak mama Papa pergi ke luar negeri untuk mengurus cabang bisnisnya. Ini aku sudah sama Kak Dera sedang makan-makan nih”
“boleh, tapi jagain kakak iparmu itu ya. Banyak musuh mengincarnya. Tapi kamu jangan bilang pada dia. Gimana”
“Oke kak Ken yang ganteng, baik hati. Makasihhh”
Terlalu senang karena di ijinkan Kendra untuk menginap, Lula lupa bahwa dia sedang meletakkan cemilan di pangkuannya. Alhasil semuanya jatuh dan mengotori celananya.
“aduh kak, maaf jadi kotor deh. Habis aku saking senangnya sih”
“Iya gak apa-apa La, nanti biarkan dibersihkan Bibi”
Akhirnya mereka berpindah menuju ruang tengah. Dera, Lula dan Fira.
“Kak, bagaimana kalau kita jalan-jalan. Kemana gitu”
“kemana? Boleh gak sama Mas Ken?”
“boleh lah, ayo. Kan sama aku sama bodyguard kakak”
Akhirnya Dera menyetujui ide adik iparnya tersebut.
Fira yang sigap langsung berdiri dan mempersiapkan mobil untuk sang Nyonya dan adik iparnya.
“silahkan Nyonya dan Nona Lula” katanya sopan, saat Dera mendekat kea rah mobil. Dia sudah membukakan pintu belakang mobil.
Apa-apaan sih Fira
.
.
.
.
Belajar melupakan memang susah, tapi lebih susah lagi tuk pura-pura bahagia sedangkan hati dan pikiram terus memikirkannya
.
.
.
puji
.
.
hellooo, jangan lupa di comment ya guysss