PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
GETARAN JATUH CINTA?



Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.


Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹


Happy reading.


🌹❤️


Dera yang begitu menikmati berada di rumah Bundanya sehingga tidak terlalu memperhatikan jam.


“Sayang, kamu mau menginap disini atau mau pulang?” ujar Bunda Lestari pada sang anak.


“Oh ya bunda, Dera pulang nanti ya bunda. Mungkin suatu saat kami akan menginap. Ya kan mas” jawab Dera dengan mengajak Kendra yang tengah asik makan kacang almond.


“Ya sayang. Rumah ini biar makin ramai kau ada kamu”


“Oh ya mas, nanti selesai dari sini kita ke restoran ya. Sudah lama rasanya aku gak pernah main kesana” Ucap Dera.


Namun kenangan Kendra seakan begitu buruk disana. Di tempat itu, istrinyalah di sakiti oleh mantan kekasihnya.


Kendra diam sejenak.


“Iya sayang. Udah disini dulu saja kangen-kangenan sama bunda. Nanti mah gampang” ucap Kendra yang siap dengan apapun yang diminta istrinya akan menurutinya.


Tiba-tiba ponsel Kendra berbunyi,


Kring..kring.. kringg


Dia pu menjauh dari bunda dan istrinya.


“Halo Rey, ada apa?” tanya Kendra.


“Pak Bos, untuk taman butchart yang anda persiapkan untuk Nyonya Dera sudah ready pak. 100% sudah clear” lapor Rey.


“Apa sudah sesuai dengan revisi terakhir kemarin?” tanyanya.


“Sudah. Untuk ada ayunan, ada mainan anak-anak sudah ada disana Bos”


“Oke baiklah. Persiapkan seluruhnya. Termasuk reporter, catering dan segala hal yang dibutuhkan. Panggil juga colega kita. Jangan lupa seluruh keamanan ditambah juga. Aku akan mengumumkan pernikahanku pada khalayak” titah Kendra pada Sekretaris Rey.


“Baik Pak Bos” jawab Rey yang mengakhiri telponnya.


___________


Sedangkan di tengah-tengah Rey menelpon Kendra.


Dia juga sedang bersama Mira yang kini dia ingin membawanya ke suatu tempat.


Mobil Sekretaris Rey berhenti di sebuah lokasi yang merupakan sebuah apartemen mewah. Mira melihat dari dalam mobil Sekretaris Rey.


“Kenapa berhenti disini?” tanya Mira merasa bingung dengan yang dilakukan Sekretaris Rey.


“Kamu akan tinggal disini sampai kondisi aman”


“Tapi aku harus mengunjungi orang tua ku Rey” Mira secara halus menolak ajakan Sekretaris Rey.


"Jangan ucapkan itu padaku. Sementara memang aku tidak tau apa yang kau sembunyikan. Tapi untuk kali ini nurut saja lah dulu. Jika rindu orang tua, bisa videocall hingga keadaan aman dan memungkinkan kamu untuk pergi" ujarnya dengan tenang.


Mira semakin bingung dengan perkataan Sekretaris Rey.


"Aman bagaimana maksudmu?” tanya Mira penasaran.


Dia tidak mengerti dengan apa yang dibahas oleh Sekretaris Rey.


"Aman dari gangguan siapapun yang berusaha mengancam keselamatan hidupmu” jawab Sekretaris Rey dengan tenang.


"Ayo..keluar” ajak Sekretaris Rey pada Mira untuk keluar dari mobilnya.


Sekretaris Rey membuka bagasi mobilnya dan mengambil koper miliki Mira.


Tampak Mira masih melihat-lihat lokasi tempat tinggalya nanti. Sekretaris Rey melirik Mira yang tampak bingung dengan senyuman tipisnya.


“Ayo” menarik koper Mira dan membawanya masuk.


“Jangan cepat-cepat dong” gerutu Mira karena merasa kewalahan dengan langkah dari Sekretaris Rey yang lebih cepat darinya.


“Oh maaf” ujar Sekretaris Rey singkat sambil tersenyum.


Dia sengaja melakukan itu semua agar Mira berusaha mengeja-ngejar dia. Kalau Sekretaris Rey lelet, bisa saja Mira bertanya macam-macam padanya.


Jadi biarlah dia sekarang sok cuek dengan Mira segera mengikuti sampai ke dalam apartemennya.


Setelah menekan tombol password pintu apartemennya. Sekretaris Rey mengajak Mira untuk masuk ke dalam. Mira begitu takjub dengan mewahnya ruangan yang ada di dalamnya.


Sungguh bagus sekali, puji Mira dalam hati.


Dia baru sekali melihat apartemen semewah ini dan tampak mahal sekali. “Masuklah, anggap rumah sendiri” ujar Sekretaris Rey sambil membawa koper Mira ke lantau dua tempat tinggalnya itu. “Tunggu.. koperku” Mira mengejar Sekretaris Rey yang terus berjalan ke lantai dua.


Mira melihat sebuah kamar yang besar dan mewah disana. Mira tampak terpesona dengan besarnya tempat tersebut.


Sepertinya ini adalah kamar Sekretaris Rey. Aku hanya tamu, bagaimana aku tidak sopan begini tidur di tempat tidur sang tuan rumah.


"Ini kamar Sekretaris Rey?” tanya Mira dengan perasaaan canggung.


“Iyaa” dan jawaban itu membuat Mira semakin tidak enak saja.


Dia sudah menumpang dan sekarang mau menguasai kamar utama dari pemilik rumah. “Tenang saja, mulai sekarang kamu tidur di lantai dua. Ada kamar disana. Aku akan tidur di lantai satu" ujar Sekretaris Rey menenangkan Mira.


Dia tau kalau Mira merasa tidak enak hati karena dia memberikan kamarnya untuk Mira tempati.


“Tidak, aku tidur di lantai satu saja” ujar Mira merasa sangat tidak enak dengan keputusan yang baru saja di katakan Sekretaris Rey. Padahal Sekretaris Rey merasa baik-baik saja dengaan apa yang dia buat barusan.


“Di lantai satu tidak ada kamar lagi. Hanya ada satu kamar saja dalam apart ini” ujar Sekretaris Rey yang membuat Mira tercengang mendengarnya.


“Lalu kamu tidur dimana kalau begitu?” tanya Mira terkejut. Walaupun dalam hatinya dia bisa menebak dimana Sekretaris Rey akan tidur. Namun dia takut tebakannya itu benar adanya.


“Di sofa, aku bisa tidur disana. Tenang saja” ucap Sekretaris Rey dengan tenang.


“Tidak. Bagaimana aku bisa tenang. Aku akan tidur di sofa saja” putus Mira secara sepihak. Dia hendak mengambil kopernya tetapi Sekretaris Rey lebih dahulu merebutnya dari Mira.


“Tidak, kamu yang harus tidur disini” ucap Sekretaris Rey dengan tegas. Aku tidak bisa membiarkanmu tidur di sofa” ucap Mira.


"Kamu mau seranjang denganku di sini?” tanya Sekretaris Rey dengan tatapan matanya menghunus ke mata Mira.


Tanpa sadar Mira menggeleng cepat. “Ya, sudah tidur saja disini”


“Tapi kau?” tanya Mira.


“Sudahlah, anggap saja rumah sendiri. Aku baik-baik saja”


"Bagaimana bisa? Kalau begitu aku kembali ke rumah ku saja” putus Mira membuaat Sekretaris Rey menjadi geram.


Dia menarik pinggang Mira dan memeluknya. Dia mencium bibir Mira yang sedari tadi membuat dia gemas karena terlalu banyak berbicara menentang apa yang dia lakukan demi kebaikan Mira sendiri.


Mira sungguh tidak menduga akan apa yang dilakukan Sekretaris Rey kepadanya.


Dia benar-benar terkejut akan tindakan Sekretaris Rey.


Dia hanya diam saja saat Sekretaris Rey memaksakan membuka mulutnya. Pertahanan Mira pun mulai runtuh kala serangan-serangan itu semakin membuatnya melemah.


Dan Sekretaris Rey lah pemenang dari pertengkaran sengit mereka sejak awal. Mira mengalungkan kedua tangannya di leher Sekretaris Rey.


Mengetahui sikap Mira yang sudah menurut, Sekretaris Rey pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka berdua pun larut dalam perasaan masing-masing. Perasaan ingin di sayangi dan menyayangi yang kuat. Sekretaris Rey mendekap erat pinggang Mira.


Almira putri, tidak akan kubiarkan kamu pergi dariku. Aku akan menjagamu dan melindugnimu mulai sekarang. Kamu tidak akan kemana-mana lagi. Dan tidak akan kubiarkan pergi jauh dariku.


..._________________...


...Ada rasa yang tak terucap....


...Tapi ada getaran yang terasa....


...Aku tak tau itu apa?...


...Atau mungkin? ...


...Ini definisi dari jatuh cinta? ...


...đź–¤...