
Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.
Tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan follow. Terima kasih. Enjoyyyy.
__________
Astaga bagaimana ini? Remnya gak bisa, remnya blong. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Nyonya Dera nanti, mana sedang hamil. Bantu aku Ya Allah, setidaknya selamatkan Nyonya Dera dan anaknya. Batin Pak Yanto dengan berusaha menginjak pedal rem beberapa kali berharap sebuah keajaiban.
Sekuat pikiran Pak Yanto berusaha mencari solusi apa yang bisa dilakukan. Sebuah keputusan yang sulit di kondisi rem blong seperti ini.
Jarak antara mobil dan truk didepannya pun sudah semakin dekat dan mobil pun tetap melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.
Dera yang fokus dengan jalananpun merasa aneh dengan mobil yang terus melaju padahal di depan ada sebuah truck besar.
Belok kanan ga mungkin, ini arahnya berlawanan, takutnya nanti ada kendaraan dari arah sana. Tapi kalau ke kiri? ini sangat mengkhawatirkan juga sepertinya sebuah jurang.
“Pak, rem pak. Remmm..Disana ada kendaraan besar pak. Pak Pak Yanto, Pakkk” ucap panik Dera sembari memegang kursi mobil Pak Yanto.
“Nyonya, nyonya rem blong nyonya. Hubungi Pak Bos Kendra Nyonya, segeralah meminta bantuan padanya atau Sekretaris Rey” Pak Yanto yang tak kalah panikpun berusaha memberikan solusi sebisanya.
Suasana yang semakin panik dan mobil yang dikendaraipun tinggal beberapa meter lagi. Belum sempat Dera mengambil ponselnya dari dalam tas, tiba-tiba..
Bruakkk!!
Tak ada pilihan lain. Maaf Nyonya.
Pak Yanto pun membanting stir ke arah kiri, niat ingin menyelamatkan diri namun sayangnya itu adalah sebuah jurang. Mobil terus mengguling ke bawah dan mereka pun tak bisa berkutik sama sekali.
Mobil terus bergulang-guling menuju dasar jurang.
"Astagfirullahaladzim"
"Pak yanto, paaaaak"
"Mas kendraaa" ucap Dera sembari menjerit dan memegangi perutnya takut jika terjadi apa-apa dengan calon buah hatinya.
Dek, bertahan ya dek. Bertahan di perut mommy, ayo kita berjuang bersama-sama dek. Jangan meyerah ya. Ucapnya pada baby yang ada dikandungannya.
_______________
Sementara itu di perusahaan PT PETRA CORP.
Kendra dan Sekretaris Rey bersiap untuk ke perusahaan Andreas. Dengan beberapa tumpuk berkas yang dibawanya Kendra berniat untuk meminta bantuan Andreas menangani colapsnya perusahaan ini.
“Rey, jangan lupa berkas yang diatas meja ku. Sudah ku siapkan dari kemarin” titah Kendra. Sekretaris Rey pun mengiyakan dan mereka segera ke tempat tujuan.
45 menit berlalu.
Dengan jalanan yang macet dan panas yang sudah diubun-ubun membuatnya merasa hari ini begitu melelahkan.
Mobil telah memasuki perusahaan Andreas setelahnya mereka dipersilahkan untuk duduk di ruang tunggu.
“Pak Bos, apa Anda yakin bahwa Tuan Andreas akan mau membantu keuangan perusahaan PETRA CORP?” tanya Sekretaris Rey yang tiba-tiba ragu. Melihat raut wajah Kendra yang tak tenang pun, Rey berusaha diam.
Akhirnya untuk menghilangkan rasa gugupnya Kendra mengirim pesan pada istrinya. “Halo sayangku, jangan lupa makan ya. Jangan baby kita baik-baik, aku akan segera pulang” pesan tersebut dikirimnya ke nomor Dera.
5 menit berlalu dan pesan tersebut nampak masing centang 1, Kendra pun berusaha berpikiran positif mungkin ponselnya dimatikan datanya.
Suasana hening sembari menunggu pesan Dera terkirim dan persetujuan Andreas, yang sudah dipanggilkan oleh salah satu pekerja disana. Tiba-tiba ada wanita yang saat itu seorang sekretaris dari Andreas.
“Pak, silahkan masuk ke ruangan Tuan Andreas. Beliau menunggu Anda disana” ucapnya dengan memberikan senyuman dan menunduk sebagai tanda hormat.
Tok tok tok. Pintu diketuk dan mereka pun lantas masuk ke dalam ruangan.
Nampak seorang pria yang sudah berusia yang kira-kira umurnya tak jauh dari Papa Kendra, Alexander. Andreas sedang menatap pemandangan luar kantor dari kursi goyangnya.
Sekretarisnya pun maju beberapa langkah untuk memberikan laporan bahwa Kendra dan Rey sudah datang.
“Ya, silahkan kembali ke tempat kerjamu” ucap Andreas sembari memutar kursi duduknya.
Andreas berdiri dan menghampiri Kendra. Dengan tertawa bangga dan sorotan mata meremehkan yang ditujukan pada Kendra. Mengingat dulu ketika perusahaan Andreas bangkrut, dia meminta bantuan Kendra namun tak diberikan, justru sekarang berkebalikan Kendra yang menghampirinya hanya untuk memintanya membantu perusahaan PT PETRA CORP yang saat ini hampir bangkrut.
“Selamat datang di perusahaan ku Tuan Kendra Alexander” sapanya masih dengan tawa dan tatapan yang merendahkan. Sekretaris Rey yang melihat hal tersebutpun menjadi geram, ingin rasanya dia maju dan menghabisi Andreas. Selangkah hampir maju, Kendra menghentikanya.
“Biarkan saja” titah Kendra.
Mendengar perintah dari Kendra, segera Sekretaris Rey memundurkan langkahnya.
“Ya Tuan Andreas. Ada yang ingin ku sampaikan, aku sangat membutuhkan bantuanmu” ucap Kendra mengawali pembicaraan siang itu. Segala egonya pun ditahan karena tidak ada cara lain selain hal ini.
“Ya. Aku sudah tau maksud kedatanganmu. Pasti kau membutuhkan bantuanku bukan?”
“Iya Tuan Andreas”
“Hem, oke. Aku siap membantumu. Asalkan dengan syarat” Andreas membalikkan badannya lagi setelah mengucapkan beberapa kalimat.
“Syarat?”
“Iya. Bukankah kamu mempunyai seorang adik bernama Alula? Dia berkuliah disalah satu universitas jurusan ekonomi dan bisnis” tutur Andreas dengan jelas.
Bagaimana Tuan Andreas bisa tau? Sedangkan saja kan beliau dikantor terus? Batin Sekretaris Rey.
“Ya Tuan. Lantas? Apa syaratnya?” tanya Kendra penasaran.
“Kamu jodohkan adikmu itu agar menikah dengan anakku setelah kuliah selesai. Bagaimana?”
Deg. Bak tersambar petir, Kendra mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut Andreas.
Emosi yang tadinya di pendam seketika dikeluarkan begitu saja.
“Apa maksud ada Tuan Andreas! Jika Anda tidak bersedia membantu perusahaan saya ya sudah, jangan ada syarat konyol seperti ini!” amarah Kendra pun memuncak.
Tanpa basa-basi lagi, mengetahui reaksi penolakan dari Kendra, segera Andreas menyerahkan selembar cek untuk Kendra.
“Ini bukan yang kamu butuhkan? Ambillah. Masalah perjodohan itu bisa diatur sedemikian rupa” ucap Andreas pada Kendra yang masih geram dengan ucapan Andreas tadi.
Mendengar hal tersebut tak membuat Kendra bergeming sedikitpun, dia tetap mematung ditempatnya dengan tangan mengepal yang siap menerkam mangsanya.
“Tenanglah Kendra Alexander, aku gak akan memaksakan adikmu nanti. Pulanglah dan selamatkan karyawanmu. Cek 2M cukup bukan?”
“Mengenai perjodohan aku gak bisa janji Andreas. Karena dia adik perempuanku satu-satunya dan aku menginginkan yang terbaik untuknya” ucap Kendra yang berhasil membuka suara.
“Baiklah. Jangan khawatirkan omonganku” tutur Andreas lagi.
Ahirnya setelah disepakati, Sekretaris Rey maju dan menyerahkan lembar persetujuan tentang utang piutang pada Kendra dan Andreas.
...________...
...Diperbaiki bukan diakhiri,...
...Dibicarakan bukan ditinggalkan...