PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #53



Kendra melihat secara dalam suaminya tersebut. Dera merasa Kendra yang kini begitu memperhatikannya.


Dera merasa malu dilihat seperti itu oleh Kendra.


“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Dera penasaran dengan apa yang Kendra lihat darinya.



“Aku melihat kecantikanmu” gombalan garis Kendra justru membuat Dera tertawa dan hampir menyemburkan air minumnya.


Kendra ikut tersenyum melihat tawa Dera. Dia lebih suka Dera tersenyum dibandingkan melihat Dera seperti tadi.


“Kamu memang cantik kalau tersenyum sayang. Aku bicara jujur” kata Kendra sambil menatap dalam bola mata Dera.


“Cukup, aku bisa mekar karena kebanyakan bumbu cinta darimu” sahut Dera sambil menutupi keduanya pipinya yang telah memerah.


Kendra hanya tertawa mendengar ucapan Dera.


Sedangkan Dera justru dibuat terpesona oleh wajah tampan Kendra saat dia tertawa lepas.


Apa efek setelah berantem kemarin malam melihatnya seperti jauh lebih tampan dari sebelum-sebelumnya?


“Tunggu dulu, ko Mas Kendra bisa tahu kalau aku lagi di taman kota? Kan aku tidak bilang ke orang rumah ataupun ijin Mas Kendra” tanya Dera


“Nah itu tau, kalau kamu tidak pamit. Lantas mengapa juga pergi gak pamit sama orang rumah. Kalau ada apa-apa siapa yang akan kamu salahkan? Aku kawatir padamu Dera" ucap Kendra.


Padahal aslinya, bodyguard suruhan Kendra lah yang mengawasi gerak gerik Dera. Dari situlah Kendra tahu bahwa Dera ada di taman kota.


"Aku sengaja pulang cepat juga karena aku merindukanmu sayang” jawab Kendra sembari memeluk Dera.


“Aku juga mas”


Upsss.. Dera keceplosan dengan apa yang baru saja dia katakan. Dia menutup mulutnya dan menatap Kendra yang tampak senang mendengarnya.


“Itu artinya, aku sudah ada di hatimu kan?” ujar Kendra dengan merajuk manja dan memeluknya lebih erat.


“Aku rindu tidak ada yang menemaniku makan siang di kantor. Tidak ada yang menyiapkan makan. Tidak ada…”


“ihh, kamu memang beneran manja ya Mas” ujar Dera sambil melepaskan pelukan Kendra.


“Aku manja nya hanya sama kamu saja” ucap Kendra dengan nada sok menggemaskan.


Dera tergelak mendengarnya.


Bagaimana bisa seorang CEO bergaya seperti itu.


Padahal sehari-hari dia selalu tampak dingin dan disegani oleh para pegawainya.


“Sudah, sudah.. aku tidak tahan lagi” ujar Dera. Dia menghapus air matanya akibat terlalu banyak tertawa.


Kendra senang bisa membuat seseorang yang dia cintai bisa tertawa lepas.


"Aku ingin kamu bisa tertawa lepas seperti ini terus bila kamu disampingku dan tanpa sedih sedikitpun sayang" tutur Kendra dengan mengelus kepala Dera.


"Iya mas, terima kasih ya, udah ngasih yang terbaik untukku. Udah mau berjuang denganku dalam hubungan ini" balas Dera dengan memeluk pinggang Kendra.


………………………


Bagas menenggak beberapa minuman beralkohol. Dia ingin menghilangkan rasa patah hatinya dengan penolakan yang seutuhnya dari mantan kekasihnya.


Bagas memang menyukai Dera, karena Dera lah kekasih yang sangat dia perjuangkan dibandingkan dengan perempuan-perempuan yang pernah dekat dengannya.


Bagas bahkan tidak menyangka, walaupun dia telah di jodohkan oleh keluarganya dengan istrinya, dia tetap tak merasakan bahagia bahkan tak bisa menggantikan posisi Dera dihatinya.


Aku sangat terpuruk tanpa mu Dera. Aku ingin kembali bersamamu, tanpa ada Kendra atau yang lain.


Maaf, jika kemarin aku tak memperjuangkanmu malah memilih untuk dijodohkan bersama wanita itu.


Sampai detik ini pun aku tak mencintainya.


Hatiku masih milikmu, Dera.


Ungkapan hati Bagas terucap begitu saja.


Teguk demi teguk alkohol.


Hingga sudah beberapa gelas dia habiskan. Bagas ingin melupakan hari ini. Melupakan kesakitan yang dia derita ini.


“Apa yang harus ku lakukan Dera? Gumamnya lagi di sela-sela mabuknya.


Sadarku tak berhak untuk terus memaksamu


Aku kan berusaha untuk melupakanmu


Tapi terimalah permintaan terakhirku


Sebuah lagu yang mengalun di salah satu bar yang ada di pusat kota, Jakarta, membuat Bagas merasa lagu itu dibawakan si penyanyi mewakili perasaannya.


Lagu mellow mix DJ dibawakan dengan epik.


Genggam tanganku sayang


Dekat denganku peluk diriku


Berdiri tegak di depan aku


Cium keningku tuk yang terakhir


Ku kan menghilang jauh darimu


Tak terlihat sehelai rambutpun


Tapi dimana nanti kau terluka


Cari aku, ku ada untukmu


Bagas semakin meneguk beberapa gelas minuman. Entah gelas ke berapa kini, saking banyaknya. Pasti keesokan harinya Bagas tidak akan bisa bangun pagi akibat alkohol yang diminumnya terlalu banyak.


…………………………


Kendra yang masih disamping istrinya memeluk Dera lalu menciumi pipi dan leher Dera. Hingga istrinya pun yang hampir tidur terbangun karena dia merasa Kendra menganggunya.


“Maaf ya untuk kemarin malam. Hingga kamu pergi ke taman sendirian mencari ketenangan” ucap Kendra di telinga Dera.. Dera pun mengangguk mengerti.


Tidak seharusnya dia menolak Kendra yang sudah jelas menjadi suaminya, apalagi Kendra sedang mengusahakan untuk memiliki keturunan darinya.


Tangan Kendra mulai nakal masuk ke dalam kaos Dera dan memainkan gunung kembarnya.


Dera yang masih merasa ngantuk sehingga dia memejamkan matanya hendak melanjutkan tidurnya.


Karena tidak ada perlawanan dari Dera, Kendra pun melanjutkan aksinya. Tangannya menelusup ke dalam bra Dera dan memainkan pucuk payudar* Dera.


Dera merasa geli tapi dia lebih memilih cuek, melawan pun percuma.


Kendra semakin gemas. Dia memeluk Dera seperti guling. Menciumi wajah dan leher Dera. Tangannya menelusup ke dalam ****** ***** Dera.


Kendra merasakan kalau Dera ternyata sudah basah. Akhirnya Kendra menyetubuhi Dera lagi seperti kemarin malam.


Dera sudah tidak melawan lagi meskipun masih ada sedikit rasa perih. Dia ikhlas melayani suaminya lagian dia sudah tidak perawan lagi.


……………………


Keesokan harinya tubuh Dera terasa remuk sakit semua. Kendra benar-benar tiada puasnya. Siang dan malam dia menunggangi Dera.


Entah karena sudah usia matang belum tersalurkan atau dia lagi menikmati masa-masa pengantin barunya. Dera sudah tidak punya tenaga lagi untuk bangun.


“Selamat pagi istriku” ucap Kendra saat membuka matanya di pagi hari sambil mencium bibir Dera yang berada di bawah kungkungannya.


“Hmm, lepaskan aku Mas” ucap Dera karena dia hendaak pergi ke kamar mandi.


Kendra pun melepaskan pelukannya pada Dera. Segera Dera bangun dan berjalan ke kamar mandi terseok-seok dengan malas. Kendra melihatnya dan tersenyum.


Setelah mandi Dera ke ruang makan untuk membantu Bi Tirna menyiapkan sarapan. Setelah siap Kendra turun dengan pakaian kerjanya.


“Hari ini aku mau menjenguk Papa. Apa kamu mau ikut?” tanya Kendra pada Dera yang sedang mengambilkan lauk untuknya.


“Iya mas, boleh. Dirumah juga aku kesepian.” Jawab Dera sambil duduk di samping Kendra.


.


.


.


puji


.


.


Cinta memang tak hadir secara instan, tapi aku percaya cinta akan hadir pada dua sejoli yang tepat dengan rasa yang tepat.