PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
OH RIZKY NAZAR



Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.


Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini


Terima kasih sudah membaca ceritaku


Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹


Happy reading


🌹☺️


Alula yang sudah tiba di kampus membawa sebuah tugas dari Pak Muh.


“Ayo Del, anterin aku ke ruangan dosen. Mau ngumpulin tugas nih” ajak Alula pada Adel yang sedang menyecroll aplikasi TikT*k.


“Ah bentar lagi deh La. Ini ada pacar gue yang masuk FYP gue nih.. Rizky Nazar baru keluar dari rehabilitasinya La.. Ganteng nya Subhanallah. Coba deh sini dulu. Lihat nih senyumannya, tatapannya apalagi kumis tipisnya itu. Aaaaa idaman bet dah ah” ucap Adel setelah menge-pause video artis yang disukainya.



“Dia udah punya Syifa Hadju kali Del. Sadar Del, sadar. Dia juga gak bakal nglirik lo Del, hatinya tuh udah ada Syifa Hadju. FULL... Udah ah, nanti lagi Del. Ayo keburu Pak Muh pergi malah aku ga jadi ngasih tugas loh” akhirnya Alula menarik tangan Adel dan mengajaknya ke ruang dosen.


Kalau gak ku tarik juga gak bakal jalan Del. Punya temen satu-satunya gini amat ya.


Sesampainya di ruang dosen hanya Alula yang masuk di dalam ruang Pak Muh sedangkan Adel menunggu di depan pintu. Dia duduk di kursi yang telah di sediakan disana.


Sementara itu di koridor kampus, ada geng Zervanos yang kini ada jam kuliah.


“Yan buruan. Jalannya jangan kaya rang fashionshow kenapa ah!” geram Leo pada Brian yang melihatnya sangat lamban karena sibuk dengan ponselnya.


“Iya Yan. Jangan tebar pesona kenapa. Kasihan kita-kita ini jadi kagak kelihatan kan kalau di sebelah lo!” omel David kini yang membuat Brian menghentikan langkahnya.


“He, mau gue jalan cepet atau lambat itu juga gak mempengaruhi ketampanan gue tau. Kalau mau duluan ya sana" Brian menghadap ke Leo dan David.


Namun setelah berhenti sejenak, tak ada yang mau jalan duluan. Akhirnya mereka melanjutkan langkah menuju ke kelasnya.


Sebenarnya mereka malas untuk masuk tapi mau gimana lagi masak iya mau bolos terus. Sedangkan mereka harus mencukupi SKS semester ini.


“Oh Tuhan, Brian makin ganteng aja. Padahal baru kemarin gak ketemu deh” ucap salah satu mahasiswi yang berpapasan dengan Brian dan geng nya.


“Gantengan juga Leo” ucap mahasiswi yang lain.


“Noh, David juga gak kalah ganteng ko”


"Tapi tetap Brian gebetan gue yang paling-paling dan paling keren diantara mereka bertiga” kata Sheila yang selalu menganggap Brian sebagai pacarnya. Padahal itu hanya halunya Seila.


Terlalu menginginkan seseorang itu juga tidak bagus.


Geng Zervanos kini melewati ruang dosen, dimana masih ada Adel yang berdiri menunggu Alula kembali.


“Ehem.., mana nih temen lo itu? Pasti sedang ngumpulin tugas kan ya. Haha sukurin dapat tugas tambahan dari Pak Muh. Emang enak haha” ucap Brian dengan lantangnya.


Geng Zervanos kini melewati ruang dosen, dimana masih ada Adel yang berdiri menunggu Alula kembali.


Alula yang mendengar ucapan Brian seketika menghampirinya.


“Eh ngomong apa lo barusan. Ga berhenti-berhentinya ya gangguin gue. Ada masalah apa sih lo sama gue" ucap Alula yang sudah jengah dengan sikap Brian.


“Apaan si lo.. GeeR banget, siapa juga yang mau gangguin lo.. Huu cewek tarzan!!”


“Apa lo b*bi hutan!!” timpal Alula.


"Cewek bar-bar!!" jawab Brian.


"Cowok aneh!!" timpal Alula lagi.


Keduanya masih kekeh dengan adu mulutnya.


“Pagi Briaann...” sapanya dengan nada centil dan manja.


Namun Brian hanya melirik sekilas dan tidak ada niatan untuk menyahutinya.


Alula dan Adel yang mengetahui ada Sabrina dan antek-anteknya segera pergi meninggalkan mereka.


“Gimana kabarnya Yan.. ku dengar orang tua mu baru saja pulang dari luar negeri ya” ucap Sabrina dengan nada manja.


“Oh ya aku bawain kamu sandwich loh” ucapnya lagi.


Melihat Brian yang tak menggubrisnya membuat Sabrina ditertawakan para mahasiswa yang lewat.


Mereka semua merasa jika Sabrina itu terlalu mengejar walaupun sudah di tolak berkali-kali.


“APA LO LIHAT-LIAT GUE!!” teriakan itu terdengar sangat kesal sambil memandang satu per satu orang yang melewatinya. Brian mulai malas meladeni Sabrina.


“Udah. Ayo ke kelas” perintah Brian pada Leo dan David.


Alula dan Adel yang melihat kejadian tadi merasa heran dengan sikap Sabrina.


“Ko ada ya cewek sampe ngejar cowok seperti Brian. Orang dia jutek, dingin gitu ko di kasih hati.


Buang-buang tenaga aja” ucap Alula sambil berjalan ke arah parkiran karena sopir pribadinya telah menunggunya.


“Ya lah La. Kamu tau sendiri kalau Brian itu ganteng, tajir mlintir, di ajak ke kondangan gak malu-maluin La. Ya gak? Kalau sama kamu cocok deh, Bibit bebet bobot nya haha"


“Huu apaan sih, mikir jauh banget. Udah ah mau pulang aku, See you Del” ucap Lula nyerah denga apa yang dikatakan Adel.


Karena sampai kapanpun sahabatnya itu akan tetap membela Brian.


Akhirnya mereka berpisah di parkiran.


Apa-apaan nih, malah di jodoh-jodohin sama si b*bi hutan itu. Amit-amit paling kenceng pokoknya.


^


Berbeda dengan Geng Zervanos yang kini menuju kelas perkuliahan.


Alula dan Brian kuliah dengan jurusan yang sama namun beda kelas.


Tibalah seorang dosen yang kini mengajar.


Di tengah perkuliahan Leo dan David parahnya malah mabar, untungnya tempat duduk mereka di belakang jadi tidak ketahuan.


Sedangkan Brian? Dia tidur dengan nyamannya dibangku pojok belakang, masih mengantuk dan juga materi yang disampaikan dosen seperti menceritakan dongeng sebelum tidur untuknya.


Tiba-tiba saja ada spidol yang terbang dengan sangat cepat dan mengenai jidat David, dia meringis kesakitan.


“Aduh, siapa yang berani gangguin gue!” bentaknya tanpa menoleh ke arah depan.


Seisi ruangan menjadi hening mendengar suara itu, karena apa? karena yang melempar spidol itu adalah dosen mereka yang geram dengan tingkah kedua bocah itu, tidak pernah berubah dari semester satu hingga sekarang.


“SAYA!!” teriak Bu Muti selaku salah satu dosen mereka.


David menoleh ke arah suara tersebut dan wajahnya berubah menjadi tertawa canggung.


“he-he Bu Muti, apa kabar bu?” tanya David sambil memasukkan ponselnya ke dalam laci meja.


“KABAR BURUK!!” jawab Bu Muti sambil menatap tajam wajah David.


“Ma-af bu.. saya gak mengulanginya lagi”


“Kalau sekali lagi saya tau kamu main ponsel di jam pelajaran saya, siap-siap saja dengan nilai E yang akan saya berikan!! Berdiri sekarang dan bangunkan temenmu itu!” perintah bu Muti yang mengetahui bahwa Brian juga sedang tidur di tempatnya.


90 menit, 2 SKS tersebut telah selesai.


Para mahasiswa telah berhamburan keluar kelas, entah untuk pulang atau ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.