PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
ANAK YANG SOPAN



Setelah Lidia mendapat pesan singkat tersebut, dia seketika mencari sebuah gaun yang bisa dipakainya nanti. Tiba-tiba dia kepikiran dengan dua temannya yaitu Bagas dan Danu.


"Mereka di undang juga gak ya? ah mungkin saja tidak. Bisa saja hanya aku" ucapnya dengan mencoba gaun satu per satu dari almarinya.


Dress dengan warna Navy yang terlihat simpel dia coba, namun merasa tak cocok. Akhirnya dia lempar ke arah tempat tidur dan dia ambil lagi dress yang lain.


"Kenapa bajuku terlihat jelek semua. Masak mau beli sih? ah jangan. Aku tak punya cukup uang lagi" ucap ya dengan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dan memejamkan mata.


Dia terus berpikir keras bagaimana dia tetap terlihat cantik. Akhirnya salah satu caranya, dia harus merias wajah secantik mungkin agar Kendra melihatnya dengan penuh cinta dan gairah.


Dress warna merah yang kini menjadi pilihan, begitu seksi dipakainya. Benar-benar dia berniat melancarkan misinya.


Tiba-tiba ponsel Lidia berdering sebagai tanda adanya pesan masuk.


Bagas


Nih, gue dapat undangan dari Kendra. (Dengan menampilkan sebuah capture foto isi pesan dari Sekretaris Rey)


Nah ternyata Bagas mendapat undangan juga. Lidia sekaligus kaget, bagaimana bisa seorang mantan dari istrinya dia pinta juga untuk menghadiri acara tersebut. Begitupula pesan dari Bagas tak dia balas, alias hanya dia baca dan menampilkan centang biru.


Lidia melanjutkan lagi memilih sebuah warna make up nya nanti. Pilihannya jatuh pada warna yang cerah begitujuga warna lipstik merah menjadi andalannya.


Tiba-tiba ponselnya berdering lagi, ternyata sebuah panggilan dari Danu Hartono.


Mau apa sih, ganggu aja nih orang. Gak ngasih duwit bawaannya ngasih kerjaan terus. Gerutunya ragu untuk menerima atau menolaknya telpon dari Danu.


Terpaksa ah gue angkat, siapa tau gue dapat bonusan dari kerja keras gue kemarin.


"Lama banget ngangkat gitu aja! Orang lagi buru-buru juga. Lo dapat undangan dari Kendra gak? Kalo dap..." belum juga selesai melanjutkan bicara, Lidia telah menjawab.


"Ya dapat. Gue dateng sendiri dan disana harap kita pura-pura gak kenal. Oke" jawab Lidia.


"Dasar wanita penuh drama! acting aja terus, jadi artis kagak" jawab Danu seketika mematikan ponselnya.


Huh menyebalkan. Omongan ko pedes banget, ngalahin bonc@be level 10 deh.


__________


"Pak acaranya nanti jam berapa memangnya?" tanya Dera pada Pak Yanto yang dari tadi terus mendampinginya kemanapun dia berada.


"Nanti jam 16.00 Nyonya" jawabnya seperlunya saja.


Dera dan Mira yang kini merasa sangat lapar memutuskan untuk pergi makan disebuah resto yang berada di Mall dekat salon dia berada.


"Der, di pojokan sana aja yuk, biar nyaman aja" ucap Mira menentukan tempat.


Seorang pelayan datang untuk memberikan buku menu, setelah Dera dan Mira menentukan pilihan akhirnya sang pelayan pun pergi.


"Mir, tunggu dulu ya. Aku mau ke kamar mandi sebentar" ucap Dera yang kini merasa pengen buang air kecil. Dia merasa memang kehamilan yang semakin besar, semakin sering pula dia buang air kecil.


Dera berjalan dengan memainkan ponselnya, niat ingin mengabari sang suami, namun tiba-tiba dia menabrak bahu seseorang.


Bruakk.


"Awww" ucap Dera dengan memegangi bahunya dan. berusaha meraih ponselnya yang jauh dari jangkauan. Namun seketika seseorang tersebut yang hampir limbung langsung berdiri dan mengambilkan ponsel Dera yang terjatuh.


"Maaf, maaf kak, saya gak sengaja kak" ucap laki-laki itu dengan sopannya. Sedangkan kedua teman yang ada di belakangnya seketika menunduk sopan menghargai Dera sebagai wanita apalagi setelah dilihat perut Dera menunjukkan kehamilannya.


"Maaf kak, teman saya gak sengaja. Sekali lagi maaf ya kak" ucap salah satu temannya yang ternyata adalah Leo. Dia menggabungkan dua telapak tangannya sebagai tanda maaf.


"Iya kak, tadi saya juga bercanda dengan teman-teman saya, jadi gak lihat kalau ada kakan di belakang saya tadi. Oh ya kak, ini kartu nama saya, kalau ada apa-apa kabari saya saja kak. Saya siap ganti rugi jika ada kerusakan yang terjadi dengan ponsel Kakak", ucapnya dengan memberikan sebuah kartu nama pada Dera.


"Oh iya dek.Tenang saja. Ponsel Kakak aman ko" Dera menerima kartu nama dan membacanya "Dek Brian ya"


"Iya kak. Saya Brian. Ya sudah kak, saya permisi ya, kalau ada apa-apa kabari saya kak. Permisi" tutur Brian dengan hormat begitu juga Leo dan David yang ada di belakangnya. Mereka juga mencium tangan Dera sebagai tanda hormatnya.


Anak sekarang masih ada yang sopan ya ternyata. Siapa tau cocok nih sama Alula. Batin Dera yang menatap kepergian ketiga pria tersebut.


Dera lantas melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.


_________


"Dera kemana sih lama banget, makanan udah dateng tapi dia belum juga kembali" Mira mencari keberadaan sahabatnya itu dengan terus memandangi arah pintu kamar mandi.


Hampir 15 menit berlalu akhirnya Dera kembali.


"Maaf ya Mir, lama nunggu ya mesti. Tadi ada sedikit accident terus setelah itu aku telpon Kendra sebentar" jawab Dera dengan menarik kursinya hendak duduk.


"Owalah, syukurlah. Ku kira kenapa Der. Ya udah yok makan, laper nih hehe" Tutur Mira dengan memegang perutnya yang keroncongan.


Mereka makan dengan suasana hening, hanyut dalam makanan masing-masing.


Kring.. Kring.. Kring.


Ponsel Mir berbunyi.


Sekretaris Rey.


Mir, sedang dimana? jangan lupa nanti jam 16.00 sudah harus sampai sini ya. Tapi nanti kamu dan Nyonya Dera pisah tempat. Nyonya Dera nanti akan diberi pengawalan oleh pengamanan dan Kamu nanti ku jemput di pintu masuk"


Reply.


Mira membaca pesan tersebut dengan seksama, mencermati setiap kata yang di kirimkan Sekretaris Rey.


Mira


Baiklah Sekretaris Rey. Ini aku dan Dera sedang makan dulu, habis kami lapar sekali. Sebelum jam 16.00 kami sudah stand by disana, oke"


Sent


Mira menatap Dera dengan perasaan haru. Hatinya begitu bahagia mendapat kabar bahwa Dera benar-benar akan mendapat sebuah kejutan dari suaminya. Memang ini yang dia harapkan, mendapat kabar kebahagiaan Dera yang sudah ditunggunya.


Selamat ya Dera, hari yang kamu tunggu akhirnya lengkap sudah. Hitungan jam akan mendapat kejutan, Hitungan bulan akan menjadi ibu yang sesungguhnya.


Dera yang melihat Mira dengan mata berkaca-kaca seketika menyadarkannya dengan menjentikkan jari.


"Hey, kenapa? ko sedih gitu. Udah cantik gitu ko pake sedih sih, kenapa?cerita sini" ucap Dera.


"Gak apa-apa. Kepedesan aja Der hehe" jawabnya.


..._________...


...Cintai aku apa adanya....


...Karena dengan begitu kamu tidak akan pernah memasang sebuah ekspektasi yang sekiranya bisa mengecewakan kamu sendiri, nantinya....