
Hello guys.. yuk di like dan di comment yuk.
_____
“Nyonya, kita telah sampai di tempat tujuan” ucap Pak Yanto yang kini membukakan pintu mobilnya. Dera dan Mira segera turun dari mobil dan melangkah ke salon tersebut. Dilihat dari bangunan salon yang besar dan mewah memang bukan kaleng-kaleng, pastilah sangat mahal harganya.
“Mir, sebenarnya kita mau ada acara apa sih? Ko tumben sekali ini disuruh beli Dress dan harus ke salon juga” tanya Dera pada Mira yang juga tak tau apa-apa.
“Mana aku tau Der. Sekretaris Rey saja tidak memberitahu apapun tentang hal itu. Mungkin ada kejutan buatmu nanti hehe” ucapnya asal keluar dari mulut.
Mereka memasuki pintu salon dan di sambut oleh beberapa pegawai.
“Nona Dera ya” ucap salah satu pegawai tersebut. “Iya mbak” ucap Dera dengan penuh rasa penasaran darimana dia bisa tahu namanya, pasti dari ulah suaminya.
Emang mau ada acara apa sih mas, sampai sebegininya.
Akhirnya mereka berdua berjalan sesuai arahan dari pegawai tersebut. Ada enam pegawai yang bekerja membagi tugas, tiga untuk Dera yang mengurus rambut, kuku dan memijatnya. Begitu juga dengan Mira yang di perlakukan sama.
Hampir 2 jam mereka treatment. Akhirnya selesai.
“Nyonya, ini baju anda dan Nona Mira” ucap salah satu bodyguard yang datang membawakan dress yang telah mereka beli.
“Iya pak, terima kasih”. Mereka berdua pun yang sudah selesai dengan semua treatment akhirnya berganti pakaian.
“Duh Mir, aku lupa tadi tidak sempat pap foto ke Kendra. Tadi kan aku di minta untuk mengirimkan foto padanya” ucap Dera.
"Sudah gak apa-apa, sekarang kamu ganti baju dulu terus kirimkan ke Kendra. Itu kan bisa Der” usulan Mira yang kini membawa jalan keluar bagi permasalahannya.
“Oke deh” jawab Dera dan seketika mengambil ponselnya dan memotretkan beberapa foto untuk Kendra.
Tiba-tiba.
kringgg.. Kendra.
Sebuah nama yang terpampang di ponselnya sedang melakukan panggilan video Call.
“Hallo mas, iya. Ini Dera dan Mira sedang di salon” ucap Dera memperlihatkan wajahnya saja.
“Coba sayang perlihatkan baju mu, mana tadi katanya mau ngirim foto. Aku tunggu lama sekali gak ada ngirim” tutur Kendra.
"Ya deh iya, ini mas bajunya” jawab Dera dengan memperlihatkan dress yang dipakainya.
Mira yang melihat sang sahabat begitu bahagia kini suaminya memperlakukannya begitu baik.
"Sayang, lanjutkan dulu saja. Nanti setelah itu kesini ya. Pak Yanto sudah tau alamatnya nanti. Kamu tinggal duduk cantik aja hehe" tutur Kendra.
Mbak pegawai salon yang melihat kemesraan Kendra dan Dera begitu iri. Bagaimana tidak? bak paket komplit, sudah ganteng, berkarir, setia, kaya dan sweet pula.
"Ya Mas. Ya sudah ya.." ponsel pun tertutup.
.....................
Di Petra Corp.
"Rey, nanti tetap jalankan sesuai rencana ya. Undang Lidia, Danu dan Bagas. Aku ingin melihat reaksi dari mereka" ujar Kendra setelah telpon dengan Dera.
"Siap Pak Bos. Ada lain yang bisa saya bantu?"
"Tempatkan Mira dan Dera agak berjauhan. Biar kesannya memang surprise untuk istriku. Dan nanti Mira berjalan denganmu. Bagaimana?"
"Ya, siap. Tapi apa Pak Bos gak takut dengan adanya Danu Hartono disana? takutnya nanti dia berbuat seenaknya sendiri. Apa Pak Bos gak kawatir nantinya Danu melakukan hal yang sama seperti beberapa tahun lalu? menempakkan pistol ke arah musuhnya dengan terang-terangan" ucap Rey yang kini mengingatkan Kendra agar tidak gegabah menentukan tamu undangan.
"Tambah pengawalan pokoknya Rey, aku percayakan semuanya padamu. Soalnya nanti Black Tiger gak bisa hadir. Satu lagi, pastikan nanti Reporter menyorot kedatanganku ataupun istriku. Paham!" titahnya.
Rey yang telah mengerti maksud Kendra langsung mengeksekusi perintah Pak bosnya. Dia juga berkoordinasi dengan pihak yang bergabung menangani di lapangan. Tak lupa juga dengan Lidia, Bagas dan Danu Hartono.
Rey.
Nona Lidia, dapat undangan dari Pak Bos Kendra nanti sore jam 16.00 datang ke taman Butshcard, Bisa? Ini lokasinya.
Sent.
Sekretaris Rey juga memberi kabar Bagas. Awalnya dia ragu, karena dia takut jika Dera tak bisa fokus dengan Pak Bosnya melainkan dengan mantannya, Bagas.
"Kabari gak ya? duh, pusing. Takutnya nanti acara jadi berantakan, apalagi nanti ada Danu juga"
Sekretaris Rey sempat mondar mandir dan membuat Asisten Nisa kebingungan.
"Sekretaris Rey, ngapain sih. Melihat seperti itu aku iku pusing melihatmu" ucap Nisa dengan memegang kepalanya.
Rey yang tanpa menjawab ucapan Nisa, segera memantapkan diri untuk menuruti permintaan sang Pak Bos.
"Tuan Bagas, nanti sore jam 16.00, diminta untuk ke proyek baru Pak Bos Kendra. Di taman Butschard lokasinya dekat kantor D*R. jika bngung, Ini ada lokasi yang saya kirimkan.
____________
Di rumah Alex.
"Papa.. Mama" Alula yang kini datang dengan wajah cerianya. Orang tuanya menebak hal itu ada hubungannya dengam Brian yang mau diajak makan malam Papa Alula.
"Gimana nak? berhasil?" tanya Ayu pada sang anak bontotnya.
"Berhasil sih mah. Alula malu banget tau Pa cuma demi ngomongin permintaan Papa ke dia" tutur Alula dengan wajah cemberut.
"Kan Papa pengen kenal teman Anak Papa. Memang salahnya dimana coba?" jawab Alex pada sang anak.
"Ya gak salah sih Pa. Papa itu salah paham. Aku sama Brian itu cuma temenan pak. Gak lebih"
"Ya udah jalau begitu. Makan malam tetap berlangsung malam minggu ya" jawab Alex yang depat dua jempol dari sang istri.
"Baiklah. Alula pamit dulu ya. Ini mau ke kamar, bersihin badan. Mari Pa Ma" ucapnya dengan pamit pada sang orang tua.
"Pa, Mama tu pengen dia punya pendamping Pa. Biar ada yang menjaga keselamatannya. Toh kita gak bisa terus mengawasinya pa. Bukan begitu?" tutur Ayu pada sang suami.
__________
Apartemen Lidia.
Dia yang kini sedang memakai masker wajah. Karena beberapa hari diperhatikan, dia tak pernah melakukan perawatan sekalipun. Lama kelamaan masker tersebut mengering namun dia masih asik scroll aplikasi Instagr*m tersebut.
Tiba-tiba ponselnya berdering mengartikan ada sebuah pesan masuk.
Matanya langsung terbuka lebar-lebar membaca sebuah nama yang tertera disana.
"HA? gak salah nih? Sekretaris Rey ngirim pesan?" cepat-cepat dia buka pesan tersebut. Betapa bahagia ya mendapat ajakan dari Rey untuk menghadiri sebuah peresmian taman Butschard, yang baru jadi.
Aaaaa seneng ya. Aduh, maskerku pecah. Untung saja aku maskeran jadi kan nanti sore wajahku terlihat sangat glowing. Tunggu saja Kendra, akan ku rebut hatimu kembali agar menjadi milikku.
...__________...
...Ada masa depan dan masa lalu...
...Ada kamu yang membuatku terluka...
...Tapi selalu ada dia yang mengobati semua lara...