
Hello guys, maafkan ya, uploadnya jadi lama. Soalnya lagi banyak kegiatan yang ga bisa di tinggal. Semoga kalian tetep support author ya. Terima kasih (emot love)
Jangan lupa like, koment dan follow ya.
______
“Maaf, aku melakukan ini semua demi kebaikan kita” ujar Gerald sambil memegang kedua tangan Mira.
“Bohong!!” ujar Mira sambil menghempaskan tangan Gerald. Mira sudah bosan dengan perkataan Gerald yang selalu seperti itu di hadapannya.
“Kebaikan apanya? Kamu selalu saja berbuat seenakmu sendiri. Pernahkah kau memikirkan perasaanku selama kita bersama dulu? TIDAK PERNAH!!” ucap Mira dengan nada kecewa dan marah.
“Apa yang tidak aku ketahui sebenarnya? Katakan saja padaku juga. Biar aku juga mengerti apa maksud perkataan mu “tanya Mira langsung.
Sedangkan ada salah satu anak buah Gerald sudah membawa Mira ke taman pun merasa ada yang aneh.
“Tuan, ada yang aneh sepertinya di sini” ucap anak buah Gerald yang membawa Mira ke taman tadi.
Seseorang yang telah menyeret Mira sampai tempat itu. Gerald tampak mulai tidak tenang.
“Sialan! Dengarkan aku Mira. Jauhi lelaki yang Bernama Rey. Itu demi kebaikanmu” ucap Gerald sebelum suara tembakan terdengar dan itu membuat Mira seketika jongkok sambil menutup kedua telinganya.
“Tuan, kita telah di kepung!” teriak anak buah Gerald.
“Brengsek!” Gerald dengan berat hati meninggalkan Mira seorang diri di taman itu dan diapun segera berlari menghindari kejaran orang-orang dari Rey Aditama.
“Lingdungi Nona Mira” teriak salah seorang dari beberapa orang yang berlari mengejar Gerald dan sebagian lagi bersama dengan Mira.
“Nona anda tidak apa-apa?” tanya seorang lelaki dengan pakaian serba hitam dan sebuah senjata ada di tangannya. Mira menatap pria itu dengan tatapan yang takut.
“Tenanglah nona. Tuan Rey dalam perjalanan kemari” ucap lelaki itu yang membuat Mira bisa bernapas lega. Karena orang-orang itu adalah suruhan dari kekasihnya, Rey. Mira kira dia telah disergap oleh kelompok yang lain.
“Berhenti!” orang-orang dari Rey mampu mencegat Gerald dan juga anak buahnya yang sedang berlari.
“Sial! Gumam Gerald mengetahui bahwa mereka sedang terkepung saat itu.
Akhirnya perkelahian pun tidak dapat di elakkan. Beberapa anak buah Rey melakukan pertarungan juga melawan Gerald dan anak buahnya. Orang-orang terlatih milik Rey berjumlah tujuh orang melawan Gerald dan anak buahnya yang hanya dua orang saja.
Meskipun begitu tidak mudah bagi orang-orang Rey meringkus Gerald dan juga anak buahnya tersebut. Bela diri mereka juga kuat dan mampu menahan gerakan orang-orang tersebut.
“Tuan, arah kanan!” teriak anak buahnya memberikan kode agar Gerald lebih dulu pergi melihat sebuah mobil hitam sudah menunggu disana. Gerald mendengar hal itu segera saja menyelesaikan pertarungannya dengan tiga orang yang sedari tadi menyerangnya secara bertubi-tubi..
“Aga, cepat!!” teriak Gerald yang sudah lebih dulu bisa lolos dari serangan anak buah Rey dan sudah sampai di mobil yang menunggunya.
Anak buah Gerald itu menyelesaikan juga perlawanan dari anak buah Rey dan segera berlari ke arah mobbil tuannya yang sedang menunggu dirinya.
Dor..
Sebuah tembakan terdengar dan terdengar suara mengasuh dari Aga yang sedang berlari tiba-tiba jatuh jongkok dengan satu kakinya terduduk.
“Aga lari!” teriak Gerald melihat anak buah kesayangannya tertembak. Mobil yang membawa Gerald telah lebih dahulu pergi. Tinggal satu mobil yang membawa Aga dengan luka tembak di bahunya bergerak dengan cepat di belakang mobil Gerald.
Sekretaris Rey dan beberapa anak buahnya berusaha mengejar tetapi sudah terlambat. Mobil yang membawa kedua orang itu melaju dengan cepat.
“Kurang ajar! Mereka bisa kabur juga” ucap Sekretaris Rey dengan nada kesal. Dia memasukkan pistolnya ke dalam saku jas yang dia gunakan. Dia sebenarnya ingin menembak Gerald namun justru anak buahnya Gerald yang terkena tembakan tersebut.
“Tuan, Nona Mira menunggu anda” ujar salah satu anak buahnya. SekretarisRey menatap tujuh anak buahnya yang terluka setelah berkelahi dengan Gerald dan juga anak buahnya. Rupanya tidak mudah menangkap lelaki tersebut. Sekretaris Rey terlalu meremehkan kemampuan Gerald.
“Baiklah, lebih perketat lagi penjagaan di sekitar apartemen. Dan mulai hari ini angan biarkan Mira berjalan seorang diri. Mengerti”
“Mengerti Tuan”
Sekretaris Rey melihat beberapa anak buahnya yang terluka akibat bertarung dengan Gerald dan anak buahnya.
“Obati yang luka” perintah Sekretarsi Rey.
“Mira” panggil Sekretarsi Rey saat berada di pintu apartemennya. Dia melihat Mira sedang tertunduk di sofa ruang tamu dengan beberapa anak buahnya yang lain yang menjaganya.
“Rey” panggil Mira dnegan raut wajah yang sedih. Sekretaris Rey segera berlari kecil menuju ke arah Mira. Dia memeluk wanita itu yang tampak rapuh dan ketakutan.
Anak buahnya yang lain segera berlalu meninggalkan tempat tersebut. Mereka tidak ingin menganggu tuannya yang sedang bersama dengan kekasihnya.
“Tenanglah Mira. Aku ada disini. Kamu akan baik-bak saja” ucap Sekretarsi Rey berusaha menenangkan diri Mira.
“Maafkan aku Rey, aku hanya merepotkanmu saja” tangis Mira pun pecah di pelukan Rey.
“Iya Mir. Maaf aku tadi akhirnya menggunakaan cara kasar karena tak ada plihan lain. Aku takut kamu diapa-apain olehnya”
________
Di kampus.
Alula yang telah selesai kuliah memutuskan menuju ke kantin bersama Adel. Dengan wajah yang berbunga dan hati yang senang Alula pun keluar kelas.
“Del, ada gosip apa nih dunia per artisan ?”tanya Alula di sepanjang koridor.
“Gosip apa ya La. Oh iya nih, ada inpo hotttt. Bakal ada konsep Justin Bieber di negara kita La. Yuk nonton mau gak?” ucap Adel pada sahabatnya.
“Ah gak ah males. Mending nonton online aja” jawabnya.
“Apa mau nonton ayang beb? Rizky nazar hehe” Adel menjawaab langsung berlari dan dikejar oleh Alula.
Tiba-tiba..
Bug.
Tubuh Adel menabrak David yang tak lain adalah CS dari Brian dan Leo. Seketika Alula menghentikan langkahnya.
Duh kenapa harus ketemu dia sih, yang kemarin aja ketemu dia masih canggung apalagi harus ketemu disini lagi.
Mau tak mau Alula berusaha membantu Adel untuk berdiri. Namun uluran tangannya kalah cepat dengan tangan David.
“Ayo bangun” ucap David pada Adel. Dia yang sedang di tolong oleh salah satu anggota Zarvanos.
Ehem. “Ayo bangun” ucap David kedua kali.
Akhirnya Adel sadar dari lamunannya dan segera berdiri.
Duh ada pangeran tampan di hadapanku. Mimpi apa aku semalam, mana lagi jantung lagi loncat-loncat kali ah. Ganteng banget sih David, gak ada obat. Batin Adel dengan senyum dibalik rambutnya yang terurai.
“Udah ayo ah ke kantin” ucap Alula sembari menarik tangan Adel.
Ketika dia melewati Brian tiba-tiba dia berkata “makanannya enak. Dan kamu cantik malam itu” bisiknya pada Alula.
Bak di setrum listrik tegangan tinggi, Alula mematung di tempatnya mendengar ucapan Brian.
...________ ...
...Tak pernah menyangka,...
...hubungan dua insan yang begitu indah,...
...ternyata menyisihkan luka yang begitu perih. ...
...Bak luka yang di teteskan oleh air garam, ...
...Pedih....