
Sejak kapan Renita dekat dengan kakek Anggara? Apalagi dia sampai membawa koper di sampingnya. Lantas juga siapa yang memberi tahu bahwa di sini akan ada acara?
“Mbak” teriak Renita heboh. Dera menghela napasnya melihat penampilan keponakannya itu terlihat seperti turis kesasar dengan pakaian ala pantai dan topi besarnya.
“Kamu ko bisa kesini Re?” tanya Dera.
“Tadi kata Tante Lestari, Kak Dera akan ke rumah kakek Anggara. Jadi aku kesini aja”
Aneh, darimana dia tau rumah kakek Anggara? Sedangkan aku yang istrinya mas kendra aja baru pertama kali kesini. Tapi sepertinya kakek dan Renita sudah akrab. Batin Dera.
“Kakek boleh gak Renita berenang gratis disini?” ucap Renita membuat Dera membuka mulutnya.
“Renita” panggil Dera.
“Mbak gak boleh pelit ya.. mentang-mentang dapat suami kaya dan kakek mertua kaya, keponakan sendiri dilupakan. Kalau kakek gak ngajakin Renita kemari, mbak mana inisiatif ngajakin Reni?” ucap Renita.
Ohh, ternyata dia tau ini semua dari kakek sendiri. Mungkin saja kakek telfon papa. Mungkin saja begitu. Ah sudah lah.
“Kek, maafin kelakuan Reni ya Kek” ucap Dera menatap Anggara dengan tatapan tidak enak karena sikap adiknya itu.
“gak apa-apa nak” jawab Kakek.
“Oh ya Kendra, ajak istrimu ke kamar. Kasihan pasti lelah” ucap Anggara.
“Kakek, ayo kesini” ajak Reni pada Anggara menuju dapur.
“Kakek kesana dulu ya!” ucap Anggara tersenyum senang dan dia melangkahkan kakinya mendekati Renita.
Anggara memiliki cucu perempuan yang sangat ceria, ditambah dengan Renita yang juga tak tampak beda dengan sifat Lula.
Kendra membawa Dera menuju kamarnya dilantai atas.
“Dulu setiap hari liburan kita semua mengunjungi kakek. Aku dan Lula memang punya kamar pribadi disini” jelas Kendra. Dera memperhatikan semua foto-foto yang ada di sepanjang koridor rumah ini.
“Kalau dibagian rumah yang disebelah sana apa mas?” tanya Dera menunjuk bagian rumah sebelah kiri.
“Disana ada fasilitas olahraga dan juga musium tempt benda-benda koleksi Kakek dan mendiang nenek” jelas Kendra.
Kendra membuka sebuah pintu berdaun dua. Dari luar saja Dera bisa menebak jika kamar Kendraa sangat luas.
Mereka masuk ke dalam kamar dan terlihat sebuah ranjang berukuran besar. Terdapat gorden besar yang menutupi jendela yang teruat dari kaca hingga pemilik kamar bisa melihat pemandangan dari bali kaca yang ternyata penghubung menuju balkon.
Kendra membuka pintu kaca dan terlihatlah pemandangan kolam berenang yang ada di tengah bangunan rumah ini. “Kamarnya bersih sekali mas, pasti sering dibersihkan” ucap Dera.
“Pelayan disini sangat rajin dan mereka semua orang-orang kepercayaan kakek sejak dulu. Bahkan anak-anak mereka di sekolahkan dan diberi beasiswa hingga perguruan tinggi. Mereka sudah seperti keluarga” jelas Kendra.
Dera tersenyum, dia baru mengetahui sisi dari seorang Anggara kakek suaaminya ini. “tapi sepertinya kakek kurang menyukai ku mas” ucap Dera membuat Kendra menghela napasnya.
“Dia menyukaimu, waktu dia pernah memintamu datang kemari. Tapi mungkin karena kakek terhasut waktu itu” jelas Kendra.
“Oh ya, hari ini kita menginap disini sekalian besok dari sini kita ke rumah Mama Lestari” jelas Kendra.
“Iya mas” ucap Dera. Dia sekarang sangat bahagia karena memiliki suami yang menyayanginya.
‘Kita istirahat dulu” ajak Kendra membaringkan tubuhnya di ranjang dan kemudian menepuk ranjang di sisi kanannya aar Dera ikut berbaring disana.
Dera membaringkan tubuhnya di samping Kendra. Dia terkejut saat tangan Kendra menariknya hingga keduanya tak berjarak saat ini.
Kendra memeluknya dengan erat memberikan kenyamanan pada Dera.
“Mas, Dera ngantuk mas” ucap Dera karena saat ini maatanya mulai memberat.
“Tidurlah” ucap Kendra memejamkan matanya dan akhirnya keduanya terlelap.
Sementara itu Renita dan Anggara tampak asik berada di dapur. Anggara tersenyum melihat Renita yang begitu ceria dan juga terlihat bahagia hanya dengan hal-hal kecil.
Dia menghembuskan napasnya karena di saat nyawanya mungkin tidak aakan lama lagi dia baru sadar telah melakukan kesalahan yang besar yaitu tidak memperhatikan keluarganya.
Anggara ingat bagaimana raut wajah ketakutan Alula kecil ketika dia pulang dari kantor dan bertanya kepada pengasuh Lula apa yang Lula kerjakan hari ini. Bagaimana nilai-nilai Lula dan siapa yang bermain bersama Lula. Kebanyakan waktu yang dimiliki Lula adalah belajar dan belajar. Nilai-nilai Lulaa sangat memuaskan sama hal nya dengan Kendra.
Anggara sangat berharap kepada Lula dan Kendra saat itu agar bisa membesarkan perusahaannya kelak ketika mereka dewasa.
Itu pemikiran seorang Anggara yang dulu sangat angkuh dan sombong.
Uang menjadi tolak ukur kebahagiaannya karena itulah yang diajarkan orang tuanya. Anggara adalah seorang anak tunggal yang memiliki harta berlimpah ruah ketika dia berusia 15 tahun kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan membuat hidup dengan penuh ketakutan dan kewaspadaan. Waspada dengan para kerabat dekat yang mengincar harta keluarganya dan dia tidak ingin jatuh miskin.
“Kek, masakan Reni ini enak loh Kek” ucap Renita.
“Sini, coba kakek cicip” ucap Anggara mendekati Renita dan mencicipi makanan itu.
“Sayurannya enak Ren, andai Lula ikut pasti akan tambah ramai” tambah Angga.
“Siapa dulu dong, Renita.. hehe.. oh yak ek, tapi kenapa Kak Lula gaak ikut kesini?”
“Lula sedang ada acara makrab dengan teman kuliahnya Ren”
“Oh ya Kek. Tadi kan Renita sudah diberi tau sama Kak Dera"
Ternyata baru aku sadari betapa kejamnya sikapku padamu Lula. Selama ini aku hanya bisa menekanmu agar menuruti perintah Dariku. Maafkan kakek Lula….
Flashback On
Lula kecil tumbuh bersama kakeknya. Sedangkan Kendra tumbuh bersama orang tuanya. Kesibukan mereka yang mengharuskan Lula ikut dengan Anggara.
Kehidupan Lula kecil sangat di kekang oleh Anggara, karena dia ingin Lula bisa menjadi wanita karir dan meningkatkan hasil perusahaan.
Hanya bisnis, uang yang ada di pikiran Anggara.
Hanya untuk berteman saja, Lula pun tak berani. Pernah dimana Lula memiliki teman sekolah, namun Anggara menentangnya karena dipikirnya, itu hanya akan mengganggu Lula belajar.
Namun walau begitu, keceriaan Lula tak hilang. Dia tetap tumbuh seperti anak pada usianya. Hanya bedanya, ceria versi Lula sendiri.
Sedangkan Kendra yang tumbuh dengan kasih sayang orang tua begitu happy. Dan tidak jauh beda, Kendra juga di tuntut untuk bisa mewarisi bisnis dari orang tuanya.
Hingga di usia 15 tahun, Alula pindah tinggal Kendra yang berusia 30 tahun. Dia tinggal di rumah Kendra. Sampai Kendra menikah dengan Dera.
Ini foto mereka waktu bersama..
Gemoy syekali bukan😉
Flashback Off.
Author: hello bestie,, jangan lupa tinggalkan jejak like ataupun comment yaa.. see you di episode selanjutnya 😂
.
.
.
puji
.
.