PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
KEJUTAN UNTUK ALULA



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.


______________


“Percayalah pasti sopir yang kamu ceritakan juga selamat, dia pasti juga akan bertahan. Besok kita akan mencarinya bersama-sama. Ini sangat tidak memungkinkan jika kita mencarinya sekarang juga karena matahari hampir tenggelam. Coba lihatlah” ucap Kakek yang mencoba meyakinkan Dera.


Dengan berat hati Dera mau menerima ajakan Kakek Munir walau padahal dia juga mengkhawatirkan kondisi Pak Yanto.


_______________


POV BRIAN.


Sore setelah pulang kampus, Brian memastikan mengenai kelancaran rencana yang telah dia siapkan untuk Lula. Bukan Brian namanya kalau ga bisa membuat hati seorang perempuan luluh. Dibalik dirinya yang dingin aslinya dia adalah pria penyayang.


“Bro, sore ini gue ada rencana nih keluar sama Alula itu. Doain ya. Pastikan mobil dan siap-siap dadi kacung gue ya Bro haha” ucap Brian pada sohibnya.


Leo dan David yang mendengar ucapan Brian pun merasa heran karena jika mereka taruhan pastilah Brian ga pernah menyiapkan kejutan untuk cewek biasanya hanya mengajak untuk menonton film saja itu pun sudah membuat hati para wanita luluh.


“Yan, lo yakin bakal ngasih dia kejutan?” tanya Leo.


“Yakin lah” jawab Brian santai.


“Awas ya lo kalau buat dia baper beneran. Inget bro, di baperin sama cowok apalagi kalau dia tau kalau Lula itu cuma bahan taruhan kita, dia bakal sakit hati” tutur David memperingatkan.


“Udah lo lo pada tenang aja. Yang penting kan gue dapat mobil dan apa yang gue inginkan. Bukan begitu? Eits tunggu. Itu bukannya mobil Alula ya? coba lihat” tanya Brian yang tadinya fokus dengan bahasan mereka akhirnya dialihkan oleh mobil mewah yang terparkir tak jauh dari padangan mereka.


Tanpa menunggu jawaban dari temannya, Brian mendekati mobil Lula dan...


Tok tok tok.


“Pak, permisi”


“Iya Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya.


“Pak, ini saya Brian temannya Alula, majikan bapak. Sore ini Alula pulang bareng saya ya pak. Sampaikan ke Mamanya Alula pasti boleh karena beliau juga mengenal saya” ucap Brian.


“Tapi Tuan..” ucap sopir pribadi Lula dengan ragu. Takutnya nanti Alula di celakai oleh Brian.


“Bagaimana pak, boleh ya. Yakin Pak saya ga bakal ngapa-ngapain dia. Berangkat selamat dan pulang pun selamat” Brian sebisa mungkin memastikan kondisi Alula agar Pak Joko pun kembali ke rumah dan mengijinkan Alula pergi . Tak lama kemudian sopir pribadi Alula menelpon Mama Ayu.


Beberapa saat Brian pun menunggu. Nampak nan jauh di hadapannya Leo dan David menaikkan tangannya sebagai tanya “Bagaimana berhasilkah?” tanyanya dengan mengodekan tangannya tersebut. Brian pun memberikan kode ibu jari pada mereka.


Tak lama kemudian Pak Joko kembali menghampiri Brian.


“Tuan Muda, setelah ijin dengan Nyonya Ayu, Anda diperbolehkan untuk mengajak Nona Alula pergi, namun dengan satu syarat” ucapnya terhenti.


“Syarat apa?” tanya Brian penasaran dengan menyipitkan matanya.


“Syarat bahwa Anda tidak pernah dan tidak akan pernah membuat Nona menangis untuk ke depannya nanti” mendengar ucapan Pak Joko pun membuat Brian terdiam seketika.


Kenapa pakai ada syarat sih? Ini kan sama saja memberatkanku nantinya. Kalau aku janji sama saja aku menjerat diriku sendiri. Tapi kalau ga janji malah ga dibolehin pergi sama Mamanya. Duh berat juga ya. Aku iya in aja deh. Biar cepet beres. Batin Brian.


“Em, baik pak. Siap” ucap Brian.


Melihat mobil Alula yang telah menuju pintu keluar, Leo dan David pun mendekati Brian dan menepuk bahunya.


“Hee Bro, gimana tadi? Lo ngerencanain apa sih? Masa main di belakang kita?” tanya David pada Brian. Leo yang tak kalah penasaran pun hanya diam menunggu jawaban dari Brian.


“Ah enggak. Gue cuma ngasi dia kejutan kecil-kecilan aja ko. Tenang aja. Lagian kenapa lo ya kepo sih? Udah ikutin aja alur yang gue buat, biasanya lo juga ga terlalu kepo kayak gini” tutur Brian yang melepas rangkulan tangan David di bahunya.


“Udah ah, David kan cuma tanya aja Yan. Yok nongkrong, laper nih gue butuh cuci mata juga”ajak Leo yang berusaha mencairkan suasana.


“Gue ga bisa Le, kalian aja dulu. Tunggu sebentar gue baru nyari Alula nih, temen kelasnya udah pada keluar kalau gue lihat. Dia kemana ya?” mata Brian terus mencari dan memperhatikan satu persatu mahasiswa yang lalu Lalang dihadapannya.


Sedangkan David dan Leo hanya diam tanpa sepatah kata pun.


“Nah itu Alula udah di taman sama temennya. Ya udah gue duluan ya” ucap Brian yang lebih dulu pergi meninggalkan temannya. Langkah Brian pun menjadi pertanyaan di benak David dan Leo. Dengan seksama mereka berdua melihat gerak gerik Brian yang menghampiri Alula.


“Le, lo sadar ga sih? Itu Brian masih taruhan kan sama kita? Gue takut kalau dia tiba-tiba pake hatinya alias dia bener-bener suka sama Alula” ucap David.


“Gak mungkin dia suka sama Alula. Bukannya David itu cintanya cuma buat satu cewek aja dari dulu. cinta monyetnya sejak SMP dulu, lo tau itu kan?”jawab Leo yang masih memperhatikan Brian dan sesekali memperhatikan Alula yang begitu senang jika bertemu Brian.


Berkali-kali David mencoba menelaah apa yang dikatakan Leo. “Benar juga ya Le, ga mungkin juga kalau Brian suka sama Alula sedangkan Carrisa lebih cantik dibandingkan Alula. Bukan begitu?”celetuk David.


“Nah lo tau itu kan? Carrisa itu cantik banget apalagi di dukung sama bodynya” jawab Leo. Akhirnya setelah memperhatikan Brian yang sudah bersama Alula, mereka berdua pun pergi.


____________________


Ehem.


“Eh Brian, ko belum pulang?” tanya Alula yang seketika berdiri melihat Brian ada dihadapannya.


“Iya kan nunggu kamu”


“AKU? Kenapa emang?” (baca Episode sebelum ini ya, episode nya "Bersama Pria Lain?”)


Gue harus bisa ngajak Alula bagaimanapun caranya. Ga peduli nantinya dia nangis atau enggak yang penting gue akan ngelakuin taruhan ini dengan sangat baik. Maaf La, bukan maksud gue buat nyakitin lo nantinya. Batin Brian yang sebisa mungkin meyakinkan Alula.


Setelah dibujuk pun, Alula akhirnya setuju dengan ajakan Brian untuk pergi ke suatu tempat. Memang tidak susah baginya hanya agar cewek takluk dengan Brian apalagi dengan ketampanan dan ketajirannya.


...______________________...


...Kalau laki-laki yang kemana-mana selalu berdua masih mengkhianati...


...Yang telfon 24/7 masih menyakiti...


...Yang foto profil semua sosmednya pakai foto bareng pasangannya masih selingkuh...


...Yang melamar pun masih bermain api...


...Yang sudah dikenalkan ke orang tua pun masih genit diluar sana...


...Bahkan yang sudah menikah pun masih jaahat...


...Lalu laki-laki apa yang pantas dipercaya?...