PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
RAMBUT CURLY



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.


______________


“Ya ka, nanti ku sampaikan pada Mama. Ya udah kak, kalian hati-hati ya” ucap Alula lantas mematikan ponselnya.


Mendapat kabar yang membahagiakan membuat Alula merasa tenang dan dia pun memberitahu pada mama dan papanya atas kondisi yang sebenarnya.


Alula teringat pesan yang dikirimkan Brian dan akhirnya dia membalasnya.


Pesan yang dikirimkan Brian sepatah kata “Thankyou ya” dan Alula membacanya lagi. “Ha? Cuma thankyou? Kirain apa tadi, panjang lebar gitu. E Taunya seuprit gini. Dasar cool boy” batinnya setelah mengetahui pesan dari Brian yang hanya sepatah kata.


Akhirnya sebuah jawaban singkatpun dikirimkan "Okhee" jawabnya. Rasain lo Brian, gue bales singkat juga lah, ngapain panjang-panjang. Lo aja ngechat kayak ga niat gitu. Batinnya.


Setelah dirasa cukup akhirnya dia bergegas ke kamar mandi karena ada kuliah siang hari ini. Satu persatu buku diambilnya dari meja belajar dan dimasukkan kedalam tas.


Setelahnya dia dengan cepat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan meringankan sakit kepalanya yang akhir-akhir ini membuatnya pusing.


45 menit berlalu, akhirnya Alula telah keluar dari kamar mandi.


Sebuah hairdryer diambil dari laci nakasnya untuk mengeringkan rambut. Tak butuh waktu lama karena memang kualitasnya yang sangat canggih dan dengan kecepatan tinggi, rambutpun mulai mengering.


Alula mengambil beberapa baju untuk outfitnya hari ini, hingga jatuh pada atasan rajut turtle neck warna bata dan bawahan celana jeans. Memang kampusnya tidak melarang mahasiswanya akan mengenakan pakaian apa, yang penting sopan. Dan outfit yang dikenakan hari ini juga sedikit berbeda dari biasanya yang hanya memakai kemeja ataupun kaos.


Berharap dilirik Brian? Ah rasanya tidak. Karena memang ingin tampil beda saja dari biasanya. Batinnya sembari mencatok rambutnya agar curly.


Sadar atau tidak, tampilan Alula sedikit berbeda. Dia tak menyadari karena memang itu adalah hal biasa baginya ketika bersama keluarga.


Perjalanan pagi itu sengaja dia berangkat ke kampus sendiri tanpa seorang pengawal satupun.


40 menit berlalu setelah menerobos setiap kemacetan yang ada di ibukota.


"Hei lihat itu, Alula bukan sih?"


"Bro, bidadari turun bro"


"Cicuittt"


"Cantik"


Beberapa ucapan yang keluar dari para buaya yang ada di kampus. Namun sayangnya Alula hanya menganggap tersebut adalah hal biasa karena memang dia tak ingin menarik perhatian para lelaki apalagi sampai tebar pesona.


Alula berjalan menuju kelasnya. Tepat dia melewati kelas Brian and the genk. Dia pun menjadi pusat perhatian.


"Yan, itu kan Lula. Lo apain dia sampe berubah jadi feminim gitu" ucap Leo menepuk bahu Brian yang masih fokus pada Alula.


"Inget Yan, inget. Lo masih punya cinta masa lalu lo kan. Dan lo ga mungkin beneran suka sama Lula kan?" tutur David mengingatkan Brian.


"Ya terserah gue lah, mau suka sama dia atau enggak apa urusan lo?! dia juga jomblo, gue juga. Kenapa? lo suka sama dia?" ketus Brian menanggapi ucapan David.


Taruhan yang awalnya tanpa melibatkan perasaan sedikitpun kini berubah menjadi sedikit terbawa suasana.


"Kalau lo sama Lula, terus cinta monyet lo gimana? ga mungkin lo menjalin hubungan dengan dua wanita kan?" David.


Sayangnya ucapan David tak direspon oleh Brian. Dia justru berlari mendekati Alula yang menuju kelas perkuliahan.


__________________


Rumah Sakit


Disepanjang jalan pun, genggaman tangan Kendra dan Dera tak pernah terlepas sedikitpun. Kendra trauma jika nanti istrinya dilukai oleh sesorang dan dia tak bisa menjaganya.


Kendra dan Dera menuju poli kandungan, sedangkan Novan dan Sekretaris Rey menuju ke IGD.


"Bagaimana Dok? bagaimana dengan kandungan istri saya? apa baby nya sehat? ga ada yang mengkhawatirkan kan Dok?" tanya Kendra ketika dokter melakukan pemeriksaan USG pada perut Dera yang semakin membesar.


"Sebentar ya Pak, saya cek keseluruhan dulu" ucapnya.


Belum juga selesai,


"Tapi istri saya tangguh ko Dok. Tapi semoga saja gapapa ya Dok" tutur Kendra.


Setelah pemeriksaan selesai, Dera telah kembali duduk di tempat duduk yang telah disediakan.


"Pak, Bu, ini hasil pemeriksaannya ada sedikit mengkhawatirkan karena asupan makanan yang berasal dari placenta tidak sesuai dengan semestinya dan ini juga karena telah mendekati hari persalinan Pak. Untuk asupan hewaninya harus tercukupi karena nanti juga untuk perkembangan si bayi" ucap dokter memperjelas.


"Baiklah dok, nanti setelah ini saya akan mempersiapkan segala asupan untuk istri saya. Tapi babynya aman kan dok?"


"Aman pak. Tenang saja. Posisi kepalanya juga sudah berada di bawah, tidak sungsang" jawab Dokter.


Setelah dirasa cukup, akhirnya mereka meninggalkan dokter dan menuju ke IGD bertemu dengan Sekretaris Rey dan Novan. Mereka mengecek keadaan Pak Yanto.


Setelah dokter keluar, beliau menunjukkan hasil pemeriksaan dimana Pak Yanto hanya menunggu masa pemulihan saja. Yang tadinya sempat tak sadarkan diri, akhirnya mampu berjuang.


Mau tak mau, untuk sementara ini Pak Yanto berhenti dulu dari kerjaannya sebagai sopir pribadi Kendra.


__________________


Rumah Dera Ananda


"Nak, gimana kakakmu ada ngasi kabar gak? coba telpon lagi gih, siapa tau udah ada signal" ucap bunda Dera pada Dinda.


"Ya bunda. Semoga saja ya ada kabar baik tentang kak Dera" jawabnya.


Akhirnya setelah menghubungi Novan beberapa kali, telponpun diangkat olehnya.


Novan menjelaskan bahwa kondisi Dera dalam keadaan baik, begitupun dengan bayinya. Sedangkan dia kini belum bisa pulang karena ingin mengurus kejadian kecelakaan yang menimpa kakaknya.


Mendengar penjelasan dari Novan, Dinda pun menceritakan pada Lestari, Bunda Dinda.


Hati ibu mana yang tidak tenang jika mengetahui sang anak sedang berada dimasa sulit. Dan begitupun sebaliknya.


Ingin rasanya Lestari menjenguk sang anak, namun dia belum bisa meninggalkan Fallery Bakery yang kini sedang memiliki banyak pesanan. Mungkin nanti ketika toko sudah kembali sepi dan pesanan sudah hampir selesai, dia pasti akan menjenguk Dera.


Lestari juga sebenarnya sedih, kenapa akhir-akhir ini selalu ada masalah yang menimpanya. Kemarin suaminya meninggal, lalu ini anaknya juga mengalami kecelakaan.


Apakah ini sengaja? ataukah memang ini adanya?


..._________________...


...Ada fase dimana kamu lelah dengan semuanya, memilih mengalah dan tak meminta siapapun untuk memahami keadaanmu....


...Membiarkan kehidupanmu berjalan dengan sendirinya, tanpa banyak bicara, tanpa banyak kata....


...Hanya tindakan yang akan membuat setiap orang yang melihatmu berpikir bahwa kamu "Bahagia dan baik-baik saja"...


...Hingga akhirnya kamu mengerti bahwa itu adalah cara Allah mengingatkanmu bahwa hidup adalah tentang hati yang ikhlas...