PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #19



Akhirnya makan pun selesai, Dera segera membersihkan piring yang kotor.


Kendra dan Dera bekerjasama dalam membersihkan piring. Dera yang mencuci, Kendra yang meletakkan ke rak penyimpanan.


Ada satu yang tertinggal yaitu gelas milik Kendra.


"itu mas, gelas nya masih tertinggal" ucap Dera seraya menunjuk gelas Ken


Segera Dera melangkah menuju meja dan mencucinya.


Di samping meja tiba-tiba Dera hampir terpeleset..


“MASSS” teriak Dera memanggil kendra


Seketika Kendra datang dan mengkap tubuh Dera. Dan itu kedua kali jantungnya berdetak lebih cepat ketika Ken berdekatan dengan perempuan.


Kendra pun berusaha menengkan dirinya. Dan ada sesuatu yang tidak beres. Tiba-tiba sang junior pun ikut bereaksi. Ia pun berusaha menekan perasaan aneh.


Mata mereka bertemu dan perasaan Dera tak karuan.


Ya, mereka telah jatuh cinta tanpa di sadari.


Segera Kendra membangungkan Dera dan dilanjutkan mencuci piring.


"makanya kalau apa-apa itu hati-hati, jangan ceroboh" tutur Ken pada Dera yang mencuci gelasnya


"namanya juga gak sengaja mas" jawabnya


Setelah semua selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing.


…………………………….


Diksotik Dragonfly


Lidia yang mengetahui bahwa hari ini adalah hari pernikahan Kendra dan Dera hanya bisa pasrah. Pasalnya laki-laki yang dia cintai menikah dengan perempuan lain. Mau tak mau dia harus merelakan Kendra.


"Bagaimana bisa aku kehilangan Kendra!!. dulu aku kehilangan seseorang yang ku cintai dan merelakan diriku untuk menjadi selingkuhannya. Sekarang aku harus merelakan kekasihku menikah dengan wanita yang sama!!" ucap Lidia dengan kesal


"Tunggu aja Dera Ananda. Sampai nanti waktunya tiba, akan ku balas kau!!" Lidia membabi buta bahwa pikirnya Dera lah yang merebut laki-laki yang dia cintai.


"Daripada pusing. Mending ke diskotik melepassskan semua penattl hahaha" tawanya yang menggelegar dan mendominasi apartemennya.


Tibanya Lidia di diskotik.


“mas, isi dengan alcohol yang berkadar tinggi ya” pinta Lidia


"yakin mbak? apa gak mau yang alcohol rendah dulu?" jawab pelayan


"kamu meremehkan ku. Cepat sini, tuang" bentak Lidia dengan menyodorkan gelas kecilnya


“baik mbak” sang pelayan pun menuang kan alcohol ke gelas Lidia.


Seteguk demi seteguk telah habis. Beberapa kali Lidia meminta ulang gelas yang harus diisi karena dengan cara ini dia bisa melepaskan beban pikirannya.


"tega kamu Ken. Kamu gak mau memperjuangkan hubungan kita. Jangan salahkan aku jika aku merusak hubunganmu dan istrimu itu hahaha" ucap Lidia dalam kondisi mabuk.


Tanpa sepengetahuan Lidia ada laki-laki yang memperhatikan tingkahnya, Bagas. Mantan dari Dera dan juga mantan kekasihnya sebelum bersama Ken.


Bagas yang sedang kalut dengan perjodohan yang dijalani juga merasa sangat jenuh. Dia menghabiskan waktu di diskotik yang sama dengan Lidia.


Di perhatikan wanita cantik yang ada di pojokan.


"Sepertinya aku kenal wanita itu, Lidia" ucap Bagas sembari mendekati Lidia.


“hai Lidia cantik, masih ingat aku? tumben minumnya ko banyak banget. Perlu aku temenin?” goda Bagas sebagai laki-laki sebagai napsunya muncul karena pakaian minim Lidia yang memperlihatkan hampir setengah payud***nya.


"Bagas kan ya. Ngapain kamu kesini" jawabnya dengan meraba wajah Bagas.


"sini, temenin aku. Aku sedang patah hati Gas. Kendra hari ini nikah sama wanita sialan itu. Dera, mantan kekasihmu" tuturnya pada Bagas


Bagas tak memberikan respon apapun, selain mendengarkan ucapan mantannya itu.


Diperhatikannya lagi pakaian Lidia dari atas hingga bawah dan nafsunya pun bergejolak.


Bagas yang hanya menunggu Lidia hingga hampir tak sadarkan diri karena dia akan melakukan hal yang biasa mereka lakukan selama berselingkuh di belakang Dera.


Sampai akhirnya tiba...


Lidia lemah dan tak berdaya.


"Tolong bawa dia ke kamar biasa" ucapnya ke salah satu pegawai


"Baik pak, dilantai 2 ya pak" jawabnya


Bagas yang berjalan di belakang pegawai dan melangkah dengan sempoyongan.


Setibanya dikamar, segera pegawai diskotik itu pergi dan hanya tinggal Bagas dan Lidia.


"uh Lidia, sudah lama kita tak berdua seperti ini. Tolong puaskan aku malam ini ya sayang" ucap Bagas sebelum melakukan hal bejatnya


Bagas yang setengah sadar dan lidia yang sangat lemah.


Akhirnya mereka melakukan hubungan intim dibawah kesadaran mereka.


Dibukanya satu persatu pakaian Lidia, mulai dari atas hingga bawah.


Lidia hanya mampu pasrah.


Bagas segera mengambil pengaman dari tas kecilnya agar tak menanam benih di rahim mantannya itu.


Ronde pertama di lakukan namun masih belum terpuaskan. Lidia hanya mampu menikmati setiap detiknya Bersama Bagas.


“Bagas” ucap Lidia sembari membelai pipi Bagas dan mendekapnya dipelukan yang tanpa sehelai kainpun itu.


“Iya Lidia cantik, apakah kamu puas denganku?” Bagas menjawab Lidia sembari mengecup setiap inci bibir, leher dan sampai bawah.


“Kenapa kamu menjauh dariku gas, aku sungguh mencintaimu. Tak ada laki-laki yang bisa menggantikanmu dihatiku. Ken hanya alatku saja untuk menghancurkan keluarga Alexander” ucap Lidia lirih di telinga Bagas.


Bagas masih aktif dengan tubuh Lidia. Jarinya meraba kemanapun dia mau. Bibirnya mencium appaun yang dia pengen. Dilumatnya bibir Lidia dan dilakukannya Ronde kedua.


Sedikitpun Lidia tak memberontak.


Telah banyak kond*m berserakan di bawah ranjang dan Lidia pun yang sudah lelah dan tertidur.


Bagas yang hanya ingin memuaskan nafsunya segera memakai baju dan meninggalkan Lidia.


Selembar kertas di nakas kamarnya:


Terima kasih untuk malam ini Lidia. Jika perlu aku hubungi 082382738**


Salam: Bagas


Sampai pada pagi hari, jam sudah menunjukkan pukul 08.00


Lidia terbangun dengan kondisi tak berbusana sekalipun.


“Astaga, kenapa aku ada di sini? Kemana baju ku? Aishhhh siapa yang telah bermalam denganku tadi malam” sebisa mungkin dia mencoba mengingat


“Bagas??? Dia bersamaku tadi malam? Kami bercumbu hingga aku ketiduran” ucap Lidia sembari melihat pakaian yang berserakan di bawah dan juga Kond*m


“Gas, kamu ko tega sih sama aku. Aku sayang sama kamu. Tapi kamu nikah sama yang lain. Apa kamu lupa sama janji kita gas?” ucap Lidia lirih


Lidia berusaha untuk bangun, namun kepalanya masih pusing. Dengan tertatih dia berdiri dan mengenakan pakaian, satu persatu. Ditemukan selembar kertas dan dibacanya.


Sebelum dia pergi, di cek ponsel hitam dengan logo apel itu, ada beberapa panggilan tak terjawab.


Kendra


Panggilan tak terjawab (3x)


“aku harus segera pulang dan menemui Kendra” Lidia berusaha berjalan walaupun area V nya masih sakit dan badannya terasa remuk


.


.


.


Aku mungkin mulai mencintaimu, tapi aku sadar, ada kekasihku yang tidak mungkin ku tinggal karena perasaan ini – Kendra Alexander


.


.


.’puji’


Jangan lupa vote ya teman-teman ♥️♥️