PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #58



Dera kembali ke dapur membuatkan sarapan untuk Mira.


Sementara Mira membalas sebuah pesan yang dikirim oleh Sekretaris Rey. Dia menanyakan kondisi dirinya.


Mira menepuk kepalanya sendiri.


Dia merasa dirinya begitu bodoh. Setelah mengingat apa yang pernah dia katakana kepada Sekretaris Rey hari itu.


“Kenapa kamu bermain api seperti ini. Hah!”


Dera melihat temannya mencak-mencak sendiri menjadi bingung dengan apa yang sedang terjadi.


“Kamu ini kenapa? Aneh sekali” ucap Dera dengan bingungnya.


“Ah.. tidak apa, aku lapar, mana nasi gorengnya Der" Mira merebut nasi goreng yang dibawa oleh Dera.


Dan dengan lahap dia memakan nasi goreng tersebut.


Nasi goreng buatan Dera adalah yang terbaik. Apapun yang diolah Dera selalu enak.


Dulu sewaktu tinggal bersama di Kos, semester awal.


Sebelum mereka berpisah Ketika semester 5 memutuskan untuk tidak nge kos lagi, karena kuliah pun semakin jarang dan jumlah SKS sng ditempuh semakin sedikit.


Dera hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya tersebut.


“Bagas sudah kembali ke Amerika, mengikuti orang tua dan istrinya” tutur Mira di tengah makan nya.


“O ya, secepat itu?” Dera tampak tidak percaya.


Bukankah dia akan tinggal agak lama di Indonesia.


“Dia mungkin patah hati saat melihat Kendra mengumumkan hubungan kalian dalam jumpa Pers kemarin” celoteh Mira.


“Birlah, aku tidak mau membuat sebuah hubungan terselubung. Lagian dari awal juga dia tahu kalau aku adalah istri Kendra. Aku juga tidak mau memberi dia harapan lagi. Dia sudah punya istri Mir, kamu tau itu kan? Kalau mengingat hubunganku dan dia yang tak mendapat restu dari orang tuanya terkadang membuatku sakit hati.Tapi tak apa, hadirnya Kendra mengobati seluruh luka" jawab Dera dengan mata berkaca-kaca mengingat kisah hidupnya.


“Utu utu utu,, kamu mengagumkan sekali Cantik. Semangat yok, keluarga baru mu sungguh sangat berarti kini”


“Hadeh,, ya Mir. makasih ya.. sana gih makan yang banyak biar cepat sehat”


“Jangan gitu Der, Kamu memang sudah benar-benar matang dalam pemikiran sekarang. Aku ini memujimu 1.000 kali rasanya haha”


“Huu apaan sih Mir"


Hening.


"Tapi aku juga merasa tak enak. Aku takut telah menyinggung perasaannya waktu itu. Mungkin kalau bertemu kembali aku akan meminta maaf”


“Ya, benar juga sih. Eh tapi gak usah minta maaf deh daripada Kendra nanti cemburu. Gimana coba?"


"Oh ya ya" Dera menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.


………………….


Petra Corp


Sekretaris Rey langsung terburu-buru masuk ke ruangan kerja saat menerima telepon dari kediaman Tuan Besar, Alexander.


Ada berita yang sangat penting dan tidak boleh sampai terlambat menyampaikannya kepada Kendra Alexander.


“Pak Bos, gawat”


Kendra menoleh seketika mendengar nada khawatir dari Sekretaris Rey


“Ada apa?”


“Danu Hartono sekarang ada di rumah Tuan Besar, Alexander. Dia ingin menemui Tuan Besar”


“Berangkat sekarang! Hubungi Bang Jhon” ucap Kendra dengan tatapan tajamnya.


Kamu sudah berani muncul sekarang, Danu! Aku tidak akan membiarkanmu bila kamu berani membuat luka orang-orang yang ku cintai.


Kediaman Keluarga Alexander.


“Tuan, maaf kami sudah diperintahkan oleh Pak Bos Kendra agar anda tidak menemuinya. Ini Nyonya Ayu dan Nona Alula sudah kami bawa pergi sebelum terjadi apa-apa” salah seorang kepala bodyguard melarang Alex untuk menemui Danu Hartono.


“Biarkan aku menemuinya. Aku ingin tahu apa yang dia inginkan” Alex yang berada di sofa ditahan oleh salah satu bodyguard yang ditugaskan Kendra untuk menjaga papanya tersebut.


“Maaf Tuan Besar, tapi kami diperintahkan Pak Bos Kendra”


Dor!


Suara tembakan terdengar di lantai satu.


Pemimpin itu tahu bahwa sesuatu telah terjadi dengan anak buahnya.


“Lindungi Tuan Besar!” semua siaga dengan pistol miliknya.


Sembilan orang pengawalan yang sudah terlatih itu mengelilingi Alex untuk melindunginya.


Langkah suara kaki prang semakin mendekati ruangan miliki Alex.


Mereka membuka pintu ruangan itu


Sembilan bodyguard membuat lingkaran menutupi tubuh Alex.


Dengan pistol yang siap untuk ditembakkan yang dimiliki setiap orang.


“Jangan sampai Tuan Besar cidera, atau nyawa kita menjadi taruhannya” ucap sang pimpinan.


“Oh,, sungguh penjagaan yang begitu ketat, bukan begitu paman” sapa Danu dengan beberapa pengawalnya.


Mereka juga membawa senjata api sehingga pengawal Alex begitu berhati-hati.


“Apa mau mu, nak?” tanya Alex dengan tenang.


“Aku ingin keadilan atas diriku. Aku tidak seharusnya hidup terbuang. Kenapa paman begitu kejam padaku?”


“Kamu salah nak. Paman tidak pernah membuatmu hidup terbuang. Paman tidak pernah membuatmu menderita, nak” ucap Alex dengan bersungguh-sungguh.


Danu tertawa kencang mendengar apa yang dikatakan pamannya itu.


“Oh ya. Lalu kenapa aku bisa menjadi gelandangan di sana! Kenapa! Bahkan ketika kau kembalikan ku pada ibu ku, kau tau apa yang terjadi? Hidup kami hancur!! Untuk makan sajapun harus ku tahan beberapa hari. Dan kau tau satu hal yang membuatku membenci mu Paman Alex?! Ibu ku meninggal karena menahan lapar. Karena setiap ada makanan yang di dapat pasti diberikan kepadaku. Dan ibu ku meninggal tepat di hadapan mataku. Paman bisa bayangkan itu!!!”


Danu menatap Alex yang tampak tercengang mendengar cerita yang dia katakan.


“hahaha.. aku lupa paman disini hidup mewah dan menikmati harta dari dua keluarga. Bukan begitu paman!”


“Bagaimana mungkin paman bisa merasakan penderitaan ku dan juga ibuku” lanjut Danu dengan tatapan mencemooh nya melihat Alex yang masih terkejut dengan pernyataannya.


“Paman, istri Anda dan saudaraku, Kendra dan Alula hidup dengan kemewahan disini. Ini tidak adil! Aku tidak terima!” teriak Danu sambil mengacungkan senjata apinya ke arah Alex.


Tembakan bertubi-tubi di lancarkan oleh Danu dan juga beberapa anak buahnya. Pengawal Alex pun berjatuhan terkena tembakan. Mereka bergelimpangan dengan beberapa luka tembak di tubuhnya.


Alex hanya terdiam melihat anak buahnya terjatuh dalam kondisi tidak bernyawa lagi.


Alex menahan dirinya. Tidak ada yang bisa di lakukan sedangkan dirinya berada di posisi yang sangat terancam.


Dor!


Itu adalah tembakan terakhir yang melukai kepala pengawalnya dari Alex.


“Maaf, Tuan Besar..' ucapnya sebelum meregang nyawa.


Alex menarik napas panjang melihat orang kepercayaannya selama ini meregang nyawa di hadapannya.


Dia melihat Danu yang tertawa puas dengan apa yang sedang dilakukannya.


Anak buah kepercayaan Alex telah bergelimpangan dengan berlumuruan darah.


“Ucapkan selamat tinggal, pamanku tercinta” Danu menodongkan pistolnya. Kali ini Alex tidak bisa mengelak.


Sepertinya ajalkan akan tiba.


Maafkan papa Kendra, Alula, Mama.


Papa tidak bisa memberikan kebahagiaan kepada kalian.


Hanya meninggalkan masalah ini kepada kalian.


.


.


.


puji


.


.


Penasaran gak nih sama cerita selanjutnya..


sabar ya, update tiap hari tentunya ♥️😉