
Hello guys, Selamat membaca kisah dari Dera dan Kendra ya. Jangan lupa baca yang novel HELLO DOSEN KUTUBKU juga ya. Tak kalah serunya deh. Hehe.
_________
"Mana? Kendra malah pergi dengan wanita itu. Tapi itu siapa tadi? ko disuapi Kendra sih. Aku saja tak pernah" gerutu Cait yang tengah menikmati dessert yang ada di meja hidangan.
Lidia yang melihat Cait yang sendirian pun akhirnya mendekat. Dengan wajah yang telah di setting sebahagia mungkin.
"Hey ko disini? Kendra kemana?", tanya Lidia yang membuyarkan lamunan Cait.
"i don't no. Dia tadi pergi dengan seorang wanita saat aku mendekatinya. Kenapa ya kira,?"
"But, siapa perempuan itu?" tanya Cait penasaran.
Lidia yang sudah mempersiapkan jawaban yang tepatpun akhirnya menjawab.
"Ah ga usah kamu pikir dia siapa. Yang penting kamu usaha sekuat tenaga dulu untuk mendapatkan Kendra. Kan ini aku dan Bagas juga sedang membantumu bukan?" jawab Lidia.
"Oke, semangat berjuang untuk Kendra", ucap Cait dengan mengepalkan tangannya ke atas dan diikuti oleh Lidia.
Dasar wanita lola alias loading lama. Dia itu istri Kendra, masa kamu gak tau. Katanya cinta, tapi gak update tentang dia. Ah parah. Oh ya ko bisa ya, Kendra dulu selingkuh dari ku, e tau nya malah dapat kamu. Haha, bodoh juga tu orang masalah cinta.
Tiba-tiba datang Danu dan Seva yang menghampiri Lidia dan Cait.
"Hay, Seva" istri dari Danu tersebut memperkenalkan diri pada Lidia. Dengan senyum manis yang terukir, dan dengan ramahnya Lidia pun menjawab dengan baik.
"Hallo Seva. Selamat ya, akhirnya kamu dan Danu udah halalan toyiban. Alias udah halal hehe", ucap Lidia.
"Oh ya, ini kenalkan Cait. Temanku, sengaja aku ajak kesini Sev soalnya dia baru datang dari luar negeri daripada dirumah sendiri hehe", ujar Lidia mencari alasan. Cait pun menyalami tangan Seva dan membalas senyumannya.
"Halo Seva, i'm Cait, Caitlin", jawabnya.
Bagas yang baru kembali dari kamar mandi pun menyalami pengantin baru tersebut.
"Halo saya Bagas. Salam kenal" Ucap Bagas sembari memajukan tangannya sebagai tanda bersalaman. Namun Danu seketika menghentikan tangan Seva yang ingin menyambut uluran tangan Bagas
"Tidak usah sayang. Aku saja yang mewakilkan" tutur Danu seketika tangannya berjabatan dengan Bagas.
"Oh ya sayang, bisakah kamu kembali dulu kesana? aku pengen ngobrol sama mereka" Danu meminta Seva untuk kembali sedangkan dia bicara dengan Lidia dan Bagas. Sedangkan Cait sedang mengangkat telpon dari rekannya.
"Rencana yang tadi bagaimana? gagal apa berhasil?" tanya Danu mengenai rencana yang telah disusun.
"Setengah berhasil sih. Tapi tadi Kendra menghindari gitu, mungkin dia ga mau kalau Dera tau masalah masa lalunya ini" jawab Lidia.
_____________
Di mobil Alexander.
"Nak, tadi kenapa Kendra ko kakakmu itu pulang duluan?" tanya Ayu pada anaknya yang sedang asik dengan ponselnya.
"Gak tau Ma. Tapi tadi pas Alula telpon Kak Ken katanya Kak Dera sedang ngambek. Gak tau lagi tu Ma, dia buat kesalahan apa lagi" jawab Alula gamblang.
"Biarkan saja. Anak itu hanya akan nurut sama Dera. Semoga saja tidak ada gangguan lagi dari pihak luar ya Ma. Biar keluarganya adem tentram".jawab Alex menengahi.
Mereka memang lebih suka Kendra yang luluh dengan Dera dibandingkan Kendra yang tempramental dan berdarah dingin itu.
____________
Hampir 30 menit mobil yang dikendarai Kendra telah berputar-putar mencari keberadaan penjual cilor.
Apa? libur massal? Gak mungkin, ini soalnya hari minggu. Hari yang pasti lebih ramai dibandingkan hari biasanya bukan?
"Aku pengen cari terus pokok sampai dapat.Ya dekbay", jawab Dera dengan memegangi perutnya.
"Nah nah itu bukan? C.I.L.O.R" Kendra membaca sebuah nama yang ada di gerobak penjual. Akhirnya yang dicaripun ketemu. Mobil mengambil arah pinggir dan Kendra turun untuk membeli cilor. Berhubung cuacanya panas, diapun menunggu di dalam mobil.
"Udah ketemu yang. Hem seneng gak sayang" tutur Kendra pada istrinya yang tak sabar menunggu ciloknya jadi.
Beberapa saat setelah Kendra turun, akhirnya dia kembali ke penjual untuk mengambil pesanannya. Sebuah cilok 1 porsi ini pun di pegangnya.
"Kenapa cuma beli 1 porsi? buat Mas Ken mana?" pandangan Dera tertuju pada sebuah plastik yang di bawa suaminya
"Kamu saja yang. Aku sudah kenyang. Udah ini makan dulu. Kita lanjut pulang ya", pinta Kendra yang dijawab oleh anggukan kepala Dera.
_____________
Di tempat lain.
Mira sedang tidak ada kegiatan sama sekali dan di apartemen Sekretaris Rey dia pun hanya rebahan.
Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke toko kue milik keluarga Dera, Fallery Bakery.
Mengingat kejadian semalam dia begitu senang karena setelah obrolannya dengan Sekretaris Rey yang akan meminangnya dalam waktu dekat. Itu artinya dia juga akan meminta restu orang tua dan melepas masa lajangnya.
“Ah aku akan membeli beberapa dessert saja karena Rey suka sekali dessert apalagi rasa Latte” gumam Mira saaat melewati rak dessert dengan berbagai rasa. Lagi pula Rey dan Mira adalah pelanggan setia di kedai tersebut dan memiliki kartu pelanggan khusus yang diberikan oleh pemilik toko kue. Ya, Dera memberikan diskon 10% untuk mereka berdua setiap kali membeli kue di toko kue milik keluarganya. Begitulah Dera kepada orang-orang yang dia sayangi.
“Kurasa ini sudah cukup memenuhi kulkas di dapur” ucap Mira kemudian dia melanjutkan langkah menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya tersebut.
Mira menenteng dua kresek belanjaan sambil keluar dari Fallery Bakery. Mira menunggu taksi untuk menuju ke apartemen Sekretaris rey. Selama berada di sana dia merasa ada yang mengikuti langkahnya. Tak berapa lama kemudian ada taksi yang menghampirinya dan dia segera masuk.
20 menit berlalu.
Taksi yang di tumpangi Mira pun sampai di depan gedung apartemen Rey.
Mira mempercepat langkahnya. Dia pun berusaha berlari agar tidak sampai tertangkap oleh oraang tersebut. Namun, Mira kalah cepat dari orang yang mengikutinya.
Dia justru tertangkap dan belanjaan yang dibawanya pun jatuh. Orang tersebut menangkap Mira sambil mendekap mulut Mira sehingga dia tidak sempat berteriak meminta bantuan karena Mira tahu, kekasihnya telah menempatkan beberapa anak buahnya di sekitar apartemennya.
Semoga saja ada yang mengetahui kalau dirinya sedang diculik.
Rey , kamu dimana? Aku membutuhkanmu, teriak Mira dalam hati.
...__________...
...Antara maju atau mundur, saya tidak tau....
...Ketika saya mencoba untuk maju,...
...Kabar tentangmu menjelaskanku untuk mundur....
...Ditarik ulur oleh kenyataan....
...Dan di dorong mundur oleh keterpaksaan....
...Saya merasa tidak pantas,...
...Anehnya masih saja tetap berbisik dengan langit untuk bisa bersama dengamu....