PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
USAHA MENEMUKAN



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.


______________


Di rumah Alexander.


Alexander dan Ayu sangat khawatir akan terjadi sesuatu dengan menantunya karena Dera yang sedang hamil ditambah pula pernah ada orang yang mengintai keluarga Kendra, anaknya.


“Pah pokoknya ini jangan sampai bocor di publik, bisa-bisa nanti ada musuh kita dengar malah membuat mereka senang” ucap Ayu pada Alex yang sibuk dengan ponselnya.


“Iya Mah, Papa juga baru nyari bantuan. Kabarnya Kendra pulang dan menghentikan pencarian. Kemungkinan besok Papa akan ikut mencari dimana menantu kita. Mama dan Alula dirumah aja ya” ucap Alexander pada sang istri dan anaknya.


Alula yang tadi sore masih begitu bahagia karena telah kencan dengan Brian, sekarang harus merasa bingung dan terpuruk. Ingin rasanya dia melakukan sesuatu untuk kakak iparnya namun hal tersebut tidak diperbolehkan oleh Papanya. Sama dengan halnya sang Mama yang hanya bisa berdoa berharap sang menantu ditemukan.


________________


“Pah, udah denger kabar belum? Mobil Dera kecelakaan Pah” ucap Danu pada sang Papa angkatnya. Berharap respon sang papa akan kaget, nyatanya Ganang Hartono justru biasa saja. Beliau telah menduga bahwa hal ini memang akan terjadi. Karena inilah rencana yang disusunnya.


“Oh ya” jawab Ganang.


“Papa berhasil Pa, haha. Akhirnya.. dan sebentar lagi Kendra pasti akan terpuruk dan tidak akan fokus dengan perusahaan. Sebentar lagi pasti Danu akan menguasai saham Petra Corp Pa haha” ucap Danu panjang lebar dan diakhiri dengan suara tawa yang menggelegar.


Memang sesuai dengan apa yang diharapkan, Dera kecelakaan dan Kendra terpuruk. Batin Ganang.


“Oke, kita tunggu berita selanjutnya, Nak” telpon pun di akhiri.


Danu yang begitu bahagia mendengar berita tersebut hingga tidak sadar ada Seva sang istri berada di sampingnya.


Mengenai sifat buruk suaminya memang Seva tidak mengetahui akan hal ini.


“Mas, telpon sama Papa Ganang ya, kenapa? Apa beliau akan main ke sini?” tanya Seva dengan polosnya.


“Ah tidak sayang, tadi Papa telpon mengenai progres saham di perusahaan Papa. Ayo kita makan malam dulu. Udah laper nih perut Mas Danu” pinta Danu memotong pembicaraan agar Seva tak lagi banyak tanya.


Danu menikahi Seva karena harta sebagai alasannya. Anak tunggal dan pewaris satu-satunya di keluarga Aryawiguna.


Makan malam pun berlangsung begitu hening. Karena mereka belum terbiasa dengan situasi baru yang dijalani sebagai suami istri. Seva pun berjalan mengambil remote yang diarahkan ke televisi, sengaja hanya agar suasana tidak terlalu dingin di meja makan.


“Berita kali ini ada sebuah kecelakaan yang terjadi di Persimpangan Taman Aksara. Dari informasi yang didapat, mobil dikendarai oleh dua orang. Diduga mobil jatuh ke dalam jurang karena rem blong. Sampai detik ini korban masih dalam pencarian” ucap Reporter berita dan Seva mendengarkannya secara seksama. Danu yang diam-diam fokus mendengarkan pun hanya mampu menelan salivanya dengan pelan.


Jangan sampai Seva tahu tentang kejadian ini apalagi itu yang mencelakai Dera adalah aku dan Papa. Aku harus menjaga hal ini dengan sangat baik. Batin Danu dengan mengunyah makanan yang hampir habis.


“Matikan saja televisinya sayang, kita makan dulu saja” Danu berusaha mengalihkan perhatian istrinya. Dengan nurutnya Seva pun mematikan televisi tersebut dan melanjutkan makan malam.


Setelah selesai Danu ijin untuk ke kamar terlebih dahulu dan akan menyusun rencana baru ke depannya.


“Good Job, lusa kita bahas rencana selanjutnya” pesan singkat tersebut dikirimkan pada Lidia dan Bagas.


Sekretaris Rey telah kembali ke apartemennya. Pikiran yang kalut, wajah yang tak karuan lagi dan tubuh yang sangat lelah. Entah dari mana nantinya dia cerita pada Mira bahwa sahabatnya mengalami kecelakaan. Perlahan pintu dibuka dan satu per satu kancing kemeja di buka sama halnya dengan dasi yang dilonggarkan.


“Selamat malam calon suamiku” ucap Mira menerima jas yang telah dilepas Sekretaris Rey sebelumnya.


“Selamat malam sayang. Ko tumben bahagia banget, manggilnya juga calon suami lagi. Kenapa kamu, hemm?” jawab Sekretaris Rey pada Mira yang ada dihadapannya dengan mengambilkan air minum untuknya.


“Ya dong sayang. Aku tadi udah di telpon sama Mama Papa. Aku menceritakan semuanya pada mereka tentang rencana hubungan kami kedepannya. Dan kamu tau mereka akan Jakarta untuk membahas masalah ini” tutur Mira antusias. Namun seketika Mira menyadari bahwa wajah Sekretaris Rey tak seperti biasanya. Lesu, letih, lusuh dan terlihat begitu lelah.


“Kamu kenapa?” tanya Mira seketika membuat Sekretaris Rey mendongakkan wajahnya dan menghadap pada Mira.


“Kenapa apanya?”


“Ceritakan padaku, kamu kenapa?” pinta Mira lagi.


“Maaf aku ga bisa menjaga sahabatmu dengan baik. Dera kecelakaan. Mobil yang dinaiki masuk ke dalam jurang, mobilnya di duga mengalami rem blong makanya Pak Yanto juga ga bisa mengendalikan” ucap Sekretaris Rey gamblang.


Mira yang mendengar ucapan calon suaminya pun seketika merasa lemah tak berdaya.


“Bagaimana bisa? Bagaimana dengan bayinya? Bagaimana dengan Kendra juga suaminya? Dera…hiks hikss” ucap Mira sesegukan dengan duduk di samping Rey.


Berat memang jika menceritakan pada Mira, lantas tak ada pilihan juga. Batin Sekretaris Rey.


Mengetahui bahwa Mira sedang terpuruk, dia pun mempersilahkan bahunya untuk Mira agar bersandar.


“Cepat atau lambat, pasti aku akan menemukan sahabat kamu sayang. Tunggu saja. Dan aku pasti menemukan pelaku yang tega mencelakai Dera. Mengenai kondisinya kamu tenang saja, kamu tahu kan kalau Dera adalah Wanita kuat, dia akan tetap bertahan apalagi kini dia sedang mengandung. Dia akan berjuang pula untuk bayi yang dikandungnya” jawab Sekretaris Rey pada Mira.


Setidaknya dengan jawaban tersebut membuat Mira menjadi lebih tenang dibandingkan sebelumnya.


“Iya, aku tahu. Apa ini ada hubungannya dengan musuhnya Kendra, atau masa lalu Dera? Atau dengan siapa? Menurutmu siapa yang terlibat diantara mereka? Hiks hiks” ucap Mira yang masih sesegukan.


“Aku belum tau pasti, tapi yang jelas ini sudah direncanakan. Karena tadi mobilnya sempat dipakai Kendra untuk periksa ke rumah sakit memeriksakan kandungan Dera. Namun setelah itu mereka beda mobil karena Kendra ada kegiatan di kantor yang ga bisa ditinggal”


“Setelah itu mobilnya dikendarai Dera dan ya ini… dia kecelakaan. Mungkin besok pagi kita akan melakukan pencarian lagi” ucap Sekretaris Rey.


Dera, Dera ada aja yang nimpa kamu. Padahal kamu orang baik, kenapa banyak yang ga suka? Cepat kembali Der, aku kangen. Mira.


...___________________...


...Ku mohon jangan kembali...


...Sebba dari sekarang,...


...Aku rela melepasmu bersama bekas genggaman tangamu yang ini menggenggam tangan lain...


...Aku tega mengikhlaskanmu akrena kau terlihat baaik-baik saja meski aku sedang hancur-hancurnya....


...Ku mohon jangan kembali sebab itu kelemahanku...