
“aahemmmm”
mendengar deheman Kendra, Dera dan Rey segera berdiri dari duduknya.
“sudah ku bilang, jangan bicara dengan pria selain suamimu, kamu mengerti!” Ken menatap tajam pada Dera
“maaf Pak Bos, ini salah saya” Rey mencoba menjelaskan
“ada yang ingin aku bicarakan dengan Sekretaris Rey, kamu turun dulu” perintah Kendra
Dera pun segera menuruni tangga meninggalkan Rey dan Kendra, Dera tak mau banyak bicara, dia hanya menurut saja dan menuju ke ruang makan.
Disana tampak Bi Tirna sedang menyiapkan sarapan bersama beberapa pelayan lainnya.
Diatas Rey masih diam di tempat sedangkan Kendra berjalan mendekatinya dengan tangan yang di masukkan ke dalam kedua saku celananya.
“aku taku kamu menyukai Dera” ucap Kendra dingin.
“maafkan saya Pak Bos” Rey menatap Kendra penuh penyesalan.
“aku cuma minta sebagai sahabat, tolong selama dia masih istriku, jangan terlalu dekat dengannya, karena aku tidak mau ada masalah di kemudian hari. Kamu paham Rey”
“aku mengerti, aku akan mencoba melakukannya”
“jangan membuat janji yang mungkin akan sulit untuk kamu tepat dan jangan katakan sesuatu kecuali kamu bersungguh-sungguh”
“aku mengerti, aku tidak akan menjanjikan apapun dan mencoba untuk memberikan segalanya yang terbaik Ken, daripada menjanjikan segalanya namun tak memberikan apa-apa”
“jangan pernah menyindirku, aku tahu kau lebih berharga di mata keluargaku daripada aku, tapi aku tidak akan melakukan itu di mata Dera, ISTRIKU!” Ken mempertegas peringatan pada Sekretaris Rey
“jika seperti itu maka jaga dia dengan baik, aku tidak akan mengambilnya”
“cih.. dasar.. lebih mirip penjilat”
“hubungan yang kuat berdasar pada kesetiaan dan kepercayaan, bukan kecurigaan dan keraguan. Dan ku perhatikan semenjak putus dengan Lidia, kamu menjadi overprotektif dengan Dera. Kamu gak bisa menyamakan Lidia dengan Dera. Mereka sungguh berbeda”
“tau apa kamu tentang Lidia dan Dera” jawab Kendra dengan nada meremehkan.
“segala hal yang kamu tidak tahu, aku jauh lebih paham. Lagi-lagi kesetiaan yang kau janjikan, tapi perlakuanmu padanya saja seperti itu”
“ada waktunya untukku berbuat manis padanya”
“terserah kau saja” Kendra pun berjalan lebih dulu dan Rey mengikuti di belakang.
…………………………….
Di ruang makan
Bi Tirna yang melihat Dera turun segera dia menghampiri Dera
“selamat pagi Nyonya Muda, silahkan duduk” Bi Tirna menggeser kursi untuk Dera.
“Iya Bi, terima kasih. Sepi ya Bi, semenjak Lula pindah sama Papa Mama”
“iya Nyonya Muda, gak apa-apa. Kan nantinya juga akan ada Pak Bos junior yang akan meramaikan rumah ini hehe” ucap Bi Tirna yang membuat Dera gugup seketika
“doa kan saja Bi. Oh ya, masakan pagi ini enak-enak sekali Bi. Tapi sayang mas Ken dan Sekretaris Rey lama banget Bi gak turun-turun”
“itu mereka sudah mau turun Nyonya”
“baik lah Bi”
Kendra duduk di samping Dera dan Sekretaris Rey duduk berhadapan dengan Dera.
Dia mengambilkan makanan untuk Kendra, baru mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Tak ada pembicaraan selama sarapan suasana yang seharusnya hangat terlihat begitu canggung.
Selesai makan, Dera segera mengambil tas miliknya dan milik Kendra.
“kamu berangkat bareng aku saja” pinta Kendra.
“jangan mas, ini hari pertamaku magang dan tidak mungkin aku semobil dengan CEO perusahaan. Aku naik taksi online saja ya” ucapnya sembari memohon pada Kendra.
“baiklah kalau itu maumu, tapi nanti di kantor, tempat mu satu ruangan dengaku. Paham”
“paham. Iya mas” jawabnya.
Dera memberikan tas milik Kendra pada Rey, namun seketika di sahut oleh Kendra dan diberikannya pada Rey langsung.
“astaga mas,, kan sama saja aku juga ngasi ke Sekretaris Rey”
“beda” ucap Ken singkat.
Kendra yang terus berjalan mengekori Dera membuatnya sangat risih. Setelah merasa aman dari jangkauan Bi Tirna, Dera pun menginjak kaki Kendra.
“aughhhh,, sakit tau” Kendra mengaduh saat kakinya di injak Dera dengan sangat keras.
Rey yang sudah berada tak jauh didepan Kendra segera menghampiri.
“ada apa Pak Bos?” rey merasa khawatir dengan Pak Bosnya.
“ahh gak apa-apa, kamu ke mobil dulu. Aku mau bicara dulu sama Mas Ken” Dera pun segera melingkarkan tangannya ke tangan Kendra.
“iya kan sayang” Dera memelototkan matanya pada Kendra memberi kode dan Kendra pun hanya bisa tersenyum mernahan rasa sakit.
“baiklah saya tunggu di mobil Pak Bos” Kendra hanya mengangguk setelah Rey menjauh dari mereka. Kendra segera menoleh pada Dera.
“Ada apa sih?” Kendra pun akhirnyaa berbisik pada Dera
“tungguin aku sampai taksi online nya dateng ya” ucap Dera manja.
“astaga,,, cuma itu… kirain apa. Ya ya aku tungguin”
Hampir 15 menit Kendra dan Dera duduk di teras rumah, akhirnya taksi yang ditunggu sampai.
Kendra dan Rey ada di mobil yang sama. Sedangkan Dera berangkat dengan menggunakan taksi online.
“Pak, nanti pelan-pelan saja nyetirnya. Saya titip istri saya ya. Jangan ngebut” ucap Kendra
“baik Tuan” ucap Pak Sopir
Akhirnya mobil Dera berada di depan mobil yang dinaiki Ken dan Rey.
Mobil melaju ke arah PT Petra Corp.
……………………………
Di dalam yang dianiki Kendra dan Rey mereka focus pada mobil yang ada di depannya. Rey memulai membuka pembicaraan.
“Ken, kenapa kamu overprotektif dengan Dera? Tak takutkah kamu nanti Dera merasa risih?”
“tau apa kamu tentang Dera? Aku yang paham dirinya Rey, kamu fokus saja pada tugasmu”
“aku takut kalau Dera akan bertingkah semaunya seperti Lidia yang bertingkah dengan sendirinya”
“ya kalau memang itu yang terbaik. Jangan terlalu mengekang Dera juga”
Kendra mengalihkan ke pembicaraan suputar kantor daripada harus berdebat dengan Rey.
“nanti kalau di kantor biarkan Dera berada di ruanganku saja. Dan pastikan ini hari pertama dan terakhirnya magang di kantor kita. Aku ga akan membiarkan istriku dipandangi oleh para pegawai kita”
“baik Ken”
“dan satu lagi, perintahkan pada bagian yang mengurusi administrasi Dera untuk segera memberi surat tugasnya agar dapat dijadikan bukti bahwa dia telah melaksanakan magang di kantor kita”
“iya, nanti aku akan segera mengurusnya”
Suasana mobil kembali hening hingga tiba di PT Petra Corp.
Dilihatnya Dera yang sudah turun dari mobil, diikuti oleh Kendra dan Rey. Mereka jalan dengan menjaga jarak sesuai denga napa yang disampaikan Dera sewaktu dirumah.
Dera melangkahkan kaki menuju ruangan CEO, dia diarahkan oleh petugas yang telah disiapkan Kendra untuk membimbingnya.
Banyak pegawai yang melihat ke arah Dera karena pakaian yang dikenakan Dera yaitu putih dan hitam.
“Mahasiswi magang tuh” ucap Tio pegawai bagian administrasi.
“uhuyy.. cantiknyaaa” ucap Raffi pegawai bagian keamanan.
Kendra yang melihat istrinya sebagai pusat perhatian segera dia melangkah dan berjalan bersama Dera.
“ayo ikut aku” Kendra menarik tangan Dera
Dan lagi-lagi itu menjadi pusat perhatian para pegawai.
“baru magang hari pertama ko bisa sih dapat perhatian Pak Bos. Jangan-jangan cewek itu gak bener nih” ucap Sinta .
“jaga ucapanmu Nona. Jangan sampai Pak Bos mendengar sendiri dan mengambil Langkah untuk memecatmu” ancam Rey pada Sinta.
Di dalam kantor Kendra
“masalah magangmu ini, sudah ku konsultasikan pada Rey. Kalau sebaiknya besok kamu gak usah magang lagi. Cukup hari ini saja. Dan mengenai surat buktimu sebagai mahasiswi magang sdah di atur sama Rey”
“haa? Ko bisa sih? Aku juga pengen magang” ucap Dera dengan mata sedih.
“jangan sedih begitu. Besok pokok kamu dirumah saja ya. Nurut sama suami” jawab Kendra
“ya udah, hari ini aku harus apa sebagai mahasiswi magang?”
“kamu harus diam saja diruanganku, gak boleh keluar sama sekali dan jika mau keluar harus sama aku”
“Ya Allah bisa-bisanya kamu kayak gini sih mas-mas. Kan yang kemarin patah hati kamu, kenapa aku yang kena imbasnya”
………………………..
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30
Sudah saatnya istirahat, Dera yang tengah lapar ingin rasanya segera berlari menuju kantin. Namun lagi-lagi dia tak diperbolehkan untuk keluar sendiri bahkan bersama sekretaris Rey pun.
“mas, ayo istirahat. Cacing di perutku sudah demo”ajak Dera sambil memegang perutnya.
“kita pesen saja. Makan di sini.sebentar ku telfon Rey dulu” Kendra sembari menekan ponsel nya dan menelpon Rey.
“oke,, beres.. semua sudah ku pesankan” jawab Kendra.
“aku bosen mas, pengen keluar gitu. Kayak dipenjara saja dari tadi pagi disini"
“gak apa-apa, nanti kalau bosen lihat saja pemandangan dari sini. Tuh baguskan, banyak mobil juga”
Dera hanya bisa menepuk jidatnya mengenai sikap suaminya ini.
Makanan yang dipesan telah datang.
“sebentar mas, ku siapkan makanannya. Mas Ken duduk dulu” ucap Dera dengan baik melayani suaminya.
Tanpa jawaban Kendra diam-diam memperhatikan tingkah Dera yang ceria sedang menyiapkan makanan.
Dera mulai menuangkan makanan di mangkok dan piring.
“sudah??” tanya Kendra memastikan.
“sudah mas”
Mereka menikmati makan siang bersama, tanpa gangguan siapapun termasuk Rey.
Setelah makan siang mereka kembali ke aktifitas masing-masing. Ken yang berkutat dengan berkas-berkasnya dan Dera yang sibuk dengan episode drakor-drakornya.
“Mas, nanti pulang jam berapa? Bosen nih nonton drakor terus”
“nanti jam 5, kenapa? Mau pulang duluan? Kalau iya kupanggilkan pak Yanto untuk mengantarkanmu”
“gak ah, nanti saja bareng mas Kendra"
Dera mulai membuka laptopnya dan menonton drakornya.
Tak terasa matanya mulai lelah apalagi dengan perut yang telah terisi penuh. Dia tertidur dengan posisi duduk.
“bisa-bisanya dia duduk gitu bisa merem. Dasar bocah” Kendra yang melihat posisi Dera yang tidak nyaman untuk tidur, segera dia menggendong Dera untuk menidurkannya ke sofa.
Dipandanginya wajah istrinya itu, “akan ku jaga dirimu dan tak akan ku biarkan ada seorang pun yang menyentuhmu. Asal kamu tau Dera, aku melakukan semua ini demi kebaikan dan keselamatanmu. Maaf jika perlakuanku ini membatmu tersiksa” ucapnya pelan.
Dera yang sedari tadi menyadari dirinya di gendong oleh Kendra, mendengarkan semua apa yang di katakana suaminya.
“begitu dalamnya dirimu mencintaiku mas? Menjaga ku sampai begini. Terima kasih ya, aku belum jadi istri yang baik buat mas Kendra” batin Dera ingin menangis mendengarkan ucapan Kendra barusan.
.
.
.
Ketika sayangku tak pernah terucap, ketahuilah sikapku yang baik yang mampu ku perbuat
Ketika cintaku tak berkata, ketahuilah ada rasa sayang lebih besar dari sebuah kata
.
.
Puji
Jangan lupa di comment ya guysss💜💜