PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #22



Di Rumah Kendra


Sesampainya Dera dirumah, segera dia masuk dan Mira langsung pulang.


Segera ia mandi dan berganti baju. Lantas melaksanakan sholat ashar, dia meminta pada sang Kuasa untuk memperbaiki takdirnya.


Saat Dera sedang sholat, ternyata Kendra pulang lebih cepat.


Kendra awalnya ingin memberitahu Dera tentang suatu hal, namun setelah dia tahu Dera sedang sholat dan menangis, dia mengurungkan niatnya.


“Ya Allah perbaiki takdirku saat ini. Sebuah pernikahan yang tak ingin ku harapkan namun ketika ini terjadi aku harus di hadapkan pada kenyataan bahwa Mas Kendra sudah memiliki kekasih, apa yang harus ku lakukan Ya Allah” isak tangin Dera sangat jelas begitupun doa-doa yang diucapkannya pun di dengar oleh Kendra


Seketika dia merasa bersalah telah bersikap tak adil kepada istrinya, padahal mereka sekarang sudah berstatus sebagai suami istri.


“Maaf dek, bukannya aku ga menghargai kamu sebagai istriku. Tapi aku ga mungkin memutuskan hubungan dengan Lidia begitu saja” batin Kendra seraya menutup pintu kamar Dera dengan pelan.


………………………


Di kamar Kendra


Kendra menelpon sekretaris Rey, dia menanyakan mengenai sikap yang harus diambilnya berhubungan dengan statusnya sebagai suami juga sebagai pacar orang yang berbeda.


“Rey, aku tadi masuk ke kamar Dera, dia berdoa sampai menangis. Dia menceritakan tentang hubungan kita pada Tuhan. Apa yang harus ku lakukan Rey” ucap Kendra meminta saran Rey


“Pak Bos tanya dulu sama hatinya Pak Bos, cintanya sama Dera atau sama Nona Lidia? Nyamannya sama siapa Pak Bos?” tanya Rey yang kini pembicaraan layaknya antar teman, bukan lagi antar atasan dan bawahan.


Ingin sekali Rey membuat suasana agar Kendra melepaskan Lidia, tapi hal ini di urungkan karena Kendra sedang terjebak dalam sebuah dilema.


“kalau deg deg an gitu sama Dera, kalau Lidia aku gak merasakan apapun Rey” jawab Kendra yang sudah mulai mengerti perasaannya.


“berarti Pak Bos mencintai Nyonya Muda. Selama ini juga saya sudah melakukan pengintaian pada Nona Lidia tanpa sepengetahuan Pak Bos. Bukti ini nantinya untuk membuktikan kejelekan Nona Lidia jika dia bukan Wanita yang baik. Ini juga bisa dijadikan bukti untuk menyudahi hubungan Pak bos dengan Nona Lidia” ujar Rey memperjelas ucapannya


seketika Kendra kaget dengan apa yang telah dilakukan Rey, begitu baiknya dia padanya.


“Oke Rey, besok bisa ketemu di rumah” jawab Kendra menyudahi percakapan sore ini.


……………………….


Rumah Ayu dan Alexander (MaPa Kendra)


Mama, Papa dan Lula berkumpul di taman rumah, mereka menghabiskan waktu sorenya untuk berkumpul. Mereka bercerita tentang kebahagiaan yang kemarin dirasakan.


“Pah, akhirnya ya Kak Ken punya istri, bentar lagi Lula pasti punya ponakan, Ya kan Mah” ucap Lula dengan memeluk Mama nya


“Iya nak, alhamdulillah ya kemarin berjalan dengan lancar pula” jawab Mama


Kring… kring… kring suara telpon Papa Ken berbunyi


“Ada apa?” tanya Papa Ken


“Big Bos, ijin menyampaikan informasi bahwa hari ini Nyonya muda jalan-jalan dengan teman Wanita dan bertemu dengan laki-laki yang sepertinya mereka sudah akrab. Sempat saya dengar juga Pak Bos dan Nyonya muda tidur di kamar yang berbeda. Pak Bos di lantai dua, sedangkan Nyonya muda di lantai bawah. Ini juga Pak Bos menggunakan bodyguard untuk mengawasi Nyonya Muda. Hanya itu yang bisa saya sampaikan Big Bos” suara dari salah satu mata-mata yang baru dipekerjakan untuk menyelidiki anak dan menantunya.


“Oke terima kasih informasinya” ujar Alexander


Selesainya menerima telepon, Papa ken memberitahu istri dan anak perempuannya.


Mereka merencanakan sesuatu agar anak dan menantunya berada dalam kamar yang sama karena mereka ingin segera menggendong cucu dan tak mau lagi menungggu lama karena usia sudah tua.


“Ma, kayaknya kita harus merencanakan sesuatu. Karena dari laporan mata-mata Papa, kendra dan Dera tidur di kamar yang terpisah” seketika Mama Ken menutup majalah yang sedang dilihatnya.


“Apa pah? Bisa-bisanya mereka memiliki ide licik. Mau coba-coba mereka mengelabuhi kita. Oke kalau begitu weekend ini kita menginap di rumah mereka, bagaimana?” ide seketika muncul di pikiran Ayu


“Mantap, Mamah mah top markotop deh, gak salah kalau Papa pilih Mama. Banyak ide ternyata hehe” Peluk bangga Papa Ken pada istrinya.


…………………….


Malam harinya


"Sebenarnya aku pun salah. Aku sudah mempunyai istri, namun aku juga bermain belakang dengan Lidia. Tapi aku juga belum bisa menjauh dari Lidia, sudah banyak kisah kasih yang kita habiskan bertahun-tahun" ujarnya pada diri sendiri


"Tunggu waktu yang tepat ya Dera, jika nanti memang Lidia tidak baik untukku, akan ku lepas Lidia dan hatiku akan milikmu seutuhnya. Tapi juga aku tak bisa melupakan Lidia dengan cepat, semua butuh waktu" tutur Ken yang sudah mulai membuka pikirannya.


Akhirnya Ken turun untuk makan malam, namun sayangnya meja dapur masih kosong, tak ada masakan yang tersaji.


"tumben belum ada makanan yang tersaji. Apa Dera masih sedih ya? masa aku ketuk-ketuk pintu cuma untuk buat makanan, ah gengsi. Lagian kita cuma sebatas suami istri kontrak" ucap Kendra dengan mengacak-acak rambutnya.


"duh gimana ya? pesen makanan aja kali ya.. cepet juga gak perlu ribet, nanti kalau sudah datang, baru ku panggil Dera untuk menyiapkan" tuturnya sembari menekan "order" di sebuah aplikasi delivery.


Dengan inisiatifnya, Ken memesan beberapa makanan dari sebuah aplikasi. Ada burger, chicken, kentang goreng dan pizza.


"oke order, order, order, order" ucapnya sembari menekan semua menu yang dia inginkan.


Ditunggunya makanan yang di pesan hingga dilihatnya proses pemesanan makanan yang hampir saja sampai di alamat rumahnya.


Akhirnya Ken mau tak mau meminta Dera untuk keluar kamar.


"Dek, buka pintunya, ayo makan malam dulu" ucap Ken sembari mengetuk pintu Dera.


"Iya mas, ini mau keluar" Jawabnya sembaru melangkahkan kaki menuju pintu.


Saat dilihatnya meja makan sudah penuh dengan makanan yang di order.


“mas, ko di meja banyak makanan, Mas Kendra delivery ya?” tanya Dera


“Iya dek, daripada kamu kecapekan. Ini mas pesankan saja” jawab Kendra sembari menunjukkan sebuah aplikasi delivery makanan.


Dera segera mengantinya kemangkok dan piring. Kendra yang sedari tadi dengan sikap Dera yang sangat telaten melayaninya membuatnya tersenyum dan berpikir, enak ya kalau punya istri sungguhan.


Setelah semuanya siap, Kendra dan Dera makan dengan sangat hening.


Selesainya Kendra membuka pembicaraan.


“Dek, tadi keluar sama siapa saja?”tanya Kendra


“sama Mira tadi mas, itu aja nonton terus makan” jawabnya.


Kendra yang percaya dan tak mempertanyakan lagi lantas menuju kamarnya.


…………………………….


.


.


.


Aku percaya padamu Dera, jangan pernah membohongiku -Kendra-


.


.


.


‘puji’


.


.


Happy reading guys♥️♥️