PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
LAPORAN



Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.


Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini


Terima kasih sudah membaca ceritaku


Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹


Happy reading


🌹☺️


…………………………..


“La, lo kenapa sih baru juga masuk udah di tekuk gitu mukanya” tanya Adel yang dari tadi memperhatikan Alula saat masuk kelas.


“Gue makin sebel sama si b*bi hutan itu!!” Adel yang kebingungan siapa yang dimaksud Alula seketika mengerutkan dahinya.


“Siapa sih La? Ada-ada aja deh” ucap Adel seketika memutar badan nya menghadap ke Alula.


“Siapa lagi kalau bukan Brian si songong itu. Cowok nyebelin, suka ngebully dan sekarang kamu tau? aku dapat tugas tambahan dari Pak Muh, karena dia tadi membawaku tepat melewati ruang dosen. Kamu kan tau sendiri, tugas kemarin saja belum kelar" ceritanya panjang lebar.


“Nah masih soal dia rupanya. Kenapa kamu gak bilang saja kalau kamu itu adiknya Kendra. Pemilik perusahaan maju di kota ini dan keluarga terpandang” jawab Adel memberikan solusi yang di pikirnya itu adalah salah satu jalan keluar agar Brian tidak lagi mengganggunya.


“Ah gak lah. Gue mau hidup apa adanya aja. Banyak harta belum tentu bahagia apalagi jaga hati untuk hati sangat mencintai, nantinya” ucap Alula yang terbawa suasana karena mengingat kakak iparnya kini sedang dalam peperangan cinta masa lalu Kendra.


"Wedew, ni anak bisa aja kata-katanya. Ada angin apa nih. Gue takut malah lo kelak jadi istrinya Brian La hehe” jawab Adel dengan menggoda sahabatnya itu dengan memandang lekat wajah Alula.


………………………………..


Brian adalah pemuda tampan yang terkenal dengan sikap dingin, cuek dan anti cewek di kampusnya. Bukan apa-apa, dia bersikap seperti itu lantaran akibat dari kejadian kelam di masa lalunya.


Kejadian dimana dia harus mengalami sebuah trauma yang terlalu mendalam baginya bahkan sampai sekarang rasa trauma itu belum juga hilang.


Bukan karena cinta atau patah hati namun karena hal lain. Selama ini dia sama sekali tidak pernah pacaran atau mempunyai teman cewek.


Bagaimana mau pacaran atau punya teman wanita jika saat wanita itu baru saja mendekati atau berada di sampingnya trauma akan seperti itu dia tidak akan segan-segan menghajar wanita itu sampai babak belur atau bahkan menghancurkan keluarganya karena itu sudah menjadi reikonya jika wanita itu masih berani mendekati dirinya.


Itu mengapa para wanita hanya bisa mengagumi dari kejauhan tanpa berani mendekatinya karena takut jika akan menjadi korban dan sasaran luapan emosi pemuda itu.


Brian kini memang sengaja ingin memburu Alula karena dia lah satu-satunya orang bahkan wanita yang berani menentang apapun yang dia lakukan.


POV BRIAN.


Kini dia tengah menunggu untuk menjemput kedua orang tuanya yang pulang dari perjalanan bisnis keluar negeri.


Mana sih mommy sama daddy. Jadwal pesawat sudah mendarat setengah jam lalu. Toh juga katanya sebentar lagi kesini!! tapi mana?? Lama banget! Batin Brian dengan celingukan mencari keberadaan orang tuanya.


Tak lama kedua orang tua Brian datang menghampiri Brian sambil menyeret koper.


“Aduh maaf ya ian, Mommy sama Daddy lama, soalnya tadi Mommy touch up dulu di kamar mandi. terus Papa mu juga sedang menelpon koleganya. Ya kan Dadd” ucap Mommy Brian saat sudah berdiri disamping Brian.


“Hmm” jawab singkat brian karena moodnya sedang berantakan akibat menunggu orang tuanya yang terlalu lama dan dia juga terpaksa meninggalkan teman-temannya untuk berpesta di rumah David.


“Jangan marah gitu dong. Masa anak cowok ngambekan di suruh nungguin Mommy daddy nya” ledek Mommy Brian.


“Apaan sih mom? Siapa juga yang marah? Orang Brian sedang malas ngomong doang” jawab Brian dengan membawa salah satu koper Mamanya.


“Yaudah. Ayo langsung pulang aja. Daddy capek ini pengen istirahat” ucap Papa Alex.


"Oh ya, kopernya kasih ke Pak Sopir aja. Anak Mommy gak boleh kecapekan"


"Pak, Pak, sini pak, bantuin bawa koper" ucap Mommy Brian yang tak rela anaknya kecapekan. Memang orang tuanya membiasakan Brian untuk hidup mewah dan bebas.


Setelah semua koper masuk ke dalam mobil, Pak Sopir mengecek kembali barang bawaan majikannya.


Akhirnya setelah semua lengkap, tak ada barang yang ketinggalan, mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam mobil, hendak pulang.


30 menit kemudian.


Akhirnya mereka sampai rumah, lalu mereka turun dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah.


“Mom Dad, ian pergi ke kamar dulu ya” pamit Brian.


"Iya ian, jangan lupa nanti malam waktunya makan malah turun ke bawah ya" perhatian Mommy nya memang tiada banding.


^


Alula yang sudah berada di rumah. Moodnya kini bergejolak karena hatinya masih merasa kesal dengan Brian. Betapa tidak, tugas yang kemarin saja belum selesai sudah di tambah tugas lagi.


“Sialan tu orang, nambah-nambahin tugas aku aja nih. Pokok malem ini harus lembur” ucapnya dengan berlari kecil menuju Mamanya yang sedang menonton televisi.


“Assalamualaikum Ma. Alula pulang nih. Papa mana Ma?” ucapnya setelah cipika cipiki dengan sang mama dan mencari keberadaan sang Papa.


“Itu papa mu sedang di ruang kerjanya. Kesana saja nak" jawab Ayu dengan singkatnya.


Tiba-tiba salah satu security berlari dan memberi kabar.


Mengejutkan.


Dia berlari dengan cepat menghampiri sang Nyonya.


“Nyonya, gawat Nyonya. Gawat” ucap security tersebut.


Seketika Alula dan Ayu saling melirik dengan tatapan penuh tanya.


“Apa nya yang gawat Pak!! Jangan macem-macem deh” jawab Alula yang berdiri dari tempatnya.


“Gawat. Nona Dera tidak ada di taman Nyonya. Bagaimana ini?” lapornya.


“Ha? Jangan asal memberi laporan. Dia tadi kan tidak meminta kalian untuk mengikuti, lantas mengapa bicara begitu? Bukankah tadi dia minta untuk tidak mau memakai mobil bahkan di ikuti bodyguard saja tidak mau” tutur Ayu dengan nada cemas.


“Tadi Pak Bos Kendra sebelum pergi berpesan pada saya. Dimana pun dan kapanpun saya harus mengawasi Nona Dera berada. Tapi tadi setelah saya mengikuti Nona Dera di taman. Selang sejam saya menunggu, namun Nona Dera tak kunjung kembali”


Alex yang mendengar percakapan itu segera turun menghampiri.


“Apa ini? Ada apa, mengapa serius sekali?" tanyanya.


“Kak Dera Pa. Kak Dera ga ada di taman. Memang ada apa dengan kak Kendra dan Kak Dera? Apa mungkin mereka berantem Pa? terus Kak Dera kabur gitu. Kaya di film-film gitu” begitu saja jawaban itu lolos dari mulutnya.


"Hustt, ni anak ya, bener-bener" ucap Ayu menghentikan ucapan anak bungsunya.


“Cari kemana saja, harus ketemu sebelum Kendra kembali. Bisa-bisa dia marah sejadi-jadinya nanti” Ayu begitu mengkhawatirkan jika nantinya Kendra marah mengetahui istrinya kabur dari rumah.


Security itu pun segera melangkah pergi mencari keberadaan Dera.