PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #34



Dengan pikiran yang masih bertanya-tanya, Dera memutuskan untuk menyudahinya dan meminta untuk segera pulang.


Begitupun juga diperjalanan Dera berkutat dengan rasa penasarannya.


Kenapa aku harus dijaga begitu ketat sih


Kenapa juga harus sampai ada bodyguard pribadi


Memangnya aku sedang dalam bahaya atau bagaimana?


Tak ada yang mau memberitahuku


Sebel


.................................


Sepulang Dera dan Lula dari Mall mereka memutuskan untuk beristirahat.


Fira yang kini tinggal di belakang rumah Kendra memanfaatkan waktu luangnya dengan baik.


Dia menetap di paviliun belakang. Disana juga dekat kamar Bi Tirna dan pelayan lainnya.


Pun dengan Lula yang berada di kamarnya.


Dera yang sudah menyisir rambutnya, dan mengikatnya asal-asalan. Dia sudah memakai pakaian yang disediakan di lemari bajunya. Kini sebagian pakaiannya branding semua karena Kendra sudah meminta Bi Tirna untuk mengganti pakaian Dera..


HP di nakas bergetar.


“Nyonya segera sambut Pak Bos di pintu depan”


Duh, kenapa juga memberitahuku. Kalau sudah sampai ya asal masuk, kenapa pakai disambut segala. Kayak pangeran saja. Toh juga kemarin-kemarin gak ada acara beginian.


Dera setengah berlari menuruni tangga. Bertemu dengan Lula yang datang dari kamarnya.


“Kakak mau kemana?”


“ini Mas Ken sudah pulang La. Tadi Sekretaris Rey mengirim pesan pada Kakak untuk nenyambut kedatangan Mas Ken. Jadi kakak mau belajar menjadi istri yang baik”


“uluh uluh, mentang Sudah jadi suami istri”


Dera mencubit kecil tangan Lula


Bi Tirna yang sudah dahulu membuka pintu untuk Kendra dan menyapa Pak Bosnya.


Dan Dera pun melakukan hal yang sama “selamat datang mas Ken” namun Kendra berlalu begitu saja tanpa merespon istrinya.


Kendra berjalan cepat diikuti oleh Rey, Dera memaki dalam hatinya , lalu mengikuti langkah kaki setengah berlari. Kenapa mereka berjalan cepat sekali” gerutu Dera dalam hati.


Sampai di kamar Kendra duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya serta memejamkan matanya.


Segera Dera mengambil sandal rumah untuk Ken dan melepaskan sepatu suaminya. Aktifitas ini sengaja dia lakukan karena kemauannya sendiri.


Setelah itu Kendra meminta Dera untuk duduk.


“kamu tadi ngapain saja?” tanya nya dengan nada dingin.


Kenapa bertanya, tadi kan aku sudah ijin.


“aku tadi keluar sama Lula sama Fira juga Mas. Kami tadi ke Mall terus makan, Kan tadi juga sudah ijin ke Mas Ken”


“Benarkah?” Kendra menatap Dera dengan sorot mata mengiris, seperti mengatakan kau berani berbohong pada suamimu.


Tunggu, apa dia tahu aku bertemu dengan Nino. Apa bodyguard itu sudah menceritakan semuanya pada Kendra


“iya mas, tadi saya bertemu dengan Nino. Tapi tadi ada Lula dan Fira ko mas. Kami pun mengobrol hanya sebentar. Setelah itu kami pergi untuk makan”


“yakin Cuma itu?”


“iya mas”


Tadi kamu yang bertanya, sekarang setelah ku jawab kamu ga percaya. Lalu apa gunanaya bodyguard kalau apa yang ku ucapkan saja kau tak mempercayai.


“baik” Dera langsung masuk ke kamar mandi menyiapkan bath up dengan air hangat.


Lagi-lagi Dera terperanjat saat Kendra sudah berdiri dibelakangnya.


Sial lagi-lagi aku harus melihat tubuh telanjang ini lagi


Dera menundukkan kepalanya agar tidak melihat tubuh suaminya yang melewatinya.


Dera masih berdiri mematung Ketika Kendra sudah ada di dalam Bath up.


“keluarlah, katakan pada Bi Tirna aku ingin makan spaghetti cabonara untuk makan malam”


“gak usah minta Bi Tirna mas, aku yang akan menyiapkan untuk Mas Kendra dan Lula”


Kendra yang mendengar jawaban Dera merasa tersentuh karena istrinya sendiri yang akan melayaninya.


Senyum terukir di wajah tampan Kendra Alexander.


Dera segera keluar dari kamar mandi dan menutup pintu. Dia langsung bernafas normal.


Segera dia turun menuju dapur dan memasak spagethi carbonara untuk suami dan adik iparnya.


Ada juga Bi Tirna membantu untuk menyiapkan bahan.


Satu persatu bahan dimasukkan kedalam Teflon. Kendra yang sebenarnya tadi ingin mandi seketika keluar kamar dan mengintip memastikan istrinya yang masak untuknya.


Benar saja, dilihatnya Dera mengenakan celemek dengan rambut di kuncir ke atas.


Kendra yang melihat langsung tersenyum ketika benar-benar istrinya melayani dengan sangat baik dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dera yang selesai masak melihat Sekretaris Rey ada di sofa ruang tengah.


“Permisi Sekretaris Rey, apa kita bisa bicara?”


“bukankah Nyonya sekarang sedang bicara?”


Hih menyebalkan sekali


“baiklah. Sekretaris Han, apa anda tahu maksud saya mengatakan untuk memberitahuku saya informasi kapan Pak Bos Kendra akan pulang”


“iya, bukankah saya memberi Nyonya informasi tadi”


“maksud saya bukan begitu. Setidaknya menghubungi ku satu jam sebelumnya. Bagaimana kalau saya sedang di luar?”


“kenapa saya harus melakukan itu?”


“Karena saya tahu, Sekretaris Rey mementingkan semua kepentingan Pak Bos Kendra. Agar semua yang ada di sekitar Pak Bos Kendra berjalan dengan semestinya. Bukankah begitu”


.


.


.


Dengan secerca harapan, aku berharap semua egomu akan menurun. Karena hati sekuat apapun pasti akan luluh. Seperti hatimu yang kaku dan dingin, semoga saja akan mampu tuk ku sentuh kembali.


.


.


.


puji


.


.


happy reading guyssss🍂