
Hello guys apa kabar nih. Semoga selalu baik-baik saja ya. Eits tapi untuk masalah hati apa kabar? Semoga selalu baik-baik juga sama si doi hehe.
Jangan lupa like, comment dan follow ya. Baca juga novel HELLO DOSEN KUTUBKU. Terima kasih.
___________________
“Awwww” teriak Kendra reflek memegangi rambutnya.
“Sakitan juga ini. Kan kamu ga ngrasain sakitnya orang lahiran. Udah diem aja untuk kali ini” ucap Dera yang membuat Kendra harus mengukuti apa kata istrinya.
Dirinya yang merasa di bohongi Pak Gito pun langsung melempar tatapan tajam seakan seekor harimau yang siap menerkam mangsanya. Sedangkan Pak Gito yang mengetahui hal tersebut yang awalnya dia mampu tersenyum lebar kini jadi menciut karena saran yang menurutnya kurang tepat.
Haduh, salah ngasi saran nih. Gawat. Bisa-bisa saya dipecat nih, kalau tau endignnya bakal begini juga saya mending diem aja. Uh dasar mulut susah banget ngekuncinya. Batin Pak Gitu setelah mendapat tatapan maut dari Kendra.
_____________________
Rumah Alexander
Mendengar kegaduhan yang sempat terjadi membuat Alex dan istrinya pun bertanya pada anak perempuannya.
“Nak, kenapa itu tadi? Ko ada berisik-berisik mama dengar” ucap Ayu.
“Itu lo mah, sepertinya Kak Dera mau lahiran deh Ma. Tadi kelihatannya kesakitan itu. Apa kita susul aja ya, Mah” ucap Alula.
“Iya, ayo Pa, Lula. Kita susul mereka. Eits tunggu, Mama mau ambil perlengkapan babynya dulu, siapa tau nanti langsung brojol bayinya”
“Lah mama kira kucing beranak tinggal brojol-brojol aja. Doain atuh mah” ucap Alex yang geleng-geleng melihat sang istri kelabakan mempersiapkan perlengkapan yang dibawa. Tapi Alex merasa bangga melihat istrinya yang begitu antusias karena dia tidak mau dibantu oleh pelayan dan memilih mempersiapkannya sendiri. Apalagi ini menyambut cucu pertamanya.
“Untung dulu Dera belanjanya sama Mama dan barangnya masih disini. Coba kalau udah dibawa ke rumah Kendra yang disana, bisa-bisa aku ikut super ribet nih” ucapnya sembari memasukkan satu per satu barang yang dibawa.
Alula membantu dan juga bodyguard yang bertugas memindahkan barang menuju mobil.
“Nak, kamu dirumah sakit mana? Ini papa mau kesana bareng mama dan adikmu” ucap Alex menelpon sang anak sulungnya.
“Oh oke” ucapan itu yang terdengar dikala semuanya ribut mempersiapkan barang. Setelahnya Alex dan keluarga masuk ke dalam mobil dan menuju rumah sakit yang dituju oleh Kendra.
Diperjalanan kesana, tiba-tiba ponsel Alula berdering dan tertera nama Brian.
“Aduh, dia telpon ada apa nih. Ga enak kalau mau angkat soalnya ada Mama Papa” batinnya sembari menutupi layar HP nya dengan telapak tangan.
“Angkat aja. Ngomong ke dia suruh ke rumah sakit” sang Papa yang tidak bisa dibohongi oleh anaknya pun akhirnya berceletuk.
“Oh, oke Pa” mendapat persetujuan dari sang Ayah membuat Alula memberanikan diri menerima telpon tersebut.
“Iya, Halo Yan”
“Mama Papa ku udah ada di Indo. Kapan kita bisa ketemu membahas apa yang diinginkan orang tua mu?”
“Ha? kamu gila? Kamu yakin? Yan, ini ga bercanda, Yan. Kamu serius?” tanya Alula yang masih ragu dengan niat Brian yang kini siap membawa orang tuanya menghadap orang tua Alula.
“Serius. Gue serius”
Deg.
Entah ada angin apa yang membuat Brian sebegitu yakinnya terhadap keputusannya kini. Tapi Alula justru merasa Brian masih labil dan mungkin ada yang mempengaruhi dirinya sehingga membuat Brian mengiyakan apa yang diinginkan keluarnya Alula. Padahal benar-benar kejadian tersebut tidak ada dan tidak terjadi.
Alex dan Ayu yang mendengar ucapan Brian yang tadinya di loudspeaker pun menjadi terdiam. Mereka merasa ragu atas keputusan pria yang akan bersanding dengan anak perempuan satu-satunya tersebut.
“Begini, kalau kamu dan Brian memang tidak melakukan apapun seperti apa yang kalian katakan kemarin biarkan bukti tali pernikahan menjadi saksinya” ucap Alex.
“Maksud Papa?”
“Ya, kalau dalam waktu dekat setelah kamu menikah dan ternyata kamu dinyatakan hamil berarti memang kamu dan Brian melakukan hubungan tersebut. Tapi jika dalam waktu yang ditentukan ternyata kamu tidak hamil berarti memang kamu harus tetap melaksanakan pernikahan ini karena memang dia adalah jodohmu. Paham maksud papa?”
“Jadi? Pernikahan ini hanya sebagai bukti aku hamil atau engga pah? Kenapa papa ga cek aja dengan tespack? Sudah pasti sangat jelas dan tidak perlu adanya pernikahan” ucapan Alula hanya dijawab dengan senyuman sinis dari sang Papa. Begitu pun Ayu yang berpikiran yang sama dengan Alula.
Andai kamu tau, Nak. Lebih cepat lebih baik menikah dengan pria yang tepat. Papa lihat memang dia anak yang baik. Dan belum tentu umur papa mama mu bertahan sampai kamu mendapatkan jodoh. Papa pengen kamu bisa mandiri dan bisa bertahan diluaran sana tidak selalu mengandalkan keluarga. Papa sayang kamu nak. Papa percaya, dia mampu menjaga mu. Batin Alex dengaan sedikit meneteskan air mata kesedihannya.
“Oke. Kalau itu mau papa. Alula akan turuti” ucap Alula yang merasa tertantang dengan ucapan sang Papa.
_______________
“Tolong ini istri saya sepertinya mau lahiran” ucap Kendra segera menyerahkan sang istri pada perawat.
Tak ada seorang bodyguard pun yang mengawal Kendra dan Dera karena mereka sudah terlalu sibuk dengan kondisi Dera yang kesakitan.
Diperjalanan menuju ruang pemeriksaan untuk dicek terlebih dahulu oleh dokter yang berkompeten Kendra berpapasan dengan dokter Frans.
“Halo bro, ngapain kesini?” tanya Frans pada Kendra.
“Mau dugem. Kamu lihat saya disini berarti sedang periksa. Pertanyaan ko aneh” ketus Kendra.
“Astaga, begitu saja marah. Janganlah seperti itu Ken. Istri mu mau lahiran?”
“Hm”
“Oh pantesan. Ya ini udah terhitung bulan persalinannya ya kalau dihitung-hitung”
“Idih sok tau”
“Ye,, emang gue tau”
Kedua pria tersebut jika disandingkan pasti selalu saja ada percekcokan kecil, tapi entah kenapa walaupun begitu mereka tetap akur.
Sembari menunggu istrinya di periksa, Kendra menenangkan diri dan mengingat sepertinya ada yang kurang dan mengganjal dihatinya.
“Oh ya, aku ingat. Ini pasti Rey sudah mendapatkan informasi tentang Brian. Aku chat saja dan memintanya datang kesini”ucap Kendra sembari mengetikkan pesan untuk Sekretaris Rey.
“Rey mana Ken? Ko ga kelihatan?” Frans menanyakan keberadaan bestinya tersebut karena biasanya jika ada Kendra maka disitu ada Rey.
“Tunggu saja dulu. dia sedang perjalanan kesini” ucapnya.
..._______________________ ...
...Quotes ...
...Orang yang tepat jadi pasanganmu adalah dia yang tau semua tentangmu tapi dia tidak berubah, tapi malah makin sayang. Ketika kamu bercerita semua hal dari soal keluargamu, hidupmu, keterbatasanmu, keuranganmu, juga masalah masalah yang ada, hati dan perasaannya tetap tidak berubah sedikitpun. Lebih sika sikap dan perlakukannya tambah lebih baik dan lebih peduli padamu....