PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #59



Dor!


Dor!


Dor!


Tiga buah tembakan menembus tubuh Alex dan membuatnya seakan mati rasa.


Alex sempat melihat tawa kebahagiaan yang keluar dari bibir sang keponakan.


Selanjutnya tidak ada lagi suara yang terdengar. Hanya kegelapan yang dia rasakan kini.


“Papa”


“Papa”


Alex terbangun dengan peluh yang membasahi dahinya.


Dilihatnya ruangan yang dia tempati. Ternyata dia masih ada di kamar tidurnya. Sepertinya tadi dia sedang mimpi buruk.


Sampai-sampai mimpi itu terasa sangat nyata. Bahkan sakit akibat peluru yang menembus tubuhnya seakan masih terasa.


“Papa” suara Ayu, istri Alex terdengar membuat Alex seketika menoleh ke asal suara.


Ayu masih memperhatikannya dengan cemas. Alex menghela nafas panjang. Semua yang dialaminya tadi hanya sebuah mimpi .


Rupanya dia terlalu mencemaskankehadiran putra adik iparnya.


Sehingga kecemasan itu masuk ke dalam mimpinya.


“Papa baik-baik saja?” tanya Ayu kembali melihat suaminya hanya terbengong saja melihat kehadirannya.


“Ah, papa baik-baik saja Ma” ucap Alex setelah mengumpulkan kesadarannya kembali.


"Lantas mengapa tadi Papa mengigau dan merintih kesakitan? apa Papa mimpi buruk lagi?"


Memang beberapa kali di dapatinya suaminya itu mengigau dan merintih. Dan tak jarang pula keringat dingin di lihatnya.


"Sebenarnya akhir-akhir ini Papa mimpi soal Danu Ma,, entahlah.. Mama tenang saja, Papa akan menambah keamanan untuk kita semua" jawab Alex yang menceritakan mimpinya beberapa hari akhir ini.


Ayu menghela napas mendengar jawaban sang suami.


“Ma, apakah benar Danu Hartono telah kembali ke Indonesia?” tanya Alex.


“Benar Pa, tadi Jhon menginformasikan ke Mama”


“Dan apa benar dia juga akan menikah dengan putri tunggal keluarga Aryawiguna?”


“Benar pa. Papa ko bisa tau?"


"Iya, John sempat menceritakan ke Papa. Apakah dia sudah mendatangi Kendra, sekedar untuk silaturahmi saja"


Kali ini Ayu menggelengkan kepalanya “Sepertinya belum Pa. Karena yang Mama tau Danu tidak akan ke rumah Kendra mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu”


“Tolong telpon Kendra Ma, Papa ingin membicarakan masalah Danu dengan Kendra. Sebelum semuanya terlambat"


"Baik Pa"


………………………..


Ayu mengambil ponsel di atas nakasnya. Dicarilah nama "Kendra" namun tak diangkat olehnya.


3 kali panggilan tak di angkat.


Akhirnya dia menelfon Dera, siapa tau Kendra bersama istrinya sekarang, kenapa aku tak kepikiran. Pikirnya.


"Halo Nak, apa Kendra bersamamu sekarang?"


"Tidak Ma, Dera sedang ada di rumah untuk sidang skripsi. Ada yang bisa Dera sampaikan pada Mas Kendra Ma?"


"Oh ya sudah Nak, ini Papa ingin bertemu dengan Kendra. Coba Mama telpon Sekretaris Rey Nak, siapa tau mereka tadi di kantor ada kesibukan"


"Baik Ma"


Ayu mematikan telponnya dan kini mengetik nama "Rey"


Tut


Tut


Tut


Akhirnya telponnya pun diangkat oleh Rey.


"Halo Nyonya Ayu. Ada yang bisa saya bantu"


“Sekretaris Rey, sampaikan pada Kendra, nanti jam istirahat tolong kesini ya. Papa Ken ingin bicara dengannya” ucap Ayu.


"Baik Nyonya. Ini Pak Bos sedang rapat bersama kolega dari Inggris. Secepatnya akan saya sampaikan ke Pak Bos Kendra"


"Terima kasih Rey, silahkan kalian lanjutkan lagi"


Rey yang sedang berada di tengah rapat menahan informasi untuk disampaikan pada Kendra.


Jam istirahat dan semua kolega sudah membubarkan diri.


“Pak Bos, Tuan Besar meminta Pak Bos untuk ke rumahnya siang ini. Ada sesuatu yang ingin dibicarakan”


“Tapi aku ada janji dengan Dera ingin menemaninya sidang skrispi siang ini Rey”


“Tapi ini lebih penting Pak Bos”


“Baik lah, aku akan segera kesana. Sampaikan pada Dera, aku akan segera pulang nanti setelah dari rumah Papa”


“Baik Pak Bos”


……………………..


Dera yang hari ini sedang melaksanakan sidang skripsinya.


Di ruangan kerja Kendra di pilihnya sebagai tempat ternyaman nya.


Angkatan kuliahnya kali ini mendapat jatah sidang dilakukan secara online karena ada satu dan lain hal.


Dia juga sudah meminta Kendra untuk menemaninya namun ternyata Kendra tidak bisa.


Alhasil dia sidang skripsi tanpa di damping suami ataupun sahabatnya karena Mira juga sedang sidang di rumahnya.


Jam 13.00 sidang di mulai. Melalui aplikasi Zo*m, sidang skripsi berlangsung.


“Dera Ananda, apakah sudah siap sidang skrpsi?” tanya Pak Bambang sebagai penguji tiga.


“Siap Pak” jawabnya dengan mantap


“Silahkan sampaikan skripsi yang Anda susun dengan singkat dan jelas”


“Baik Pak, Bu. Ijinkan saya menyampaikan hasil skripsi saya.


Saya memilih judul PENGARUH KARAKTERISTIK INTERNAL DAN EKSTERNAL AUDITOR YANG MENDORONG DILAKUKANNYA PREMATURE SIGN OFF DALAM PENDEKATAN ETIKA dengan alasan karena saya melihat dari sisi profesi akuntan memiliki pengaruh signifikan terhadap lingkungan bisnis.


Sebagai penyedia kunci informasi keuangan, profesi ini telah memegang peranan penting.


Kebanyakan setuju bahwa akunta adalah individu yang mempraktekkan prinsip-prinsip kejujuran dan melaksanakan jasa yang efisien dan bernilai bagi klien dan publik


“Apakah ada kendala Ketika membuat skripsi yang anda susun?”


“Ada Pak, tapi saya mampu menyelesaikannya dengan baik dibantu dengan adanya buku dan jurnal ilmiah”


“Oke, sudah cukup. Silahkan dosen penguji satu dan dua jika ingin menambahkan”


“Sudah baik. Hanya saja tata tulis silahkan di perbaiki” ucap dosen penguji satu.


“Bisa sampaikan apa kesimpulan yang saudari dapat dari skripsi ini” ucap dosen penguji dua.


“Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapat diambil


kesimpulan bahwa terdaapt pengaruh variable resiko audit, materialistis dan locus of control terhadap


perilaku premature sign off. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan hipotesis 2, hipotesis 3 dan hipotesis 4 Bu”


“Ya, terima kasih saudari Dera. Tunggu dulu jangan keluar dari aplikasi, para penguji akan mendiskusikan


apakah saudari layak lulus atau tidak” Bu Irma sebagai penguji dua memintanya untuk menunggu.


Sembari itu dia membuka ponselnya,dia menerima pesan bahwa Kendra akan segera pulang setelah dari rumah Papanya”


Dia pun deg-degan karena ini hari penentuannya lulus atau tidak selama kulliah hampir 4 tahun.


“Saudari Dera, mengenai hasil diskusi kami, Anda dinyatakan lulus dengan nilai A.


Untuk kelengkapan berkas-berkas yang diperlukan keperluan wisuda segera dilengkapi”


“Alhamdulillah, terima kasih Pak Prof. Singgih Prasta, Bu Irma Arumsari M.E dan Pak Bambang Tri Laksono, M.B.A”


Dera begitu senangnya hingga dia loncat-loncat kecil di ruangan Kendra begitu sidang skripsi selesai.


Dera: Masss,, aku lulus😆🥰


Kendra: Wahhh istriku sudah sarjana nih♥️


Dera: Ya dong hehe


Kendra: Mana nih nona cantik traktirannya😂


Dera: Yee, udah kaya masih juga minta traktiran


Kendra: Jangan lupa nanti malam ya😜


Dera: Hemm apa nihh🙈


Kendra: Hehe yaudah sayang. Nanti lagi ya, aku ada perlu sebentar sama Papa. Miss You cantikku. Love you♥️🌹


Dera: Love u too sayangku♥️♥️


.


.


.


Author: gimana nih? chat kalian dengan si doi apa ya seromantis ini hehe.


Simak terus ya kisah Kendra dan Dera.. see youuuuuu 😂