PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
KEJUJURAN MIRA



Jangan lupa mampir ke novel yang satunya ya guys. HELLO DOSEN KUTUBKU.


Di like, koment dan follow juga ya.. Terima kasih.


__________


Keesokan harinya.


Kendra telah beraktifitas seperti biasanya. Hari ini di kantornya sedang ada sedikit masalah mengenai perusahaannya.


“Bagaimana ini Rey? Ko sampai ada perbedaan sebuah data dari Gudang. Perintahkan Asisten Nisa untuk membereskan masalah ini. Bisa-bisanya stok yang tertulis dan stok nyatanya beda. Pasti ada yang gak beres. Setelah itu menghadapku kembali Rey” titah Kendra pada Sekretaris Rey yang ada di hadapannya dengan membawa berkas.


Setelah mendapat perintah dari Kendra, seketika Sekretaris Rey menghampiri Asisten Nisa yang sibuk dengan tumpukan berkas yang dihadapannya. Tempat duduk yang tak jauh dari Pak Bos nya pun mempermudah dia untuk menghampiri Asisten Kendra tersebut.


“Asisten Nisa, tolong ya. Ini ya data yang tertulis dan fakta di Gudang berbeda. Tolong selidiki ini semua” ucap Sekretaris Rey yang menyampaikan pesannya dari Kendra dengan menyerahkan berkas yang dibawanya.


Setelah menghampiri Asisten Nisa, Sekretaris Rey pun menghampiri Kendra.


“Pak Bos, apa ada yang bisa saya bantu lagi?” tanyanya.


“Aku ingin menanyakan masalah hubunganmu dengan Mira. Apakah hubungan kalian masih berlanjut?” Kendra memastikan hubungan sekretaris Rey dan kekasihnya.


“Iya, benar Pak Bos. Hubungan saya dan Mira sudah serius”


“APa kamu siap menerima apapun tentang nya? Termasuk masa lalunya?”


“Maksud Pak Bos?” jawab Sekretaris Rey dengan penuh tanya. Belum juga terjawab oleh Kendra, tiba-tiba ponsel Sekretaris Rey berdering.


Kringg. Kring.


Sekretaris Rey undur diri dari Pak Bosnya untuk mengangkat telpon sejenak.


“Halo (hening) apa? ko bisa? Aku menyusul sekarang” ucap Sekretaris Rey yang ternyata di dengar Kendra. Lantas dia mendekati Rey dan “Pergilah. Selesaikan urusanmu” ucapnya.


_________


Setelah keluar dari ruangan Kendra, dia pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Begitu anak buahnya yang mengatakan bahwa Mira sepertinya di culik, dia segera angkat kaki dari perusahaan. Dia tau bahwa ini akan segera terjadi cepat atau lambat.


Rey yang sekarang sudah tau tentang segala hal yang menjadi rahasia Mira dan Gerald mantan kekasihnya dulu. Sehingga dia bisa berjaga-jaga dan meminta beberapa orang kepercayaannya untuk terus mengawasi dimanapun dan kapanpun Mira berada.


Gerald tidak akan tinggal diam begitu mengetahui Mira dan Rey menjalin kasih. Entah dia tau darimana, yang pasti Gerald sudah tau bahwa Mira kini tinggal di apartemen Sekretaris Rey.


Tetapi tidak disangka jika dia akan bergerak secepat ini. Bahkan ini baru beberapa hari Mira tinggal di apartemen Sekretaris Rey. Gerald tampak tidak sabaran sekali rupanya.


“Kalian sudah tau dimana posisinya?”tanya Sekretaris Rey di telpon kepada salah saatu anak buahnyaa.


“Sudah Tuan. Ada di taman dekat apartemen” ujar anak buahnya tersebut yang sudah melacak keberadaan Mira.


Sekretaris Rey seketika menancapkan gas mobilnya menuju ke taman dekat apartemen tempat tinggalnya. Sekretaris Rey sudah tidak sabar ingin meliat wajah Gerald ituu dan bertarung dengannya. Seperti yang diceritakan Mira memang, Gerald tipe pria yang sangat kasar dan suka main wanita.


FLASHBACK ON.


“Rey, apa kamu siap mendengar segala masa laluku?” ucap Mira yang tengah bersiap untuk tidur begitu juga Sekretaris Rey yang berada di sofa.


“Aku pernah menjalin kasih dengan pria yang bernama Gerald. Dia adalah pria yang ku temui sejak awal kuliah. Tahun pertama hubungan kami lancar saja. Tak ada masalah dan fine-fine saja. Jalan ke tahun kedua, sifatnya mulai kelihatan. Terkadang dia yang suka kasar ketika kita bertengkar.


Omongannya yang terkadang menyakitkan hati, sikapnya yang tak pernah ku temui di tahun pertama semua kelihatan di tahun kedua ini. Dia sempat memintaku untuk menuruti napsu birahinya namun aku menolak, itupun tak sekali dua kali.


Setiap ada kesempatan dia selalu membujukku dengan lembut namun ketika aku menolaknya dia bak berubah menjadi macan yang siap menerkam mangsanya.


Dia juga main tangan bahkan dia juga berkali-kali selingkuh. Selingkuh jika dengan orang yang tak ku kenal gak apa-apa. Tapi ini dengan teman yang bahkan wanita itu dekat denganku. Devita.


Hingga akhirnya merekaa ketahuan dan aku memutuskan hubungan dengannya. Tepat setelah aku putus dengannya, malam hari aku mendapatkan kabar bahwa dia kecelakaan. Aku sempat tak percaya, namun setelah aku dikirimi foto sebuah makam dari temanku, akhirnya pun aku percaya. Sekarang dia kembali lagi di kehidupanku. Dia mencariku lagi Rey. Dia sempat bercerita bahwa dia juga mencari orang tuaku. Takut takut dengannya Rey. Aku ga bisa kalau dia main kasar seperti dulu” Rey yang mendengar Panjang lebar cerita Mira pun tak bergeming. Dia kaget sekaligus tak menyangka bahwa ada pria yang ingin menghancurkan dan melecehkan wanita, yang kini adalah seorang yang sangat dicintainya.


Mira menceritakan kisahnya dengan tangis yang tak bisa berhenti dari matanya. Bagaikan luka lama yang belum sembuh dan mau tak mau dia harus menceritakan pada Sekretaris Rey yang tak lain adalah kekasihnya.


“Terima kasih telah menceritakan kisah mu pada ku. Aku menghargai itu dan aku akan terus menjagamu. Jangan khawatir jika mau bepergian, aku akan menempatkan beberapa bodyguard untuk mengawasimu terus sayang” ucap Sekretaris Rey dengan memeluk Mira.


FLASHBACK OFF.


Sekretaris Rey yang geram pun ingin rasanya langsung bertarung dengan Gerald. Apa lagi maunya laki-laki brengsek itu?


Untung saja Sekretaris Rey menanamkan sebuah chip di jari Mira. Lebih tepatnya cincin sebagai wujud cinta mereka. Karena Sekretaris Rey tau keselamatan Mira lebih utama dari apapun.


Dengan menanamkan sebuah detector di mata si cincin maka akan mudah melacak keberadaan Mira jika sesuatu terjadi padanya.


Mira, tunggu aku, sayang. Aku akan segera menyelamatkanmu.


_____________


“Mira” suara itu sunguh Mira kenal betul dan tidak dia sangka jika Gerald melakukan ini semua padanya.


“Gerald! Apa yang kamu lakukan?” pekik Mira melihat bahwa ini semua adalah ulah dari mantan kekasihnya tersebut.


“Maaf, aku melakukan ini semua demi kebaikan kita” ujar Gerald sambil memegang kedua tangan Mira.


“Bohong!!” ujar Mira sambil menghempaskan tangan Gerald. Mira Sudha bosan dengan perkaataan Gerald yang selalu seperti itu di hadapannya.


“Kebaikan apanya? Kamu sellau saja berbuat seenakmu sendiri. Pernahkah kau memikirkan perasaanku selama kita bersama dulu? TIDAK PERNAH!!” ucap Mira dengan nada kecewa dan marah.


..._________ ...


...Bukan waktu yang ku pinta....


...Bukan uang pula yang ku harapkan. Sedeerhana saja....


...Cukup kau mampu menghargai ku sebagai wanita mu....


...Itu sudah jauh lebih dari cukup....


...Aku tak terlalu menuntut....


...Karena aku tau, yang ku butuhkan tidak terlalu memberatkanmu....