PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
HARIMAU KELAPARAN



Hello guys apa kabar nih. Semoga selalu baik-baik saja ya. Eits tapi untuk masalah hati apa kabar? Semoga selalu baik-baik juga sama si doi hehe.


Jangan lupa like, comment dan follow ya. Baca juga novel HELLO DOSEN KUTUBKU. Terima kasih.


___________________


“ARGHHH BERISIK!! Gue itu cuma butuh orang yang ngedukung gue! Bukan malah memojokkan gue dan seakan gue yang bersalah. Ayo lah kalian pasti punya jalan keluar ini semua. Please bantuin gue” untuk kali ini Brian sedikit tak terkondisikan, wine yang di minumnya hampir sebotol penuh. Dia sengaja tidak menggunakan gelas karena baginya dia butuh waktu untuk melupakan hal ini sejenak.


“Eits, tunggu kalau Carissa balik ke kehidupan gue, jangan bilang ke Alula gadis polos itu kalau gue punya cewek lain. Oke, ya walaupun (sendawa) Carissa adalah gadis kecil yang selalu ada buat gue dulunya. But I love her. (sendawa) I love her. Lovveeeee her” ucapnya.


David dan Alex yang mengetahui cerita Brian merasa iba tapi juga biar bagaimanapun Alula adalah sosok gadis yang ga pernah neko-neko walaupun dia juga sebagai cewek bar-bar dikampusnya.


Setelah botol ketiga, Brian merasa limbung. Pandangannya mulai gelap dan dia pun tak sadarkan diri. Alex dan David yang sudaah tau pada akhirnya akan seperti ini pun langsung menggendong Brian ke kamar Alex. Lift untuk lantai tiga telah dipencet. Mereka menidurkan Brian dan meninggalkannya disana dan kembali dua pria tersebut langsung menuju lantai satu.


“Lex, ini enaknya gimaana? Tapi masa iya, Si bocah itu nidurin anak orang kan gak mungkin. Terus apa yang harus kita lakuin?” tanya David.


“Jalan satu-satunya kita harus menelpon orang tua Brian untuk segera pulang. Waktu dia ga banyak kan?” mau tak mau saran dari Alex pun diterima David. Karena memang tidak ada jalan lain selain cara tersebut.


David akhirnya mencari nomer orang tua Brian dan menelponnya.


_________________


Sedangkan di tempat lain, Sekretaris Rey telah disibukkan dengan tugas yang dianggap deadline-nya itu. bagaimana tidak? Pak Bos nya meminta informasi penting mengenai pria yang sedang dekat dengan adiknya. Niat ingin tidur pun menjadi sirna seketika.


“Mas, mau kemana? Bukankah tugasmu sudah selesai. ini sudah larut malam” cegah Mira yang sedang tidur di kamarnya. Walaupun mereka tidur diatap yang sama, namun Rey dan Mira tidur di tempat yang terpisah.


“Ada tugas mendadak sayang. Tunggu aku pulang ya, doakan cepat selesai” kecup Rey pada kening Mira sang calon istrinya.


Akhirnya Mira mempersilahkan calon suaminya untuk melaksanakan tugas dan dia pun bersiap untuk tidur. Tanggal pernikahan mereka yang mulai mendekati hari H membuat Rey harus kerja ekstra, agar nanti tidak ada kerjaan yang terbengkalai sewaktu pernikahan Rey dan Mira berlangsung.


“Ada-ada aja sih suami Dera, minta tolong malem-malem begini. Apa gak bisa besok aaja kali ya” gerutunya sembari membenarkan posisi selimut yang hampir menutupi dirinya.


______________________


Pagi harinya di rumah Alexander.


“Aduhh sayang.. sakittt” ucap Dera sembari memegangi perutnya yang terasa sakit.


“Haduh, apa kamu ini mau lahiran, Yang?” jawab Kendra yang tak kalah panik dengan istrinya.


“Ya kali, Yang” Dera masih bertahan memegangi perutnya.


Tanpa basa-basi lagi, Kendra segera menggendong istrinya menuju ke rumah sakit.


“Loh Kak Kendra, ini Kak Dera kenapa?” tanya Alula yang berpapasan dengan kakaknya.


“Mau lahiran kali. Masalah kamu dan Brian selesaikan dengan Papa dulu, kalau engga ya nanti setelah urusanku selesai” Kendra menjawab ala kadarnya dan tanpa menatap adiknya. Bak sedang dilanda kecewa, Alula pun menerima hal tersebut.


Kendra menggendong Dera menuju mobil yang udah siap melaju di halaman rumahnya. Pak Gito sebagai pengganti Pak Yanto sopir pribadi Kendra karena Pak Yanto masih dalam kondisi pemulihan pasca kecelakaan di jurang bersama Dera.


“Silahkan Pak Bos, Nyonya Muda” ucap Pak Gito dengan sopan setelah membuka pintu mobil.


Kendra segera memposisikan istrinya ke posisi terbaik menruutnya. Di perjalanan, perut Dera merasa sangat sakit, dia hanya bisa merintih dan mencubit Kendra sebagai rasa pelampiasannya.


“Waduhh” ucap Kendra sesekali. Dia tak bisa untuk memarahi istrinya karena Kendra percaya ketika sang istri lahiran maka sang suami akan merasakan sakitnya juga. Entah di cubit, di tarik rambutnya, atau di pukul. Banyak referensi yang telah di dapatkannya sebelum sang istri lahiran.


“Mas, sakit mas. Sakit” rintih Dera.


“Terus aku harus gimana sayang? Apa begini?” ucap Kendra dengan memijit punggung Dera.


“Jangan!! Sakittttt” ucapnya lagi.


“Lantas bagaimana? Apa yang bisa ku lakukan agar kamu tak sakit lagi, Yang?” selembut mungkin jawaban Kendra agar tak disalahkan oleh istrinya.


“Ga tau. Yang penting jangan pijit disitu” titahnya. Bak mendapat perintah dari sang tuan putri, Kendra langsung melaksanakan tugasnya dan memijit di tangan kanannya.


“Auwww,, uhhh.. sakitt” rintihnya lagi.


Astaga, ini sakit, itu sakit. Terus harusnya gimana? Serba salah deh jadinya. Batin Kendra dengan sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Melihat kejadian dibelakang kursi kemudi, membuat Pak Gito merasa itu adalah kejadian lucu. Karena itu adalah kali pertamanya melihat sang Kendra, pewaris utama PETRA CORP begitu tunduk pada sang istri. Apalagi setelah kisah kelamnya yang sangat mudah untuk membunuh orang.


“Tuan Muda, coba deh punggung Nyonya Muda di elus pelan saja. Jangan terlalu keras. Itu akan mengurangi rasa sakitnya” ucap Pak Gito yang terhitung berpengalaman karena berhasil memiliki lima anak.


“Hm oke Pak” jawab Kendra sembari mempraktikkan pada istrinya.


Perlahan Kendra mengelus pungggung istrinya dan perlahan Dera menikmati. Namun detik selanjutnya, siapa sangka Dera justru menarik rambut style Kendra yang sudah di beri pomaid dan super duper rapi tersebut.


“Awwww” teriak Kendra reflek memegangi rambutnya.


“Sakitan juga ini. Kan kamu ga ngrasain sakitnya orang lahiran. Udah diem aja untuk kali ini” ucap Dera yang membuat Kendra harus mengukuti apa kata istrinya.


Dirinya yang merasa di bohongi Pak Gito pun langsung melempar tatapan tajam seakan seekor harimau yang siap menerkam mangsanya. Sedangkan Pak Gito yang mengetahui hal tersebut yang awalnya dia mampu tersenyum lebar kini jadi menciut karena saran yang menurutnya kurang tepat.


Haduh, salah ngasi saran nih. Gawat. Bisa-bisa saya dipecat nih, kalau tau endignnya bakal begini juga saya mending diem aja. Uh dasar mulut susah banget ngekuncinya. Batin Pak Gitu setelah mendapat tatapan maut dari Kendra.


...___________________ ...


...Quotes:...


...Sudahlah sudah, kalau bosen itu ngomong, jangan Cuma diem terus pergi gitu aja. Emang kamu kira akua pa? pergi seenakmu begitu pergi tanpa pamit dan yang kau tinggalkna hanyalah kisah pilu. ...