
Cantik banget dia kalau dandan gini. Wajahmu mengalihkan dunia ku Dera Ananda.
Lula yang berada di samping Dera seolah membanggakan diri karena dirinyalah yang mendandani Kak Iparnya.
"Hem cantik kan Kak iparku. Siapa dulu yang make up in. Alula gitu loh haha"
Diperjalanan Dera begitu gugup karena ini kali pertamanya dia keluar jalan berdampingan dengan Kendra.
Fashion Show Night
Lidia melihat beberapa orang tampak kasak kusuk ke arah tempat duduk VIP. Karena penasaran dia pun celingukan mencari keberadaan Kendra. Dan sungguh melihat pemandangan yang sangat tidak ingin dia lihat.
Kendra dan Dera berjalan dengan berpegangan tangan.
“Wanita itu… “ Lidia menggeram menahan amarahnya.
“Nona Lidia jangan terbawa emosi, kita sedang berada di tempat umum. Banyak yang akan memperhatikan kita.” Sahut asisten pribadinya, Miko.
“Tapi aku tidak tahan lagi melihat mereka seperti ini” ucap Lidia dengan kesal.
“Ya, saya tahu Nona. Plis, tahan”
“Lalu bagaimana caranya? Aku ingin sekali memisahkan mereka berdua” ujar Lidia.
“Buat mereka salah paham, itu hal yang lebih mudah dilakukan” ujar Miko. Lidia tersenyum senang mendengar apa yang baru saja dibisikkan oleh Miko.
“benar juga idemu, bagus. Aku tidak sabar melihat kesedihan di wajah cantiknya” ucap Lidia sinis.
“Ayo Nona kita rencanakan semuanya” ujar Miko.
“Baiklah, tunggu aku tampil dulu di depan mereka. Dan perhatikan bagaimana reaksi Kendra setelah putus denganku”
“Baik Nona”
Di sisi lain, ada sosok Wanita yang memperhatikan Lidia dan Miko.
Dia adalah Kanza.
Teman Lidia sekaligus sahabat Mira. Dia bisa mengenal tentang Dera karena Dera lah yang membantunya saat Kanza membutuhkan sebuah bantuan mengenai tugas perkuliahan semester lalu.
Sepertinya Wanita itu memiliki dendam pribadi dengan Nyonya Kendra” ujar Kanza setelah melihat perilaku Lidia dan asistennya.
“Sebaiknya kita tidak ikut campur Nona, lagian Nona Dera adalah istri Kenda Alexander.
“Tidak, aku akan memperingatkan Nona Dera untuk berhati-hati. Lidia itu sangat jahat.
Aku takut Nona Dera nanti bisa celaka. Bagaimana pun Nona Dera begitu bak kepadaku.
Sudah saatnya aku membalas kebaikannya bukan?” ujar Kanza. Sang asisten manggut-manggut.
“Iya Nona benar”
** ** **
“Kamu siap ketemu dia?” Kendra meyakinkan Dera sebelum bertemu dengan mantan kekasihnya itu.
“Iya mas, aku siap” Dera memantapkan jawabannya.
Fashion Show Night pun di mulai.
Satu persatu nama di panggil oleh MC.
Lena Erika Antagrea.
Grista Arumi.
Jolley Aksara.
Lidia Zamora.
Duerr..
Nama itu disebut.
Kendra seketika menggenggam tangan Dera. Seakan arti dari genggaman itu adalah aku millik Dera dan aku sudah melupakan masa lalu ku bersamamu Lidia.
Saat Lidia tampil di depan Kendra, sengaja dia menyibakkan kain Panjang yang menjuntai dan memperlihatkan paha mulusnya.
Duh, kendra di kasih penampakan paha mulusnya. Apa dia akan luluh lagi dan kembali Bersamanya ataukah tetap bersamaku memperbaiki hubungan ini. Batinnya.
“Genggam tangan ku” Kendra meminta Dera dan di perhatikan juga oleh sekretaris Rey.
Mungkin ini waktu yang tepat untuk menyatukan kalian sebagai suami istri yang kembali harmonis.
Kembali lah seperti dulu Kendra Alexander. Ego dan patah hatimu membuat mu menjadi pribadi yang dingin dan keji.
“Mas, kalau ingin bertemu dengan dia gak apa-apa. temuilah dia di back stage. Aku tak apa”
“Enggak, aku sudah janji pada diriku untuk menerima mu seutuhnya”
Hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan Kendra. Pasalnya ini baru pertama kali Kendra memperlakukan dirinya dengan baik.
Mungkin rasanya aneh dan gajal. Tapi siapa yang tau tentang sebuah hati yang kemarin sangatlah kaku dan garang sekarang menjadi laki-laki hangat yang sangat menyayangi istrinya.
********
“Sudah selidiki kepulangan Andreas Hartono?” tanya Kendra pada Sekretaris Rey yang mengikutinya begitu sampai kantor.
“Sudah Pak Bos, dia benar sudah kembali beberapa waktu yang lali” ujar Rey melaporkan.
“Namun ada sesuatu yang sepertinya menurut saya janggal” lapornya.
“Ap aitu?” tanya Kendra penasaran.
“Kita sebaiknya bicarakan hal ini di ruangan Anda” ucap Sekretaris Rey dengan hati-hati.
Kendra bergegas menuju ke ruangannya. Di ikuti oleh Sekretaris Rey. Kini keduanya sedang serius menerima laporan yang diberikan oleh Jhon.
“Pak Bos, saya khawatir dia datang bukan hanya untuk mempermasalahkan kepemilikan saham namun ingin menghancurkan kehidupan Anda ataupun Nyonya Dera” khawatir Rey.
Dia tidak tega melihat Kendra harus menderita suatu saat nanti.
“Jangan terlalu melebih-lebihkan. Suruh orang mengikuti pergerakan Andreas” ujar Kednra memberikan perintah.
“Baik Pak Bos”
Rey meninggalkan Kendra dan segera melaksanakan perintah Kendra.
Om Ganang kenapa putramu melakukan hal ini. Apa yang sudah kamu tanamkan kepada dia? Bukankah hanya dia saudara sepupu yang ku miliki. Kenapa kamu racuni dia dengan kebencianmu yang tidak mendasar itu.
*****
“Pengen deh rasanya punya pacar” ujar Mira yang menemani Dera berbelanja di swalayan.
“Bukankah kamu sudah kenal dengan laki-laki yang dulu pernah kau upload itu?”
“Dia ternyata playboy Der. Ku pikir pendiem gitu, ternyata player. Ceweknya dimana-mana ada. Pengagumnya bertebaran mulai yang seat sampai yang sakit. Mulai yang cantik hingga yang biasa aja. Aku ga kuat mellihatnya.” jawab Mira
“Oh ya, kenapa ga coba kenalan dengan Nino? Temen ku saat SMA itu. Mau ku kenalkan?”
“Kayaknya dia suka deh sama kamu”
“Ah ngaco deh, gak mungkin lah”
*****
“Kita mau kemana?” tanya Dera pada Kendra. Karena kini dia yang menyupir. Sedangkan Pak Yanto dan Sekretaris Rey diminta untuk pulang duluan.
“Kamu ini ditanya diam mulu” ujar Dera kesal. Kendra justru tertawa. Dia mencubit pipi Dera gemas.
“Kamu jangan ngambek sayang, makin cantik lho.”
Rayu Kendra membuat Dera mencibir.
“Makin hebat nih ngerayu nya”sindir Dera.
“Ya bukan merayu, aku hanya memuji kecantikan istriku,” sahut Kendra membuat Dera terdiam tidak bisa berkata-kata lagi jika sudah dibilang sebagai istrinya.
Entah mengapa Kenda selalu bisa membuat jantungnya berdetak kencang.
Kendra melajukan mobilnya dan membuat Dera semakin penasaran di buatnya.
Kini mobil yang mereka kendarai berdua telah sampai disebuah tempat di tengah kota. Sebuah kedai kecil yang cukup manis.
Apa dia mengajakku makan disini di sini. Tumben…
Kendra menarik tangan Dera dengan lembut dan mengajak Dera masuk ke restoran tersebut.
Surpriseeeee….
Dera tidak berdaya dengan apa yang ada lihat sekarang. Ada beberapa orang yang dia kenal berada di ruangan tersebut. Mira, Alula Sekretaris Rey, dan Dokter Frans ada di sana.
Mereka memberikan kejutan seperti orang sedang berulang tahun saja.
Dera tidak menyangka akan mendapat kejutan seperti ini. Setelah acara lamaran kemaarin dia tidak menyangka masih akan mendapat kejutan seperti ini.
.
.
.
puji
.
Malam pun seakan tau rasa rindu ku padamu.