
“Dera, aku ada di depan. Pintunya kamu kunci dari dalam. Ada 2 bodyguard serem nih cepet buka” ucap Mira dengan nada membisik
Tak butuh waktu lama, Dera membuka pintu dan menyambut Mira dengan bahagianya
“Miraaaa… kangennn” peluk Dera didepan para bodyguard
Mereka berpelukan dan segera Dera mengakhiri nya untuk mengambil tas di kamar.
…………………………..
Di kantor Kendra
Hari ini Kendra sangat sibuk di kantor, karena ada beberapa proyek yang harus segera di selesaikan.
Dera yang sedari telfon tidak di angkat oleh Ken sekali pun. Satu-satunya jalan, dia menghubungi Sekretaris Rey untuk mengijinkan Dera meet up bersama Mira.
Mau tidak mau, Kendra mengijinkan dan meminta 2 bodyguard mengawasi kemana saja Dera pergi dan apa saja yang dilakukan. Walaupun mereka hanya pernikahan kontrak namun tetaplah dia berstatus istri Kendra Alexander.
Kendra yang belum memberitahu Sekretaris Rey mengenai perjanjian nikah kontrak dengan Dera, berusaha untuk menjelaskannya di sela-sela jam istirahat meeting.
“Rey, aku mau ngobrol tapi jangan sampai Mama Papa tau ya. Aku dan Dera sepakat melakukan perkawinan kontrak. Ini berlangsung selama satu tahun. Setelah satu tahun nanti kita akan bercerai. Dan aku akan menikah dengan Lidia”ucap Kendra dengan mendatap sibuknya kota Jakarta dari dalam kantornya.
“ha? Ko bisa Pak Bos? Lalu?” Sekretaris Rey tak bisa berkata apa-apa lagi
“ya kitta akan menjalani satu tahun ini dengan sandiwara, tapi dia tetaplah berstatus sebagai istriku” jawab Kendra memperjelas hubungannya dengan Dera
……………………………
Dimobil Mira
Pagi ini kota Jakarta tak lagi macet seperti biasanya. Dera dan Mira masih sibuk membicarakan dimana tempat yang akan mereka kunjungi.
“Mir, ini mau kemana? Apa kita nonton aja kali ya, Sudah lama rasanya kita gak nonton” ide Dera sebagai jalan keluar
“Nonton? Oke.. pilihan yang bagus. Terus setelah itu kita shopping, makan-makan, yukk, mauu???” tanya Mira
“oke deh,, cusss” jawab Dera disertai tawa Bahagia seperti anak SMK yang sedang dapat uang jajan tambahan.
Mobil bodybuard yang tak jauh dari mobil Mira terus membuntuti hingga Mall yang ditentukan sebagai tujuan.
Sesampainya di baseman, segera mereka melangkah menuju lantai Bioskop berada.
“Der, kamu duduk aja di sini. Aku yang beli tiketnya” ucap Mira meminta Dera untuk duduk sembari menunggunya membeli tiket.
Sembari Dera menunggu tiba-tiba ada sosok laki-laki menyapa
“Dera Ananda” celetuk Nino, teman sewaktu SMA dulu.
Dua bodyguard dari Kendra seketika menjepret sebuah foto dan ada sebuah info yang bisa disampaikan kepada bosnya nanti.
“Nino??” jawab Dera dengan kaget.
“Iya Der, masih inget aja. Kamu sama siapa Der?” tanya Nino memperhatikan sekeliling Dera.
“sama Mira nih, temen ku kuliah” jawab Dera
Tak lama kemudian tibalah Mira membawa 2 tiket untuknya nanti. Mira yang melihat bahwa ada laki-laki tampan, segera agresif pada Dera untuk mengenalkan.
“Der, siapa nih, kenalin dong” pinta Mira pada Dera dengan menyentilnya
“oh ya No, ini ada Mira. Dan Mira ini ada Nino” akhirnya Dera memperkenalkan Mira dengan Nino
“salam kenal No.. aku Mira, teman kuliahnya Dera.Oh ya Der, ini filmnya udah mau mulai. Yuk masuk” Pinta Mira untuk Dera agar segera masuk. Sedangkan Nino pergi ke arah lain.
Akhirnya mereka berpisah.
Di dalam bioskop sebuah film romance “Korea” sebagai pilihan. Film dengan judul “On Your Wedding Day” yang diperankan oleh Kim Young Kwang dan Park Bo Young. Film ini menceritakan tentang pahit manis hubungan sepasang anak muda dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun Park Bo Young tidak tertarik pacarana. Namun demi menghindari murid lalki-laki, Seung hee dan Woo Yeon berpura-pura berpacaran. Hubungan palsu tersebut perlahan bertumbuh menjadi rasa kasih yang sesungguhnya.
Sampai adegan habis mereka menikmati setiap scene demi scene nya. Hingga selesai.
Ketika mereka sudah keluar, diperjalan tiba-tiba Mira menyinggung mengenai pernikahan Kendra dan Dera.
“bagaimana dengan pernikahanmu Der?” tanya Mira yang kepikiran dengan pernikahan sahabatnya itu.
“mending cari tempat duduk dulu Mir, makan dulu yuk. Banyak cerita yang ingin ku ceritakan” jawab Dera dengan menggandeng tangan Mira
Sampailah mereka di salah satu restoran jepang. “Shabu Tak Sigaru”
Disambutlah mereka dengan pelayan.
“Ini kak menunya, silahkan” ucap Pelayan sembari menunjukkan buku menu
“Udon Beef dan shabu on bowl, minumnya es jeruk 2 ya kak” jawab Dera mengembalikan buku menu pada pelayan
Sambil menunggu pesanan jadi, Dera menceritakan kisah pernikahannya dengan Kendra
“Ha? Ko bisa sih, kalian kan udah SAH, kenapa gak sekamar aja?” tanya Mira yang semakin penasaran tentang pernikahan Dera
“Mas Kendra memiliki kekasih Mir, Namanya Lidia” jawab Dera dengan berbisik, takutnya bodyguard mendengar apa yang dia katakana
“Astagfirullah Dera. Kamu ko sabar banget. Tapi kalian udah pernah ehem belum?” dengan menunjukkan tanda dua tangan menjadi Satu
“ya gak mungkin lah Mir Mir. Kita udah janji dari awal di gak akan nyentuh aku sedikitpun. Dan pernikahan kita cuma satu tahun saja, setelah itu kita juga cerai” jelas Dera
Mira yang sedari tadi tidak percaya apa yang diceritakan hanya bisa mengelus dada dan menyemangati sahabatnya. Dia berharap Dera bisa Bahagia suatu saat nanti.
“Permisi kak, ini pesanannya” tiba-tiba pelayan datang dan membawakan makanan yang telah kami pesan
“Iya ka, terima kasih ya” jawab Mira
Mereka lantas melahap makanan satu per satu. Makanpun hening.
Kringg kringg kringg bunyi telepon
“Der, siapa tuh yang telpon” tanya Mira
“Oh ini, Ibu Mir. Sebentar ya, ku angkat dulu” jawab Dera
“Hallo bu, assamaulaikum”
“waalaikumsalam nak, kamu sedang dimana? Tadi pagi masakin suami mu apa?” tanya Lestrari
“Dera sedang ada diluar bu, ini sama Mira. Tadi pagi masak tcap cay dan omelet. Ibu gak tanya gimana kabar Dera? Gak kangen gitu sama anaknya ini? Hehe” canda Dera
“uluhh.. udah jadi istri ya sekarang. Udah pinter masak juga, untuk kamu selalu ibu libatkan Ketika di dapur hehe. Oh ya anak ibu, anak yang cantik sendiri, semangat jadi pengantin baru ya nakk, yaudah ibu mau buat kue dulu. Ini ada pesanan banyak dari kantor pertanahan nak, assalamualaikum” jawab Ibu menyudahi percakapan kami
“Iya bu, semangat ibu.. waalaikumsalam bu” jawab Dera
Mira yang sedari tadi mendengarkan percakapan Ibu dan Anak hanya mampu menangkap kebahagiaan dari Ibu Dera. Sayangnya Bu Lestari tidak tahu kondisi yang sesungguhnya tentang Dera.
“Oh ya Der, ini udah hampir sore lho, ayo pulang. Takutnya suami mu udah pulang, nanti malah kamu dimarahi” ujar Mira
“Ya udah Mir, ayo” Segera Dera menuju kasir untuk membayar makanan yang telah di pesan.
Dera dan Mira segera menuju parkiran mobil. Tak lupa juga dua bodyguard selalu berada di sekitarnya.
……………………………..
Di kantor Kendra
Datanglah wanita cantik , berheels tinggi, pakaian seksi menuju ruang kerja Kendra. Ya, dia adalah Lidia.
Lidia sering pergi ke kantor kendra, entah hanya sekedar kangen atau mengirimi nya makan siang.
“sayaaanggg” tanpa salam, tanpa mengetuk pintu lidia langsung masuk ke ruang Kendra
“kalau masuk ruangan ku ketuk pintu dulu, atau gak salam yang. Takut nya ada kolega gak enak juga kan, untung Cuma ada sekretaris Rey”seketika Rey langsung berdiri dan bberpamitan keluar.
Lidia yang membawa makan siang untuk Kendra segera menyiapkannya dan menyuapi Kendra.
“sayang, enak gak masakan buatan aku?” tanya Lidia memamerkan masakan yang telah dia beli namun di ganti ke dalam kotak makan miliknya biar seolah-olah Kendra percaya jika itu adalah makanan yang dia buat.
“enak banget yang, makasih ya udah masak, udah kesini juga. Love u” kecup Kendra pada bibir tipis Lidia, dia pun membalas ciuman kendra.
Pintu kantor pun di kunci oleh kendra. Segera dia berciuman dengan buas dengan Lidia. Anehnya juniornya tak berdiri sedikitpun, hanya nafsu untuk berciuman semata.
“ah kenapa ya, berciuman seganas ini pun aku tak merasakan aneh di tubuhku, namun ketika dekat dengan Dera, hanya melihat punggungnya sedikit saja sudah membuatku merasa kegerahan, ada ap aini?” batin Kendra dalam hati
Ada yang aneh dengan Kendra, mungkin hubungannya dengan Lidia sudah sangat lama, namun rasa nyamannya tak sama jika Kendra berada dekat dengan Dera.
.
.
.
Apakah aku mulai menyukaimu? Ataukah hanya rasa nyaman semata?-Kendra Alexander-
.
.
.
‘puji’
happy reading guyss ♥️😊