
Hello guys apa kabar nih. Semoga selalu baik-baik saja ya. Eits tapi untuk masalah hati apa kabar? Semoga selalu baik-baik juga sama si doi hehe.
Jangan lupa like, comment dan follow ya. Baca juga novel HELLO DOSEN KUTUBKU. Terima kasih.🥰
___________________
Malam setelah Brian dari rumah Alula, semua keluarga kembali ke kamarnya masing-masing begitu juga dengan Kendra. Dengan pikirannya yang kalut dan dia tidak terima jika adiknya di perlakukan yang tidak baik oleh Brian, mau tak mau tetap dia harus menerima apa yang ada.
Ceklek.
Kendra membuka pintu kamarnya, didapati Dera sedang terduduk di sofa dan seakan menunggu kedatangannya.
“Loh sayang ko bangun sih, kenapa? Kamu mau apa? atau baby kita nakal ya di perut sayang?” ucap Kendra dengan manis.
“Mas, apa harus sebuah perjodohan menjadi jalan satu-satunya bagi mereka. Apa ga ada cara lain? Sakit lo mas dijodohin itu ga enak” jawab Dera dengan mata yang berkaca-kaca.
“Jadi maksud kamu? Kamu merasa perjodohan kita itu ga enak? Hm? Apa kurangnya aku dimatamu Dera” ucap Kendra dengan pikiran negatif thinkingnya.
“Ga mas. Bukan begitu. Cukuplah kita aja yang dijodohkan jangan adikmu dan Brian” tatapan tertuju pada suaminya yang kini membelakanginya.
“Kamu?? Kamu tau masalah Brian dan Alula? Kamu dari tadi ga tidur!!” ketus Kendra yang menelisik mata istrinya.
“Aku memang ga pengen adikku jalan kesana sini ga jelas apalagi dengan pria yang baru dikenalinya. Awalnya juga aku menolak perkenalan mereka tapi setelah aku percaya apa yang mereka berikan padaku? Mereka melakukan hal yang tak senonoh. Apakah itu pantas Dera?!” emosi yang tadinya masih bisa dikuasai seakan meledak bak bom waktu.
Hening. Dera tak menjawab sepatah katapun karena dia tau ketika omongan Kendra dijawab maka membuat dirinya semakin membabi buta.
“Kalau kamu merasa memiliki jalan terbaik, silahkan. Utarakan. Dan aku ga akan meminta mereka menikah, tapi kalau suatu saat nanti Alula hamil dan tanpa seorang ayah apa kamu mempertanggungjawabkan omongamu!!” ucap Kendra.
“Oke. Fine, jika itu yang ada di pikiranmu. Aku mendukungmu sebagai istri, semoga saja memang mereka tidak melakukan apapun” tutur Dera yang semakin lirih pada Kendra dan kembali ke tempat tidurnya.
Setelah di rasa cukup, Kendra akhirnya mengikuti Langkah istrinya dan meminum air yang telah dibawanya. Dia tak langsung tidur namun pikirannya melayang dan seakan gagal mendidik seorang adik perempuannya. Seakan dikhianati iya, seakan di kecewakan tentu.
“Rey, selidiki kejadian yang ada dirumah pria yang ku kirimkan foto dan identitasnya” ketik Kendra pada Sekretaris Rey mengenai sosok Brian yang sesungguhnya.
Mendapati pesan tersebut tak lama kemudian di balas, membuat Kendra akhirnya bisa lega karena Rey siap melaksanakan tugas dan akan dilaporkannya besok pagi. Sekali dua kali dia menarik napas dan dihembuskannya kasar. Berkali kali dia selalu berusaha pada posisi PW (Posisi Wenak) untuk dirinya agar terlelap tidur, akhirnya pun bisa setelah dicobanya untuk yang ke sekian kali.
________________
POV Brian.
Diperjalanan dari rumah Alula membuat Brian pusing bukan kepalang, dia tak menyangka hasil taruhannya akan berakhir seperti ini.
“Sialan banget sih masa gue harus nikah muda. Gue masih pengen happy-happy, pengen shopping dan ini lagi Carissa roman-romannya kembali di kehidupan gue” umpat Brian dengan segala kekesalannya yang dilimpahkan pada setir mobilnya.
“Alasan apa gue minta nyokap bokap pulang ke Indo? Kalau mereka ikutan salah paham dan juga minta gue nikahin Alula sama aja jatuh di lubang yang sama, apa gue kabur aja yak ke luar negri?” pikirnya.
Akhirnya tanpa berpikir panjang, malam itu Brian memutuskan untuk ke rumah Alex, dia janjian dengan David juga.
Tak lama akhirnya pun Brian pun telah sampai di rumah mewah dalam komplek ternama.
“Hallo bro, gimana kabar lo. Tumben kusut ih muka lo. Kenapa sih ngajak kita kumpul jam segini, untung gue ga clubbing” ucap David yang datang terlebih dahulu dan dia menepuk bahu Brian untuk menyapa.
“Ah sialan. Gue apes banget ini. Lex, keluarin wine punya lo. Gue mau minum” titah Brian dan membuat Alex berdiri lagi untuk mengambilkan w¡ne miliknya.
Sembari menunggu temannya lengkap Brian memutar otak dan hanya mendiamkan David.
Setelah Alex kembali dan membawa minuman yang direquest oleh temannya akhirnya dia membuka pembicaraan.
“Gue disuruh nikahin Alula” singkat, jelas dan padat.
“WHATTT?!” ucap Alex dan David bersamaan.
“Gue tadi ke danau bareng dia, ke tempat kesukaan gue dan Carissa dulu. Tapi Taunya dia malah jatuh dan gue bawa pulang. Sampai rumah, gue suruh dia buat ganti baju nyokap gue jaman muda dulu . Apesnya lagi, menurut keluarganya gue itu nglakuin sesuatu hal yang diluar norma. Kalian tau kan gue gak bakal nglakuin hal tersebut selain sama cewek yang gue suka yaitu Carissa” ucapnya gamblang setelah meneguk beberapa w¡ne tapi masih dalam kondisi normal.
“Dan satu lagi kalian tau, mereka minta buat gue datengin nyokap bokap dan menghadap ke mereka. Ya kali gue nikah tapi masih muda begini. Ga mau ah” jawabnya.
David dan Alex hanya mendengarkan cerita Brian dengan seksama. Mereka tidak nyangka ini terjadi diluar rencana.
“Lo yakin pengen nikah beneran? Ini cuma taruhan lo Yan, lo siap gak? Jangan-jangan suatu saat lo bakal selingkuh dari Alula lagi” kekhawatiran David pun makin menjadi setelah mengetahui keberadaan Carissa di kehidupan Brian mulai kembali.
“Iya nih Brian. Alula itu kan cuma incaran kita dari awal tapi lo malah melangkah terlalu jauh. Untuk apa coba ngajak dia ke danau tempat lo dan Carissa sering menghabiskan waktu disana. Jangan-jangan lo cari kesempatan lagi” telisik Alex.
“ARGHHH BERISIK!! Gue itu cuma butuh orang yang ngedukung gue! Bukan malah memojokkan gue dan seakan gue yang bersalah. Ayo lah kalian pasti punya jalan keluar ini semua. Please bantuin gue” untuk kali ini Brian sedikit tak terkondisikan, w¡ne yang di minumnya hampir habis dua penuh. Dia sengaja tidak menggunakan gelas karena baginya meneguk lebih cepat dibandingkan dengan gelas dan ini juga untuk melupakan masalah ini sejenak.
“Eits, tunggu kalau Carissa balik ke kehidupan gue (sendawa) jangan bilang ke Alula gadis polos itu kalau gue punya cewek lain. Oke, ya walaupun (sendawa) Carissa adalah gadis kecil yang selalu ada buat gue dulunya. But I love her. (sendawa) I love her. Lovveeeee her” ucapnya.
David dan Alex yang mengetahui cerita Brian merasa kasihan tapi juga biar bagaimanapun Alula adalah sosok gadis yang ga pernah neko-neko walaupun dia juga sebagai cewek bar-bar dikampusnya.
...____________ ...
...Quotes...
...Malaikat Jibril pernah berpesan:...
...Cintailah siapa yang kamu suka (tapi ingat) sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya....