
Malam harinya.
Kendra membuat api unggun di depan tenda yang baru saja dibuatnya bersama sang istri.
Mereka berdua sedang berkemah di halaman belakang villa. Sambil menikmati indahnya pemandangan bintang yang bertaburan di langit malam ini.
Dera sedang bersiap-siap membuat makanan untuk makan malam mereka berdua.
Dia sengaja membuat para pelayan agar tidak membantunya saat dia memasak. Dera hanya ingin dibantu oleh sang suami saja.
Semua pembantu pun mengalah dan tidak menghalangi niatan majikannya tersebut.
Dera sedang membuat masakan kesukaan Kendra.
“Sayang, mau di bantu? Jangan capek-capek lho, kan sedang hamil” tanya Kendra mendekati istrinya dan memeluk pinggangnya.
“Boleh sayang, ambilkan itu ya” Dera pun menunjuk apa yang dia butuhkan. Kemudian jadilah mereka berdua memasak bersama. Kendra melihat betapa terampil sang istri dalam memasak.
Dan saat memasaklah Dera terlihat sangat cantik.
Sebenarnya Kendra juga ingin di masakkan Dera setiap hari, namun dia takut kalau Dera kecapekan.
“Nih sayang, cicipi bagaimana rasanya?”
Kendra mencicipi rasa masakan Dera dan benar seperti dugaannya. Sangat enak.
Kendra pun mengacungkan kedua jempol nya kepada Dera.
Kendra begitu menikmati suasana malam ini. Dia begitu ingin makan malam bersama seromantis ini.
Meskipun sederhana namun makan bersama orang yang dicintai memiliki nuansa yang berbeda.
Dera menatap suaminya penuh cinta. Dia berkali-kali menambahkan lauk kesukaan Kendra. Dan suaminya itu menerimanya dengan senang hati.
Kendra memeluk tubuh sang istri. Bahagia itu lah yang dia rasakan saat ini.
Dia sangat bersyukur dengan apa yang telah di milikinya. Dia tidak ingin kebahagiaan ini cepat berlalu. Dia ingin selamanya merasakan kebahagiaan ini bersama dengan Dera, istrinya.
Apalagi kini ada malaikat kecil di Rahim Dera.
………………………….
“Buru-buru sekali Sekretaris Rey” ucap Nisa, Asisten Kendra. Tidak seperti biasanya rekaan kerjanya ini tampak panik dan juga gelisah.
“Aku harus segera menjemput seseorang. Apakah masih ada kerjaan yang lain?” tanya Sekretaris Rey kepada Nisa, rekan kerjanya sejak dulu.
“Pulanglah, ini hanya tinggal sedikit, aku bisa melakukakannya sendiri”
“Terima kasih. Besok ku traktir makan siang” ujar Sekretaris Rey Bahagia sambil menyambar kunci mobilnya dan bergegas pergi dari kantor pimpinannya.
“Semoga kali ini kamu berjodoh dengan wanita ini” ujar Nisa mendoakan Sekretaris Rey. Dua orang yang selama ini betah menjomblo itu sudah menemukan belahan jiwanya itu juga membuat hati Nisa merasa senang.
Sebagai teman yang selama ini bersama dengan mereka berdua.
Sekretaris Rey mengendarai mobilnya dengan segera. Dia sudah terlambat beberapa menit dari waktu yang dia janjikan kepada Mira.
Author ingatkan nih:
Mira adalah sahabat Dera saat kuliah. Dia berteman dekat dengan Sekretaris Rey.
Semenjak Mira selesai sidang skripsi, dia di rekrut ke perusahaan tempatnya magang. Disana lah beberapa kali Mira bertemu dengan Sekretaris Rey yang mewakili Kendra. Akhirnya tumbuh benih asmara dihati mereka. Dan saat itulah Sekretaris Rey selalu mendampinginya baik berangkat ataupun pulang kerja.
Sekretaris Rey sudah melihat Mira yang sedang duduk di café dekat kantor Mira. Sekretaris Rey segera memarkir mobilnya dan bergegas mendatangi Mira.
Sekretaris Rey sebenarnya agak takut karena telah membuat Mira menunggu cukup lama akibat jalanan macet tadi sewaktu menuju ke tempat Mira.
Namun betapa terkejutnya, Sekretaris Rey saat menyapa Mira di café tersebut. Wanita itu baru saja menangis dan begitu melihat kehadirannya air mata Mira kembali tumpah. Mira segera memeluk dirinya erat.
Sekretaris Rey hanya dia saja melihat sikap Mira padanya. Apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Pikir Sekretaris Rey. Apakah sesuatu terjadi saat dia belum sampai disini?
“Bawa… aku…da..ri.. si.ni… Rey…” ujarya sambil sesegukaan dan tampak gemetar.
Sekretaris Rey bingung melihat kondisi Mira. Namun dia segera mengajak Fira pergi dari Café tersebut.
Saat perjalanan pulang di dalam mobil Sekretaris Rey, Mira masih saja menangis.
Dia tidak bisa membendung air mata itu tumpah. Sekretaris Rey yang melihat hal tersebut hanya diam membiarkannya. Dia tidak tahu dari mana dia harus bertanya.
Dia takut pertanyaannya akan membuat Mira semakin sedih. Sekretaris Rey hanya bisa menjaga Mira di sampingnya saat ini.
Dia akan menunggu Mira untk bisa bercerita sendiri tentang masalah yang dimilikinya itu.
Yang diketahui Sekretaris Rey, Mira adalah sosok Wanita yang ceria dan tidak pernah sekalipun dia melihat Mira sesedih ini. Namun kini Mira menjadi sosok yang rapuh. Ada apa denganmu Mira?
Gerald kenapa kamu kembali?
Flashback On
Mira yang kini membereskan pekerjaannya. Dia masih menunggu kedatangan Sekretaris Rey di depan kantornya.
Mira sudah mengirimkan pesan pada Sekretaris Rey kalau dia sudah selesai. dia menunggu kedatangan Sekretaris Rey sambil menikmati secangkir susu cokelat di kafe yang terletak tidak jauh dari kantornya.
Tiba-tiba seseorang menarik kursi yang ada di depannya. Mira melihat siapa yang sudah berbuat tidak sopan tersebut.
Sebelum dia sempat menegurnya betapa kaget Mira melihat wajah yang selama ini dia Yakini sudah menghilang dari kehidupannya.
“Bagaimana mungkin…” Mira sangat terkejut dan tidak menyangka dia masih hidup. Dia muncul dihadapannya seperti ini.
“Apa kabar Mira.” Mira semakin tidak habis pikir. Suara ini memang benar-benar dia. Tapi bukankah dia sudah dinyatakan meninggal akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu?
Tidak!
“Ge.. Ge…Gerald”
Kaget, takut, sedih bercampur jadi satu.
Mungkin ketika hati Mira belum di isi oleh Sekretaris Rey dia akan sangat senang mengenai kedatangan Gerald, tapi itu juga tidak akan mempengaruhi hubungannya karena mengingat sebelum Mira dan Gerald putus itu karena Gerald berselingkuh.
Flashback Off.