PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
TEMEN APA TEMEN?



Jangan lupa vote dan komen ya temen-temen. Karena itu membuat author semangat membuat cerita selanjutnya.Terima kasih.


_____________


Malam setelah peresmian taman Butscard Kendra memutuskan untuk mengajak Dera ke rumah orang tuanya. Dia ingin merayakan hari bahagianya kumpul bersama keluarga besar.


Berhubung juga ini malam minggu dan pasti semua anggota keluarganya pasti di rumah.


”Kita perlu bawa apa mas?” tanyanya pada Kendra yang sedang fokus pada tab tentang perkembangan saham.


“Tidak usah bawa apa-apa. Toh mereka juga sudah bahagia melihat kita datang kesana bukan?” jawabnya.


“Em baiklah” Dera lantas menikmati malam itu dengan bahagianya bersama Kendra.


Mobil terus melaju dengan berbagai pengawalan. Tak bermaksud apa-apa, ini memang di antisipasi sebelum ada hal yang tidak di inginkan Kendra.


45 menit berlalu, mobil telah memasuki gerbang rumah orang tuanya.


“Pa, Ma, kami datang” ucap Kendra dengan berjalan menggandeng tangan istrinya.


“Loh anak ku. Halo Dera bagaimana kondisimu? Kehamilanmu sehat?” tanya Ayu pada sang anak dan menantunya.


“Sehat ma, Alhamdulillah. Mama Papa bagaimana? Sehat?” tanya balik Dera pada sang Menanu yang kini sedang mengelus perutnya yang membuncit.


“Alhamdulillah sehat juga. Ayo sini masuk. Nanti kita makan sekalian ya mumpung sedang masak banyak nih” ucap Ayu dengan menggandeng tangan menantunya.


Mereka duduk di ruang tengah mengobrolkan tentang peresmian di taman tadi sore.


“Kamu tadi benar-benar telah mengumumkan pernikahanmu dan Dera. Berarti kamu harus siap dengan segala hal kedepannya nanti Ken. Untuk Dera juga jangan cepat menerima apapun dengan mentah-mentah. Pengumuman tentang pernikahan kalian apalagi Dera sedang hamil itu membuat ada beberapa orang yang akan memanfaatkan hal ini. Paham Kendra, Dera?” nasihat dari Alex pada anak dan menantunya.


“Siap Pa. aku dan Dera pasti akan selalu menguatkan dalam segala hal. Oh ya tadi kalian lihat tentang ekspesi Bagas atau Danu Hartono? Sengaja aku mengundang mereka” tanya Kendra.


“Dari wajahnya sih mereka fine-fine aja Ken. Gak ada sesuatu yang sangat berarti. Entah ya dengan isi hatinya. Tapi tadi sempat kata Alula dia melihat wajah dari wanita ular itu yang merasa tak senang melihat kamu dan istrimu di podium tadi. Mungkin dia ingin berada di posisi Dera. Ah biarkan saja. Wanita itu memang dari dulu tetaplah sama” tutur Ayu dengan kekesalan yang masih tersimpan untuk Lidia.


“Iya Ma” jawab Dera dengan sopan.


"Tapi kenapa kamu tak meminta kami untuk ke sana Ken? Apalagi Mama Dera juga gak kamu panggil. Ah apa-apaan kamu. Kan enak tuh Mama bisa masuh TV hehe” jawaban sang Mama benar-benar sama seperti apa yang Kendra pikirkan.


“Gak Ma. Memang sengaja hehe. Tapi boong. Kendra memang hanya meminta beberapa orang saja untuk hadir dan beberapa wartawan. Ya cuma itu tadi untuk mengakui ke publik bahwa Kendra dan Dera sudah menikah. Itu juga waktunya dadakan Ma. Ya mungkin besok kalau Dera tujuh bulanan atau pas lahiran kita adain lagi jumpa Pers, gimana?” tawarnya pada sang Mama.


“Oke deh, siap anakku” jawabnya.


Setelah beberapa saat mereka di ruang tengah akhirnya Ayu mengalihkan ke ruang makan. Sebuah meja makan yang terbuat dari kayu dan dilapisi kaca diatasnya membuat meja makan ini sungguh elegan dan ada unsur alamnya. Serta sudah tersusun beberapa menu makanan dengan porsi besar dan sepertinya akan ada tamu yang singgah.


Alex, Ayu, Kendra dan Dera segera duduk. “Ma, tumben masak banyak?” tanya Kendra. Belum juga terjawab sudah ada Alula yang keluar dari kamarnya.


Dengan dres warna peach dan sedikit bersolek membuatnya sangat pangling.


“Taraa. Cantikkan princes Mama. Siapa dulu dong yang dandanin” ucap Ayu dengan bangganya. Dari tadi semenjak Kendra datang, Alula sengaja berdiam di kamar karena dia malu jika dilihat Kendra dengan berdandan seperti ini. Bukan dia banget yang sehari-harinya lebih banyak menggunakan celana jeans.


“Waduh, mau ada acara apa nih? Tumben Dek kamu dandan juga? Mau ada calon adik ipar ya haha” ucap Kendra dengan tawanya yang menggelegar.


“Hust bilang apa kamu itu. Katanya sih ini nanti temennya yang dateng. Coba kita lihat aja Ken. Kamu siap mengetesnya?” tanya Alex.


“Ah siap dong Pa” ujar Kendra dengan siapnya. Alula yang merasa risih dengan obrolan sang Kakak dan Papanya segera menghentikan aksinya.


"Ya memang sih kakak itu gak suka kalau kamu itu pacaran tapi kalau untuk menikah kan kakak gak apa-apa yang penting baik dan pantas membimbimbingmu. Bukan begitu sayangku?” ucap Kendra yang meminta persetujuan sang istri.


Dera hanya mengangguk dan tersenyum saja. Memang benar apa yang dikatakan suaminya. Lebih baik menikah daripada pacaran yang nantinya hanya membuang waktu saja.


Namun juga tidak segampang itu menikah apalagi ada beberapa hal yang harus terpenuhi mengingat alula masih anak kuliah. “Memang siapa sih dek calonnya?” tanya Dera yang membuat Alula tersipu malu.


“Udah-udah. Nanti juga kalian tau. Kalau menurut mama sih kalian pasti suka. Soalnya itu dia ganteng, baik dan sepertinya juga dari kalangan yang sama dengan kita kalau dilihat dari penampilannya" ujar Ayu. Kendra juga sebenarnya kaget mendengar Alula yang tiba-tiba ingin mengenalkan seorang pria.


Alula


Jadi kesini gak?


Sent.


Brian


Jadilah. Tapi aku gak tau nanti harus ngobrol apa sama papamu. Ah sangat merepotkanku saja.


Alula


Idih siapa juga yang maksa kamu. Kan ku bilang kalau mau datang ya datang. Kalau gak kan ya udah. Simple


Alula mengirim pesan pada Brian dan hanya kejengkelan yang diiterimanya.


Tak pernah ada kata akur diantar mereka. Hanya berantem dan jengkel itu lah yang selalu ada diantaranya.


Mereka duduk dan menunggu kedatangan sang tamu.


10 menit berlalu belum juga datang.


20 menit masih nihil.


“La, mana nih. Udah lama banget. Kakak juga lapar pula. Tadi belum sempat makan apapun sejak dari taman” ujar Kendra yang seperti anak kecil.


“Sana makan cemilan seadanya dulu. Sebentar lagi juga paling dateng Mas. Sabar” Dera dengan sabarnya menenangkan sang suami.


“Nah itu istrimu pinter. Ah kamu itu. Tunggu sebentar kenapa”


"Oh ya La, kamu sudah tanya dia belum kalau dia akan kesini apa enggak” tanya sang mama.


”Iya ma. Sudah ko”


Sudah Ma. Tapi balasan menjengkelkan yang ku dapat. Entahlah nanti makan malam akan berjalan dengan lancar atau tidak. Tipe cowok seperti dia memang membuatku agak naik darah. Andaikan yang datang itu pria yang baik, cakep, perhatian, cool.. Ah, sayangnya yang datang malah pria sok ganteng, sok baik, sok cool dan sookkkkkk perfect. I HATE YOU!! Batinya dalam hati.


...___________...


...Cinta dan benci itu beda tipis....


...Jadi janganlah terlalu membenci,...


...Siapa tau besok kamu dan dia saling menyukai....