
Dera yang sedari tadi menyadari dirinya di gendong oleh Kendra, mendengarkan semua apa yang di katakana suaminya.
“begitu dalamnya dirimu mencintaiku mas? Menjaga ku sampai begini. Terima kasih ya, aku belum jadi istri yang baik buat mas Kendra” batin Dera ingin menangis mendengarkan ucapan Kendra barusan.
………………………………
Dera yang akhirnya tertidur di sofa dan Kendra yang sibuk dengan segala kerjaannya.
“Pak Bos, apa gak mau pulang? Ini sudah jam 5. Dan Nyonya Muda kelelahan hingga tertidur” ucap Sekretaris Rey yang melihat Dera tidur di sofa ruangan Ken.
“iya, ini mau pulang aku bangunkan Dera dulu. Kamu tunggu di mobil" jawab Kendra sembari mendekati Dera
Mau tak mau Kendra membangunkan Dera. Di tepuknya bahu Dera pelan-pelan
“bangun Dera.. ayo pulang"
“apaaa” Dera menggeliat
“bangun ayo, pulang. Gak mungkin aku gendong kamu menuju parkiran”
“iya mas, iya..” Dera akhirnya bangun dan menata baju dan rambutnya kembali rapi.
Seharian dia hanya menonton drakor, makan, dan tidur. Itu sudah membuatnya sangat capek. Dan sebaliknya besok dia akan dirumah sepenuhnya.
Kendra yang menyiapkan berkas untuk dibawa pulang di bantu oleh Dera. Dan akhirnya mereka pulang naik mobil yang sama.
………………………..
Diperjalanan Rey merasa ada yang aneh dengan mobil hitam yang berada di mobil Pak Bosnya.
Dia mencoba mengamati dan menghafal nomor plat mobil tersebut. Rey tak menyampaikan sepatah katapun di perjalanan takutnya nanti Dera mendengar sehingga dirinya kepikiran dan merasa takut.
“mobil itu sepertinya mengikuti mobil ini. Coba pak cari jalan lain, apakah mobil itu masih mengikuti kita” ucap Rey pada Pak Yanto.
“baik Pak, saya tadi juga berpikir demikian karena sangat mencurigakan” jawabnya.
Kendra yang tak menyadari mobilnya telah belok ke arah yang berbeda. Dia hanya merebahkan tubuhnya di mobil begitupun Dera.
Dan benar saja, ketika mobil yang dinaiki Ken dan Dera belok ke persimpangan jalan, mobil hitam itu pun mengekor di belakangnya.
“Benar saja mereka mengikuti kita. Segera pulang dan hati-hati pak” ucap Rey
“ya Pak, bismillah” pak Yanto melajukan mobilnya ke arah rumah Kendra.
Sesampainya di depan rumah Kendra, dan mobil hitam itu berhenti tak jauh mengamati rumah Ken.
Kendra dan Dera yang sudah turun dan segera Rey meminta Ken untuk berbicara empat mata.
“maaf Pak Bos, bisa kita bicara empat mata?”
Dera yang melihat Rey ingin bicara serius segera melangkah pergi menjauhi mereka.
“Ken, sewaktu kita pulang dari kantor, ada mobil hitam plat B 9999 X mengikuti mu hingga dirumah. Mereka berhenti di depan gerbang depan” Rey menjelaskan pada Kendra
“Sial, mereka sudah berani muncul terang-terangan. Awasi mereka, tambah penjagaan untuk Dera. Segera kita lacak mereka siapa dan disuruh siapa” perintah Kendra
Rey langsung berpamitan pada Ken dan diperjalanan dia menelfon Big Bos, alias Papa Ken.
“maaf tuan, ini ada perkembangan kasus mengenai orang yang sepertinya ingin mengincar Nyonya muda. Semenjak kita keluar dari perusahaan, ada mobil hitam plat B 9999 X mengikuti kami. Mohon bantuannya tuan”
“baik Rey, aku akan menyewa orang untuk menyelidiki ini semua” jawab Alex seraya mematikan telepon.
…………………………….
Dirumah kendra
Dera yang pulang dari perusahaan Kendra segera membersihkan tubuhnya, dia mandi dan berganti baju santai begitu juga Kendra.
“Mas, tadi tumben gak ada meeting di luar? Biasanya sibuk banget” tanya Dera memecah keheningan di kamar.
“Iya, tadi memang fokus ke semua berkas. Kenapa? Kamu mau jauh dari aku ya?”
“enggak mas, astaga salah terus perasaan kalau nanya”
Kendra yang mendengar jawaban Dera rasanya ingin tertawa, karena apapun yang dilakukan Dera selalu salah dimatanya.
“udah ah, ayo makan malam dulu. Udah laper nih” Kendra mengajak Dera untuk segera makan malam.
Dikeheningan makan malam, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
“bagaimana nanti kalau Dera diculik, atau diapakan oleh orang-orang itu. Arghhhh. Sialan” batin Kendra yang sedari tadi hanya memainkan nasi di piringnya.
“kamu kenapa mas? Ko makanan cuma dimainin?”
“gak ada apa-apa. Kepo deh” ingin rasanya Kendra menceritakan apa yang sedang dipikirkannya, namun tak mungkin karena hal itu akan membuat Dera semakin kepikiran.
“selalu saja kayak gitu” Dera menyerah dan tak bertanya lagi.
Akhirnya mereka melanjutkan untuk makan malam.
Dan setelahnya menuju kamar untuk istirahat.
“kamu tidur dulu gak apa-apa. aku masih ada berkas yang belum ku selesaikan” ucapnya sembari berjalan keluar kamar.
“siapa juga yang nunggu mas Ken, wleee” jawab Dera ingin membalik membuat Kendra kesal.
“hihh,, ya udah” Kendra berjalan meninggalkan kamar dan menuju ruang kerjanya.
……………………….
Di dalam ruang kerja
“Rey, bagaimana? Apa ada informasi mobil hitam itu?”
“belum Ken. Tapi ini aku sudah minta salah satu mata elang untuk mencari mereka siapa sebenarnya dan suruhan siapa”
“selidiki terus Rey dan besok Dera berada di rumah. Dia tak ku ijinkan untuk magang. Cari bodguard cewek yang cekatan yang menurutmu terbaik untuk menjaga Dera” pinta Kendra.
Rey yang masih berpikir siapa yang cocok menjadi bodyguard Dera belum menjawab permintaan Kendra.
“Reyyy!! Kamu dengar aku??”
“ee iya Ken, dengar-dengar. Besok segera akan ku ajak dia kesana”
Setelah telfon dimatikan. Rey segera mencari kontak di ponselnya. Ditemukan sebuah nama Fira.
“nahh.. Fira. Dia kan satu perguruan denganku dulu” Rey langsung menelpon Fira dan membuat sebuah Kerjasama.
…………………………
Dera yang berada di kamar sendirian merasa kesepian.
“duh sepi sekali tanpa dia. Biasanya dia yang ngoceh, marah-marah gak jelas. Sekarang gak ada dia ko sepi banget ya. Apa aku ke ruang kerjanya saja ya”
Dera segera berjalan ke ruang kerja Kendra. Dibukanya perlahan pintu dan di intipnya.
“ada apa???” tanya Kendra yang mengetahui ada Dera yang mengintipnya dari pintu
“gak apa-apa. Cuma pengen nganter cemilan saja. Gak mau ya udah aku bawa keluar lagi” Dera membawa cemilan dan minuman sebagai alasan agar dia mampu bersama kendra.
“hilihh. Alesan. Udah kangen kan sama aku. Bilang saja begitu, kenapa?malu?”
“enggak lah, emang cuma nganter ini aja ko”
“udah sana duduk dulu di sofa, kalau mau nonton Tv dinyalain saja gak apa-apa”
Kendra yang sangat mengerti apa yang harus dia lakukan, membuat Dera merasa sangat dihargai, dicintai dan dijaga.
Bahkan sedikitpun Dera gak pernah menyangka bahwa Kendra mampu bersikap baik walaupun dnegan sikap dinginnya.
.
.
.
Aku yakin dibalik sikap dinginmu tersimpan rasa sayang yang begitu besar padaku. Terima kasih telah menerima ku, mencintaiku, menyayangiku dan menghargai keberadaanku.
Untukmu, berdoa adalah caraku mencintaimu, dan diamku adalah caraku paling mencintaimu” I love u
.
.
Puji
.
Hello guys, salam kenal ya💜♥️