
Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.
Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.
______________
Ditempat yang berbeda, ada Danu, Novan dan Lidia. Mereka sengaja merencanakan untuk bertemu membahas mengenai kelanjutan rencana untuk Kendra dan Dera. Namun tanpa mereka sadari, Dera telah selamat dan sedang bercengkrama di rumah Alexander.
“Oke. Kelanjutan dari rencana kita apa nih?” tanya Danu dan hanya keheningan diantara mereka.
“Gas, gimana tugas lo? Berhasil kan bawa Dera pulang bareng” tanya Danu kembali yang kini tengah fokus pada Bagas yang sedang meneguk beberapa wine.
“E… rencana kita gagal bro. De … Dera udah diselametin Kendra” ucap Bagas.
“Ha? ko bisa sih? Itu kan lokasinya jauh dari jangkauan dan mereka ga semudah itu menemukan keberadaan Dera yang ada di gubug itu kan?” Lidia menyahut diantara kegeraman Danu pada Bagas yang lagi-lagi gagal.
“Aisshh!! Sialan lo ya Gas! Papa gue udah berusaha nyelakain Dera malah lagi-lagi lo yang gagal mengeksekusi beginian doang. Udah lah lo mending urusin aja istri lo sana, daripada ga bisa diajak kerjasama sama sekali” ketus Danu memperingatkan Bagas.
“Bukan begitu. Memang Kendra kesana itu buat nyelametin Dera, tapi dia dibantu Sekretarisnya yang songong itu dan Novan. Lo tau sendirikan mereka berdua ahli bela diri” pembelaannya terhadap apa yang telah terjadi.
“Udahlah daripada begini terus mending ini dibubarin aja. Tiap ada rencana untuk Dera Kendra pasti ko gagal. Buang-buang uang gue pula” Danu.
“Ha? kalau ini dibubarin gue dapat uang dari mana? Buat makan, shopping, clubbing. Jangan di bubarin dong” Lidia dengan tatapan memohon pada Danu.
“Udah lah. Capek gue. Yaudah sana bubar-bubar” ucap Danu dan dia segera pergi dari tempat tersebut.
Percek-cokan tersebut berakhir ketika tidak ada sebuah titik temu dan mereka memutuskan untuk membubarkan segala rencana untuk kedepannya.
___________________
“La, lula tunggu” ucap Brian yang keluar dari ruang perkuliahan dan menghampiri Alula yang tengah membetulkan rambutnya.
Para mahasiswa lain yang melihat kejadian tersebut seketika tak berani lagi memperhatikan Alula yang kini tampil beda.
“Ada apa Yan?”
“Ga. Ga ada apa-apa. Nanti malam jalan yuk” ajaknya pada Alula yang kini dia percaya untuk bisa mengobati kesepiannya.
“Emm, nanti ya gue pikir-pikir dulu” Alula yang Nampak basa-basipun membuat Brian seakan semakin tertantang mendapatkan Alula.
“Oke deh. Nanti lo W@ gue aja deh ya” Brian.
Akhirnya setelah dirasa cukup dan Brian pun kembali ke ruang kelasnya. Begitupun Alula yang kini sedang melaksanakan jam kuliah untuk beberapa SKS kedepan. Sebuah mata pelajaran yang menurutnya tidak terlalu berat untuk dipikir karena dia sudah sedikit banyak menguasai materi tersebut.
Adel, sang sahabat yang duduk tak jauh dari Alula memperhatikan bahwa penampilannya kini tampak berbeda. Terlihat begitu cantik dan kalem.
“Heii, tumben cantik banget” bisiknya di sela-sela dosen menjelaskan materi.
“Emang lo pikir gue ga cantik apa? haa?” jawab Alula.
“Udah sana hadap depan. Nanti ketauan dosen baru tau rasa lho”
Akhirnya perkuliahan berjalan dengan lancar. Semua para mahasiwa membubarkan diri, sedangkan Adel dan Alula masih di dalam kelas karena untuk membahas suatu hal.
15 menit berlalu. Dan kelas pun akan dipakai oleh mahasiswa perkuliahan kelas selanjutnya. Mau tak mau merekapun harus keluar. Dan setelahnya mereka berpisah.
Alula mengendarai mobil menuju rumah. Dengan pikiran yang terngiang-ngiang oleh ajakan Brian tadi membuatnya semakin sumringah melakukan perjalanan yang sedikit macet karena bersamaan dengan pulangnya para pekerja.
“Eits, Brian ngajak gue jalan-jalan lagi? Apa ini artinya ngedate ya? Dia suka sama gue? Atau dia Cuma penasaran aja sama gue?” pikirnya agar dia tak salah paham dengan sikap baiknya Brian padanya.
“Ehh tapi tunggu dulu. Kalau nanti gue mau, takutnya gue yang lama-lama baper. Tapi kalau gue ga mau? Gabut juga darumah. Mumpung ada film bagus bisa kali ya kalau nanti malam sambil ngajak dia nonton. Itu juga kalau dia mau” ucapnya pada dirinya sendiri.
Waktu pun berlalu hingga dia memasuki gerbang rumahnya.
Sebuah mobil Kendra pun terlihat di parkiran mobilnya. “Yee,, udah pulang juga nih kak Dera. Semoga aja babynya kak Dera baik-baik aja deh” dengan riang dia pun segera turun dari mobil dan berlari kecil masuk ke dalam rumah.
“Haloo kak Derrr” Alula memeluk Dera yang sedang mengemil beberapa buah yang ada di mangkuknya. Disana hanya ada Dera seorang karena Kendra, Papa dan Mamanya sedang mengambil sesuatu dari dapur.
“Assalamualaikum cantikk. Udah pulang nih, tumben sih kuliahnya siang” ucap Dera pada sang adik ipar.
“Eh iya, tadi ga salam hehe. Habisnya saking senengnyaa lihat kak Dera udah pulang. Gimana kak? Kakak ga apa-apa kan? Babynya gimana? Selamat? Ini badan kakak ada yang lecet gak? Coba lihat tangannya? kakinya?” segala tingkah Alula membuat Dera hanya pasrah pada perlakuan adik iparnya tersebut.
“Ya Allah Dek. Kak Dera itu gak apa-apa loh. Nih coba lihat, aman-aman aja kan” ucap Dera memperlihatkan tangan kaki pada Alula sebagai tanda dia baik-baik saja.
“Oh syukurlah..” Alula mengelus dadanya dan menghembuskan napas dengan lega. Dia juga ikut memakan cemilan yang sedang dipegang Dera. Bak seorang kakak adik kandung, hubungan mereka sangat baik bahkan mengalahkan kehangatan pada Kendra dan Alula.
Tiba-tiba dari arah belakang, ada Mamanya yang datang dan disusul oleh papa dan Kendra. Sang Mama membawa semangkuk es buah, sedangkan Kendra membawa cemilan kesukaan istrinya. Mereka benar-benar memperlakukan Dera dengan sangat baik.
“Halo anak mama. Sudah pulang nak, gimana tadi kuliahnya?”
“Lancar ma.. alhamdulillah”
“Kamu pulang sendirian dek? Ga sama cowok yang waktu itu? siapa namanya??” tanya Kendra
“Oh. Brian. Brian maksud kakak?”
“Nah, dia. Brian. Kamu ga bareng dia?”
“Ga lah kak. Dia kan bawa mobil sendiri”
“Kapan kamu akan ketemu dia lagi? Kakak pengen ngobrol penting sama dia”
“Ngobrol? Ngobrol apa kak? Emang sepenting itu ya kak?” Alula penasaran denga napa yang akan dibahas Kakaknya nanti. Dia sudah was-was karena tidak biasanya Kendra meminta seorang temannya apalagi laki-laki yang ingin mengobrolkan hal penting.
..._________________ ...
...Hai, gimana kabarnya? Are u okey? Rasanya pengen banget ngecaht kamu lagi, tapi gimana y akita udah seasing ini. Kalo inget-inget indah banget sih awal-awal kenal kamu dulu. Tuhan baik banget menghadirkan kamu disaat duniaku sedang tidak baik-baik saja. I miss umore than u know...