
“Sudah lah, untuk hal itu besok-besok saja gak harus hari ini”
“Ha??? Maksud mas Ken??” Dera dengan spontan menjawab.
“emm,,, gak apa-apa. Sudah ayo tidur saja” Kendra yang sedikit salah tingkah segera merebahkan tubuhnya.
“tidur disini mas?” Dera menunjuk pada ranjang yang jelas-jelas hanya satu.
“ya iya, apa mau tidur di sofa lagi?? Udah gini aja, kalau emang belum siap kita buat pemisah saja dengan dua buah guling, gimana?” Kendra pun membanggakan diri karena merasa menemukan solusi.
Dera pun hanya melihat malas “wahh, cerdas sekali…” Dera pun segera turun dari tempat tidur.
“Heii, mau kemana?” melihat Dera berjalan menjauhi tempat tidur, Kendra segera berteriak.
“mau ganti baju mas. Kenapa mau ikut?!!” jawab Dera dengan kesal dan berjalan menuju ke kamar mandi.
“emangnya kamu tahu dimana baju-bajumu dipindahkan?” jawab Kendra sedikit kesal karena dia sebenarnya sudah sangat mengantuk.
“enggak mas, dimana emang tadi Bi Tirna pindahkan? disitu kali ya” Dera menunjuk salah satu lemari yang ada di kamar Kendra.
“makanya tanya dulu kalau gak tau” Kendra pun segera turun dari ranjang dan menyentil dahi Dera. Kendra lantas menuju ke sebuah ruangan yang langsung terhubung dengan kamar mandi, ruangan itu adalah ruang pakaian dan segala aksesoris dan sepatu.
Dera kembali di buat terpesona dengan ruangan itu, baju-baju tertata rapi tergantung berdasarkan warnanya, berbagai macam koleksi jam tangan mahal terlihat disebuah lemari kaca.
“ini tempat bajumu” Kendra menunjuk lemari lain dari yang Dera lihat dan benar lemari itu berisi semua pakaian Dera yang sudah tertata dengan rapi.
“wahh, ternyata rapi juga ya kalau digantung di lemari. Maklum mas, kalau dirumah pasti semua baju aku lipat” Dera menunjuk baju-baju yang tadinya masih di lipat sekarag sudaah rapi tergantung di dalam lemari.
“Iya. Sudah sana ganti baju dulu” jawab Kendra sambil menatap tajam pada Dera dengan jarak yang sangat dekat hingga membuat Dera harus mencondongkan badannya ke belakang.
“astaga, kenapa lagi ini... dia seperti punya sengatan listrik saja” batin Kendra yang merasa jantungnya berdetak lebih cepat.
“mas,,, apa yang kamu lakukan..jangan dekat seperti ini.. aku belum siap mass” batin Dera
Kendra pun segera menjauhkan tubuhnya dari Dera, dia pun meninggalkan Dera dan kembali ke ranjang.
“Aku bisa gila lama-lama dekat dengannya dan ada yang tak beres dari diriku” gumam Kendra setelah sampai di atas ranjang.
Dera pun tak mau berlama-lama dia segera memilih baju tidur dan mengganti bajunya dengan baju tidur yyang sudah dia pilih.
Setelah mengganti pakaian dia muncuci muka dan gosok gigi, kemudian Dera pun kembali lagi menghampiri Kendra yang sudah merebahkan tubuhnya dia atas ranjang, dia naik ke atas ranjang, Kendra yang sudah tidur di sisi tempat tidur memunggungi Dera, lampu pun sudah dimatikan tinggal menyisakan lampu tidur.
Dera pun juga segera merebahkan tubuhnya.
Dia sudah membelakangi Kendra, dia berusaha memejamkan matanya tapi matanya tetap saja enggan terpejam, jam sudah menunjukkan pukul 00.00 tapi tetap saja Dera tak bisa memrjamkan matanya, suasana baru membuat Dera sulit tidur.
“mas,, Mas Ken” Dera pun memberanikan diri untuk memanggil Kendra tapi tak juga mendapatkan sahutan dari Kendra.
“Mas Ken sudah tidur ya. Kalau begini caranya mending aku tidur di lantai bawah saja” Dera pun membalikkan tubuhnya menghadap punggung Kendra.
Dera benar-benar tak bisa tidur, dia terus memandangi punggung Kendra dia pun secara reflek menusuk-nusuk punggung Kendra menggunakan jari tangannya.
Toel toel toel
“kenapa? Suka sama punggung ku?” Kendra pun segera membalikkan badannya menghadap Dera, karena terlalu terkejut, Dera langsung menarik tangannya dan menjauhkan badannya dari Kendra, tapi sayang karena terlalu terkejut hinggaa,
Brugggg
“aughh,sakit ... ” Dera terjatuh dari tempat tidur, pantatya begitu sakit karena harus berbenturan dengan lantai, sikunya juga membentuk nakas
Hahahha hahahaha hahaha
Bukannya bantuin, Kendra malah tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang terasa kaku, menertawakan kecerobohan Dera.
“ngapain jungkir balik disitu?” tanya Kendra sambil tertawa.
“Mas ken ini jahat banget, bukannya bantuin malah nertawain” Dera pun bangun dari lantai sambil mengelus sikunya yang nyeri akibat kejedok nakas.
“ngapain ribut dari tadi? Gak bisa tidur?" tanya Ken dengan mata terpejam.
“jadi Mas Ken belum tidur?” Dera yang panik ternyata dari tadi Kendra belum tidur.
“bagaimana kau bisa tidur, kamu gerak terus, newol-nowel punggungku juga” ujar Kendra
“aku gak bisa tidur mas”
“ya udah sini” Kendra memindahkan kembali guling-gulingnya sehingga tidak ada lagi penyekat diantara mereka.
“Mas Kendra, mau ngapain?” Dera memandang bingung dengan apa yang di lakukan Kendra.
“sini mendekatlah” Kendra pun menarik tangan Dera sehingga lebih dekat dengannya, kini tak ada jarak diantara mereka, dia mengangkat sedikit kepala Dera dan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk Dera dan sebelah tangannya dilingkarkan di pinggang Dera sehingga wajah Dera kini tepat di depan dada bidang Kendra.
“ya ampun Mas, bagaimaana ini, bagamana jika Mas Ken mendengarnya, ini keras sekali” batin Dera, karena jantungnya bekerja lebih cepat saaat berdekatan dengan Kendra,
Dag dug dag dug.
“eh, tapi ini apa.. kenapa aku bisa mendengar detak jantung Mas Ken” batin Dera lagi saaat mendengarkan detak jantung Kendra yang juga terdengar begitu cepat.
“mass” ucap Dera.
“apa lagi Dera Ananda, ayolah tidur.. aku sudah ngantuk?” Kendra memejamkan matanya.
“jantung mu mas,, jantungmu kenapa?” tanya Dera khawatir.
“memang jantungku kenapa?” Kendra masih tak tau memuka matanya.
“ini terlalu cepat mas, jedag jedug jadag jedug” dengan polosnya Dera menjawab.
“apanyaaa?”
“jantungmu berdetak terlalu cepat mas, aku pun mendengarnya”
“sudah diam” Kendra tak mau Dera banyak bicara, dia pun lebih mengeratkan lagi pelukannya saat Dera sedikit bergerak untuk melepaskan diri.
“kenapa erat sekali Mas?” protes Dera
“kalau kamu bicara lagi, aku akan lebih mengeratkan lagi, jadi diam dan tidur. Aku sudah sangat capek hari ini” akhirnya Dera pun hanya bisa pasrah
“dasar cerewet, kenapa dia selalu saja banyak tanya” gerutu Kendra
Dera pun tak lagi bicara, rasa lelah dan kantuk sudah begitu menyelubungi mereka, hingga kini ada rasa nyaman disana membuat kedua terlelap dimana yang begitu hangat.
.
.
.
Biarkan semua berjalan apa adanya, dan berlalu sesuai semesttinya. Hingga berakhir dengan seharusnya
.
.
.
Puji
.
Jangan lupa like dan vote ya temen-temen💜