
Dera hanya tertawa mendengar ucapan Kendra bahwa semua adalah ide dari Alula dan Rey.
Kini mereka sedang duduk santai dan minum segelas sampanye.
“Jadi Alula dan Sekretaris Rey bisa menyiapkan sedemikian romantisnya. Harusnya aku berterima kasih kepada mereka juga”
Cup
Sebuah kecupan di bibir Dera membatnya bungkam. Kendra tampak cemberut dengan perkataan sang istri.
“Kenapa? Kenapa menciumku tiba-tiba sih” kata Dera sambil menatap Kendra tajam.
Kendra tersenyum jail. Dia menyukai ekspresi Dera yang cemberut.
“Jangan membicarakan pria lain ketika sedang Bersama. Atau aku akan melakukan lebih dari itu”
“Ehh Mas Ken, yang bahas duluan bukannya Anda, Pak Bos Kendra Alexander” ledek Dera.
“Dera Ananda..” begitu Kendra memanggil nama lengkap Dera disertai nama belakangnya.
Pasti Kendra sedang kesal dengannya. Maka Dera berusaha melarikan diri namun Kendra lebih dahulu menangkapnya.
Kendra memeluk tubuh Dera erat sambil melihat pemandangan malam dari balkon kamar Kendra.
“O ya,, aku memiliki sesuatu buat kamu” kata kendra.
Dia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan warna merah dari dalam saku celananya.
Sebuah kalung dengan batu berlian ditengahnya.
Dera yang masih terkejut hanya bisa mematung. Betapa beruntungnya dia mempunyai seperti seperti Kendra, baik, ganteng dan penyayang.
Kendra memasangkan kalung tersebut di leher jenjang dan mulus milik Dera.
“Terima kasih banyak” kata Dera merasa terharus dengan apa yang diberika Kendra malam ini.
“I love You”” ucap Kendra tulus. Dera tersenyum sambil menatap Kendra.
“I Love You too Mas”
……………………
Di kediaman Keluarga Feri (Keluarga Dera)
“Pagi tante” sapa Novan sang keponakan Dera yang kini tinggal di Jakarta untuk melaksanakan tugas pindah kerja.
Kini Novan ikut bergabung duduk di ruang keluarga.
“Pagi juga nak” jawab Lestari yang sedang menonton siaran di televisi.
Lestari sudah menganggap Novan seperti anaknya sendiri.
Usia Novan yang terpaut jauh dari Dera seakan seperti kakak laki-laki bagi Dera.
Rutinitas Mama Dera jika hari minggu adalah menonton acara gosip.
Memang emak-emak jaman now bingit, batin Novan.
Dia tidak bergitu tertarik dengan tontonan gosip seputar artis.
“Om Feri kemana tante?”
“Oh ya, tadi katanya kamu bersepeda sama teman kantornya nak, sini ikut gabung sama tante”
Hari ini adalah hari minggu sehingga suasana di kediaman keluarga Feri cukup santai.
Tiba-tiba di televisi muncul berita yang menayangkan tentang Kendra dan juga Dera.
Mama Dera seketika menambah volume di remote TV untuk mendengarkan lebih jelas apa yang terjadi dalam wawancara itu.
“Nak, coba deh lihat. Dera masuk TV” ujar Lestari antusias.
Novan seketika menoleh dan ikut mendengar pemberitaan di televisi mengenai adik keponakannya itu.
“wkwkw, dua love bird itu masih saja membuat sensasi” gerutu Novan setelah mendengar berita yang disiarkan di televisi.
Lestari tersenyum mendengar komentar keponakan laki-lakinya “Biarlah, Namanya juga sedang jatuh cinta. Kamu kapan nikah? Pangkat sudah lumayan tinggi, pacar udah punya juga”
“Ya tante, masih nunggu waktu. Doakan saja ya tante”
(Doakan sang author juga ya gaes, hehe.. amin✌️🙏)
…………………….
Kediaman keluarga Alexander
Kini Alex sedang duduk sambil melakukan terapi pada punggungnya yang akhir-akhir ini sakit.
Dengan dijaga beberapa bodyguard dan dia melakukan aktivitas itu dengan rutin.
Istrinya yang sangat telaten selalu memberikan makanan sehat bagi suaminya.
Jhon datang menghampirinya.
Kedatangan John pasti ada sesuatu hal.
Alexander meminta istrinya untuk pergi meninggalkan dia berdua saja dengan John.
“Duduklah, John”
Alexander memang sudah tidak seperti dulu lagi.
Meskipun begitu dia tidak akan meninggalkan berita seputar keadaan perusahaan.
Karena dia tahu permasalahan yang belum sepenuhnya selesai.
“Tuan, dia kembali. Tuan Muda Danu Hartono. Dan dia kini hendak menyerang Pak Bos muda Kendra Alexander”
“Dengan menggunakan Nona Seva sebagai alatnya. Dia mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dalam perusahaan kembali atas saham yang dimiliki Tuan Ganang Wicaksono yang telah di serahkan pada Nona Seva”
“Sepertinya kepulangan Tuan Muda Danu ke Indonesia ada yang mendukung nya Tuan”
“Lalu bagaimana dengan Kendra?”
“Pak Bos Kendra masih sibuk dengan segala pekerjaannya”
“Apa yang di inginkan anak Ganang Hartono itu? Bukankah sudah jelas pembagian harta yang ku lakukan dulu?” Alex tidak habis pikir apa yang dituntut anak itu dari keluarganya lagi.
“Tuan, jangan banyak berpikir. Biarkan ini menjadi tanggungjawab saya dan Rey”
“Kamu harus bantu Kendra menyelesaikan masalah ini. Jelaskan padanya apa yang sudah ku lakukan pada anak Ganang Hartono itu dahulu. Jangan sampai Kendra salah persepsi”
“Baik Tuan”
Alex menghela napas.
Masalah apa lagi yang akan ditimbulkan putramu. Kenapa masih berlanjut masalah diantara kita kepada kedua putra tunggal kita. Apa yang telah kamu katakan ada putramu ini dahulu.
…………………
Suasana kedai masih sepi saat Dera datang. Dia menyapa lima orang pegawainya yang sedang bersih-bersih meja dan kuris yang ada di restoran miliknya.
Dera melihat ke arah dapur dan bersiap-siap memasak. Tapi pagi Kendra telah meminta membuat cumi tepung goreng kesukaannya.
“Pagi Mbak Dera” sapa salah seorang koki yang membantu di restoran.
“Pagi, banyak pesanan hari ini?” tanya Dera sambil melihat catatan yang ada di dinding dekat Kulkas.
“Iya mbak, bisa minta tolong cicipi rasanya mbak?” tanya koki tersebut.
“Baiklah” Dera mengecek
Restoran Dera juga menerima delivery makanan. Bila ada pesanan biasanya Dera akan segera datang pagi-pagi untuk mengecek pesanan dari para pelanggannya terlebih dahulu.
“Mbak Dera, ada teman mbak Dera di depan” ujar salah seorang pegawaii Dera.
“Oke baiklah” Dera meninggalkan dapur dan melihat siapa yang datang.
Mira.
“Hai, bagaimana kabarmu? Katamu kamu sakit” Dera mengajak Mira duduk di bangku dekat jendela.
“Ah, sudah gak apa-apa. hanya kecapekan saja” jawab Mira.
“Kenapa tidak memberitahuku. Aku juga tahu dari Kendra karena Sekretaris Rey ijin tidak masuk untuk merawatmu”
Mira merasa tidak enak karena sudah membuat repot Sekretaris Rey.
“Aku kurang memperhatikan kesehatan ku sendiri sampai membuat repot orang lain” kata Mira merassa bersalah karena sudah membuat beban bagi orang lain,
“Ya, kamu harus membalas kebaikan Sekretaris Rey padamu karena sudah menolongmu” pesan Dera mengingatkan.
“Ya” jawab Mira pelan.
“O ya, mau ku buatkan sarapan tidak?” tanya Dera.
“Sedari tadi juga itu yang mau ku bilang” kata Mira.
“Haissttt, kamu ini. Ya sudah tunggu di sini sebentar”
Dera kembali ke dapur membuatkan sarapan untuk Mira.
Sementara Mira membalas sebuah pesan yang dikirim oleh Sekretaris Rey.
Dia menanyakan kondisi dirinya.
Mira menepuk kepalanya sendiri. Dia merasa dirinya begitu bodoh. Setelah mengingat apa yang pernah dia katakan kepada Sekretaris Rey hari itu.
.
.
.
puji
.
.
penasaran sama endingnya gak nih😆 yuk capcus. baca episode selanjutnya♥️