
“Sedang ada di Mall tengah kota Nyonya” jawab Rey.
Telfon pun di akhiri, akhirnya sepasang suami istri itu tenang.
.................................
Fallery Bakery
Toko kue yang berada di pinggir jalan itu masih buka seperti biasa. Lalu lalang pembeli masuk dan keluar. Toko ini sangat ramai karena memang rasa khas dari kue yang dibuat tak pernah gagal di lidah penikmatnya.
“Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?” ucap salah satu karyawan yang menyambut seorang tamu di depan pintu.
Wanita cantik, tinggi dan seksi itu datang seorang diri.
Ya, dia adalah Lidia, kekasih Kendra.
“iya mbak, aku cari dessert rasa red velvet mix mocca, ada gak ya?” tanya Lidia
“ada nona, kebetulan hari ini dessert masih fresh karena baru produksi. Sebentar saya ambilkan dulu ya” jawab Mbak Nining
Sembari Lidia duduk di sofa panjang, tak lama kemudian datang Dera. Dia diantar oleh Lula dan Kendra. Namun mereka tidak ikut masuk ke toko kue tersebut.
”Selamat malam Kak, apa sudah di layani?” tanya Dera pada Lidia
“Sudah kak, terima kasih” sambut Lidia dengan sangat baik dan juga dia melirik penampilan Dera dari atas sampai bawah
“ya sudah kak, mari. Saya tinggal ke belakang ya kak. Silahkan menikmati” ucap Dera dengan ramah
…………………………………..
Di perjalanan pulang
Jalan malam semakin padat. Kendra yang tipe laki-laki cuek seketika bertanya pada Lula.
“Dek, tadi itu ko dia berhenti di Fallery Bakery, bukannya itu toko langganan keluarga kita?” tanya Ken dengan mata penasaran
“Iya ka, memang itu toko kue milik keluarga Dera. Dunia begitu sempit ya kak. Enak sekali ya jika Kak Ken nikah sama kak Dera, kita tak perlu lagi repot-repot beli kue hehe” jawab Lula
Mendengar jawaban Lula, membuat Kendra hanya diam tak bersuara. Kendra malah menanyakan kejadian di pintu keluar bioskop tadi.
“Lula, kamu tadi pasti sengaja kan ya dorong kakak kayak gitu, jujur” desak Kendra agar Lula mau jujur menjawab
“gak ko Kak, suuzon aja nih sama adiknya” jawab Lula mencari jawaban aman, padahal memang aslinya dia sengaja
“awas ya dek kalau kamu macem-macem sama kakak, gak tak kasih uang jajan lagi” ancam Kendra
Mobil terus melaju untuk pulang ke rumah Ken.
Kring…. Kring… kring (bunyi nada dering Sekretaris Rey)
“Hallo, ya terus amati gerak geriknya. Jangan sampai dia menyentuh sedikitpun calon Nyonya muda Pak Bos” itu lah kalimat yang diucapkan.
Sekretaris Rey memang sangat totalitas jika sudah menyangkut masalah sang Pak Bos, dia akan melakukan yang terbaik tanpa disuruh pun.
Sebenarnya Rey tanpa sepengetahuan Ken, dia sudah mencari tau mengenai siapa sosok perempuan yang akan di jodohkan dengannya, hanya saja Ken belum mengetahui hal itu. Bahwa calon istrinya adalah perempuan yang sering membuatnya merasa jengkel tiap bertemu.
Rey juga mencari tahu semua tentang Lidia termasuk apa yang di inginkan hingga rencana-rencana yang sebenarnya dia susun. Karena Sekretaris Rey percaya kalau Lidia bukan Wanita baik-baik dan dia pernah menghancurkan perusahaan milik Kendra Alexander dan membuat Pak Bosnya hampir gila setelah putus ketika hubungan mereka tak direstui oleh Papa Ken.
Mobil menuju Gerbang dan perlahan ke Lobby.
“Ya Allah, anak mama dari mana ini, hari minggu ko gak ada di rumah semuanya” sambut hangat pelukan dari Mama pada Lula
“Lula habis nonton ma, tadi bareng temen Lula juga sama kak Ken juga. Ya kan Kak” jawabnya manja
“Tau ah” timpal Ken dengan nada malas
Mereka lantas pergi ke kamar masing-masing dan mandi. Setelah itu makan malam seperti biasa makan malam berlangsung dengan sangat khidmat.
................................
FYI Mama, Papa dan Lula berada di rumah Kendra karena untuk menemani Kendra selama masih bujang.
................................
“Ken, berhubung hari ini kita tidak jadi bertemu dengan keluarga sahabat Papa, maka pertemuan tetap dilangsungkan minggu depan ya” pesan Papa pada Ken
“Ya pah” hanya itu yang terucap dari ken.
Sebenarnya dia belum siap jika diminta untuk segera menikah, lalu bagaimana juga dengan hubungan yang dijalin Bersama Lidia? Harus kandas begitu saja? Atau kah harus ada jalan lain untuk mempertahankan perjodohan ini namun juga mempertahankan hubungannya dengan Lidia (ide licik Ken mulai beraksi)
Setelah itu mereka membubarkan diri untuk ke kamar masing-masing.
……………………………..
Fallery Bakery
Dera yang baru datang ke toko kue, langsung menuju ruangan khusus Dera. Dia membuka buku penjualan dan mencoba menganalisisnya.
Setelah dia mengecek segala hal yang berhubungan dengan pembukuan, Dera lantas keluar menemui Mbak Nining, pegawai yang sudah lama bekerja dengan keluarga Lestari.
“Mbak Nining, bagaimana penjualan hari ini?” tanya Dera dengan sopan
“Banyak Mbak, tadi ada yang borong juga untuk pertemuan di PT apa gitu lho mbak, hampir 500 biji bolen pisang coklat mbak” jawab mbak Nining
“Oke deh mbak. Semoga lancar terus ya mbak, aminn.. Oh ya ini Dera Cuma mau ngambil tas yang ketinggalan kemarin. Semangat kerja ya mbak. Dera pulang dulu mbak, Assalamualaikum” pamit nya pada Mbak Nining
"Waalaikumsalam mbak Dera, hati-hati mbak" jawab Mbak Nining
Sembari Dera berjalan menuju pintu, dia melihat wanita yang ditemui nya tadi ditemani seorang pria.
“syukurlah cowoknya udah dateng, kasihan juga kalau nunggu kelamaann” ucap polos Dera yang tidak mengetahui itu adalah Lidia dan Andre, musuh bisnis Kendra.
Dia pulang taksi online yang telah di pesannya dari sebuah aplikasi.
Sesampainya dirumah, dia mandi dan menemui Ibu di lantai satu.
“Bu, ibu sedang apa?” tanya Dera
“ibu mau buat menu baru untuk toko kue kita Nak, biar ada inovasi gitu, jadi pelanggan gak bosen. Kamu ada saran gak? Harus ditambah apa lagi resepnya?” jawab ibu sambil mencoba resep baru yang dia buat.
“wah, ini enak bu. Empuk juga, rasanya juga enak. Ga perlu diraguin lagi deh soal per kue an hehe” goda Dera pada ibunya
Akhir nya mereka berdua asyik membuat kue sampai pukul 22.00. setelahnya mereka istirahat.
.
.
.
Lambat laun mungkin waktu akan membawaku pada pelukku. Takdir tuhan yang menyatukan kita, dan alam yang mendengarkan doa orang tua untuk kitab isa Bersama – Kendra Alexander.
.
.
‘puji’
.
.
Hallo Readers♥️♥️
Ini adalah karya pertamaku, mohon maaf jika kata-katanya kurang enak dibaca. Dan penulisan atau sudut pandangnnya masih acak-acakan.
Mohon dukungannya ya, biar Author makin semangat melanjutkan novel ini.
Jangan lupa untuk like, comment, dan votenya juga
Terima kasih