
Dera menyiapkan makan siang untuk Kendra di dapur restorannya.
Tampaknya siang ini suasana Resto cukup ramai.
Beberapa pegawai Dera tampak sibuk melayani pengunjung yang ada di restoran miliknya.
Dera juga membantu memasak beberapa masakan yang dipesan oleh pengunjung.
Dia tampak sibuk di dapur dengan menggunakan celemek dan rambutnya yang panjang di cepol ke atas sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan putih mulus.
Setelah semua pesanan pengunjung telah selesai dibuat.
Kini gilliran Dera membuatkan masakkan untuk menu makan siang Kendra nantinya. Karena terlalu lama di dapur, tampak peluh di kening Dera.
Tiba-tiba ada yang mengelap peluh yang terdpat di dahinya. Seketika Dera melihat sosok yang telah mengelap keringat di dahinya.
“Kendra”
Kendra hanya tersenyum melihat wajah terkejut Dera.
“Lanjutkan saja sayang, apa ada yang bisa ku bantu tanya Kendra sambil melepaskan jasnya dan menggulung kemejanya.
“Oh maaf merepotkan, bisa ambilkan beberapa bumbu yang ku butuhkan” ujar Dera.
“Tidak masalah sayang” Kendra pun membuat suasana dapur semakin memanas saja.
"Dimana yang? aku tidak tau"
"Coba tanyakan Pada Pak Endru" jawab Dera.
Pak Endru adalah kepala chef yang ada di resto Dera. Dia sengaja di pilih Kendra karena mengetahui pontensi yang dimiliki Endru.
"Ini Pak, bumbu yang diminta Nyonya Dera" ucap Endru.
"Terima kasih Pak"
Beberapa pegawai Dera yang melihat kemesraan pasangan tersebut perlahan-lahan mulai meninggalkan dua orang itu berduaan di dapur.
Mereka tidak ingin mengganggu pasangan yang sedang berbahagia itu.
Setelah masakannya selesai, Dera mengajak Kendra makan di taman belakang restoran.
Kendra duduk di hadapan Dera sambil menikmati masakan yang dibuatkan oeh Dera dengannya tadi.
“Bagaimana rasanya? kurang apa Mas?” tanya Dera meminta pendapat Kendra.
“Enak sekali Nyonya Kendra Alexander” puji Kendra dengan mengacungkan kedua jempolnya.
“Baiklah, harus makan yang banyak kalau begitu, ya” ujar Dera menambahkan nasi ke piring Kendra.
Kendra pun menikmati dengan lahap masakan Dera membuat merasa senang dan tak berhenti tersenyum setiap kali melihat Kendra yang makan dengan nikmat.
Aku ingin banyak melihat senyumanmu yang indah itu, sayang. Sebelum aku menceritakan sesuatu yang bisa membuat senyum mu itu berubah kepadaku.
Kendra sedikit mendunduk mengusap air matanya yang dengan nakal hendak keluar dari pelupuk matanya.
“Mas Kendra, kamu kenapa?” tanya Dera melihat Kendra tampak mengusap air matanya.
“Ah,, aku hanya kepedesan. Bisa minta tolong ambilkan air mineral?” pinta Kendra.
“Oh,, padahal aku tidak memberi banyak cabai. Maaf ya sayang. Aku segera ambilkan airnya” Dera bergegas pergi mengambil air minum.
Kendra dengan kasar mengusap wajahnya dan berusaha menenangkan dirinya. Dia harus kuat mengatakannya kepada Dera. Apapun yang terjadi.
“Ini minum dulu Mas” Dera menyodorkan segelas air mineral.
“Terima kasih, sayang” ujar Kndra dengan tersenyum manis. Dera yang melihatnya menjadi terpesona.
Kenapa dia menunjukkan kadar ketampanannya yang diatas rata-rata itu sih.
Dera mengibas-ngibaskan wajahnya. Mencoba menahan wajahnya yang memerah. Dia bisa malu bila Kendra melihatnya yang sedang merona.
Diam-diam kendra melihat Dera salah tingkah.
Dasar kelinci mungilku yang manis.
Hening.
“Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu mas?” tanya Dera melihat ke arah Kendra.
“Em ya. Ada sesuatu yang harus ku katakan padamu sebelumnya” Kendra memegang kedua tangan Dera.
Dia menggenggam jari-jemari Dera. Seolah-olah menguatkan dirinya untuk mengatakan sesuatu yang telah di pendamnya selama ini.
“Tentang apa mas?” tanya Dera dengan raut wajah penasaran.
Kali ini Kendra menatap dalam ke arah Dera.
“Aku. Aku.. ingin jujur,, tentang masa lalu ku padamu”
nada gemetar Kendra membuat Dera semakin penasaran.
Dia mengerutkan keningnya seolah-olah bertanya apa yang sebenarnya pernah terjadi.
Kendra mengusap wajahnya kasar. Dia bingung harus memulai dari mana. Ini bukan hal yang mudah baginya.
“Aku,, memiliki sebuah masa lalu yang kelam. Dan aku ingin jujur padamu Dera” Kendra memberanikan diri.
“Masa lalu seperti apa? bukankah aku sudah tau kalau Mas Kendra pernah menjalin hubungan dengan Nona Lidia? Tak apa mas, aku sudah tau kan” Dera semakin bingung maksud Kendra sedangkan dia sudah mengetahui masa lalu suaminya.
Kendra mencoba mengatakan semuanya dengan sebisa mungkin yang bisa dia ceritakan.
“Aku melakukannya karena aku gelap mata. Aku sudah melukai banyak orang. Bahkan menghancurkan masa depan seseorang. Aku bukanlah orang yang sempurna seperti yang kamu lihat sekarang.
Jujur aku merasa tidak pantas untukmu. Untuk mendapatkan cintamu. Aku …” Kendra tidak bisa melanjutkan lagi kata-katanya.
Dia melihat ke arah Dera yang hanya terdiam tidak percaya dengan aapa ayng baru saja di dengarnya.
“Maafkan aku Dera. Maaf aku baru jujur sekarang”
Kendra memegang erat jemari tangan Dera yang terasa dingin dan gemetar.
Kendra menundukkan kepalanya di jemari tangan dera, dia tidak bisa melihat reaksi Dera yang sedemikian syoknya setelah mendengar apa yang telah dia lakukan dahulu.
Apa yang telah dia lakukan kepada perempuan Bernama Caitlin.
“Ini tidak mungkin..” Dera mulai mengeluarkan suaranya.
Kendra mendongak menatap Dera yang telah berlinang aair mata. Kendra merasa hancur htinya karena telah membuat wanitanya menangis karenanya.
“Katakan kalau ini hanya bercanda Mas” ujar Dera meyakinkan dirinya kalau Kendra hanya sedang bercanda dengan dirinya.
“Dera” Kendra hendak meraih wajah Dera namun dia menepisnya dengan tangan dan menatap Kendra dengan raut wajah kebencian. Kendra tau kini apa reaksi yang diberikan Dera padanya.
Rey yang berada di sisi lain namun masih bisa mematau apa yang terjadi dengan Pak Bosnya merasa tak tega melihat sepasang kekasih ini yang sekarang sedang di masa kehancuran. Benar-benar hancur.
Semoga Dera bisa menerima Kendra, walaupun sekarang memang pahit adanya. Percayalah Nona, Pak Bos menyayangi anda jauh dari apapun.
Kendra menelan ludahnya, dia harus bersiap-siap untuk yang terburuk sekalipun. Dia suda memilih jujur jadi kali ini dia harus sap dengan apapun resiko yang harus dihadapinya.
“Dera”
“Tidak Mas.. pergi jauh dariku!” teriak Dera dengan tangisnya yang mulai terdengar. Dera terisak dan tidak ingin Kendra mendekatinya.
Kendra juga bisa memahami perasaan Dera saat ini. Dia sendiri juga merasa terluka karena perbuatannya yang telah dilakukannya dulu.
Kalau bisa mengulang waktu. Kendra sendiri ingin mengulang waktu tersebut.
Rey yang seketika juga berdiri dari kursinya, ingin rasanya dia berlari dan menahan Dera untuk pergi dan menenangkannya.
Namun apalah daya, ini memang keputusan Kendra sebelum semuanya terbongkar dari mulut orang lain.
Rey juga kasihan dengan Kendra ataupun Dera, tapi kini dia tak bisa apa-apa.
.
.
.
Reader: gimana sih thor ko malah begini ceritanya??
Author: eitss, simak dulu aja yaaa.. gaskeuunnn 😂