PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
KECELAKAAN



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Maaf uploadnya lama karena waktu puasa membuat Author harus menyelesaikan segala pekerjaan. Mohon atas pengertiannya ya guys.


Tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan follow. Terima kasih. Enjoyyyy.


__________


“Pak Bos, janganlah begitu. Siapa tau Nyonya Dera ada kepentingan sendiri bukan?” jawab Sekretaris Rey yang berpikir bahwa tidak mungkin jika Dera melakukan hal diluar nalarnya. Karena memang Dera adalah perempuan yang baik dan tidak neko-neko.


“Sudah lah Rey.. Ayo segera susul dia. Jangan banyak omong!!” titah Kendra lantas masuk ke dalam mobilnya.


"Ga usah berpikiran positif dulu, kamu juga belum terlalu kenal Dera kan!" ucapnya lagi.


Lagi lagi amarah yang menguasainya sehingga Sekretaris Rey pun tak mampu untuk menahan. Pedal mobil yang di injak membuat kecepatan semakin bertambah. Dengan dipandu dengan GPS dari ponselnya yang berada di dashbor depan.


“Awas saja jika dia ketemu pria dan berbuat macam-macam.. Tidak akan ku ampuni sedikitpun Dera Ananda” ucap Kendra. Sedangkan Sekretaris Rey yang mendengar pun hanya diam saja toh percuma jika nanti dia memberi nasihatpun tak di dengarkan.


"Rey, siapkan tenaga untuk menghajar pria hidung belang itu. Dan siapkan juga surat-surat penikahan ku dan Dera" tutur Kendra diluar kendalinya.


Mobil melaju ke arah yang ditunjukkan oleh GPS tersebut. Dia mengikuti setiap arahan hingga sampai di titik akhir.


“Loh Rey.. Rey kenapa berhenti disini, Dera mana?” seketika nada bicara yang tadinya tinggi berubah menjadi rendah. Sekretaris Rey yang bingung juga ikut mencari dimana Dera.


“Pak Bos, bukankah ini tempat tadi ada kecelakaan? Kan tadi kita berhenti sejenak disini?” ucap Sekretaris Rey menyadarkan.


“Astaga. Rey, jangan bilang…” Kendra lantas keluar dan membanting pintu mobilnya dengan keras diikuti pula Sekretaris Rey.


Mengetahui letak lokasi terakhir dan sempat ada kecelakaan disana membuat Kendra dan Sekretaris Rey panik seketika, bagaimana tidak ini adalah titik lokasi terakhir sesuai dengan GPS yang tersambung diponsel Dera.


Tempat yang kini ramai karena ada banyak orang yang berusaha mencari keberadaan korban kecelakaan. Jurang yang sangat dalam tersebut membuat mereka memerlukan bantuan lain untuk mempermudah pencarian korban.


“Permisi, Pak tadi katanya ada kecelakaan disini. Lantas apakah korbannya sudah di evakuasi?” tanya Sekretaris Rey pada salah satu saksi kunci.


“Belum tuan. Mobil terperosok ke dalam jurang sana. Kita memerlukan bantuan untuk mencari korban” ucapnya.


“Argh mengapa tak ada yang gerak sama sekali! LAMA!!” kecurigaan Kendra yang tadinya sempat menguasai, kini tinggal kekhawatiran.


Dengan cepat dia menelpon bala bantuan dan petugas yang bekerja dibidangnya. Kendra pun menelpon Novan, keponakan Dera yang tak lain bekerja sebagai polisi.


_________________


Rumah Dera.


Bunda, Dinda dan Novan sedang berkumpul di ruang tengah. Mereka menikmati waktu sore dengan menonton film komedi.


"Wkwk lucu banget sih dia" celetuk Dinda.


"Haha iya nak, polos banget sampai dikerjain sama temennya begitu ga sadar" tawa Lestari pun menyusul.


Ditengah asiknya menonton film, sebuah deringan dari ponsel milik Novan pun memecah kefokusan mereka.


Kringgg.. kringg. Kring.


“Hallo Ken, gimana?” tanya Novan pada Kendra.


“Dera kecelakaan Van. Kesini sekarang. Alamatnya aku shareloc.” Ucap Kendra dengan tergesa-gesa. Sedangkan Novan yang masih terpaku di tempatnya begitu tak menyangka bahwa saudaranya kini sedang terkena musibah.


Suasana yang tadinya bahagia seketika berubah menjadi hening.


“Kak Dera, tan. Kak Dera kecelakaan” ucap Novan dengan hati-hati. Niat ingin tak menceritakan masalah ini, tapi dia juga berpikir bahwa doa sang ibu juga usaha terbaik dari bagian usaha-usaha lainnya.


Yang semula Bunda Dera memegangi piring yang berisikan cemilan seketika tumpah ke lantai. Sama halnya dengan Dinda.


Lestari yang tak kuasa menahan tangis pun akhirnya pecah seketika. Beliau ditenangkan oleh Dinda sedangkan Novan bersiap menuju ke lokasi terakhir dimana Dera berada. Sebuah lokasi yang telah dikirim dari Kendra membuatnya harus mau tak mau tetap berpamitan meninggalkan Bunda Dera dan Dinda.


“Tante, Novan pamit ya. Tante bantu doa saja, biarkan Novan dan Kendra yang berusaha mencari kak Dera. Untuk Dinda, jangan lupa jaga terus Tante Lestari ya” pamit Novan dengan mencium tangan Lestari dan menuju mobilnya.


_________________


Restoran Xiu.


Terdapat beberapa orang disana yang sedang asik meneguk wine.


“Chersss” ucap seorang pria berkumis dan berjas hitam serta membawa tongkat ditangannya yang tak lain adalah Ganang Hartono, ayah Danu Hartono.


Akhirnya mereka saling bersulang dan iringi gelak tawa dari orang disekelilingnya. Bagai merayakan hari kemenangan, dia juga menyiapkan segepok uang untuk orang suruhannya karena telah berhasil melaksanakan tugas darinya.


Tak lama kemudian datang Danu Hartono dan Lidia.


“Papa!!” suara lantang tersebut mampu membuat mereka berbalik menuju sumber suara. Danu yang tegap, badan kekar dan tampan tersebut mampu membuat orang disana menjadi menciut.


“Oh ya anakku. Sini-sini” ucap Ganang Hartono sembari membuka tangannya agar Danu memeluknya. Walaupun Danu sebagai anak angkat Ganang tapi dia memperlakukan Danu dengan sangat baik.


“Apa yang papa lakukan pada istri Kendra Alexander!” tanyanya dengan suara serak-serak basah.


“Maksudmu apa? Papa hanya melakukan apa yang harus papa lakukan Danu. Bukankah ini yang kamu inginkan? Kamu sudah lama mengincar agar Kendra merasa hancur bukan?” jawab Ganang.


“Pa, biarkan aku saja yang menyelesaikan. Papa ga usah ikut campur urusan Danu” ucap Danu.


“Sudahlah. Sekarang kita hanya tinggal menikmati hari kemenangan kita Danu. Pasti Dera juga sudah meninggal bersama anaknya itu”


Lidia yang mendengarpun merasa sangat bahagia karena memang inilah yang dia tunggu. Sudah beberapa kali dia merencanakan untuk menyingkirkan Dera dari hidup Kendra mantan kekasihnya namun selalu saja gagal.


Nah begini dong. Akhirnya urusan gue hampir selesai dan mempermudahkan gue untuk kembali pada hidup Kendra. Dan satu lagi, gue gak perlu lo Caitlin Wijaya. Kedatanganmu malah membuatku semakin pusing atas ke lola-an mu itu, belum juga bod0h pula. Hemm. Batin Lidia dengan senyum sumringah.


“Sudah lah anakku. Jangan pikirkan si istri Kendra itu. Oh ya mana istrimu? Seva. Rasanya sudah lama sekali dia tak datang kesini” Ganang berusaha mengalihkan fokus Danu pada hal lain.


“Seva ada dirumah pa. Dia sedang istirahat karena kemarin habis ada acara dirumah” jawab Danu.


“Pah, kalau Dera gak ditemukan bagaimana?” tanya Danu.


“Ya bagus dong Danu. Jadikan aku bisa kembali pada Kendra dan hidup bersamanya. Serta kamu akan hidup tenang tanpa ada sainganmu dimata Om Alexander. Bukan begitu om?” jawab Lidia yang meminta persetujuan Ganang.


...____________ ...


...Aku tidak benar-benar pergi....


...Aku hanya melepaskanmu sebenar untuk mencari bahagiamu,...


...Sampai aku benar-benar melihatmu menginginkanku lagi,...


...Kembalilah jika ngin kembali....


...Aku masih milikmu ...