
Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.
Maaf tadi sempat salah lapak yang seharusnya UP nya di HELLO DOSEN KUTUBKU malah terkirimnya di PLEASE, LOVING ME. Maaf ya.
Tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan follow. Terima kasih. Enjoyyyy.
__________
Ketika dia melewati Brian tiba-tiba dia berkata “makanannya enak. Dan kamu cantik malam itu” bisiknya pada Alula.
Bak di setrum listrik tegangan tinggi, Alula mematung di tempatnya mendengar ucapan Brian.
“Idih gak lagi deh ngundang lo” jawabnya yang membuat Brian geram.
Bisa-bisanya seorang Brian di cuekin oleh satu cewek? Sedangkan dia sendiri adalah incaran oleh wanita di kampusnya.
Itu anak sadar gak sih, gue habis muji dia. Bisa-bisanya gak ada kalem-kalemnya sih atau luluh gitu. Awas saja sampe lo klepek-klepek sama gue , habis lah. Batin Brian yang janji pada dirinya sendiri.
Melihat langkah Lula yang semakin jauh darinya, membuat Brian pun juga ikut membalikkan badan mengikuti langkah teman-temannya.
Sedangkan Alula yang tengah di kantin kampus pun sedang asik menikmati salad buah dan siomay ala kampus. Tidak ada makanan kantin yang tidak dia suka. Semuanya pun hampir setiap hari di beli selama dia belum merasa kenyang.
“Eh La, tadi kamu di bisikin apa sama Brian? Cerita dong” Adel yang penasaran mendesak Alula agar menceritakan hal tadi.
“Apa sih, itu lo cuma masalah ini anuan sedikit” jawab Alula yang seenaknya sendirian membuat Adel pun mengiyakan karena dia sibuk dengan makanan yang ada di hadapannya.
“Oh ya, kapan kakak iparmu melahirkan? Ku lihat kemarin sempat ada di TV ya? peresmian taman apa itu kalau ga salah”tanya Adel.
“Iya, kamu ko tau sih. Aku aja gak di ajak o. Coba bayangin itu sekeluarga ga ada yang dikabarin sama kak Kendra. Dia itu galak, nyebelin tapi kalau udah bucin, behhhh jangan tanya lagi”tuturnya panjang lebar.
Tanpa di ketahui Alula, ternyata ada Brian yang duduk tak jauh dari kursinya. Dia sedang mencari titik lemahnya agar dapat membuat Alula luluh padanya.
“Bro, lihat aja gue bakal bisa ngluluhin hati tu cewek yang ada du belakang gue. Kalian percaya gak?” tanya Brian pada Leo dan David.
“Ha? lo yakin? Alula maksud lo? Gak takut apa kemarin kan lo udah di percaya sebagai tamu undangan dirumahnya, makan malem sama keluarga lagu. Berarti itu lo sudah mendapatkan hati di keluarga dia kan? masih berani-beraninya main tantang-tantangan lo" jawab David.
“Nah makanya dari itu kan berarti mempermudah gue bukan? Ayo kita taruhan. Kasih waktu gue sebulan untuk bisa mendapatkan dia. Mobil sport keluaran terbaru gue jadi jaminannya” ucapan Brian mendapat antusias dari Leo dan David.
“Yakin lo? Oke. Gue pun berani ngluarin Mobil Ferari gue. Kalau lo apa Vid? Yang lebih menantang dong lo” ucap Leo.
“Gue akan nglakuin apapun buat Brian. Selama 1 bulan. Gimana? Itu juga effortnya gede lho gak kalah sama harga mobil diantara kalian” jawab David.
“Oke, mulai hari ini ya perjanjian kita sepakati” mereka bertiga saling mengiyakan dan mengepalkan tangan bersama sebagai tanda kesepakatan diantara mereka.
Ketiga pria tersebut segera makanan yang telah di pesan dihabiskan lantas mereka pulang ke rumah.
Sekretaris Rey kini telah kembali ke ruangan Kendra. Dia melihat bahwa Pak Bosnya kini sedang memijat kepalanya sebagai tanda bahwa dia sedang memikirkan sesuatu. Tak pernah sebelumnya dia lihat Pak Bos yang biasanya selalu fight dalam segala hal kini menjadi lemah. Sekretaris Rey mendekati Kendra dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.
“Permisi Pak Bos, sepertinya sedang ada masalah. Apa ada yang bisa saya lakukan?” tanya Sekretaris Rey yang sangat cekatan dalam berbagai hal.
“Iya Rey. Ini mengenai saham kita yang menurun akhir-akhir ini. Kira-kira kenapa ya? kamu tau gak? Kalau di biarkan terus bisa-bisa kita colaps. Secepat mungkin kita membutuhkan suntikan dana Rey. Tapi aku gak mungkin meminta Papa untuk membantu dalam hal ini. Apa kamu ada ide lain?” tanya Kendra pada sekretarisnya itu.
“Merosot terlalu drastis Pak Bos?” tanya Sekretaris Rey.
Kendra menjentikkan jari sebagai perintah agar Asisten Nisa mendekat.
“Bawakan aku data perkembangan saham perusahaan ini” titahnya.
Asisten Nisa yang mendengar perintah Kendra pun segera mungkin mengambilkan berkas tersebut.
“Ini Pak Bos. Ini perkembangan saham untuk bulan ini dan beserta data perusahaan” ucap Asisten Nisa sekaligus meninggalkan Kendra dan Sekretaris Rey untuk berbicara. Memang hal ini bukan kapasitas Asisten Nisa untuk ikut campur karena memang dia hanya bertugas untuk mengatur jadwal rapat dan hal lainnya.
“Wah separah ini ya Pak Bos. Kasih saya waktu seminggu untuk memikirkan hal ini” pinta Sekretaris Rey.
Kendra yang mendengar jawaban Rey pun begitu bangga memiliki seorang Sekretaris yang sangat lihai dalam berbagai bidang. Dia menepuk bahu Sekretaris Rey sebagai tanda bangganya.
“Terima kasih Rey, kamu selalu membantuku dalam segala hal. Oh ya bagaimana urusanmu tadi? Ada apa sebenarnya?”tanya Kendra yang kini bicara sebagai teman bukan atasan dan bawahan.
Sekretaris Rey menghempuskan napas kasar untuk mengontrol emosinya. Kendra pun tau bahwa Sekretaris Rey sedang berada dalam mood yang tidak baik.
“Mengenai hal itu sebenarnya saya juga sedang mendalami apa yang terjadi Pak Bos. Mira ternyata memiliki mantan kekasih. Dikira awalnya Gerald itu sudah meninggal karena sebuah kecelakaan tapi ternyata dia masih hidup” ucap Sekretaris Rey yang membuat Kendra menyipitkan pandangannya. Semakin penasaran,
“Lalu?” tanya Kendra dengan melonggarkan sedikit kerah yang terasa sesak.
“Lalu Gerald berusaha kembali ke kehidupan Mira. Namun sayangnya Mira kini adalah milikku. Tak ada yang boleh menyentuhnya kecuali aku Pak Bos” Kendra masih mendengarkan dan dengan rasa kagum pada sang sekretaris karena memiliki sebuah ambisi dan sayang pada seorang kekasihnya.
“Gerald sempat bicara pada Mira agar dia berhati-hati dengan saya. Untuk apa coba? Sedangkan saya pun tidak mengenalnya. Apa ini hanya alasan dia saja agar Mira menjauh dari saya?” Sekretaris Rey menghentikan ucapannya dan ingin mendengar respon Kendra.
“Ha? mana mungkin itu? tak kau bunμh saja dia? Biar semuanya segera beres. Tapi kamu juga harus hati-hati dengan Gerald itu. Tidak hal mustahil kalau dia nantinya berani menunjukkan wajahnya lagi. Kalau butuh apa-apa katakan saja. Genk Black Tiger siap membantumu Rey” jawab Kendra yang selalu ingin memberikan yang terbaik bagi orang terdekatnya.
“Ya Pak Bos. Terima kasih. Saya akan lebih menjaga Mira sebagai kekasih sekaligus calon istri saya” ucap Sekretaris Rey dengan bangganya.
“Undangannya jangan lupa. Awas sampai lupa habis kau Rey!!” ucap Kendra dengan duduk di kursi kebesarannya.
...___________...
...Capek banget ya,...
...Berantem sama pikiran sendiri yang gak pernah mau kalah dan gak tau maunya apa....